sign up SIGN UP search


parenting

6 Manfaat Musik untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Erni Meilina Kamis, 04 Feb 2021 10:45 WIB
Beautiful toddler sitting on the blanket playing xylophone smiling at kindergarten caption

Sudah tak asing lagi di telinga bahwa musik dapat menenangkan orang yang mendengarnya. Tak hanya bagi orang dewasa, manfaat musik juga dapat dirasakan oleh Si Kecil. Banyak Bunda meyakini bahwa hanya musik klasik lah yang baik untuk diperdengarkan. Faktanya Bunda musik apa saja bisa lho menstimulus Si Kecil.

Banyak orang tua bertanya-tanya apakah memainkan musik untuk bayi mereka akan membuat mereka lebih pintar? Nah, Bunda sudah tidak dapat diragukan nih bahwa musik itu baik untuk Si Kecil. Musik dapat mengangkat semangat mereka, menenangkan mereka dan bahkan mungkin membuat mereka tertidur. 

Tetapi manfaat musik bagi pertumbuhan Si Kecil enggak cuma itu Bunda. Musik sebenarnya dapat mengubah cara otak Si Kecil berkembang. Terlebih lagi, bayi dan balita memang menyukai musik. Mereka akan menggeliat, bergoyang atau menari mengikuti lagu yang mereka sukai, tersenyum saat lagu favorit diputar, dan menggedor mainan untuk membuat musik mereka sendiri.


Terbukti musik berperan dalam perkembangan otak sebelum lahir. Mendengarkan musik selama kehamilan tidak hanya memiliki efek menenangkan dan menggembirakan bagi Bunda, tetapi juga memberi pengaruh positif pada janin. Sekitar 16─18 minggu kehamilan, Si Kecil mendengar suara pertamanya.

Pada usia 24 minggu, telinga Si Kecil mulai berkembang pesat dan bayi telah terbukti menoleh sebagai respons terhadap suara dan kebisingan dalam beberapa bulan terakhir kehamilan, bayi yang belum lahir dapat mengenali suara ibunya, bahasa ibunya, pola kata, dan puisi.

Musik klasik memang baik untuk diperdengarkan kepada Janin. Musik klasik memiliki suara lembut seperti lagu pengantar tidur, melodi indah yang menginspirasi kebahagiaan semuanya dirancang untuk menenangkan. Di bawah ini ada manfaat musik bagi tumbuh kembang Si Kecil yang perlu Bunda ketahui, dikutip dari Parents, UNICEF, dan What To Expect.

Manfaat musik untuk otak Si Kecil

Meskipun tidak ada pernyataan pasti tentang manfaat memperdengarkan musik saat hamil, begitu Si Kecil memasuki masa bayi, bukti menunjukkan bahwa musik mulai menguasai otak sejak usia sangat muda. Pada usia 7 bulan, bayi dapat mendeteksi irama musik yang mendasarinya, dan pada usia 9 bulan, mereka dapat melihat sedikit perbedaan waktu. Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat meningkatkan suasana hati bayi, mengurangi stres, dan membantunya tertidur, Bunda.

Meskipun demikian, sebagian besar manfaat perkembangan berasal dari partisipasi aktif dalam pembuatan musik, bukan hanya mendengarkannya. Pembuatan musik dapat meningkatkan kemampuan untuk membentuk koneksi sinaptik di area otak yang didedikasikan untuk memproses suara, sensasi, gerakan, dan perhatian. Musik juga dapat meningkatkan hubungan sinaptik antara sel-sel otak, yang dapat meningkatkan bahasa serta perkembangan kognitif dan sosial.

Musik menyulut semua bidang perkembangan anak dan keterampilan untuk kesiapan sekolah, terutama di bidang penguasaan bahasa dan keterampilan membaca. Mengikuti kelas musik adalah cara yang bagus bagi Si Kecil untuk berpartisipasi dalam membuat musik dan bermanfaat bagi perkembangan kognitifnya. Kelas musik bayi bisa dimulai sejak 6 bulan.

Selama tahun-tahun pertama kehidupan, otak membentuk jalur jaringan yang nantinya memengaruhi bahasa. Kelas musik membantu bayi dan balita belajar menyelaraskan irama, yang telah terbukti meningkatkan fungsi eksekutif seperti keterampilan mental yang terkait dengan perhatian, fokus, ingatan, dan pengaturan.

Belajar memainkan alat musik dapat meningkatkan pembelajaran matematika, bahkan meningkatkan nilai sekolah.Musik dan matematika sangat terkait. Dengan memahami ketukan, ritme, dan tangga nada, anak-anak belajar cara membagi, membuat pecahan, dan mengenali pola. 

Mengembangkan keterampilan fisik

Melansir dari Parents, instrumen tertentu, seperti perkusi, dapat membantu anak-anak mengembangkan koordinasi dan keterampilan motorik. Mereka membutuhkan gerakan tangan, lengan, dan kaki. Jenis instrumen ini bagus untuk anak-anak berenergi tinggi, kata Kristen Regester, Manajer Program Anak Usia Dini di Sherwood Community Music School di Columbia College Chicago. 

Instrumen string dan keyboard, seperti biola dan piano, menuntut tindakan berbeda dari tangan kanan dan kiri secara bersamaan. "Ini seperti menepuk kepala Anda dan menggosok perut Anda pada saat yang bersamaan," kata Regester. Instrumen tidak hanya membantu mengembangkan ambidexterity, tetapi juga dapat mendorong anak-anak untuk merasa nyaman secara alami dalam posisi yang tidak nyaman. Meningkatkan koordinasi dan menyempurnakan waktu dapat mempersiapkan anak untuk hobi lain, seperti menari dan olahraga.

Menumbuhkan keterampilan sosial

Kelas yang dibentuk secara berkelompok membutuhkan interaksi dan komunikasi antar sesama teman, yang mendorong kerja tim, karena anak-anak harus berkolaborasi untuk membuat crescendo atau akselerator. Jika seorang anak memainkan alat musiknya terlalu keras atau mempercepat terlalu cepat, dia perlu menyesuaikan diri. 

Penting bagi anak-anak untuk mengetahui dan memahami bagian individu mereka dalam ansambel yang lebih besar, kata Regester. Music Rhapsody menawarkan kelas pendidikan musik umum, di mana guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan menugaskan setiap anak. Apakah sebuah tim bertanggung jawab untuk memilih instrumen atau menciptakan melodi, para siswa bekerja menuju tujuan bersama. "Ini adalah jenis pengalaman yang kami miliki di masyarakat," kata Kleiner. "Kami membutuhkan lebih banyak interaksi kelompok dan pemecahan masalah,” tambahnya.

Membentuk kedisiplinan dan kesabaran

Mempelajari instrumen mengajarkan anak-anak tentang kepuasan yang tertunda. Biola, misalnya, memiliki kurva belajar yang curam. Sebelum Si Kecil dapat membuat satu suara, dia harus terlebih dahulu mempelajari cara memegang biola, cara memegang busur, dan di mana harus meletakkan kaki. Memainkan alat musik mengajarkan anak-anak untuk bertahan selama berjam-jam, berbulan-bulan, dan terkadang bertahun-tahun berlatih sebelum mereka mencapai tujuan tertentu, seperti tampil dengan band atau menghafal karya solo. 

"Pelajaran privat dan latihan di rumah membutuhkan perhatian yang sangat terfokus bahkan selama 10 menit setiap kali," kata Larew. Pelajaran kelompok, di mana siswa belajar memainkan instrumen yang sama dalam sebuah ansambel, juga meningkatkan kesabaran, karena anak-anak harus menunggu giliran untuk bermain secara individu. Dan dalam menunggu giliran mereka dan mendengarkan teman sekelas mereka bermain, anak-anak belajar untuk menunjukkan rasa hormat kepada teman sebayanya, duduk diam selama waktu yang ditentukan, dan menjadi perhatian.

Meningkatkan harga diri

Pelajaran menawarkan sebuah forum di mana anak-anak dapat belajar menerima dan memberikan kritik yang membangun. Mengubah umpan balik negatif menjadi perubahan positif serta membantu membangun kepercayaan diri. Pelajaran kelompok, khususnya, dapat membantu anak-anak memahami bahwa tidak ada, termasuk diri mereka sendiri atau teman sebayanya, yang sempurna, dan bahwa setiap orang memiliki ruang untuk perbaikan. 

"Menampilkan diri Anda di depan umum adalah keterampilan penting, apakah Anda menjadi musisi profesional atau tidak," kata Larew. “Keterampilan ini mudah ditransfer ke public speaking,” tambahnya. Dan, tentu saja, setelah seorang anak cukup maju, dia akan memiliki keterampilan musik yang akan membantunya menonjol.

Memperkenalkan anak pada budaya lain

Dengan mempelajari dan memainkan berbagai alat musik, anak-anak dapat menemukan bagaimana musik memainkan peran penting dalam budaya lain. Misalnya, bongo dan timbales dapat memperkenalkan anak-anak pada gaya musik Afrika dan Kuba. Meskipun biola zaman modern berakar di Italia, belajar memainkannya membuat anak-anak terpapar pada musik klasik yang dipopulerkan oleh musisi Jerman dan Austria.

Instrumen serbaguna, seperti biola dan piano, dapat mengiringi berbagai macam gaya, termasuk klasik dan jazz yang berasal dari Amerika Selatan. Penting untuk membiasakan anak-anak dengan budaya lain sejak usia dini karena hal ini menumbuhkan keterbukaan pikiran tentang dunia dan tradisi di luar yang mereka ketahui.

Pastikan bahwa membuat musik adalah bagian dari waktu bermain Si Kecil dan mendengarkannya adalah bagian dari ritual rutinnya ya, Bunda. Bukan karena Bunda ingin menjadikan anak Bunda paling pintar di kelasnya tetapi karena itu menenangkan, menyenangkan, dan cara yang bagus untuk menjalin ikatan. Fakta bahwa itu juga dapat memberikan sedikit dorongan pada perkembangan kognitifnya adalah bonus tambahan.

Simak juga manfaat ajak anak menonton drama musikal dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!