PARENTING
7 Gejala Radang Amandel pada Anak, Salah Satunya Nafsu Makan Menurun
Kinan | HaiBunda
Rabu, 14 Aug 2024 22:05 WIBRadang amandel menjadi salah satu keluhan yang umum dialami anak-anak. Seperti apa saja gejala radang amandel pada anak yang perlu diketahui orang tua?
Sebelumnya, yuk cari tahu dulu tentang apa itu radang amandel. Dikutip dari Mayo Clinic, radang amandel atau tonsilitis adalah luka peradangan pada amandel yang merupakan dua bantalan jaringan berbentuk oval di bagian belakang tenggorokan.
Tanda dan gejala radang amandel pada anak bisa bermacam-macam, tetapi utamanya berupa nyeri saat menelan. Selain itu, bisa juga muncul keluhan seperti amandel bengkak, kesulitan menelan, dan penurunan nafsu makan.
Karena pengobatan yang tepat untuk tonsilitis bergantung pada penyebabnya, penting untuk mendapatkan diagnosis yang cepat dan akurat. Lakukan konsultasi ke dokter jika keluhan semakin parah atau tak kunjung mereda.
Gejala radang amandel pada anak
Radang amandel paling sering menyerang anak-anak antara usia prasekolah dan pertengahan remaja. Tanda dan gejala radang amandel pada anak umumnya meliputi:
1. Sakit tenggorokan
Gejala yang paling umum adalah sakit tenggorokan yang terasa perih dan nyeri, terutama saat menelan. Kondisi ini kadang semakin parah jika terjadi saat cuaca sedang panas.
2. Demam
Saat terjadi infeksi di salah satu bagian tubuh, suhu anak akan memberi respons dengan menjadi naik dan teraba demam. Jika Si Kecil mengalami tanda ini, jangan lupa berikan cukup air putih dan istirahat dengan nyaman untuk membantu menguatkan imunnnya.
3. Nyeri telinga
Nyeri telinga sering kali turut menjadi gejala radang aman pada anak. Kondisi ini bahkan dapat membuat anak jadi rewel karena merasa tak nyaman.
4. Ada benjolan di leher
Saat radang amandel terjadi, kelenjar getah bening di leher anak sering kali dapat membengkak dan terasa nyeri saat disentuh.
5. Nafsu makan menurun
Adanya infeksi di area amandel dan sekitarnya rentan membuat proses menelan jadi sulit karena terasa menyakitkan. Ini juga kemudian dapat membuat nafsu makan menurun.
Jika diabaikan, kondisi ini dapat melemahkan imun dan membuat fase penyembuhan pun jadi semakin lama.
6. Napas berbau
Bau mulut yang tidak sedap sering kali menjadi salah satu gejala radang amandel pada anak.
7. Suara serak
Gejala berikutnya yakni saat berbicara, suara anak akan terdengar serak atau parau. Bahkan dalam kondisi yang parah, suara anak bisa sampai benar-benar terdengar lemah dan seperti hilang.
Penyebab radang amandel
Dikutip dari Cleveland Clinic, penyebab radang amandel biasanya adalah karena infeksi virus. Namun, infeksi bakteri juga dapat memicu kondisi ini.
1. Radang amandel akibat virus
Virus seperti yang menyebabkan common cold dan pilek menyebabkan hingga 70 persen kasus radang amandel. Umumnya, orang dengan radang amandel virus memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan radang amandel bakteri.
2. Radang amandel akibat bakteri
Radang amandel akibat bakteri dikenal juga sebagai strep throat atau radang tenggorokan. Bakteri seperti Streptococcus grup A, dapat menyebabkan kasus radang amandel lainnya.
Faktor risiko tonsilitis
Anak memiliki risiko lebih tinggi terkena radang amandel jika:
Berusia antara 5 hingga 15 tahun
Seperti disebutkan sebelumnya, radang amandel paling sering terjadi pada usia anak-anak dan remaja.
Sering terpapar kuman
Anak-anak yang bersekolah atau beraktivitas di gedung dengan banyak bertemu orang lain memiliki risiko lebih tinggi terkena kuman penyebab radang amandel.
Pengobatan tonsilitis
Pengobatan radang amandel bergantung pada penyebabnya. Meskipun gejala radang amandel virus dan radang amandel bakteri dapat serupa, pengobatannya berbeda. Pengobatan dapat meliputi:
Antibiotik, jika infeksi disebabkan oleh bakteri. Penting untuk mengikuti petunjuk dokter dan menghabiskan antibiotik yang diresepkan, meskipun Si Kecil tampak merasa lebih baik setelah beberapa hari.
Dokter juga dapat merekomendasikan obat pereda nyeri yang dijual bebas untuk membantu meredakan sakit tenggorokan.
Dalam kasus tertentu, operasi tonsilitis atau tonsilektomi juga dapat direkomendasikan oleh dokter. Apabila anak mengalami tonsilitis kronis atau berulang (kambuh), dokter mungkin merekomendasikan tindakan tonsilektomi. Ini adalah prosedur untuk mengangkat amandel melalui pembedahan.
Di rumah, pastikan anak minum banyak cairan dan cukup istirahat. Jika menelan terasa sakit, berikan air putih hangat dan makanan lunak.
Namun, sebagian anak-anak lain mungkin lebih suka merasakan makanan dingin atau beku di tenggorokan mereka, seperti milkshake, smoothie, atau es krim.
Bagaimana langkah pencegahannya?
Bunda tidak dapat sepenuhnya mencegah radang amandel pada anak. Namun, Bunda dapat mengurangi risiko dengan mempraktikkan kebiasaan kebersihan yang baik:
- Cuci tangan sesering mungkin, terutama sebelum menyentuh hidung atau mulut.
- Hindari berbagi makanan, minuman, atau peralatan makan dengan orang yang sakit.
- Ganti sikat gigi keluarga setiap tiga bulan dan setiap kali sakit.
Demikian ulasan tentang gejala radang amandel pada anak, termasuk salah satunya nafsu makan menurun. Jika keluhan tak kunjung sembuh dalam hitungan hari dan malah semakin memburuk, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Mengenal Istilah Terrible Two: Penyebab, Tanda & Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Obat Radang Tenggorokan Anak yang Aman dan Ampuh, Siapkan di Rumah
10 Cara Menambah Tinggi Badan Anak, Mulai dari Olahraga Tepat hingga Makan Bergizi
5 Cara Mengatasi Batuk pada Anak yang Bisa Bunda Lakukan di Rumah
7 Cara Menangani Radang Tenggorokan pada Anak
TERPOPULER
Shenina Cinnamon Ungkap 4 Jam IMD dengan Bayi Jadi Momen Tak Terlupakan dalam Hidup
5 Inspirasi Model Kebaya Brokat ala Aaliyah Massaid, Elegan dan Simpel
70 Ucapan Selamat atas Kehamilan dalam Bahasa Inggris dan Artinya
Cara Mengenali Orang yang Energinya Cepat Terkuras saat Bertemu Orang yang Terlalu Bahagia
Pasutri Putuskan Aborsi Janin yang Didiagnosis Down Syndrome, Viral Tuai Pro dan Kontra
REKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hospital Bag untuk Melahirkan, Aman dan Muat Banyak
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Plump Lip Oil yang Sedang Tren, Bikin Bibir Tampak Lebih Penuh dan Berkilau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kostum Pawai Tema Kemerdekaan 17 Agustus yang Unik & Seru untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Merek Bantal Tidur Hotel yang Bagus
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Orang Tua Sibuk Bekerja? Coba "Micromoments" 10-30 Detik agar Makin Dekat dengan Anak
Shenina Cinnamon Ungkap 4 Jam IMD dengan Bayi Jadi Momen Tak Terlupakan dalam Hidup
5 Inspirasi Model Kebaya Brokat ala Aaliyah Massaid, Elegan dan Simpel
70 Ucapan Selamat atas Kehamilan dalam Bahasa Inggris dan Artinya
5 Potret Kang Hoon Pemeran CEO Tampan di Drama Korea 'My Bias, My Boss'
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bosan Lomba Kelereng yang Itu-itu Aja? Ini 3 Variasi Permainan Seru
-
Beautynesia
5 Film Rom-Com Era 2000-an yang Seru untuk Mengisi Akhir Pekan
-
Female Daily
Rekomendasi Lipstik Nude yang Lagi Jadi Incaran Banyak Perempuan
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Filosofi Menarik di Balik Motif Kuda Pada Kain Tenun Sumba
-
Mommies Daily
15 Ide Side Hustle untuk Remaja, Belajar Mandiri dan Mengatur Keuangan Sejak Dini