PARENTING
Kenapa Sulit Mencari Pembuluh Darah Anak saat Diinfus? Simak Penjelasannya
Kinan | HaiBunda
Minggu, 26 Jan 2025 18:50 WIBMencari pembuluh darah pada anak yang akan diinfus sering kali menjadi tantangan besar bagi tenaga medis, bahkan bagi yang sudah berpengalaman. Hal ini ini juga kerap membuat orang tua yang mendampingi menjadi khawatir. Apa penyebab sulit mencari pembuluh darah anak saat diinfus?
Dikutip dari Children's, terapi infus menggunakan obat-obatan, vitamin atau mineral, dan nutrisi lain untuk meredakan nyeri dan kebutuhan lain sesuai kondisi kesehatan anak.
Obat-obatan atau nutrisi tersebut dimasukkan langsung ke aliran darah anak, sehingga dapat mencapai sel-sel di seluruh tubuh dengan cepat.
Selain membantu 'menyalurkan' obat dengan lebih cepat, terapi infus juga dapat membantu meningkatkan energi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan mempercepat pemulihan dari dehidrasi.
Mengapa sulit mencari pembuluh darah anak saat diinfus?
Menurut penelitian dalam Indian Journal of Pediatrics tahun 2023, mencari pembuluh darah pada anak merupakan prosedur yang menantang karena beberapa faktor.
Salah satunya karena anak, terutama yang masih sangat muda, sering kali sulit diajak koordinasi dan diberi pengertian. Mereka cenderung sulit tenang karena rasa takut dan trauma terhadap prosedur, mau pun karena jarum infus itu sendiri.
Selain itu, pembuluh darah anak juga ukurannya masih sangat kecil dan sulit terlihat jelas jika dibandingkan dengan orang dewasa. Ketebalan kulit dan lapisan lemak tubuh yang lebih tipis pada anak pun membuat pembuluh darahnya lebih sulit terdeteksi secara visual maupun peraba.
Proses memasukkan jarum infus, yang disebut juga kanulasi, pun jadi lebih sulit. Kanulasi juga lebih menantang untuk dilakukan pada bayi, serta anak dengan obesitas, malnutrisi, atau edema.
Yang tak kalah penting, keberhasilan mencari pembuluh darah dan memasang infus pada anak bergantung pada keterampilan tenaga medis.
Jika dilakukan dengan kurang tepat dan bahkan sampai berulang kali, ini berisiko menimbulkan sakit dan trauma emosional pada anak, sekaligus meningkatkan risiko infeksi.
Tips mendampingi anak saat akan diinfus
Pencarian pembuluh darah pada anak saat akan diinfus menjadi tantangan bagi perawat atau tenaga medis lainnya yang sedang melakukan prosedur, karena pembuluh darah yang lebih kecil dan lebih sulit ditemukan. Ini pun bisa memperpanjang durasi pemasangan infus dan meningkatkan rasa tidak nyaman pada anak.
Dikutip dari Children's Minnesota, saat mendampingi anak yang akan diinfus, orang tua bisa memberikan penjelasan singkat mengenai tindakan yang akan dilakukan.
Tidak perlu memberikan detail yang terlalu teknis, tetapi jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami bahwa infus adalah prosedur yang penting untuk membantu mereka merasa lebih baik.
Tapi yang terpenting, kehadiran Bunda dan sikap yang tetap tenang akan membantu anak merasa aman. Selain itu, Bunda juga bisa memegang atau berada dekat dengan anak selama prosedur jika memungkinkan.
Berikan distraksi yang dapat membuat anak lebih tenang, seperti bernyanyi, membaca buku, bercerita, atau bermain. Bunda juga bisa memeluk anak untuk memberikan rasa aman.
Jika usia anak sudah cukup tua, Bunda juga bisa mengajak mereka bermain game atau menonton video yang mereka sukai. Distraksi ini dapat membantu mengurangi rasa takut dan memberikan rasa nyaman.
Kapan anak memerlukan tindakan pemasangan infus?
Infus dapat memberikan cairan dan obat lebih cepat, jika dibandingkan dengan pemberian melalui mulut atau suntikan di otot. Tindakan ini umumnya digunakan untuk tujuan seperti:
- Memberikan cairan untuk mengatasi dehidrasi
- Mengoreksi kadar kimia dalam darah
- Melawan infeksi
- Menghilangkan rasa sakit
- Memberikan pengobatan jangka panjang (mingguan, bulanan, atau tahunan)
Apa risiko dari pemasangan infus?
Infus dapat bocor atau keluar dari pembuluh darah. Jika ini terjadi, jaringan di sekitar lokasi infus dapat terluka, terutama dengan obat-obatan tertentu.
Lokasi infus juga dapat terinfeksi. Oleh sebab itu, secara berkala tenaga medis akan memeriksa lokasi pemasangan infus anak untuk memantau apakah ada tanda-tanda kebocoran atau masalah lain, termasuk seperti:
- Kemerahan di sekitar lokasi infus
- Kulit tampak bengkak, menggelembung, atau justru mengeras di sekitar lokasi infus
- Kulit tampak pucat (jadi lebih terang di sekitar lokasi infus)
- Ada keluhan nyeri
- Aliran infus tidak lancar
- Suhu kulit dingin di sekitar lokasi infus atau pada bagian kulit kepala, tangan, lengan, dan kaki
Kapan perlu meminta bantuan perawat tentang infus?
Bunda dapat segera meminta bantuan perawat atau tenaga medis lainnya jika ada beberapa kondisi seperti berikut pada lokasi pemasangan infus:
- Kemerahan
- Kulit bengkak atau tampak menggelembung
- Kulit pucat
Perhatikan juga jika anak mengeluh nyeri atau selang infus tampak terlepas. Pada anak-anak yang tidak betah, jarum infus lebih mudah terlepas karena mereka mungkin terlalu asyik bermain atau justru memang ingin melepasnya.
Demikian ulasan tentang serba-serbi pemasangan infus pada anak. Ingat, selain faktor fisik, kondisi psikologis anak juga dapat memengaruhi proses pencarian pembuluh darah untuk infus.
Ketika anak merasa cemas atau takut, pembuluh darah bisa saja menyempit atau berkontraksi, yang membuatnya lebih sulit dijangkau. Tetap dampingi Si Kecil selama proses tindakan untuk membuatnya tenang dan nyaman ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tanda Anak Mengalami Dehidrasi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kenali 13 Karakteristik Anak Usia Dini demi Mendukung Perkembangannya
8 Tips Simpel & Asyik Ajarkan Anak Bahasa Inggris Dijamin Enggak Bosan
6 Cara Membantu Anak Merasa Kompeten, Bunda Jangan Terlalu Perfeksionis
10 Cara Melatih Mata agar Penglihatan Anak Tidak Lemah, Bunda Bisa Coba
TERPOPULER
Momen Adiba Khanza dan Egy Maulana Akhirnya Perlihatkan Wajah Anak, Intip Potretnya
5 Publik Figur yang Baru Jadi Ayah, Family Man Banget
Niat Puasa Asyura & Tasua Lengkap dengan Waktu Beserta Tata Caranya
Jelang Pembagian Rapor, Ini Lho Contoh Pertanyaan yang Bisa Ditanyakan ke Guru
Kehamilan Pertama Lancar, Bunda Ini Tak Menyangka Alami Komplikasi Langka di Kehamilan Kedua
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Bantal Menyusui Multifungsi Terbaik yang Bagus & Nyaman untuk Ibu & Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Bumbu Masak Instan untuk Masakan Enak dan Praktis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Pashmina Viscose yang Bagus, Adem, dan Nyaman Dipakai Seharian
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Momen Adiba Khanza dan Egy Maulana Akhirnya Perlihatkan Wajah Anak, Intip Potretnya
5 Publik Figur yang Baru Jadi Ayah, Family Man Banget
Jelang Pembagian Rapor, Ini Lho Contoh Pertanyaan yang Bisa Ditanyakan ke Guru
Kehamilan Pertama Lancar, Bunda Ini Tak Menyangka Alami Komplikasi Langka di Kehamilan Kedua
Niat Puasa Asyura & Tasua Lengkap dengan Waktu Beserta Tata Caranya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
5 Fakta Kedekatan Fuji dan Pengusaha Malaysia Rakin Khan yang Disorot
-
Beautynesia
9 Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kulkas dengan Bahan Sederhana
-
Female Daily
LG Electronics Hadirkan Budaya Housewarming ala Korea Selatan ke Asia Tenggara!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Dulu Dianggap Jadul, Eyeshadow Biru Kini Jadi Tren Makeup
-
Mommies Daily
13 Hotel dan Villa Pet Friendly di Jawa Barat, Liburan bareng Anabul