sign up SIGN UP search


parenting

7 Manfaat Membaca Buku untuk Anak, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Kamis, 20 Aug 2020 12:23 WIB
young mother reading a story to her toddler in his bedroom caption
Jakarta -

Sebelum anak bisa membaca sendiri, Bunda bisa membacakan buku cerita untuknya. Kebiasaan membacakan buku untuk anak tidak cuma menghibur si kecil, tapi memiliki banyak manfaat.

Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada waktu terlalu dini untuk membacakan buku untuk anak. Bahkan membaca buku bisa dilakukan sejak bayi baru lahir atau ketika masih di dalam kandungan.

Semakin cepat dan sering Bunda membacakan buku untuk buah hati maka manfaat yang didapat pun akan semakin cepat didapat. Manfaat tersebut tidak hanya untuk anak tapi juga untuk Bunda, lho.


Manfaat membacakan buku untuk anak

Mengutip Parents, membacakan buku untuk anak sejak dini memberikan tujuh manfaat, di antaranya:

1. Menjalin bonding atau ikatan yang lebih kuat dengan anak

Membacakan buku bisa menjadi aktivitas untuk meningkatkan bonding dengan buah hati. "Membacakan buku adalah aktivitas yang dapat menjadi waktu spesial bersama bayi Anda. Suara Anda akan memberikan ketenangan untuknya," kata Mary Ann Abrams, MD, Direktur Medis Reach Out and Read.

Dan faktanya, sebuah studi di Journal of Development and Behavioral Pediatrics menemukan bahwa membacakan buku untuk bayi di NICU bisa membantu mengembangkan perasaan dekat sama dengan bayi baru lahir yang sehat.

2. Membantu mempersiapkan membaca sendiri

Menurut Kenneth Wible, MD, dari Children's Mercy Hospitals and Clinics di Kansas City, Missouri, meski mungkin anak belum mengerti apa yang Bunda katakan, namun mereka mampu menangkap ritme, dan nada suara Bunda. Penelitian menunjukkan, semakin banyak kata yang diucapkan bayi, maka semakin siap dia untuk membaca sendiri.

3. Meningkatkan kemampuan otak

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang sering dibacakan buku memiliki kosakata yang lebih banyak dan keterampilan matematika lebih cepat dibanding anak-anak seusianya. Studi tahun 2019 menemukan bahwa anak-anak dibacakan buku setiap hari akan terpapar sekitar 78 ribu kata setiap tahun dan selama 5 tahun bertambah menjadi 1,4 juta kata dari kegiatan membaca buku atau bercerita.

Studi lainnya menemukan bahwa bayi yang orang tuanya banyak berbicara dengan mereka mendapat nilai lebih tinggi pada tes standar ketika mereka mencapai usia 3 tahun dibanding bayi yang orang tuanya jarang berbicara dengan mereka.

4. Memancing respons anak

Dr Wible mengatakan bahwa setelah Bunda membacakan buku untuk bayi, mereka akan memberikan respons berupa gerakan pada tangan dan kakinya. "Membacakan buku untuk anak membantu mereka melihat dan mendengar apa yang ada di sekitarnya dan memberi respons dengan baik," ujarnya.

5. Memperkenalkan emosi

Perasaan bayi akan diekspos melalui berbagai suara yang Bunda gunakan saat membacakan buku, baik suara untuk karakter tertentu atau mendeskripsikan yang terjadi di dalam buku.

"Anda tidak bisa mendengar jenis emosi itu dalam musik atau menonton televisi. Kata yang diucapkan menyampaikan ide bahwa kata-kata memiliki arti dan bunyi tertentu yang mengandung sesuatu," ucap Dr Abrams.

Charming mother showing images in a book to her cute little son at homeIlustrasi ibu membacakan buku pada bayi/ Foto: iStock

6. Mengenalkan anak pada visual

Bayi usia 0-3 bulan akan mulai fokus pada pandangannya dengan pola yang sederhana. Membacakan dan menunjukkan buku bergambar mengenalkan mereka pada visual bentuk, huruf dan warna.

7. Menunjukkan membaca itu menyenangkan

Menjadikan membaca sebagai bagian dari rutinitas rutin keluarga akan mengajari anak bahwa membaca adalah sesuatu yang menyenangkan, bukan tugas yang wajib dilakukan seorang siswa. Kebiasaan membaca buku akan menumbuhkan kecintaan anak untuk membaca sejak kecil hingga dewasa.

Kapan dan bagaimana cara membacakan buku untuk anak?

Sering membacakan buku pada anak minimal sehari sekali menjadi pilihan yang bagus, Bunda. Untuk memilih waktu reguler, Bunda bisa menetapkannya sesaat sebelum tidur siang dan waktu tidur malam. Namun tidak menutup kemungkinan membaca kapanpun saat anak dalam suasana hati yang baik.

Usahakan juga agar anak memegang dan memangku buku yang akan dibaca bersama ya, Bunda. Ini bisa membantu si kecil merasa aman, bahagia, rileks, dan menunjukkan bahwa Bunda memberikan perhatian penuh serta mendorongnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Anak juga suka untuk melakukan sesuatu sendiri, Bunda. Oleh karena itu, dorong dia untuk mengambil tiga buku dan minta untuk memilih salah satu yang akan dibaca.

Saat membaca, biarkan anak membalik halaman dengan tangannya. Selain itu, mintalah anak untuk menemukan objek tertentu dalam halaman yang sedang dibaca bersama.

Anak memiliki rasa antusias saat diminta untuk menyelesaikan kalimat dalam buku dengan frasa atau sajak yang familiar atau berulang, Bunda. Jadi, saat Bunda menemukan frasa yang familiar atau berulang dalam sebuah buku, berhentilah sebentar lalu biarkan anak menyelesaikannya.

Adapun mengutip dari KidsHealth, ada beberapa cara membaca buku untuk anak yang perlu Bunda perhatikan, seperti:

1. Bacalah buku apa pun yang diminta anak, meskipun itu adalah buku yang sama selama berminggu-minggu.
2. Bacalah perlahan agar anak bisa memahami ceritanya.
3. Bacalah dengan ekspresif, gunakan suara yang berbeda untuk karakter yang berbeda, serta naik turunkan suara dengan yang sesuai.
4. Pilih buku papan atau buku kain yang tahan lama. Dengan begitu, Bunda dapat membiarkan anak menggunakan buku-buku tersebut tanpa harus khawatir halamannya robek.
5. Gunakan boneka, permainan jari atau alat peraga yang bisa digunakan saat membaca.
6. Dorong anak untuk bertepuk tangan atau bernyanyi saat Bunda membaca buku nyanyian berirama.
7. Bicarakan tentang gambarnya, tunjuk beberapa objek, minta anak untuk menamainya dan puji anak atas usahanya tersebut.
8. Ajukan pertanyaan terbuka seperti, "Menurut kakak kenapa ya singanya pergi ke hutan? Dia mau ngapain ya?". Ini membantu anak untuk memikirkan tentang cerita dan mengajukan pertanyaan sebagai bahan obrolan.
9. Gunakan nama anak pada tokoh dalam buku.

Bunda bisa mencoba untuk mengajak anak membaca sambil duduk diam bersama. Namun jika anak memberontak, Bunda harus bersabar dengan mencari beberapa halaman yang menarik perhatiannya.

Jika itu tidak berhasil, anak tidak perlu dipaksa, tetapi pastikan untuk mencoba lagi nanti. Ingatlah bahwa anak menyukai pengulangan, jadi jika anak tampaknya tidak tertarik pada buku, Bunda mungkin perlu mencari buku favorit dan membacakannya berulang kali.

Cara memilih buku bacaan sesuai usia anak

Ajak dan libatkanlah anak untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan. Oleh karena itu, pilihlah buku yang dapat anak ikuti saat membaca bersama.

Selain itu, untuk menjaganya agar tidak cepat bosan, Bunda perlu memilih buku dengan sedikit kalimat pada tiap halaman serta pakai buku yang membahas hal menarik baginya.

1. Untuk anak 1-2 tahun

Bunda mungkin menginginkan buku papan yang kokoh dengan gambar anak-anak melakukan hal-hal yang dilakukan setiap hari. Buku tentang waktu tidur, mandi, atau waktu makan adalah pilihan yang bagus.

2. Untuk anak 2-3 tahun

Anak-anak usia ini mulai bisa membalik halaman kertas, jadi inilah saat yang tepat untuk beralih dari buku papan, Bunda. Mereka juga mulai memahami mekanisme membaca, sehingga pilih buku dengan repetitif yang mudah dihafal sehingga anak bisa diajak membaca bersama.

Nah selamat membaca buku bersama anak untuk mendapatkan manfaatnya.

Bunda, simak juga yuk cara menumbuhkan minat baca anak di era new normal seperti dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
fase-anak
Anak Usia 0-6 Bulan Ketahui lebih jauh perkembangan anak 0-6 bulan. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!