HaiBunda

PARENTING

PTM Segera Dibuka, Guru Diimbau Perhatikan Aspek Psikologis Murid

Annisa A   |   HaiBunda

Senin, 01 Nov 2021 17:10 WIB
Ilustrasi Sekolah / Foto: Getty Images/iStockphoto/izusek
Jakarta -

Pembelajaran tatap muka (PTM) akan kembali dibuka secara bertahap. Lama tak bertatap muka, para siswa memerlukan perhatian khusus untuk menjaga kondisi psikologis mereka, Bunda.

Banyak hal yang terjadi ketika siswa mengalami transisi kegiatan pembelajaran dari offline ke online sejak pandemi. Hal sebaliknya juga bisa terjadi, ketika mereka akan kembali melakukan kegiatan sekolah secara tatap muka.

Aspek sosial psikologis menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan menjelang PTM. Upaya ini perlu dilakukan oleh para guru demi membangun ekosistem pembelajaran yang sehat bagi siswa ketika PTM.


Hal tersebut juga disoroti oleh dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair), Endah Mastuti. Endah mengatakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuat guru dan murid harus kembali beradaptasi melakukan interaksi langsung di sekolah.

Oleh karena itu, guru diharapkan mampu memberikan kegiatan belajar mengajar yang baik dan mudah dimengerti oleh para siswa. Pasalnya, selama ini anak-anak sudah terbiasa mengikuti kegiatan pembelajaran secara daring di rumah.

"Untuk itu pendidik diharapkan bisa mendukung adaptasi murid dari segi akademik maupun sosial di sekolah," kata Endah di laman resmi Unair.

Menurut Endah, pendidikan sejatinya harus mampu mempertahankan kompetensi dan harga diri para murid. Hal ini terkait dengan motivasi belajar, serta cara mereka berinteraksi dengan murid lain.

Contoh sederhana yang diberikan yaitu, para murid biasanya lebih suka berinteraksi dan membangun relasi dengan teman yang memiliki jenis kelamin sama. Itu sebabnya, guru harus mampu mendorong refleksi identitas.

"Pendidik harus mendorong refleksi identitas. Dorong keterbukaan dan sikap non-seksis. Pembekalan strategi melawan situasi yang tidak aman juga penting dilakukan," ujar Endah Mastuti.

Tak hanya itu, Endah Mastuti juga berpesan agar para pendidik bisa memperhatikan kegiatan pembelajaran mereka berbasis sosial dan psikologis. Murid harus memahami apa yang dapat mereka lakukan apabila berada di situasi konflik, kemarahan, dan frustrasi.

Perubahan fisik dan emosional biasanya dialami oleh para siswa sekolah dasar (SD) tahap akhir. Menurut Endah, hal itu terjadi karena mereka akan segera memasuki fase pubertas.

Ia pun menyarankan para guru mengajak muridnya memahami perubahan dan perasaan yang siswa alami ketika pubertas. TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda, saksikan juga video cara membujuk agar anak mau sarapan sebelum berangkat sekolah:

(anm/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Momen Raisa Nangis saat Rekaman Lagu 'Kuharap Duka Ini Selamanya'

Mom's Life Amira Salsabila

Deretan Nama Bayi Laki-laki Paling Populer 2026, dari Nuansa Alam hingga Nostalgia Y2K

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Bolehkah Anak Mengganti Puasa Ramadhan Orang Tua?

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

19 Tempat Nonton Pertunjukan Barongsai Gratis di Jakarta & Sekitarnya, Ajak Anak ke Atraksi Kelas Dunia!

Parenting Natasha Ardiah

Haruskah ASI Kolostrum Keluar Sebelum Melahirkan?

Menyusui Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ingin Rumah Minimalis Lebih Estetik? Ini 7 Cara Mudah dan Hemat, Bun

Parama Hansa Bocah 7 Tahun Raih Penghargaan di Kompetisi Piano Internasional, Intip 5 Potretnya

Deretan Nama Bayi Laki-laki Paling Populer 2026, dari Nuansa Alam hingga Nostalgia Y2K

Bolehkah Anak Mengganti Puasa Ramadhan Orang Tua?

Momen Raisa Nangis saat Rekaman Lagu 'Kuharap Duka Ini Selamanya'

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK