HaiBunda

PARENTING

Pendiri Komunitas Jendela Cerebral Palsy Buktikan Penyandang Disabilitas Bisa Berdaya

ANNISAAFANI   |   HaiBunda

Rabu, 05 Oct 2022 22:05 WIB
Pendiri Komunitas Jendela Cerebral Palsy Aisyah Berharap Tak Ada lagi Diskriminasi/Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Tanggal 6 Oktober diperingati sebagai Hari Cerebral Palsy Sedunia, Bunda. Kali ini, CTARSA Foundation bersama Berbuatbaik.id bekerja sama dengan Jendela Cerebral Palsy mengadakan kegiatan Hari Cerebral Palsy Sedunia.

Jendela Cerebral Palsy merupakan lembaga penyandang disabilitas (Cerebral Palsy). Komunitas ini didirikan oleh Aisyah Cahyu Cintya pada 2019.

Sebagai penyandang cerebral palsy, mahasiswa yang akrab disapa Ica ini menuturkan beberapa keresahan dalam hatinya. Salah satunya terkait sikap diskriminasi yang kerap ia temui kala berada di tengah-tengah masyarakat.


Menurutnya, masyarakat Indonesia perlu mendapat edukasi terkait kondisi tersebut. Ia berharap, semua orang bisa menyamaratakan para penyandang disabilitas dan memandang mereka sama seperti orang pada umumnya.

Berangkat dari rasa prihatin tersebut, Aisyah atau yang akrab disapa Ica bersama Jendela Celebral Palsy mengadakan kegiatan yang bertujuan mengedukasi masyarakat luas. Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan penyandang cerebral palsy.

Kegiatan Hari Cerebral Palsy Sedunia ini berlangsung pada Rabu (5/10/2022) di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta. Samsul Hidayat selaku Project Manager berbuatbaik.id, mengharapkan agar semangat Ica ini dapat menjadi energi dan membuktikan bahwa orang-orang dengan kondisi tersebut tetap mampu berdaya.

"Ingin menyalurkan energi positif, inspirasi, bahwa kami (penyandang disabilitas) patut mendapatkan apresiasi, dukungan secara moral," katanya.

Ica juga berharap agar orang-orang sadar bahwa para penyandang disabilitas, khususnya celebral palsy, bisa hidup seperti orang-orang biasa. Bahkan, ia juga menyebut bahwa beberapa dari temannya yang menyandang kondisi serupa ada yang menjadi artis hingga psikolog.

"Menginginkan tidak ada diskriminasi lagi, kita semua sama, setara, baik dari segi sosial, pendidikan, profesi. Teman-teman kami ada yang artis, psikolog terapis, pegawai, dan semuanya sama tidak ada yang berbeda," tutur penulis Say Hello To My World tersebut.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen. 

Simak juga cerita Joanna Alexandra membesarkan anak berkebutuhan khusus dalam video berikut:

(AFN/pri)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Kalina Octaranny Ditransfer Azka Rp50 Juta dan Jadi Modal Usaha Es Teler

Mom's Life Annisa Karnesyia

Keseruan Vicy Melanie & Kevin Aprilio Main Bersama Sang Putri, Intip 5 Potretnya

Parenting Nadhifa Fitrina

300 Nama Irlandia Aesthetic untuk Anak Laki-laki dan Artinya, Banyak Terinspirasi Kerajaan & Mitologi

Nama Bayi Asri Ediyati

5 Gejala Kehamilan Ektopik yang Perlu Diwaspadai

Kehamilan ZAHARA ARRAHMA

Field Trip Anak TK: Anak Capek (x)Bunda Rontok (v)

Komik Bunda Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Kak Seto Naik Gunung Prau di Usia 74 Tahun, Rayakan Pertambahan Umur

300 Nama Irlandia Aesthetic untuk Anak Laki-laki dan Artinya, Banyak Terinspirasi Kerajaan & Mitologi

Keseruan Vicy Melanie & Kevin Aprilio Main Bersama Sang Putri, Intip 5 Potretnya

5 Gejala Kehamilan Ektopik yang Perlu Diwaspadai

Cerita Kalina Octaranny Ditransfer Azka Rp50 Juta dan Jadi Modal Usaha Es Teler

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK