PARENTING
Ini Kesalahan Orang Tua saat Menghukum Anak, Bisa Bikin IQ Menurun
Mutiara Putri | HaiBunda
Selasa, 11 Feb 2025 18:00 WIBMenghukum atau mendisiplinkan anak berarti mengajarkan mereka perilaku yang bertanggung jawab serta pengendalian diri, Bunda. Namun, nyatanya ada cara menghukum anak yang salah sehingga IQ-nya menurun.
Dilansir dari laman Better Health, ketika Bunda dan Ayah mendisiplinkan anak secara tepat dan konsisten, mereka akan belajar tentang konsekuensi dan tanggung jawab atas tindakannya. Tujuannya adalah agar anak terdorong untuk belajar mengelola perasaan dan perilaku mereka.
Menggunakan hukuman fisik atau menimbulkan rasa sakit pada anak untuk menghentikan perilaku buruk mereka hanya akan mengajarkan mereka bahwa tidak apa-apa untuk menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Anak juga akan belajar bagaimana hal ini dilakukan dari orang tua mereka yang kerap menggunakan kekerasan fisik terhadap mereka.
Menurut penelitian, menghukum anak dengan memberikan kekerasan fisik tidak hanya akan memengaruhi sikap mereka di masa depan, Bunda. Nyatanya, hal ini turut memengaruhi IQ mereka.
Hukuman pada anak yang membuat IQ-nya menurun
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa memukul anak bisa menyebabkan berbagai dampak buruk. Studi yang melibatkan ratusan anak di Amerika Serikat ini menunjukkan semakin banyak seorang anak dipukul, semakin rendah IQ-nya dibandingkan dengan anak lain.
"Semua orang tua menginginkan anak yang cerdas. Penelitian ini menunjukkan bahwa menghindari memukul dan mengoreksi perilaku buruk dengan cara lain bisa membantu hal tersebut (anak cerdas)," ujar peneliti studi, Murray Straus, dari University of New Hampshire, mengutip dari laman NBC News.
Murray dan rekannya, Mallie Pachall dari Pacific Institute for Research and Evaluation di Maryland mempelajari sampel yang representatif secara nasional dari dua kelompok umur, yakni usia dua sampai empat tahun, serta usia lima sampai sembilan tahun.
Para peneliti menguji IQ anak-anak tersebut dan kembali mengujinya di empat tahun kemudian.
Dua kelompok anak menjadi lebih pintar setelah empat tahun. Namun, anak-anak berusia dua hingga empat tahun yang dipukul mendapat skor lima poin lebih rendah pada tes IQ daripada mereka yang tidak dipukul.
Untuk anak-anak usia lima hingga sembilan tahun, anak-anak yang dipukul mendapat skor rata-rata 2,8 poin lebih rendah daripada anak-anak yang tidak menerima pukulan.
Hasilnya signifikan secara statistik, Bunda. Hasil ini didapatkan juga setelah memperhitungkan pendidikan orang tua, pendapatan, stimulasi kognitif oleh orang tua, serta faktor-faktor lainnya yang bisa memengaruhi kondisi mental anak.
Mengapa memukul anak berdampak pada IQ-nya?
Dikutip dari NBC News, Murray menyebut bahwa memukul anak akan menjadikan hal tersebut sebagai pengalaman yang traumatis. Hal ini juga membuat anak lebih stres sehingga otaknya tidak berfungsi dengan baik.
"Bertentangan dengan apa yang diyakini semua orang, dipukul oleh orang tua adalah pengalaman yang traumatis. Kami tahu dari banyak penelitian bahwa tekanan traumatis berdampak buruk pada otak," ujarnya.
"Selain itu, trauma bisa menyebabkan anak-anak memiliki respons yang lebih stres dalam situasi sulit, sehingga mungkin tidak berfungsi dengan baik secara kognitif," sambung Murray.
Dengan menggunakan pukulan daripada kata-kata, secara tidak langsung orang tua bisa merampas kesempatan belajar anak-anak-nya, Bunda. Dengan begitu, anak tidak mampu untuk berpikir secara mandiri.
"Dengan memukul, orang tua memberikan hukuman untuk mendapatkan perhatian anak dan membuat mereka berperilaku dengan cara tertentu. Ini tidak menumbuhkan pemikiran mandiri anak-anak," papar Elizabeth Gershoff yang mempelajari tentang perkembangan anak di Universitas Texas, Austin.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Bahaya Popcorn Brain Akibat Kecanduan Gadget Mengancam, Ini Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Dampak Buruk Karakteristik Sindrom Anak Emas, Berprestasi tapi Takut Gagal
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
19 Tempat Nonton Pertunjukan Barongsai Gratis di Jakarta & Sekitarnya, Ajak Anak ke Atraksi Kelas Dunia!
Momen Raisa Nangis saat Rekaman Lagu 'Kuharap Duka Ini Selamanya'
Haruskah ASI Kolostrum Keluar Sebelum Melahirkan?
7 Masalah Kesehatan yang Bikin Bunda Sulit Hamil
Waspadai 7 Gejala Diabetes Awal yang Terasa Saat Bangun Tidur
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Momen Raisa Nangis saat Rekaman Lagu 'Kuharap Duka Ini Selamanya'
19 Tempat Nonton Pertunjukan Barongsai Gratis di Jakarta & Sekitarnya, Ajak Anak ke Atraksi Kelas Dunia!
Haruskah ASI Kolostrum Keluar Sebelum Melahirkan?
7 Masalah Kesehatan yang Bikin Bunda Sulit Hamil
5 Fakta Menarik Drama Korea 'Honour' Angkat Isu Korban Kekerasan Seksual
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Dikenal Independent Woman, Cinta Laura Curhat Merasa Kesepian: Nggak Punya Banyak Teman
-
Beautynesia
5 Cara Bijak Merespons Ketika Seseorang Berkomentar Menyakitkan tentang Penampilanmu
-
Female Daily
PlayStation Rayakan Awal 2026 dengan ‘Love of Play’ bersama Kim Chaewon LE SSERAFIM!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
40 Ucapan Happy Valentine yang Romantis untuk Pasangan
-
Mommies Daily
Anak Libur Puasa, Ini 18 Ide Kegiatan Ramadan Seru dan Edukatif