PARENTING
Ketahui Derajat Dehidrasi pada Anak: Gejala, Cara Mencegah, dan Mengatasi
Asri Ediyati | HaiBunda
Jumat, 14 Apr 2023 11:25 WIBDehidrasi adalah suatu kondisi ketika seseorang kehilangan begitu banyak cairan tubuh, sehingga tidak dapat berfungsi secara normal. Dehidrasi hingga kini masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi dan anak kecil di seluruh dunia.
Bayi sangat rentan terhadap efek buruk dehidrasi karena kebutuhan cairan awal mereka yang lebih besar (karena tingkat metabolisme yang lebih tinggi), kehilangan evaporatif yang lebih tinggi (karena rasio luas permukaan terhadap volume yang lebih tinggi), dan ketidakmampuan untuk menyampaikan rasa haus atau mencari cairan.
Dehidrasi adalah gejala atau tanda gangguan lain dan paling sering diare. Terkadang dehidrasi terjadi karena alasan sederhana, seorang anak tidak cukup minum karena sakit, atau karena anak tidak memiliki akses ke air minum yang aman saat bepergian.
Penyebab dehidrasi pada anak
Dilansir MayoClinic, selain kurang minum, penyebab dehidrasi meliputi:
- Diare, muntah. Diare yang parah dan akut, yaitu diare yang datang tiba-tiba dan hebat yang dapat menyebabkan kehilangan air dan elektrolit yang sangat banyak dalam waktu singkat. Jika anak muntah bersamaan dengan diare, anak akan kehilangan lebih banyak cairan dan mineral.
- Demam. Secara umum, semakin tinggi demam anak, semakin ia mengalami dehidrasi. Masalahnya memburuk jika anak mengalami demam selain diare dan muntah.
- Berkeringat berlebihan. Anak kehilangan air saat berkeringat. Jika anak melakukan aktivitas berat dan tidak mengganti cairan saat melakukannya, ia bisa mengalami dehidrasi. Cuaca panas dan lembap meningkatkan jumlah keringat dan jumlah cairan yang hilang.
- Peningkatan buang air kecil. Ini mungkin karena kondisi seperti diabetes yang tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol. Atau obat-obatan tertentu, seperti diuretik juga dapat menyebabkan dehidrasi, umumnya karena menyebabkan anak lebih sering buang air kecil.
Derajat dehidrasi pada anak
Secara klinis, terdapat derajat dehidrasi dan didefinisikan sebagai berikut:
- Ringan: Anak kehilangan 5-6 persen berat badan.
- Sedang: Anak kehilangan 7-10 persen berat badan.
- Parah: Anak kehilangan lebih dari 10 persen berat badan.
Gejala dehidrasi pada anak
Gambaran klinis dehidrasi ringan sampai sedang:
- Gelisah atau lekas marah.
- Mata cekung.
- Haus dan minum dengan lahap.
Gambaran klinis dehidrasi berat:
- Mengantuk atau lesu secara tidak normal.
- Mata cekung.
- Minum dengan buruk atau tidak sama sekali.
Tes cubit (turgor kulit), tapi tanda ini tidak dapat diandalkan pada anak obesitas atau gizi buruk.
Normal: lipatan kulit langsung tertarik.
Dehidrasi ringan atau sedang: lambat; lipatan kulit terlihat kurang dari 2 detik.
Dehidrasi berat: sangat lambat; lipatan kulit terlihat lebih dari 2 detik. - Ciri-ciri dehidrasi lainnya termasuk selaput lendir kering, berkurangnya air mata dan berkurangnya produksi urin.
- Tanda-tanda tambahan dehidrasi berat termasuk kolaps sirkulasi (misalnya denyut nadi cepat lemah, ekstremitas dingin atau biru), pernapasan cepat, ubun-ubun anterior cekung.
Cara mencegah dehidrasi pada anak
Pastikan anak minum cukup cairan setiap hari. Ini sangat penting jika anak berusia di bawah 5 tahun atau sedang sakit. Jumlah cairan yang dibutuhkan anak bergantung pada usianya, seberapa aktifnya, dan seberapa panas cuacanya. Namun, kebanyakan anak usia 1 hingga 4 tahun membutuhkan 6 hingga 8 gelas sehari.
Sementara, bayi harus menyusu setidaknya 8 sampai 12 kali, atau lebih, setiap 24 jam selama beberapa minggu pertama menyusui. Bayi akan lebih jarang menyusu dan tidur lebih lama seiring bertambahnya usia.
Jika bayi diberi susu formula, mereka harus menyusu setidaknya 6 sampai 8 kali sehari dalam 3 bulan pertama, dan kemudian 4 sampai 6 kali sehari selama 3 bulan berikutnya. Bunda dapat menggunakan sendok untuk memudahkan anak menelan cairan.
Cara mengatasi dehidrasi pada anak
Untuk mengatasi dehidrasi, yang Bunda lakukan yaitu dengan mengamati gejala dehidrasi berdasarkan keparahannya. Berikut caranya, dikutip dari Raising Children:
Dehidrasi ringan
Bunda dapat mengobati kasus dehidrasi ringan dengan memberi anak lebih banyak cairan. Salah satu pilihannya adalah cairan rehidrasi oral. Bunda bisa membeli cairan ini di apotek atau supermarket.
Produk-produk ini mungkin tersedia dalam bentuk cairan siap pakai, tablet larut, atau bubuk. Pastikan Bunda membuat cairan dengan hati-hati sesuai petunjuk pada kemasannya dan telah konsultasi pada dokter ya.
Jika Bunda tidak bisa mendapatkan cairan rehidrasi oral, Bunda bisa menggunakan limun encer atau sari buah. Anak mungkin tidak mau minum cairan ekstra. Bunda dapat mendorong mereka untuk minum lebih banyak dengan memberi mereka minuman dengan sendok, atau membiarkan mereka mengisap es.
Apabila anak muntah, biasanya harus lebih baik memberikan sedikit cairan, tetapi lebih sering. Misalnya, beri anak beberapa suap setiap 15 menit.
Jika memiliki bayi yang disusui, tetaplah menyusui tetapi susui lebih sering. Bunda dapat memberi anak cairan rehidrasi oral ekstra di antara waktu menyusui.
Jika bayi diberi susu formula, beri mereka cairan rehidrasi oral hanya untuk 24 jam pertama dan kemudian perkenalkan kembali susu formula dalam porsi yang lebih kecil dan lebih sering. Bunda masih dapat menawarkan cairan rehidrasi oral ekstra di antara waktu anak menyusu.
Dehidrasi parah
Dalam kasus dehidrasi yang lebih parah, anak mungkin perlu pergi ke rumah sakit untuk mengejar kehilangan cairan. Dalam banyak kasus, cara teraman dan tercepat untuk melakukannya adalah melalui selang kecil yang masuk ke hidung anak dan kemudian ke perutnya. Cairan rehidrasi melewati selang tersebut.
Bunda ingin membeli produk kesehatan dan kebutuhan untuk anak. Langsung aja yuk, Bun klik di sini.
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Jangan Sampai Terjadi, Ini Tips Mencegah Dehidrasi pada Anak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tanda Dehidrasi Berat pada Anak, Jangan Anggap Remeh Bun!
4 Cara Menurunkan Panas pada Bayi Antiribet, Tak Perlu Panik ya Bun
Ketahui Jumlah Cairan yang Dibutuhkan Si Kecil sesuai Usianya, Catat yuk Bun
Si Kecil Masuk Angin dan Muntah? Jangan sampai Dehidrasi Bun
TERPOPULER
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Pada 2030 Umat Islam akan Puasa Ramadan Dua Kali Setahun, Ini Penjelasannya
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Beruang atau Pegunungan yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya...
-
Female Daily
Meal Prep Is The New Self-Care: Rahasia Cewek Produktif Anti Ribet Setiap Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
5 Gaya Seksi Jennie BLACKPINK Pakai Bikini Hasil Rancangan Sendiri
-
Mommies Daily
MD New Parents 101: Rekomendasi Sampo dan Sabun Bayi hingga Balita, Ada yang Punya Kandungan Ceramide dan Prebiotik!