PARENTING
10 Ciri-ciri Anak Terkena Radiasi HP, Waspada Mengganggu Kecerdasan
Mutiara Putri | HaiBunda
Selasa, 06 Aug 2024 04:00 WIBPerkembangan zaman membuat Bunda mengerjakan berbagai macam hal dengan mudah. Kehadiran teknologi seperti ponsel, Si Kecil juga bisa mencari informasi terkini yang berguna untuk pendidikan dan ilmu pengetahuannya.
Meski begitu, penggunaan ponsel yang berlebihan ternyata dapat memberikan efek yang negatif. Ponsel bisa menyebabkan radiasi yang berpengaruh pada kecerdasan anak.
Melansir dari laman Healthy Children, radiasi ponsel termasuk ke dalam radiasi non-ionisasi, Bunda. Ini merupakan jenis radiasi dengan frekuensi rendah.
Apa itu radiasi HP?
Ponsel akan mengirimkan gelombang frekuensi radio dari antenanya ke menara seluler terdekat. Ketika anak menggunakan ponsel untuk melakukan panggilan, SMS, atau menggunakan data, ponsel akan menerima gelombang frekuensi ke antenanya dari menara seluler.
Merangkum dari laman ProPublica, baik ponsel maupun pemancar nirkabel yang dipasang di menara, tiang jalan, atau atap rumah, dapat menyebabkan radiasi. Jumlah radiasi yang diserap oleh tubuh manusia bergantung pada seberapa dekat jarak seseorang dengan telpon atau pemancar seluler serta kekuatan sinyal yang dibutuhkan untuk terhubung dengan pemancar.
Ponsel sendiri menampilkan bilah yang lebih sedikit yang berarti koneksinya dengan pemancar lemah dan memerlukan daya yang lebih kuat untuk berkomunikasi. Karena itu, ponsel akan menghasilkan radiasi yang lebih banyak.
Pemancar nirkabel memancarkan radiasi terus menerus. Namun, hanya sedikit yang akan terserap, kecuali Bunda dan Si Kecil sangat dekat dengan pemancar.
Dalam sebuah penelitian, beberapa ahli mengatakan bahwa anak memiliki tengkorak yang lebih tipis dan otak yang sedang berkembang. Karena itu, mereka rentan terkena radiasi ponsel.
Dampak negatif radiasi HP terhadap anak
Mengutip dari berbagai sumber, ada beberapa dampak negatif yang terjadi pada anak ketika mereka mengalami radiasi HP. Berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretannya:
1. Radiasi mengakibatkan kanker
Beberapa penelitian yang dilakukan telah menghubungkan radiasi ponsel terhadap kanker. Jenis penelitian pada manusia memang belum menunjukkan bukti yang jelas. Namun, studi di tahun 2018 menemukan bahwa radiasi ponsel menyebabkan kanker pada hewan laboratorium.
2. Memengaruhi aktivitas otak
Penelitian menunjukkan bahwa otak manusia sensitif terhadap radiasi elektromagnetik. Karena itu, sangat mungkin jika radiasi ponsel menyebabkan adanya gangguan pada aktivitas otak.
Aktivitas otak anak bisa terganggu melalui konten yang selama ini dilihat oleh mereka. Karena itu, pastikan Bunda memberikan batasan waktu bermain ponsel sehingga tidak memengaruhi mengganggu fokus anak.
3. Menurunkan prestasi akademik
Tidak sedikit anak yang membawa ponsel ketika pergi ke sekolah. Mereka akan menggunakan ponsel di berbagai kesempatan bahkan saat istirahat makan siang.
Melihat dari Parenting First Cry, aktivitas ini bisa membuat anak mengalami penurunan prestasi akademik. Mereka kurang memerhatikan pelajaran, ketinggalan pelajaran penting, hingga tidak memahami materi saat ujian.
4. Gangguan tidur
Ketika diperbolehkan memegang ponsel, anak-anak mungkin akan begadang semalaman untuk melakukan berbagai aktivitas. Misalnya saja bermain game, menelusuri media sosial, atau mengobrol dengan temannya.
Dalam jangka waktu tertentu, hal ini bisa menyebabkan anak menjadi kelelahan dan merasa gelisah. Mereka juga mengantuk dan sulit berkonsentrasi di sekolah.
5. Masalah kesehatan mental
Anak-anak yang menggunakan media sosial mungkin terhubung dengan pelaku cyber bullying yang sering melecehkan atau menindas mereka di internet. Banyak anak-anak yang menjadi korban baru menceritakan hal ini ketika mereka sudah mengalami masalah kesehatan mental.
Perlu diketahui, media sosial juga bisa menyebabkan depresi pada anak, Bunda. Mereka juga merasa cemas karena anak-anak tidak mendapatkan perhatian yang diharapkan.
Ciri-ciri terkena radiasi HP terhadap kesehatan
Ada beberapa ciri-ciri anak mengalami radiasi HP yang bisa terlihat, Bunda. Misalnya saja sebagai berikut:
- Sakit kepala
- Pusing
- Kelelahan
- Mual
- Kehilangan nafsu makan
- Penurunan berat badan
- Gangguan tidur
- Depresi
- Merasa cemas
- Gelisah
Cara mengurangi bahaya radiasi HP
Untuk mengurangi radiasi HP pada anak, ada beberapa tips yang bisa Bunda dan Ayah lakukan. Berikut ini adalah ulasannya:
1. Berikan batas waktu
Jika Bunda khawatir dengan radiasi HP yang mungkin akan terjadi pada anak, Bunda bisa minta mereka untuk membatasi waktu bermain ponsel. Hindari pemakaian terus menerus ketika sedang beraktivitas karena fokus dan perhatian anak akan teralihkan.
2. Simpan ponsel dengan aman
Untuk anak yang berusia lebih kecil, mereka mungkin baru akan diberikan ponsel ketika memasuki usia remaja. Sementara itu, ponsel Bunda dan Ayah lah yang akan mereka gunakan.
Agar anak tidak memakai ponsel secara terus menerus, Bunda bisa simpan ponsel di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan mereka. Pastikan anak tidak mengetahuinya karena mereka bisa saja mencoba mengambil secara diam-diam.
3. Ajarkan anak tentang prioritas
Bantu anak untuk mengetahui apa yang menjadi prioritas mereka ya, Bunda. Selain bermain ponsel, mungkin ada hal penting lain yang bisa mereka kerjakan seperti mengerjakan PR, bermain dengan teman, membantu Bunda mengerjakan pekerjaan rumah, dan masih banyak lagi.
4. Aktifkan mode pesawat
Meski tidak sepenuhnya bisa menghilangkan radiasi HP, mengaktifkan mode pesawat bisa meminimalisir radiasi, Bunda. Tidak hanya pada anak, hal ini juga bisa dilakukan ketika Bunda yang sedang hamil tengah bermain ponsel.
5. Gunakan speaker saat menelpon
Ketika menelpon, minta anak untuk menggunakan speaker atau headset berkabel, Bunda. Hal ini bisa meminimalisir paparan radiasi pada Si Kecil.
Demikian informasi tentang radiasi HP pada anak, Bunda. Semoga bisa memberikan manfaat, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Kapan Anak Boleh Bermain Gadget & Durasinya Menurut IDAI
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Permainan Tradisional Seru, Ajak Anak Bermain Yuk Bunda!
5 Manfaat Bersepeda bagi Tumbuh Kembang Anak
5 Cara Sederhana Beri Contoh Baik pada Anak
Doa Penuntun Tidur Anak agar Jauh dari Mimpi Buruk dan Gelisah
TERPOPULER
Gaya OOTD Sivia Azizah Pakai Abaya Sehari-hari Curi Perhatian Netizen, Intip 5 Potretnya
KB Alami Makin Ngetren di Kalangan Bunda Gen Z, Lebih Simple tapi...
Bunda Wajib Punya! 5 Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama
Intan Nuraini & Suami Tetap Mesra Setelah 14 Th Menikah, Sudah Enggak Jaim bak Bestie
Pola Tidur Malam Hari Ternyata Pengaruhi Tingkat IQ Anak
REKOMENDASI PRODUK
5 Regulator Gas yang Bagus & Aman untuk Rumah Tangga
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Hair Lotion Bayi yang Bagus & Bantu Cepat Menumbuhkan Rambut
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Toner yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Dispenser Galon Bawah Terbaik di Bawah Rp1 Juta
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Toner Pad, Bantu Melembapkan Kulit Wajah
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Gaya OOTD Sivia Azizah Pakai Abaya Sehari-hari Curi Perhatian Netizen, Intip 5 Potretnya
KB Alami Makin Ngetren di Kalangan Bunda Gen Z, Lebih Simple tapi...
Intan Nuraini & Suami Tetap Mesra Setelah 14 Th Menikah, Sudah Enggak Jaim bak Bestie
5 Regulator Gas yang Bagus & Aman untuk Rumah Tangga
Pola Tidur Malam Hari Ternyata Pengaruhi Tingkat IQ Anak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Day-2 Hammersonic 2026: Agnostic Front Tak Dimakan Usia hingga Dashboard Confessional Nostalgia
-
Beautynesia
4 Ciri Kepribadian Orang yang Sudah Bergantung pada Teknologi AI
-
Female Daily
“The World of Havaianas” Hadir di Jakarta, Rayakan Semangat Musim Panas Khas Brasil di Blok M!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto: Syifa Hadju Memukau Pakai Gaun Resepsi Tex Saverio, Tidak Di-endorse
-
Mommies Daily
16 Tanda Toxic Family yang Sering Tidak Disadari dan Dampaknya pada Anak