PARENTING
Sampai Usia Berapa Anak Dikatakan Masih Normal Isap Jempol?
Mutiara Putri | HaiBunda
Jumat, 16 May 2025 09:00 WIBKebiasaan mengisap jempol sering kali dianggap sebagai hal yang wajar pada bayi dan balita. Namun, kapan batas usia normal bayi mengisap jempolnya?
Aktivitas mengisap jempol secara alami muncul sebagai bentuk refleks untuk menenangkan diri atau mencari rasa aman terutama di masa awal pertumbuhan. Hal ini juga diungkapkan oleh seorang Dokter Spesialis Anak di Washington, Amerika Serikat, Linda Goldstein, MD.
"Mengisap jempol adalah perilaku yang tepat dan berguna untuk anak-anak yang masih sangat kecil. Ini memungkinkan mereka untuk membuat diri menjadi nyaman dan menghibur diri sendiri," ujar dr. Linda seperti dikutip dari laman WebMD.
Meski begitu, banyak orang tua yang merasa khawatir jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus seiring dengan bertambahnya usia anak. Lantas, kapan usia anak perlu berhenti mengisap jempolnya?
Usia normal anak mengisap jempol
Dilansir dari laman Standford Childrens, seiring dengan bertambahnya usia, mengisap jempol menjadi hal yang kurang baik dilakukan. Sejumlah kecil anak-anak masih mengisap jempol mereka hingga usia lima tahun.
Kebiasaan ini tidak berbahaya jika anak melakukannya sesekali. Biasanya, Si Kecil mengisap jempolnya saat waktu tidur ataupun ketika mengalami peristiwa yang membuatnya stres.
Anak yang lebih besar dan terus mengisap jempolnya mungkin memerlukan bantuan untuk menghentikan kebiasaan ini. Bantuan itu bisa dari orang tua, dokter gigi, atau ortodentis.
American Dental Association dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk tidak menganjurkan agar anak tidak lagi mengisap jempolnya setelah usia empat tahun. Pada tahap ini, intensitas mengisap bisa memberikan tekanan pada gigi dan rahang yang berpotensi menyebabkan berbagai dampak.
Dampak anak terus mengisap jempolnya
Ada beberapa dampak yang terjadi jika anak terus mengisap jempolnya sampai usia lebih dari empat tahun. Berikut ini deretannya:
- Gigi depan menonjol atau tonggos
- Overbite yang berlebihan
- Gigitan silang posterior (gigi atas menutup di dalam gigi bawah)
- Penyempitan rahang atas dan langit-langit mulut melengkung tinggi
- Kesulitan berbicara dengan bunyi tertentu seperti 'S' dan 'T'
- Pola menelan yang tidak normal dan postur lidah istirahat
Mengisap jempol secara pasif di usia enam sampai 8 tahun mungkin tidak akan menimbulkan banyak masalah. Namun, semakin dini kebiasaan ini bisa teratasi, tentu semakin baik pertumbuhan otot mulut dan wajah secara normal.
Cara menghentikan kebiasaan mengisap jempol
Ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi kebiasaan mengisap jempol pada anak, Bunda. Berikut ini Bubun bagikan deretannya melihat dari Stanford Childrens:
1. Tutup tangan anak
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan anak mengisap jempol adalah dengan menutup tangannya. Bunda bisa mencoba menutup tangan dengan kaus kaki atau sarung tangan.
Bunda juga bisa membeli sarung tangan khusus atau pelindung jempol dari plastik. Hal ini akan menyebabkan Si Kecil sulit mengisap jempolnya.
2. Gunakan kalimat afirmasi
Katakan sesuatu yang positif setiap kali Bunda melihat anak tidak mengisap jempolnya. Bunda mungkin juga bisa memberikan tanda bintang di kalender saat mereka tidak mengisap jempol selama sehari penuh atau tidak menanggalkan sarung tangannya sepanjang malam.
3. Hubungi dokter
Seorang dokter gigi atau ortodentis bisa memberi tahu Bunda cara menghilangkan kebiasaan mengisap jempol ini secara perlahan agar kebiasaan tersebut tidak kembali. Dokter juga mungkin akan memasukkan alat khusus ke dalam mulut anak.
Perangkat ini akan menjatuhkan jempol dari langit-langit mulut. Ini akan mengganggu pengisapan yang terjadi saat mengisap jempol. Biasanya, alat ini perlu digunakan selama enam sampai 10 bulan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
3 Cara Batasi Waktu Screen Time pada Anak Usia 2-12 Tahun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Permainan Tradisional Seru, Ajak Anak Bermain Yuk Bunda!
5 Manfaat Bersepeda bagi Tumbuh Kembang Anak
5 Cara Sederhana Beri Contoh Baik pada Anak
Doa Penuntun Tidur Anak agar Jauh dari Mimpi Buruk dan Gelisah
TERPOPULER
Hidup di Kanada, Intip 5 Potret Cut Memey Ikut Latihan Karate Bareng Anak
5 Potret Anak Artis Jadi Model Runaway, Pakai Koleksi Baju Lebaran Shireen-Zaskia Sungkar
10 Tanaman Pengusir Ular saat Musim Hujan, Tanam di Halaman Rumah
Bebas Jarum & Nyeri, Teknologi Patch Bakal Gantikan Suntik dalam Program IVF
Cerita Bahagia Bunda Alyssa Daguise di Setiap Momen Kehamilan Sang Putri
REKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
30 Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat
Azhar HanifahTERBARU DARI HAIBUNDA
Hidup di Kanada, Intip 5 Potret Cut Memey Ikut Latihan Karate Bareng Anak
5 Potret Anak Artis Jadi Model Runaway, Pakai Koleksi Baju Lebaran Shireen-Zaskia Sungkar
10 Tanaman Pengusir Ular saat Musim Hujan, Tanam di Halaman Rumah
14 Jenis Bintik Merah pada Bayi: Penyebab, Cara Menghilangkan & Tanda Bahayanya
Bebas Jarum & Nyeri, Teknologi Patch Bakal Gantikan Suntik dalam Program IVF
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Isu Cerai Nia Ramadhani & Ardi Bakrie, Orang Terdekat: Intinya Mereka...
-
Beautynesia
Rutin Minum Susu Kedelai, Ini 4 Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh
-
Female Daily
Menghitung Hari Menuju Surabaya X Beauty 2026, Yuk Intip Deretan Brand yang Ada!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya IU Jadi CEO Stylish yang Dinikahi Byeon Woo Seok di Perfect Crown
-
Mommies Daily
Dokumen Epstein: Fakta Tersembunyi di Balik Predator Anak Dunia