PARENTING
8 Penyebab Bayi Baru Lahir Sering Kentut dan Cara Bantu Mengatasinya
Kinan | HaiBunda
Kamis, 18 Jul 2024 22:25 WIBSalah satu kebiasaan yang sering dialami oleh bayi baru lahir yakni sering kentut, bahkan terkadang membuat orang tua khawatir. Sebenarnya apa penyebab bayi baru lahir sering kentut dan bagaimana cara mengatasinya?
Dikutip dari laman Vinmec, sistem pencernaan bayi belum berkembang sempurna sehingga mudah kembung dan mengalami gangguan pencernaan.
Kendati demikian, tetap perlu dicari tahu apa hal yang mungkin menjadi faktor lain penyebab bayi sering kentut. Perhatikan juga apakah mungkin kentutnya sangat berbau, yang bisa menandakan sistem pencernaan anak sedang bermasalah.
Apa saja penyebab bayi baru lahir sering kentut?
Kentut adalah hal yang normal dan menyehatkan bagi tubuh. Namun, ada beberapa alasan mengapa bayi kadang kentut lebih sering dibandingkan orang dewasa.
Jika Si Kecil sedang sering kentut, perutnya mungkin mengeluarkan gas lebih banyak dari biasanya. Perhatikan apakah ia sedang sering rewel dan terlihat tidak nyaman?
Kentut sebenarnya bisa membantu menghilangkan sebagian gas berlebih dan perut kembung tersebut. Ada beberapa alasan yang menjadi penyebab bayi baru lahir sering kentut seperti dilansir berbagai sumber:
1. Pencernaan belum berkembang sempurna
Dikutip dari Healthline, perut dan saluran pencernaan bayi membutuhkan waktu untuk melakukan pemanasan. Ini karena sistem pencernaan Si Kecil masih berkembang dan belum memiliki cukup bakteri baik untuk membantu proses di dalamnya.
Beberapa bayi mengeluarkan gas dalam jumlah normal, tetapi mereka mungkin lebih sensitif dan perlu mengeluarkannya lebih sering. Bunda mungkin memperhatikan bayi sering menggeliat, melengkungkan punggungnya atau memasang wajah seperti sedang mengejan, ini pertanda ia sedang tidak nyaman di area perutnya.
2. Proses menyusu kurang tepat
Cara bayi menyusu dapat menentukan berapa banyak gas yang perlu mereka keluarkan. Misalnya, jika bayi jarang bersendawa setiap kali selesai menyusu, sisa gas akan menumpuk lebih banyak di saluran cerna.
Apabila bayi menyusu lewat botol, perhatikan juga gelembung dan posisi tubuhnya. Setelah mengocok susu formula dalam botol, diamkan terlebih dahulu untuk mengurangi gelembung udara di dalamnya.
3. Sensitivitas atau intoleransi terhadap makanan
Beberapa bayi memiliki kepekaan atau intoleransi terhadap beberapa jenis susu formula. Hal ini dapat mengganggu pencernaan mereka, sehingga menyebabkan lebih banyak gas dan kentut lebih sering.
Selain itu, komposisi ASI mungkin juga berubah bergantung pada apa yang Bunda makan. Perubahan pola makan ini mungkin menyebabkan perubahan pada pencernaan dan gas pada bayi.
Jika Si Kecil tampak rewel atau kembung karena makanan yang Bunda makan, coba hentikan dulu konsumsi makanan tersebut untuk melihat apakah itu membantu.
4. Sembelit
Bayi biasanya tidak mengalami sembelit, mereka biasanya mengeluarkan kotoran yang encer. Namun, sembelit dapat terjadi pada beberapa bayi dan lebih mungkin terjadi jika mereka diberi susu formula atau sudah mulai mengonsumsi makanan padat.
Kadang-kadang bayi bisa bertahan beberapa hari tanpa buang air besar, terutama bayi yang mendapat ASI.
5. Menangis terlalu sering
Bayi mungkin banyak menangis karena itulah satu-satunya alat komunikasi mereka. Meski wajar, tetapi menangis terlalu sering rentan membuat bayi menelan banyak udara. Terkadang pelepasan gas berlebih tersebut dilakukan dengan banyak kentut.
6. Belum dapat banyak bergerak
Selain banyak buang air besar dan kentut, bayi juga banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk berbaring dan tidak dapat banyak bergerak sendiri.
Sementara itu, saluran pencernaan adalah otot dan memerlukan gerakan tubuh untuk membantu mendorong gas keluar. Hal ini bisa membuat gas menumpuk di perut Si Kecil, sehingga menjadi penyebab bayi sering kentut.
7. Penggunaan obat tertentu
Jika bayi sedang harus mengonsumsi obat atau suplemen apa pun, hal itu dapat mengubah pencernaannya. Perubahan sedikit saja dapat menyebabkan lebih banyak produksi gas dan kentut jadi lebih sering.
Apabila Bunda sedang menyusui, obat atau suplemen apa pun yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi Si Kecil.
8. Stres
Bayi juga bisa mengalami kecemasan dan stres seperti halnya orang dewasa. Mereka mungkin secara alami memiliki tingkat kecemasan yang tinggi atau sedang mulai memahami apa yang terjadi di sekitar mereka.
Perhatian yang tepat dapat membantu sebagian besar bayi rileks, lho.
Cara bantu mengatasi sering kentut dan kembung pada bayi
Produksi gas berlebih dalam perut adalah hal yang normal pada bayi dan akan membaik seiring berjalannya waktu. Kentut yang teratur juga merupakan hal yang normal dan merupakan pertanda sistem pencernaan bekerja optimal.
Namun, jika bayi kentut lebih banyak dari biasanya, ada beberapa cara untuk membantu menenangkan kondisi ini:
1. Sendawakan bayi
Sendawakan bayi sesering mungkin dan dengan benar setiap kali selesai menyusu. Bersendawa menghilangkan sebagian udara ekstra yang tertelan saat bayi mengisap botol atau payudara.
Jangan khawatir jika bayi sedikit gumoh bersamaan dengan sendawanya. Hindari membaringkan bayi segera setelah menyusu atau tanpa bersendawa.
2. Periksa botol bayi
Periksa botol dan dot Si Kecil secara berkala. Gunakan botol kecil karena sebenarnya ia belum bisa menyusu terlalu banyak dalam satu waktu.
Gunakan juga ukuran dot yang sesuai agar aliran susu formula lambat, tetapi tetap stabil. Lubang dot yang terlalu kecil dapat membuat bayi stres dan memaksanya mengisap lebih keras, sehingga menghirup lebih banyak udara saat melakukannya.
Sebaliknya, lubang dot yang terlalu besar dapat menyebabkan bayi menelan lebih banyak udara, menyusu terlalu cepat, dan menyusu berlebihan.
3. Perbanyak gerakan bayi
Membuat bayi bergerak dapat membantu meredakan rasa kembung dan kentut yang sering. Ini karena gerakan fisik membantu saluran pencernaan membuang gas yang terperangkap lebih cepat, sehingga frekuensi kentut bisa berkurang menjadi sewajarnya.
Beberapa contoh pergerakan untuk bayi misalnya seperti:
- Mengubah posisi: Mengubah posisi bayi dari tengkurap sebentar lalu telentang
- Lakukan gerakan bersepeda: Caranya dengan membaringkan bayi telentang, pegang kedua kakinya dan putar perlahan dengan gerakan seperti sedang mengayuh sepeda
4. Pijat bayi
Memijat perut, kaki, punggung, dan seluruh tubuh bayi dapat membantu menenangkan dan membuatnya lebih rileks. Pijat bayi juga dapat membantu meredakan stres dan kecemasan pada bayi.
Tekan perlahan perutnya dengan gerakan memutar untuk membantu mengeluarkan sebagian gas berlebih. Bunda bisa menggunakan minyak telon agar tubuh bayi jadi lebih hangat dan nyaman.
5. Perhatikan pola menyusu
Meski jarang terjadi, bayi bisa mengalami intoleransi atau alergi terhadap susu sapi.Namun, pada bayi ASI eksklusif, pola makan Bunda dapat memengaruhi cara bayi mencerna ASI.
Beberapa makanan mungkin memengaruhi beberapa bayi dan tidak pada bayi lainnya. Jika bayi kentut lebih banyak dari biasanya setelah Bunda makan sesuatu, cobalah menghindari makanan tersebut selama beberapa hari atau minggu untuk melihat apakah kondisinya membaik.
Makanan yang Bunda konsumsi dan mungkin menyebabkan gas berlebih dan kentut pada bayi misalnya seperti susu sapi, makanan ringan olahan, makanan pedas, dan minuman manis.
Demikian ulasan tentang penyebab bayi baru lahir sering kentut dan cara bantu mengatasinya.
Kesimpulannya, kentut adalah proses alami yang menyehatkan bagi bayi. Namun, jika terjadi terlalu sering maka perhatikan faktor penyebab dan bantu redakan dengan latihan fisik dan pengobatan rumahan.
Segera cek ke dokter jika kentut bayi masih sangat sering terjadi, bayi menangis lebih dari biasanya, atau bayi tidak buang air besar dalam beberapa hari.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Dampak Bayi MPASI Telat Naik Tekstur, Salah Satunya Berisiko Gangguan Pencernaan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Keadaan Bayi Baru Lahir yang Sering Bikin Orang Tua Panik
7 Cara Mengatasi Napas Bayi Berbunyi Grok-Grok, Kapan Perlu Diperiksa ke Dokter?
10 Masalah Kesehatan Pada Bayi Baru Lahir, Kejang hingga Diare
6 Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Wajib Ada di Rumah Saat Cuaca Dingin
TERPOPULER
Waktu Tepat Berhubungan Intim saat Puasa Ramadhan dengan Suami
10 Doa Melembutkan Hati Anak yang Pemarah dan Keras Kepala agar Cerdas, Saleh & Mudah Diatur
Kamasean Idol Dilamar, Wajah Kekasihnya Masih Dirahasiakan
Ternyata Suhu Panas di Malam Hari Bisa Tingkatkan Risiko Autisme pada Anak saat Hamil
5 Potret Abigail Anak Ririn Ekawati Jualan Takjil di Depan Rumah saat Ramadhan
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Alat Pel Persiapan Ditinggal ART, Harga Terjangkau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin Bikin Sehat Saat Puasa untuk Jaga Daya Tahan Tubuh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Pelembap Wajah untuk Kulit Kering, Harga Sekitar Rp100 Ribuan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kurma Non Israel yang Bisa Dibeli Online, Aman & Tidak Diharamkan MUI
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
4 Rekomendasi Yogurt yang Bagus untuk Diet
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dhima Oktacynara Putri Dr Boyke & Bunda 4 Anak Sukses Raih Gelar S2 di UI, Intip 5 Potretnya
Waktu Tepat Berhubungan Intim saat Puasa Ramadhan dengan Suami
Ternyata Suhu Panas di Malam Hari Bisa Tingkatkan Risiko Autisme pada Anak saat Hamil
10 Doa Melembutkan Hati Anak yang Pemarah dan Keras Kepala agar Cerdas, Saleh & Mudah Diatur
Kamasean Idol Dilamar, Wajah Kekasihnya Masih Dirahasiakan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Macaulay Culkin dan Istri Ajari Anak soal Bahaya Orang Asing Lewat Film 'Home Alone'
-
Beautynesia
4 Kebiasaan Tak Berbahaya yang Bikin Orang Lain Diam-Diam Menjauh, Jangan Ikut Lakukan!
-
Female Daily
Aman Dipakai saat Bukber, Lirik 4 Lip Product Lokal Ini!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Momen Langka Jessica Alba dan Putri Cantiknya Hadir di Milan Fashion Week
-
Mommies Daily
5 Hal Seputar Hubungan Suami Istri yang Sering Ditanyakan Saat Ramadan