kehamilan

Dengarkan Musik Klasik Saat Hamil Dukung Perkembangan Otak Bayi?

Asri Ediyati Senin, 21 Jan 2019 19:00 WIB
Dengarkan Musik Klasik Saat Hamil Dukung Perkembangan Otak Bayi?
Jakarta - Ada yang bilang, mendengarkan musik klasik saat hamil bisa mendukung perkembangan otak bayi. Benar nggak sih, Bun? Ternyata pembahasan mengenai hal itu masih menjadi perdebatan hingga kini. Studi pertama kali dilakukan pada 1993, lalu fenomena itu disebut 'Mozzart Effect'.

Dalam penelitian itu, bukan ibu hamil yang menjadi objek penelitian melainkan remaja yang diperdengarkan lagu Mozart Sonata for Two Pianos in D Major. Hasilnya, mereka yang mendengarkan dapat nilai bagus di ujian dibandingkan yang tidak.


Penelitian tersebut mendapat banyak sanggahan karena hanya melibatkan 36 murid. Sebuah laporan yang diterbitkan di jurnal Pediatrics, menyebut jika hasil penelitian tersebut kurang jelas. Banyak yang memperdebatkan, apakah memang mempengaruhi otak atau hanya manfaat potensial musik secara umum saja.


Mendengarkan Musik Klasik Saat Hamil Dukung Perkembangan Otak Bayi?Manfaat musik klasik untuk bayi/ Foto: iStock

Sanggahan lainnya berasal dari tim Fakultas Psikologi, Vienna University. Mereka menarik benang merah dari 3.000 individu di 40 studi yang meneliti hal serupa. Hasilnya tak terbukti bahwa musik klasik mendukung perkembangan otak secara signifikan.

"Mereka yang mendengarkan musik, Mozart atau yang lainnya, Bach, memiliki hasil yang lebih baik daripada kelompok pendiam. Tapi kami tahu bahwa orang yang tampil lebih baik jika mereka memiliki stimulus. Saya sarankan semua orang mendengarkan Mozart, tetapi itu tidak akan meningkatkan kemampuan kognitif seperti yang diharapkan sebagian orang," kata Jakob Pietschnig, yang memimpin penelitian, seperti dilansir Telegraph.

Perdengarkan musik ke bayi tetap jadi hal yang oke

Semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak mereka, bahkan sebelum anak itu lahir. Termasuk saat Bunda ingin memperdengarkan musik klasik ke janin di dalam kandungan, penting untuk menjaga beberapa perspektif dan motifnya.

Seperti diketahui, kemampuan janin untuk mendengar mulai berkembang di trimester kedua. Tetapi, seperti yang sudah dijelaskan, Bun, nggak ada jaminan bahwa perkembangan otaknya menjadi lebih baik.

Menurut Heidi Murkoff, penulis buku What to Expect, beberapa ahli bahkan khawatir hal itu bisa berbahaya jika orang tua memperdengarkan musik klasik terlalu dini. Ada juga risiko teoretis bahwa orang tua tanpa disadari mengganggu pola tidur alami janin.


"Meskipun demikian, mungkin tidak ada yang salah dengan dengan hal itu, dan ini adalah cara mudah bagi orang tua untuk menjalin ikatan dengan calon bayi mereka," tulis Heidi.

Berbicara atau membacakan cerita untuk bayi di dalam kandungan tidak akan menjamin bayi menjadi jenius. Akan tetapi, itu bisa menjamin bahwa bayi akan mengetahui suara Bunda saat lahir. (rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi