PARENTING
5 Cara Memotivasi Anak untuk Sukses Tanpa Paksaan
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 09 Mar 2021 17:23 WIBSetiap orang tua pasti ingin melihat anaknya sukses saat dewasa ya, Bunda. Salah satu cara membuat anak sukses, yakni dengan memotivasi dan memberikan dorongan.
Memotivasi anak untuk sukses adalah pekerjaan yang enggak mudah untuk orang tua. Banyak cara bisa dilakukan untuk memotivasi anak, seperti yang ditemukan dalam beberapa penelitian.
Sebuah penelitian menemukan bahwa siswa yang lebih menyukai mata pelajaran tertentu mengalami prestasi yang lebih tinggi. Selain itu, ketekunan dan kreativitas mereka akan meningkat di bidang tersebut.
Penelitian lain mengatakan bahwa anak-anak yang termotivasi secara intrinsik lebih baik dalam belajar. Sebuah studi di Jerman menemukan bahwa anak usia tujuh hingga sembilan tahun yang suka menelaah isi bacaan memiliki tingkat pemahaman membaca yang lebih tinggi daripada mereka yang didorong oleh keinginan untuk bersaing dengan siswa lain.
Sejak balita, anak-anak secara alami memiliki ketertarikan menjelajahi lingkungan. Menurut para ahli, mereka kemudian belajar melakukan sesuatu, seperti duduk diam atau makan, untuk mendapatkan hadiah atau menghindari hukuman.
Pendorong utama perilaku ini dikenal sebagai motivasi intrinsik (keinginantahuan alami) dan motivasi ekstrinsik (terkait penghargaan). Di antara kedua motivasi ini, faktor intrinsik memberikan manfaat pada kinerja anak dan tidak terbatas, Bunda.
Dosen senior psikologi perkembangan di University of Edinburgh, Sarah McGeown, mengatakan bahwa ada hal-hal yang dapat dilakukan guru dan orang tua untuk meningkatkan motivasi intrinsik. Contohnya, dengan membaca buku secara rekreasional, di mana motivasi membaca intrinsik menjadi penentunya.
"Menemukan buku dengan tingkat bacaan yang tepat itu penting. Sebab, hal ini dapat mendorong siswa untuk mengindentifikasi diri mereka sebagai pembaca," kata McGeown, dilansir BBC.
Sementara pakar motivasi di Laval University, profesor Frederic Guay, percaya bahwa penting untuk mendukung anak-anak dengan cara yang tepat. Bunda atau guru di sekolah perlu membuat anak merasa memiliki pilihan dan melakukan hal-hal sesuai kemauan mereka sendiri.
"Daripada fokus pada penghargaan, fokuslah pada kualitas hubungan dengan anak atau siswa,. Ini artinya mendengarkan anak-anak dan bahkan mengakui perasaan negatif sebagai hal yang normal," ujar Guay.
Guay menyarankan orang tua untuk mencari waktu dalam mengatasi perasaan negatif terhadap suatu aktivitas. Kemudian, jelaskan mengapa itu berharga meski tidak terlalu menyenangkan.
Ingat ya, Bunda, anak mungkin menganggap pembelajaran itu penting, bahkan jika mereka tidak menikmatinya. Jadikan pemikiran ini sebagai pembawa hasil positif yang biasanya terlihat pada anak yang memiliki motivasi intrinsik tinggi.
Motivasi ekstrinsik tetap bisa kok diaplikasikan untuk membuat anak sukses. Namun, hal ini bisa berbahaya jika dilakukan saat motivasi intrinsik sudah baik sekali ya, Bunda.
Ada mitos yang mengatakan bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik seperti kompetisi. Jika motivator ekstrinsik membuat siswa belajar, maka motivator ekstinsik secara tidak langsung dapat mendorong siswa belajar.
Cara memotivasi anak untuk sukses
Mengutip berbagai sumber, berikut 5 cara memotivasi anak untuk sukses:
1. Melakukan diskusi yang berarti
berbicara empat mata dengan anak sangat penting untuk memberikan motivasi intrinsik ya, Bunda. Anak-anak secara alami memiliki rasa ingin tahu dan bisa kita gali untuk menarik kecerdasan mereka.
Jika anak-anak menolak tugas sejak awal, Bunda perlu memulai percakapan dan diskusi. Coba lihat dari sudut pandang anak dan bicarakan tentang pentingnya aktivitas tersebut. Jangan gunakan kata 'harus' dan lebih baik tawarkan bantuan jika anak membutuhkannya.
Tanyakan juga pada anak bagaimana dia mengerjakan tugas dan apa Bunda bisa ikut membantu. Strategi efektif untuk mengubah kebiasaan buruk anak adalah menunjukkan empati dengan menawarkan bantuan.
2. Merangkul kekurangan anak
Kebanyakan anak kecil dapat menikmati tugas-tugas tertentu. Namun, sebagian dari mereka justru tidak antusias dalam melakukan pekerjaan rumah atau tugas.
Orang tua perlu fokus pada pencapaian anak, sekecil apa pun itu. Jangan lupa untuk memberikan pujian saat si Kecil berhasil mengerjakan tugasnya.
Untuk tugas yang tidak disukai anak, Bunda dapat menggunakan kreativitas dan membuatnya menarik. Jangan berupaya mengendalikan anak karena itu mirip sebuah paksaan yang tidak disukai mereka.
Tak satu pun anak suka dikendalikan, terutama anak-anak yang masih kecil. Mereka lebih percaya apa yang dilakukannya adalah sebuah pilihan dan bukannya kewajiban.
3. Memberikan penghargaan
Penghargaan untuk pencapaian anak tak harus berupa barang ya, Bunda. Jadilah orang tua yang menyenangkan dengan sering memberikan pujian untuk memotivasinya.
"Anak-anak itu ingin menyenangkan orang tua mereka. Kedekatan keduanya itu sangat memotivasi," kata psikolog Eileen Kennedy-Moore, Ph.D,.
"Puji anak saat dia bersungguh-sungguh, tetapi hati-hati dengan cara kita memuji. Fokuslah pada usaha dan proses dibandingkan hasil," sambungnya.
4. Orang tua menjadi contoh
Untuk memotivasi anak, Bunda perlu memberikan contoh yang baik. Misalnya, jangan segan untuk mengatakan 'tolong' dan 'terima kasih' saat anak melakukan sesuatu.
Selain itu, Bunda perlu mencontohkan bagaimana menggunakan waktu dengan efisien dan tidak menunda sebuah pekerjaan ya. Bermain-main dengan waktu dapat memotivasi anak untuk melakukan hal serupa.
5. Fokus pada kemampuan anak
Untuk memotivasi anak sukses, Bunda perlu fokus pada kemampuan. Dorong si Kecil untuk mengembangkan bakat dan kekuatannya.
Jika dia tidak berhasil dalam mengerjakan tes di sebuah mata pelajaran tertentu, Bunda enggak boleh patah semangat. Coba gali bakat anak di bidang lain yang dia kuasai.
Untuk mengembangkan kemampuannya, kita juga perlu memfasilitasi dengan baik. Misalnya, bisa anak suka menulis puisi, maka berikan dia jurnal untuk latihan menulis.
Simak video di bawah ini, Bun:
Langkah Mudah Agar Anak Suka Belajar di Rumah
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Anak Sukses Jadi CEO & Dokter, Ibunda Ungkap 7 Perilaku yang Perlu Dicontohkan Orang Tua
4 Kalimat Ini Dilarang Diucapkan Orang Tua agar Anak Sukses Menurut Studi
5 Sifat Anak yang Sukses di Masa Depan, Salah Satunya Berani Ambil Risiko
20 Kalimat Inspiratif yang Memotivasi Anak Raih Kesuksesan
TERPOPULER
5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen
11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya
Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah
USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
20 Kado Anniversary Pernikahan untuk Pasangan yang Bagus dan Berguna
Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah
5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen
USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran
11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
WAKEONE Konfirmasi ZEROBASEONE Tetap Berlanjut dengan 5 Anggota
-
Beautynesia
5 Zodiak yang Dikenal Paling Penyabar dan Tenang
-
Female Daily
3 Alasan Kenapa ‘Even if This Love Disappears Tonight’ Menarik Ditonton Meski Menyedihkan
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 12 Februari: Aries Redam Ego, Taurus Jaga Kepercayaan
-
Mommies Daily
Cara Menjelaskan Makna Puasa ke Anak Balita dan Usia SD Menurut Psikolog