HaiBunda

PARENTING

10 Tips Ajarkan Anak Anger Management Biar Mudah Tenang & Enggak Gampang Marah

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 08 Dec 2021 20:35 WIB
Ilustrasi Ibu Mengajarkan Anger Management ke Anaknya/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Halfpoint
Jakarta -

Marah adalah bentuk luapan emosi yang sering ditunjukkan anak-anak saat tidak menyukai sesuatu. Tak seperti orang dewasa, anak-anak umumnya masih sulit mengontrol emosi untuk enggak marah, Bunda.

Kemarahan yang tidak dikontrol dapat berdampak pada tumbuh kembangnya lho. Si Kecil mungkin akan sulit bergaul dan mudah bertindak kasar.

Salah satu cara untuk mengontrolnya adalah dengan mengajarkan anger management. Anger management atau manajemen marah adalah proses belajar untuk mengenali kapan kita marah dan mengambil tindakan untuk menenangkan diri, serta menghadapi situasi dengan cara yang produktif.


"Kemarahan adalah bentuk emosi yang normal dan sehat ketika kita tahu bagaimana mengekspresikannya dengan tepat. Sedangkan, anger management adalah tentang belajar bagaimana melakukannya," demikian seperti mengutip Mayo Clinic.

Orang dewasa umumnya belajar anger management sendiri, dari buku, atau sumber lainnya. Tapi, kebanyakan orang mengambil kelas khusus untuk menangani kondisi ini, Bunda. Lantas bagaimana dengan anak-anak?

Bukan perkara mudah mengajarkan anger management pada anak. Apalagi kalau kemampuan untuk mengontrol kemarahannya kurang berkembang, Bunda.

Namun, ada atau tidak masalah, sebenarnya penting lho mengajarkan anak anger management sejak dini. Kenapa?

Anger management untuk anak dapat memberikan 4 manfaat, yakni:

  1. Mengenali perasaan ketika mereka mulai merasa marah
  2. Mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang tepat
  3. Mengembangkan strategi yang memungkinkan anak untuk tenang
  4. Memecahkan masalah mereka atau mengatasi perasaan mereka

Anger management pada anak dapat dimulai dari orang tuanya terlebih dulu nih. Bagaimana mau mengajarkan anak mengontrol kemarahannya, kalau Bunda sendiri enggak bisa.

Salah satu karakteristik intervensi terapeutik pada masa kanak-kanak biasanya berfokus pada modifikasi cara orang tua atau orang dewasa berinteraksi dengan anak. Banyak penelitian menunjukkan, gaya pengasuhan orang tua berpengaruh pada perkembangan anak-anaknya.

Itulah mengapa penting bagi orangtua memahami dulu dan mempraktikkan ke diri sendiri soal anger management ini. Lalu apa tahapan selanjutnya untuk mengajarkan anak anger management?

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

Simak juga alasan kenapa Bunda enggak boleh memarahi anak di depan umum, dalam video berikut:

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Gaya Bunga Citra Lestari Dampingi Sang Putra Noah Tanding Basket di Hong Kong, Stylish Abis Bun

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Nael Anak Kedua Nikita Willy, Ekspresi Wajahnya Selalu Curi Perhatian Netizen

Parenting Nadhifa Fitrina

Kedekatan Asila dan Sang Ayah, Terbaru Beri Dukungan untuk Ramzi yang Jadi Wabup Cianjur

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Bukan Nenek, Maia Estiany Ingin Dipanggil Ini oleh Anak Alyssa Daguise & Al Ghazali

Mom's Life Annisa Karnesyia

Puasa 3 Hari Seminggu Lebih Cepat Turunkan Berat Badan, Ini Kata Studi

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

73 Lagu Rohani Kristen Terbaik dan Terpopuler, Penyembahan & Pujian Syukur

5 Potret Persahabatan Artis Korea Selatan, Ada Song Hye Kyo dan Bae Suzy

Gaya Bunga Citra Lestari Dampingi Sang Putra Noah Tanding Basket di Hong Kong, Stylish Abis Bun

5 Potret Nael Anak Kedua Nikita Willy, Ekspresi Wajahnya Selalu Curi Perhatian Netizen

Kedekatan Asila dan Sang Ayah, Terbaru Beri Dukungan untuk Ramzi yang Jadi Wabup Cianjur

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK