PARENTING
Tak Perlu Merasa Bersalah, Ternyata Penyebab Anak Picky Eater Bukan karena Orang Tua
Mutiara Putri | HaiBunda
Sabtu, 26 Apr 2025 18:50 WIBBanyak orang tua merasa frustrasi bahkan merasa bersalah karena anak mereka picky eater, Bunda. Padahal, penelitian mengungkap hal ini bukan karena kesalahan orang tua.
Picky eater merupakan kondisi di mana anak sulit makan karena hanya ingin mengonsumsi makanan tertentu. Misalnya saja mereka akan menolak sayur atau makanan yang baru dikenalnya.
Menilik dari laman Psypost, sebuah studi longitudinal terhadap anak-anak di Inggris menemukan bahwa anak picky eater sangat ditentukan oleh faktor genetik pada segala usia. Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh lingkungan selama masa kanak-kanaknya.
Penelitian ini telah diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry. Penulis studi, Zeynep Nas dan rekan-rekannya melakukan studi ini dengan tujuan untuk mengeksplorasi lintasan perkembangan picky eater dari masa kanak-kanak hingga remaja awal dengan memperkirakan kontribusi faktor genetik dan lingkungan terhadap perbedaan individu.
Penelitian penyebab anak picky eater
Peserta dalam penelitian ini diambil dari Gemini, yakni kelompok anak kembar berbasis populasi yang lahir di Inggris dan Wales pada tahun 2007. Anak-anak ini telah diikuti sebagai bagian dari proyek penelitian yang sedang berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Baca Juga : Sampai Usia Berapa Anak Menjadi Picky Eater? |
Pada permulaan penelitian, ada sekitar 3.854 peserta anak usia 16 bulan. Pada saat mereka mencapai usia 13 tahun, 970 peserta tetap dalam penelitian ini.
Para peneliti menganalisis data tentang picky eater yang dikumpulkan pada titik waktu yang berbeda menggunakan Child Eating Behavior Questionnaire yang dilaporkan orang tua. Kuesioner ini diselesaikan ketika peserta berusia 3, 5, 7, dan 13 tahun.
Mereka juga memeriksa data apakah anak-anak tersebut kembar monozigot atau dizigotik, sesuai dengan jenis kelaminnya, Bunda.
Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak di usia awal memiliki tingkat picky eater di atas rata-rata dan cenderung menjadi lebih pemilih seiring dengan bertambahnya usia. Anak menunjukkan penurunan kondisi picky eater di usia tujuh dan 13 tahun, meski tingkat picky eater mereka tetap di atas rata-rata.
Korelasi skor picky eater di antara anak kembar monozigot (identik) dua kali lebih tinggi dibandingkan kembar dizigotik. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi picky eater sebagian besar didorong oleh faktor genetik. Meski begitu, faktor lingkungan juga menyumbang sekitar 25 persen untuk kondisi ini, Bunda.
"Pemeriksaan longitudinal ini memberikan bukti picky eater menjadi sifat yang sangat diwariskan yang relatif stabil dari masa kanak-kanak hingga remaja awal, dengan pengaruh genetik yang sebagian besar bertanggung jawab atas kontinuitasnya," simpul penulis penelitian.
"Orang tua tidak bisa disalahkan atas perilaku makan anak-anak mereka. Intervensi yang menargetkan picky eater ini bisa dimulai sejak balita dan mungkin perlu disesuaikan dan intensif pada titik waktu perkembangan yang berbeda," lanjutnya.
Apa yang bisa Bunda dan Ayah lakukan?
Dikutip dari laman CBC, meskipun picky eater memiliki komponen genetik yang kuat, bukan berarti hal ini tidak bisa diatasi. Menurut penulis studi senior dari Universitas Leeds di Inggris, Alison Fildes, Bunda dan Ayah bisa terus mendukung anak untuk bisa mengonsumsi berbagai macam makanan.
"Orang tua bisa terus mendukung anak-anak mereka untuk makan berbagai macam makanan sepanjang masa kanak-kanak hingga remaja. Namun, teman sebayanya mungkin menjadi pengaruh yang lebih penting saat mereka mencapai usia remaja," ungkapnya.
Tidak hanya itu, menilik dari laman Canadian Paediatric Society, orang tua bisa menghindari gangguan yang bisa memengaruhi makan anak. Misalnya saja dengan memberikan gadget atau screen time saat makan, hanya menyediakan satu makanan yang anak sukai setiap makan, dan memberikannya porsi kecil dalam segala makanan.
Ahli Diet dari Edmonton, Kanada, Megan Wallace, mengatakan kunci dari mengatasi picky eater ini adalah dengan meningkatkan paparan makanannya. Hal ini termasuk membiarkan anak melihat, mencium, menyentuh, hingga meremas makanan baru.
"Kami diajari untuk tidak bermain-main dengan makanan kami. Itu tidak sopan. Namun, Bunda bisa berbicara dengan psikolog manapun tentang bagaimana anak-anak belajar dan mereka belajar melalui permainan," ujarnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Penyebab Bayi Picky Eater, Salah Satunya Jadwal Makan Tak Konsisten
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bawang Merah Bawang Putih, Dongeng Anak yang Sarat Pesan Moral
10 Film Kartun Terbaik untuk Anak yang Mendidik
5 Manfaat Bersepeda bagi Tumbuh Kembang Anak
5 Cara Sederhana Beri Contoh Baik pada Anak
TERPOPULER
Ciri Orang Bermental Kuat Menurut Psikologi, Kerap Ucapkan 10 Kalimat Ini
Momen Maia Estianty Jadi Nenek Pertama Kali, Intip Potretnya Gendong Anak Al Ghazali
Simpel tapi Bermakna, Ini Arti Nama Putra Pertama Joshua Suherman
Bekas Luka Caesar Bisa Berubah Seiring Waktu, Ini yang Perlu Diketahui
3 Maskot Piala Dunia 2026 yang Bisa Menarik Perhatian Anak
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eyeshadow Palette yang Bagus untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Panci Presto Terbaik untuk Memasak Beragam Makanan Cepat & Mudah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vacuum Cleaner Wet and Dry, Sedot Debu Sekaligus Mengepel Lantai
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Wajan Penggorengan Stainless Steel Bahan Tebal & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Highlighter & Contour Stick Terbaik, Mudah Dipakai Cocok untuk Pemula
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
11 Ciri Perempuan Cerdas dengan IQ Tinggi Menurut Penelitian
Bekas Luka Caesar Bisa Berubah Seiring Waktu, Ini yang Perlu Diketahui
Ciri Orang Bermental Kuat Menurut Psikologi, Kerap Ucapkan 10 Kalimat Ini
Simpel tapi Bermakna, Ini Arti Nama Putra Pertama Joshua Suherman
Momen Maia Estianty Jadi Nenek Pertama Kali, Intip Potretnya Gendong Anak Al Ghazali
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Masa Sulit Berakhir, 4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik Setelah 20 Mei 2026
-
Beautynesia
Instagram Hadirkan Fitur Instants, Apa Itu dan Bagaimana Cara Pakainya?
-
Female Daily
Setelah 18 Tahun Berkarya, Afgan Hadirkan Konser yang Lebih Personal dan Emosional!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Santun Ayu Ting Ting di Acara Aqiqah Keponakan, Jadi Sorotan
-
Mommies Daily
Curhat Guru: Hal-hal yang Sering Dilupakan oleh Orang Tua Murid tentang Anak