HaiBunda

PARENTING

Hasil Penelitian Terbaru RI Mengenai Hepatitis Misterius, Bukan Adenovirus?

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Sabtu, 14 May 2022 15:45 WIB
Penelitian FKUI terkait hepatitis akut di Indonesia/ Foto: Getty Images/iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH
Jakarta -

Kemunculan hepatitis misterius masih meninggalkan tanda tanya mengenai awal mula penyebabnya. Banyak yang menduga bahwa penyakit mematikan ini disebabkan oleh adenivirus.

Kasus ini sendiri mulai ditemukan di Indonesia saat awal Mei lalu, ada 3 anak yang dirawat di RSUPN Dr Ciptomangunkusomo meninggal karena hepatitis akut misterius ini. Pada saat itu, dugaan awal penyebabnya mengarah ke adenovirus 41 dan SARS-CoV-2.

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, menuturkan adenovirus merupakan virus umum yang bisa dipicu berbagai penyakit seperti pilek, demam, sakit tenggorokan, bronkitis, pneumonia hingga diare.


"Adenovirus 41 belum pernah terkait dengan hepatitis dan patogen umum ini biasanya bisa sembuh sendiri," terangnya dalam akun Twitter miliknya.

Namun, hasil penelitian terbaru yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), menunjukkan hasil yang mengejutkan. Terbaru, ada tujuh sampel yang telah dianalisa tim studi FKUI.

5 Tanaman Pembawa Rezeki dalam Islam/ Foto: Annisa Shofia/ HaiBunda

Spesialis mikrobiologi FKUI, Dr. dr. Budiman Bela, SpMK (K) mengatakan bahwa pemeriksaan sampel masih berjalan hingga saat ini. Dari hasil sementara, tidak ditemukan tanda-tanda adenovirus 41, Bunda.

"Tidak ditemukan adenovirus 41. Di sini kami memperkirakan bisa saja karena hanya menggunakan sampel plasma bukan whole blood," kata dr Budiman Bela dalam keterangan yang disiarkan kanal Youtube CME FKUI, Sabtu (14/5/2022).

Sebelumnya, para ahli menduga adenovirus strain 41 yang menjadi penyebab kemunculan hepatitis akut atau dikenal juga dengan sebutan hepatitis misterius. Di Inggris ditemukan sebanyak 71 persen pasien anak yang mengalami hepatitis akut misterius ini positif adenovirus.

Lebih lanjut Budiman mengatakan, pihak peneliti FKUI hanya bisa menggunakan sampel saja karena pasien hepatitis akut sudah meninggal, Bunda. Sedangkan adenovirus strain 41 lebih banyak ditemukan pada sampel darah lengkap.

"Karena pasien telah meninggal sehingga hanya sampel yang ada saja yang bisa kita periksakan. Sementara seperti tadi yang sempat saya kemukakan, adenovirus 41 lebih banyak ditemukan pada sampel darah lengkap atau whole blood," lanjutnya.

Hasil temuan peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Setelah meneliti tujuh sampel, tim peneliti FKUI melaporkan bahwa jejak genetik yang ditemukan adalah virus cytomegalovirus (CMV), bakteri Bacillus cereus, dan bakteri Legionella.

LANJUTKAN MEMBACA KLIK DI SINI!

Simak lebih jauh soal hepatitis akut ini dalam video berikut:



(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Momen Daehoon Rayakan Ultah ke-2 Putrinya, Meriah Dihadiri Keluarga & Sahabat

Parenting Nadhifa Fitrina

Soda Gembira Masuk Daftar Minuman Terbaik di Dunia, Kalahkan Banyak Soft Drink Terkenal

Mom's Life Amira Salsabila

7 Hal yang Dilakukan Orang Tua Anak Cerdas di Rumah

Parenting Nadhifa Fitrina

Sudah Siap Jadi Ayah? Ini Dia 4 Kebiasaan Sehat yang Bantu Tingkatkan Kesuburan Pria

Kehamilan Amrikh Palupi

Cara Mengetahui Tingkat Kecerdasan Seseorang dari Pilihan Kata saat Alami Stress

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Momen Daehoon Rayakan Ultah ke-2 Putrinya, Meriah Dihadiri Keluarga & Sahabat

Soda Gembira Masuk Daftar Minuman Terbaik di Dunia, Kalahkan Banyak Soft Drink Terkenal

Sudah Siap Jadi Ayah? Ini Dia 4 Kebiasaan Sehat yang Bantu Tingkatkan Kesuburan Pria

7 Hal yang Dilakukan Orang Tua Anak Cerdas di Rumah

Cara Mengetahui Tingkat Kecerdasan Seseorang dari Pilihan Kata saat Alami Stress

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK