PARENTING
6 Langkah Terapi Anak ADHD di Rumah Menurut Saran Kemenkes RI
Kinan | HaiBunda
Senin, 15 Apr 2024 13:20 WIBDalam membesarkan anak ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder), ada beberapa langkah terapi yang bisa dilakukan di rumah agar lebih efisien. Bunda sudah tahu?
Dikutip dari Cleveland Clinic, ADHD merupakan salah satu gangguan perkembangan saraf yang paling umum dan paling banyak dipelajari pada anak-anak.
ADHD adalah kondisi otak jangka panjang (kronis) yang menyebabkan disfungsi eksekutif, yang berarti mengganggu kemampuan seseorang untuk mengelola emosi, pikiran, dan tindakannya sendiri.
Pada umumnya, seseorang dengan ADHD akan kesulitan dalam:
- Mengelola perilaku
- Menjaga perhatian dan fokus
- Mengendalikan aktivitas berlebihan
- Mengatur suasana hati
- Mengikuti arah
- Duduk diam
Anak-anak biasanya menerima diagnosis ADHD pada masa kanak-kanak dan kondisi ini sering kali berlanjut hingga dewasa.
Diagnosis ADHD
Diagnosis ADHD dilakukan oleh dokter atau psikolog anak melalui beberapa langkah:
Wawancara klinis
Dokter atau psikolog akan menanyakan riwayat perkembangan anak, gejala yang dialami, dan riwayat kesehatan keluarga.
Penilaian perilaku
Observasi perilaku anak dan pengisian kuesioner oleh orang tua dan guru untuk menilai gejala ADHD pada anak.
Tes psikologis
Tes psikologis dapat dilakukan untuk menilai fungsi kognitif, seperti kemampuan fokus dan kontrol impuls.
Diagnosis ADHD tidak bisa ditegakkan hanya berdasarkan satu gejala saja. Dokter atau psikolog perlu melihat pola gejala yang terjadi secara terus-menerus dan menimbulkan kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah terapi anak ADHD
Dikutip dari laman Kemenkes RI, terdapat banyak pilihan terapi yang bisa dilakukan untuk mengendalikan ADHD pada anak, di antaranya:
Terapi farmakologi
Terapi farmakologi atau terapi pengobatan diterapkan dengan menggunakan obat stimulan seperti methylphenidate, amphetamine sulphate, atau obat non-stimulan seperti atomoxetine.
Terapi non-farmakologi
Sementara itu untuk terapi non-farmakologi atau terapi non-pengobatan diterapkan dengan neurofeedback, yaitu terapi kognitif dan perilaku untuk melatih fungsi otak.
Tips terapi anak ADHD di rumah
Dalam menghadapi kondisi ADHD pada anak, dukungan dan kasih sayang orang tua merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh sang anak. Maka dari itu, menjaga hubungan emosional yang baik diharapkan dapat memberi pengaruh positif terhadap perbaikan kondisi pada anak.
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan dalam menangani anak dengan ADHD di rumah:
1. Memberikan instruksi yang jelas
Berikan instruksi yang sederhana, langsung, dan spesifik. Jika perlu, gunakan panduan visual atau daftar tugas yang jelas untuk membantu anak memahami dan mengingat tugas yang harus dilakukan.
2. Mengatur waktu untuk berolahraga dan kegiatan fisik
Berikan aktivitas fisik yang teratur sebagai salah satu bentuk terapi anak ADHD di rumah, seperti bermain di luar ruangan atau berolahraga.
Lakukan juga permainan yang melatih fokus dan konsentrasi, seperti puzzle atau permainan papan. Berbagai aktivitas kreatif lainnya seperti menggambar, mewarnai, atau bermain musik juga bisa diberikan sesuai dengan minat anak.
3. Makanan sehat dan pola tidur yang teratur
Terapi anak ADHD di rumah berikutnya yakni dengan memberikan dukungan lingkungan yang kondusif. Buatlah rutinitas harian yang terstruktur dan konsisten, bagi tugas besar menjadi tugas-tugas kecil yang lebih mudah.
Untuk anak ADHD yang sudah sekolah, sediakan tempat belajar yang tenang dan bebas dari gangguan. Hal yang tak kalah penting, batasi waktu menonton televisi dan bermain gadget.
4. Beri dukungan dan komunikasi
Berikan pujian atas setiap usaha dan kemajuan yang dicapai anak, jangan membanding-bandingkannya dengan anak lain. Hindari memarahi atau menghukum anak secara berlebihan ketika mereka melakukan kesalahan.
Hal yang tak kalah penting, berikan dukungan dan semangat kepada anak agar mereka tetap berusaha.
5. Ajarkan teknik pengelolaan diri
Saat di rumah, ajarkan anak untuk mengatur waktu dan menyelesaikan tugas. Biasakan juga agar mereka belajar mengidentifikasi dan mengendalikan emosinya.
Ketika anak menghadapi masalah, tuntun mereka untuk berkomunikasi dengan baik dan menyelesaikan masalah tersebut dengan tenang.
6. Bergabung dengan komunitas
Bergabung dengan komunitas orang tua anak ADHD dapat membantu Bunda mendapatkan informasi dan dukungan dari orang lain yang memiliki pengalaman yang sama.
Apabila memang gejala ADHD pada anak cukup parah, konsultasikan dengan dokter atau psikolog untuk mendapatkan terapi yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhannya.
Demikian ulasan tentang langkah terapi anak ADHD di rumah. Ingat, jika memang anak ternyata memerlukan jenis terapi khusus lain di fasilitas kesehatan, maka patuhi untuk membantu meningkatkan kemampuan adaptasinya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
BundaTalks: Tips Terapkan Parenting Islami pada Anak, Mulai dari Mana?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Anak Kelahiran Agustus Ternyata Banyak Alami ADHD, Ini Alasannya Kata Studi
Ciri-Ciri Anak ADHD di Usia 4 Tahun yang Jarang Disadari Orang Tua
Curhat Bunda 5 Anak Besarkan 2 Putra yang Didiagnosa ADHD, Tapi Punya IQ Superior
Simak 5 Cara Mengatasi Anak Hiperaktif, Apa Bedanya dengan ADHD?
TERPOPULER
5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen
Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah
11 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Bawah Wastafel Dapur, Waspadai Bahayanya
20 Kado Anniversary Pernikahan untuk Pasangan yang Bagus dan Berguna
Bikin Bangga! Potret Cinta Laura Jadi Duta Nasional UNICEF Indonesia
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen
20 Kado Anniversary Pernikahan untuk Pasangan yang Bagus dan Berguna
Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah
5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen
USG Rahim Bersih: Ciri dan Cara Mengetahui setelah Keguguran
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Dulu Hampir Dijual Murah, Google Kini Bernilai Rp67 Ribu Triliun
-
Beautynesia
3 Alasan Kenapa Sebaiknya Kamu Tidak Makan Roti Putih Setiap Hari
-
Female Daily
Dari Uban Pertama sampai Eksplor Warna, Style Rambut Sekarang Bisa Ngikutin Trend dengan Hasil Tetap Lembut
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 12 Februari: Aries Redam Ego, Taurus Jaga Kepercayaan
-
Mommies Daily
Cara Menjelaskan Makna Puasa ke Anak Balita dan Usia SD Menurut Psikolog