HaiBunda

PARENTING

Pahami Tanda Bahaya Bayi Usia 4 Bulan Belum Bisa Angkat Kepala Sendiri

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Kamis, 11 Jul 2024 19:23 WIB
Ilustrasi Bayi Mengangkat Kepalanya/Foto: Getty Images/iStockphoto/sutlafk
Jakarta -

Setiap anak memiliki perkembangannya masing-masing. Namun, wajarkah jika bayi usia empat bulan belum bisa mengangkat kepalanya sendiri?

Mengangkat kepala merupakan salah satu perkembangan yang ditunggu oleh orang tua. Ketika bayi sudah mengangkat kepalanya, Bunda dan Ayah bisa berinteraksi langsung dengan anak dan menggendong mereka dengan lebih mudah.

Umumnya, bayi mulai melatih otot-ototnya ketika berusia satu sampai dua bulan. Otot yang terlatih mulai dari leher belakang, bahu, hingga punggung.


Hal ini turut diungkapkan oleh dokter spesialis anak, Dr. dr. Wiyarni Pambudi Sp.A, IBCLC. Ia menyebut otot-otot ini yang dibutuhkan agar anak bisa mengangkat kepalanya.

"Saat bayi berusia antara satu sampai dua bulan, secara bertahap ia akan melatih kekuatan otot-otot belakang leher, bahu, dan punggung yang dibutuhkan untuk mengangkat kepalanya," jelasnya ketika diwawancara HaiBunda belum lama ini.

Saat bayi dibaringkan tengkurap di usia dua bulan, mereka mungkin sudah bisa mengangkat kepalanya selama beberapa detik. Meski singkat, hal ini harus terus diulang agar bayi bisa mengontrol kepalanya dengan baik.

Setelah fase ini, tepatnya di usia tiga sampai empat bulan, Si Kecil bisa diajari berguling dari posisi tidur telentang ke posisi tengkurap. Bunda perlu mencari permukaan datar yang stabil dan empuk.

Selain itu, pastikan Bunda memberikan berbagai macam stimulasi, ya. Ajari juga cara berbalik dari tengkurap ke telentang.

"Berikan stimulasi mainan berwarna cerah supaya bayi betah bermain selagi tengkurap. Ajari juga cara berbalik dari tengkurap ke telentang," tambah dr. Wiyarni.

Meski begitu, bagaimana jika bayi belum bisa mengangkat kepalanya di usia 4 bulan, ya?

Bahaya bayi 4 bulan belum bisa mengangkat kepala

Menanggapi kasus ini, dr. Wiyarni menyebut bayi yang berusia dua bulan mungkin masih mengalami kesulitan untuk mengontrol kepalanya menjadi tegak. Namun, jika bayi usia empat bulan belum bisa tengkurap dan berguling sendiri, maka Bunda perlu membawa mereka ke dokter untuk melakukan rehabilitasi.

"Nah jika di usia 2 bulan masih ada 'head lag' atau kesulitan mengontrol kepala tegak atau usia 4 bulan bayi belum bisa tengkurap dan berguling mandiri, sebaiknya berkonsultasi ke dokter anak agar diperiksa fungsi neuromotoriknya," ujarnya.

"Terkadang dibutuhkan bantuan dokter rehab medik untuk mengatasi keterlambatan motorik ini," sambung dr. Wiyarni.

Selain bisa tengkurap dan berguling, kira-kira apa saja perkembangan bayi usia 4 bulan ya, Bunda? Simak selengkapnya pada laman berikutnya, yuk.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(mua/fir)
BAYI BISA BERGULING HINGGA MENATAP BUNDA

BAYI BISA BERGULING HINGGA MENATAP BUNDA

Halaman Selanjutnya

Simak video di bawah ini, Bun:

Perbedaan Tipe Kepribadian Anak, Mulai dari Si Sulung, Tengah & Bungsu

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

4 Shio Paling Menarik, Bukan Cuma Cantik tapi Punya Karisma Kuat

Mom's Life Elia Amaliana

Keren! Btari Anak Omesh & Dian Ayu Berhasil Sabet 3 Medali di Kompetisi Debat Internasional

Parenting Asri Ediyati

Anak Krakatau Erupsi, Ini 5 Cara Lindungi Keluarga dari Abu Vulkanik

Parenting Fauzan Julian Kurnia & Tiara Jasmine

Rafi Pangestu Anak Annisa Trihapsari Resmi Nikah, Sultan Djorghi Ikut Dampingi di Pelaminan

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Membuat Tahu Aci yang Gurih dan Kenyal, Lengkap dengan Resepnya

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

4 Shio Paling Menarik, Bukan Cuma Cantik tapi Punya Karisma Kuat

Keren! Btari Anak Omesh & Dian Ayu Berhasil Sabet 3 Medali di Kompetisi Debat Internasional

Hamil 12 Minggu, Apa yang Dirasakan dan Perubahan yang Terjadi?

Rafi Pangestu Anak Annisa Trihapsari Resmi Nikah, Sultan Djorghi Ikut Dampingi di Pelaminan

Sering Bilang "Aku Ingin Anakku Bahagia"? Psikolog Ungkap Dampaknya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK