PARENTING
Sehat & Bergizi, Ini 5 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak
Inkana Izatifiqa R Putri | HaiBunda
Rabu, 30 Mar 2022 17:29 WIBMemastikan anak mendapat nutrisi yang baik tentu menjadi hal penting agar tumbuh kembangnya sehat dan optimal. Apalagi nutrisi yang baik akan berdampak terhadap semua aspek kesehatan, termasuk pertumbuhan dan fungsi otak.
Pertumbuhan otak yang cepat terjadi selama beberapa tahun pertama kehidupan seorang anak. Itu sebabnya, asupan makanan sangat penting diperhatikan pada 1000 hari pertama.
Namun, bukan berarti setelah anak berusia 2 tahun boleh bebas memberikan makanan apa saja ya. Nutrisi sangat penting diperhatikan karena otak anak juga akan terus berkembang hingga masa remaja.
Makanan bantu perkembangan otak anak
Lantas, apa saja sih makanan yang dapat membantu perkembangan otak anak? Bunda bisa berikan makanan-makanan berikut agar tumbuh dan kembang otaknya optimal.
1. Telur
Telur menjadi salah satu sumber protein favorit anak-anak. Tak hanya itu, makanan bergizi ini ternyata juga baik baik perkembangan otak anak lho, Bunda. Pasalnya, telur mengandung nutrisi penting untuk perkembangan otak dan fungsi kognitif seperti vitamin B12, protein, dan selenium.
Menariknya, telur juga memiliki kolin, yakni nutrisi yang sangat penting untuk perkembangan otak. Sebuah tinjauan pada tahun 2020 terhadap 54 studi pun menyarankan untuk menambahkan kolin ke dalam makanan anak selama 1.000 hari pertama kehidupan. Mengingat hal ini dapat mendukung perkembangan otak, melindungi terhadap kerusakan sel saraf, dan meningkatkan fungsi kognitif.
Bunda bisa berikan anak dua butir telur utuh yang mengandung 294 gram kolin. Adapun ini mencakup 100 persen kebutuhan kolin untuk anak-anak usia 1-8 dan lebih dari 75 persen kebutuhan untuk anak-anak dan remaja usia 9-13 tahun.
2. Seafood
Seafood atau makanan laut juga jadi sumber nutrisi yang sangat baik untuk fungsi otak. Hal ini lantaran seafood mengandung lemak omega-3, yodium, dan seng. Seperti yang Bunda ketahui, tubuh membutuhkan seng untuk produksi dan perkembangan sel saraf, sedangkan lemak omega-3 diperlukan untuk fungsi otak yang normal.
Tak hanya itu, tubuh membutuhkan yodium untuk menghasilkan hormon tiroid, yang memainkan peran penting dalam perkembangan otak. Namun, pastikan Bunda memilih makanan laut yang rendah merkuri, termasuk kerang, udang, salmon, trout, dan herring.
Sebuah penelitian menyebut, mengonsumsi terlalu banyak ikan yang tercemar polutan dan merkuri, yang terkonsentrasi pada beberapa jenis makanan laut dapat berdampak negatif pada fungsi kognitif anak.
3. Sayuran Hijau
Kebanyakan anak-anak mungkin tak suka sayuran hijau. Padahal, makanan ini penting untuk kesehatan otak anak lho Bunda. Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, dan selada mengandung senyawa pelindung otak, seperti flavonoid, karotenoid, dan vitamin E dan K1, serta folat.
Sebuah studi menunjukkan anak-anak yang memiliki asupan folat yang cukup memiliki skor kognitif yang lebih baik daripada anak-anak dengan asupan folat yang tidak memadai. Penelitian juga menunjukkan mengonsumsi makanan kaya karotenoid dapat meningkatkan fungsi kognitif pada anak-anak.
4. Yoghurt
Jika anak tak suka makanan sayuran berdaun hijau, Bunda mungkin bisa memberinya yoghurt tanpa pemanis untuk sarapan atau camilan. Sebab, yoghurt mengandung protein adalah yang dapat mendukung kesehatan otak mereka. Yoghurt juga merupakan sumber yodium yang baik, terlebih nutrisi ini dibutuhkan tubuh untuk perkembangan otak dan fungsi kognitif.
Studi menunjukkan anak-anak yang tidak mengonsumsi cukup yodium lebih cenderung mengalami gangguan kognitif daripada anak-anak yang mengonsumsi cukup yodium. Selain itu, yoghurt memiliki banyak nutrisi lain penting untuk perkembangan dan fungsi otak, termasuk protein, seng, B12, dan selenium.
5. Kakao
Kakao menjadi salah satu makanan yang kaya akan antioksidan flavonoid. Adapun senyawa ini memiliki sifat anti-inflamasi dan pelindung otak. Bukan hanya itu saja Bunda, penelitian pun telah menunjukkan senyawa-senyawa ini dapat bermanfaat bagi kesehatan otak.
Flavonoid kakao disebut bisa meningkatkan aliran darah ke otak dan meningkatkan pemrosesan visual. Bahkan, sebuah ulasan dari 11 penelitian menemukan asupan kakao jangka pendek dan jangka panjang, bermanfaat bagi kinerja kognitif pada anak-anak dan orang dewasa. Adapun kandungan kakao bisa Bunda temukan pada cokelat atau bubuk cokelat. Namun, selalu pastikan kandungan gulanya sesuai ya, Bunda.
Selain memastikan kebutuhan nutrisi makanan untuk si Kecil, Bunda juga perlu mencukupi kebutuhan cairannya. Mengingat tubuh manusia, termasuk anak-anak, membutuhkan cairan yang cukup untuk membantu sistem dan fungsi tubuhnya. Untuk itu, Bunda perlu pastikan si Kecil minum air mineral yang cukup setiap harinya.
Bunda bisa pilih air mineral yang jelas mengandung mineral esensial yang penting untuk tubuh seperti Le Minerale. Kemasannya terjamin lebih higienis karena menggunakan galon yang selalu baru, bukan galon bekas yang dicuci ulang.
Nah, selain kebersihan air mineral yang terjamin, tutup Galon Le Minerale juga rapat dan kedap udara lho, Bun! Ini artinya air mineral di dalamnya terjamin dari kontaminasi debu dan kotoran. Apalagi kemasan galon nya juga bebas BPA, jadi dijamin aman untuk dikonsumsi Bunda, anak-anak dan seluruh anggota keluarga.
Seperti kita ketahui ya, Bunda, BPA atau Bisphenol-A adalah zat kimia yang banyak digunakan untuk membuat kemasan plastik keras dan tidak mudah hancur. Penggunaan zat kimia BPA ini sangat berbahaya, karena BPA dapat menyebabkan kanker, diabetes, gangguan otak serta perilaku pada anak, hingga peningkatan risiko penyakit jantung.
Mulai sekarang, yuk jaga kesehatan Bunda dan keluarga dengan mengonsumsi air mineral berkualitas yang terjamin lebih bersih dan lebih aman!
Simak juga yuk makanan untuk mencerdaskan otak anak dalam video di bawah ini:
(num)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Peran Penting Orang Tua di 10 Tahun Periode Tumbuh Aktif Anak
3 Peran Orang Tua dalam Menstimulasi Tumbuh Kembang Anak Sesuai Usia
Bakal Seberapa Tinggi Maksimal Anak Bunda Kelak, Cari Tahu Yuk!
Penyebab Stunting Bikin Anak Bertubuh Pendek
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya
Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
REKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
Bangga! Potret Hengky Kurniawan & Sonya Fatmala Dampingi Sang Putra Menang Lomba Matematika
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya
7 Drama Korea Cha Woo Min Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'My Bias, My Boss'
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Hair Steamer Ozone: Efektif Perbaiki Rambut Rusak?
-
Beautynesia
Kembali Tampil di Publik, Ini Kontroversi yang Pernah Menyeret Kim Soo Hyun
-
Female Daily
Ini 4 Tips Memaksimalkan Setiap Sudut Rumah yang Bisa Kamu Tiru!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Alyssa Daguise Rayakan 3 Bulan Putrinya, Baby Soleil Bikin Gemas
-
Mommies Daily
10 Cara Mengajarkan Literasi Keuangan kepada Anak Remaja Menurut Ahli, Bijak Mengelola Uang