PARENTING
7 Cara Tingkatkan Kecerdasan Emosional Anak, Tunjukkan Empati Salah Satunya
Asri Ediyati | HaiBunda
Rabu, 26 Oct 2022 19:41 WIBMeningkatkan kecerdasan Si Kecil bisa dilakukan sejak lahir, Bunda. Selain kecerdasan intelektual, Bunda juga perlu memperhatikan dan meningkatkan kecerdasan emosional Si Kecil. Apa itu kecerdasan emosional?
Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengekspresikan dan mengelola perasaan secara tepat, serta menghormati perasaan orang lain.
Menurut psikoterapis Amy Morin, LCSW, EQ adalah seperangkat keterampilan yang dapat mulai dipelajari anak-anak pada usia berapa pun. Konon, EQ disebut-sebut lebih penting dibandingkan IQ. Benarkah demikian?
Psikolog Daniel Goleman memperkirakan IQ hanya merupakan 20 persen dari faktor-faktor yang menentukan kesuksesan hidup. Sementara kekuatan lain, seperti EQ, kekayaan, temperamen, tingkat pendidikan keluarga, dan keberuntungan murni menjadi penyeimbang hal tersebut.
Ini berarti keterampilan kognitif, pemahaman verbal, memori, penalaran, dan kecepatan pemrosesan akan membantu secara akademis. Namun, untuk benar-benar melangkah jauh, ciri-ciri IQ tersebut harus dibulatkan dengan keterampilan sosial-emosional seperti motivasi, ketekunan, kontrol impuls, mekanisme koping, dan kemampuan untuk menunda kepuasan. Demikian dikutip dari Today's Parent.
Baca Juga : Apa Perbedaan IQ, EQ, dan SQ? Bunda Perlu Tahu |
Cara tingkatkan kecerdasan emosional anak
Sebagai orang tua, tentu kita akan melakukan yang terbaik untuk anak. Apalagi di masa depan tampaknya semakin banyak persaingan dan tantangan ya, Bunda? Berikut ini, ada beberapa cara meningkatkan kecerdasan emosional (EQ) anak yang perlu Bunda ketahui seperti dilansir berbagai sumber:
1. Labeli emosi anak
Menurut Psikoterapis Morin, Si Kecil perlu tahu bagaimana mengenali perasaan mereka. Orang tua dapat membantu anak dengan memberi nama pada emosinya.
Labeli emosi seperti 'marah', 'kesal', 'pemalu', dan 'menyakitkan' semuanya dapat membangun kosakata untuk mengungkapkan perasaan. Jangan lupa untuk membagikan kata-kata untuk emosi positif juga, seperti 'gembira', 'bersemangat', dan 'berharap'.
2. Tunjukkan empati
Ketika anak kesal, terutama ketika emosinya tampak agak dramatis. Komentar yang meremehkan justru akan mengajari anak bahwa perasaan mereka salah.
Pendekatan yang lebih baik adalah dengan memvalidasi perasaan mereka dan menunjukkan empati, Bunda. Bahkan, jika Bunda tidak mengerti mengapa anak begitu kesal.
Ketika anak melihat bahwa memahami bagaimana perasaan mereka di dalam, mereka akan merasa kurang terdorong untuk menunjukkan kepada Bunda bagaimana perasaan mereka melalui perilaku mereka.
Jadi, daripada berteriak dan menangis untuk menunjukkan kepada Bunda bahwa mereka marah, mereka akan merasa lebih baik ketika Bunda menjelaskan bahwa Bunda sudah mengerti bahwa mereka marah.
3. Contohkan cara tepat mengekspresikan perasaan
Anak-anak perlu tahu bagaimana mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang sesuai secara sosial. Cara terbaik untuk mengajari anak cara mengekspresikan perasaan adalah dengan mencontohkan keterampilan ini sendiri.
Gunakan kata-kata perasaan dalam percakapan sehari-hari dan berlatihlah membicarakannya. Katakan hal-hal seperti, "Bunda merasa marah ketika Bunda melihat anak-anak menjadi menyebalkan di taman bermain," atau "Saya merasa senang ketika teman-teman kita datang untuk makan malam."
Baca di halaman berikutnya ya, Bunda.
Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.
Normalkah kaki bengkok pada bayi baru lahir? Simak penjelasannya dalam video berikut ini:
AJARKAN CARA TANGANI EMOSI HINGG