PARENTING
Cerita Pasien Alzheimer Termuda Berusia 19 Tahun, Ini Gejala yang Dialami
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Senin, 07 Jul 2025 21:00 WIBPenyakit alzheimer selama ini identik dengan usia senja. Namun siapa sangka, di tahun 2023, seorang remaja berusia 19 tahun dari Tiongkok mengejutkan dunia medis setelah didiagnosis dengan penyakit yang biasanya menyerang lansia ini.
Menurut data World Health Organization (WHO), alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia dan menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen dari seluruh kasus di dunia. Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh mutasi genetik patologis.
Namun, yang membuat kasus ini begitu menggemparkan, yaitu tidak ditemukannya mutasi genetik penyebab seperti yang biasa terjadi pada pasien usia muda. Hal tersebut memicu dugaan adanya mekanisme baru yang belum diketahui.
Penyakit alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang merusak sel-sel otak secara perlahan. Akibatnya, kemampuan berpikir, mengingat, dan menjalani aktivitas sehari-hari pun ikut menurun seiring waktu.
Mengenal gejala awal alzheimer pada usia muda
Pada usia 17 tahun, remaja ini mulai menunjukkan tanda-tanda yang awalnya terlihat biasa saja, yaitu susah fokus saat belajar, lupa hal-hal kecil, dan kerap kehilangan barang. Gejala ringan ini yang kemudian berkembang jadi gangguan serius.
"Pasien ini mengalami alzheimer dengan gejala yang sangat awal tanpa mutasi patogenik yang jelas," ujar Neurolog, Jianping Jia dikutip laman dari Times of India.
"Mengeksplor misteri orang muda yang mengidap penyakit Alzheimer mungkin menjadi salah satu pertanyaan ilmiah paling menantang di masa depan," lanjutnya.
Bahkan, remaja tersebut juga kesulitan membaca yang akhirnya tidak dapat menyelesaikan sekolah menengah. Meski masih bisa hidup mandiri, penurunan kognitifnya membuat hidupnya berubah drastis dalam waktu singkat.
Gejala penyakit alzheimer yang dialami pasien berusia 19 tahun
Sebelum akhirnya didiagnosis alzheimer, remaja ini sudah lebih dulu menunjukkan berbagai tanda penurunan fungsi otak yang cukup mengkhawatirkan. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Kesulitan fokus di kelas
Sekitar dua tahun sebelum dirujuk ke klinik memori, pasien mulai mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi saat belajar. Fokusnya di kelas menurun drastis, membuat aktivitas akademik menjadi sangat terganggu.
2. Kesulitan membaca
Aktivitas membaca yang sebelumnya biasa dilakukan menjadi semakin sulit. Hal ini menunjukkan adanya gangguan pada kemampuan kognitif dasar yang berkaitan dengan pemahaman.
3. Penurunan daya ingat jangka pendek
Pasien sering tidak bisa mengingat kejadian yang baru terjadi sehari sebelumnya. Ia juga mengalami penurunan kemampuan dalam menyimpan informasi dalam waktu singkat.
4. Sering salah meletakkan barang
Remaja ini kerap kehilangan barang-barangnya karena tidak mampu mengingat di mana ia meletakkannya. Hal ini merupakan salah satu gejala klasik dari gangguan memori pada alzheimer.
5. Gangguan pada memori jangka pendek dan panjang
Setahun setelah dirujuk ke klinik memori, pasien menunjukkan kesulitan dalam mengingat informasi segera setelah diberikan. Hal ini menandakan penurunan signifikan pada daya ingat langsung maupun tertunda.
6. Skor memori jauh di bawah normal
Dalam pengujian, skor memori keseluruhannya tercatat 82% lebih rendah dibandingkan teman seusianya. Skor memori langsungnya bahkan lebih rendah lagi, yakni 87 persen di bawah rata-rata.
Penyebab penyakit alzheimer pada usia muda
Selain gejala yang dialami, penting juga memahami apa saja penyebab di balik alzheimer pada usia muda. Berikut beberapa faktor yang diketahui dari berbagai kasus seperti dikutip dari Times of India dan Science Alert:
1. Mutasi genetik patologis
Hampir semua pasien alzheimer yang berusia di bawah 30 tahun memiliki mutasi gen yang menyebabkan penyakit ini. Mutasi ini termasuk dalam kategori familial alzheimer's disease (FAD), yang diturunkan secara genetik.
2. Mutasi gen PSEN1
Pada kasus sebelumnya, pasien berusia 21 tahun diketahui membawa mutasi pada gen PSEN1. Mutasi ini menyebabkan penumpukan protein abnormal di otak yang membentuk plak beracun, ciri khas penyakit Alzheimer.
3. Tidak ditemukan penyebab genetik
Dalam kasus remaja 19 tahun ini, hasil tes genetik tidak menemukan mutasi gen apapun yang dikenal menyebabkan alzheimer. Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya mekanisme atau faktor penyebab baru yang belum diketahui.
4. Bukan karena faktor lain seperti infeksi atau cedera kepala
Pasien tidak memiliki riwayat penyakit lain, infeksi otak, atau trauma kepala yang bisa menjelaskan penurunan kognitifnya. Hal ini semakin memperkuat kemungkinan adanya penyebab non-klasik yang belum teridentifikasi.
5. Kemungkinan faktor neurologis kompleks yang belum diketahui
Para peneliti menyebut bahwa patogenesis (asal-usul penyakit) pada kasus ini belum jelas dan masih perlu diteliti lebih lanjut. Kemungkinan penyebab ini membuka peluang baru dalam riset alzheimer, terutama pada usia muda.
Bagaimana penanganan alzheimer pada usia muda?
Dilansir dari National Health Service (NHS), pendekatan non-obat seperti terapi kognitif dan dukungan keluarga juga berperan penting. Pola hidup sehat, olahraga ringan, dan tidur cukup membantu menjaga fungsi otak pasien.
Hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan alzheimer sepenuhnya. Namun, perawatan tetap bisa membantu memperlambat perkembangan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pengobatan umumnya mencakup kombinasi antara terapi obat dan non-obat. Obat-obatan seperti donepezil, rivastigmine, dan memantine sering diresepkan dokter untuk membantu menjaga fungsi kognitif dan mengelola gejala perilaku.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Mitos atau Fakta, Sunat Berpengaruh pada Tumbuh Kembang Anak? Ini Kata Dokter
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Cara Menambah Tinggi Badan Anak, Mulai dari Olahraga Tepat hingga Makan Bergizi
Cara Membuat Slime yang Aman untuk Anak dan Manfaat Memainkannya
3 Eksperimen Sederhana untuk Isi Kegiatan Si Kecil di Rumah, Seru Bun!
5 Cara Mengatasi Batuk pada Anak yang Bisa Bunda Lakukan di Rumah
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A
Potret Baby Kian, Anak Hanggini & Luthfi Aulia yang Wajahnya Masih Dirahasiakan
Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu
Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya
Kasus Keguguran di Tahanan Perempuan Terungkap, Ini Temuan Terbaru
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Jet Cleaner Terbaik, Ampuh & Cepat Bersihkan Noda
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Alat Tes Kolesterol, Gula Darah & Asam Urat yang Bagus & Mudah Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Kado untuk Ibu Hamil yang Ulang Tahun, Lengkap dari Mewah-Pasti Berguna
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bolehkah Sengaja Menanam Tanaman di Atas Kuburan?
Potret Baby Kian, Anak Hanggini & Luthfi Aulia yang Wajahnya Masih Dirahasiakan
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf A
Anak Suka Meniru Orang Tua? Ternyata Bukan Sekadar Iseng, Ini Alasannya
Banyak yang Salah Kaprah! Ini Mitos dan Fakta soal Alat Kontrasepsi yang Perlu Bunda Tahu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Skintific Peptide Lip Serum Rilis Shade Baru, Ini Bedanya dari Formula Lama
-
Beautynesia
4 Ciri Kepribadian Anak yang Sering Diremehkan oleh Orang Tuanya Semasa Kecil Menurut Psikolog
-
Female Daily
Pipi Chubby Bikin Kamu Nggak Pede? Ini 7 Cara Bikin Wajah Terlihat Lebih Tirus!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Aktor Ungkap Kisah Cinta dengan Istri Baru yang Lebih Muda 40 Tahun
-
Mommies Daily
Sontek Warna Hijab Nikita Willy, Ini 7 Warna yang Bikin Wajah Terlihat Cerah!