sign up SIGN UP search


parenting

Anak Susah Makan Belum Tentu karena Picky Eater, Ini Alasannya Bun!

Melly Febrida Selasa, 23 Mar 2021 12:46 WIB
Baby unwilling for feeding caption

Ketika anak susah makan dan menolak berbagai jenis makanan yang Bunda sodorkan, mungkin Bunda jadi melabeli Si Kecil sebagai picky eater alias pemilih makanan. Padahal, alasan anak susah makan belum tentu juga karena ia seorang picky eater.

Karen Gill, MD., ahli pediatri, mengatakan menolak makan merupakan perilaku umum yang terjadi di masa kanak-kanak. Pada banyak kasus, anak menolak makan bukan karena hal-hal besar melainkan hanya karena hal-hal yang normal seperti pilihan pribadi, tidak lapar, enggan mencoba sesuatu yang baru, atau penyakit umum masa kanak-kanak seperti sakit tenggorokan atau sakit perut.

Menolak makan ini faktanya sering menjadi ritual peralihan selama tahun-tahun. Hal ini dapat menyebabkan orang tua cemas, tetapi biasanya hanya bersifat sementara dan akhirnya hilang dengan sendirinya.

"Dalam banyak kasus, penolakan mereka berkaitan erat dengan preferensi," kata Gill dikutip Health Line. Sedangkan anak yang picky eater, kata Gill, biasanya suka menolak makan jenis makanan tertentu atau hanya ingin makan makanan yang sama berulang kali. 

Di sisi lain, selain preferensi terbatas, Bunda mungkin melihat masalah lain yang membuat anak menolak makan, seperti tersedak atau kesulitan menelan atau mengunyah makanan tertentu. 

"Meskipun hal ini jarang terjadi, ini bisa menjadi petunjuk bahwa anak Anda tidak hanya keras kepala. Mungkin ada masalah mendasar yang sedang dihadapi," jelas Gill.

Gill bilang, meski pilih-pilih makan atau naik turunnya nafsu makan anak bisa menjadi akar masalah, itu tidak selalu satu-satunya penyebab. Bunda harus lihat berapa lama masalah berlanjut dan gejala lain apa yang menyertainya, mungkin saja di baliknya adalah masalah lain yang harus diatasi.


banner resep tahu

Apa pun masalahnya, Gill mengingatkan agar orang tua tidak memaksa meskipun anak susah makan. Pendekatan yang lebih baik adalah mencoba memasukkan setidaknya satu makanan pilihan sehat pada setiap makan sambil menawarkan makanan lain.

"Anda dapat mengizinkan mereka untuk makan hanya apa yang mereka suka di atas piring. Mereka mungkin mengesampingkan nasi dan brokoli, tapi dengan senang hati mereka memakan ayamnya. Kuncinya adalah menyediakan beragam makanan dan menjaga hal-hal positif," ujar Gill.

Selain itu, tambah Gill, Bunda bisa melihat gaya makan anak. Mereka mungkin membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit makanan pada waktu yang berbeda dalam sehari. Jadi, meskipun anak mungkin menolak makan saat makan malam, mereka mungkin makan banyak untuk sarapan atau makan siang.

Sementara itu, Mary L. Gavin, MD, mengatakan orang tua dapat membantu balita menikmati kekuatan mereka yang terbatas dengan memberi anak kebebasan dalam jumlah yang sesuai ketika harus memilih makanan dan memakannya.

Ini bukan berarti balita sedang memutuskan apa yang akan dimakan untuk makan malam. Menurut Gavin, tugas penting orang tua adalah menyediakan jenis makanan yang dibutuhkan balita aktif.  

Peran orang tua adalah menyajikan makanan sehat dan membiarkan anak memutuskan mana yang akan dimakan, atau apakah akan makan semuanya. Orang tua dapat mengarahkan balita menuju pola makan yang sehat, tetapi mungkin harus melakukannya dengan cara yang licik.

"Dengan mengantisipasi masalah dan menawarkan pilihan, orang tua mengajari anak-anak perilaku mana yang akan menghasilkan hasil yang positif dan mana yang tidak," jelas Gavin dikutip Kids Health.

Semoga informasinya membantu dan Bunda bisa menangani anak susah makan dengan tepat ya!

Selain pilihan makanan, Bunda juga harus menciptakan kebiasaan makan yang baik. Jangan beri makan sambil jalan-jalan ya Bun! Simak efek negatifnya dalam video berikut yuk:

[Gambas:Video Haibunda]



(fia/fia)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi