HaiBunda

PARENTING

Kisah Anak Usia 10 Th Punya IQ Lebih Tinggi dari Einstein, Begini Tingkahnya di Sekolah

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 22 Jul 2025 19:00 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/marchmeena29
Jakarta -

Sebagian besar anak mungkin masih sibuk menghafal perkalian atau bermain game favoritnya di usia 10 tahun. Namun, tidak dengan salah satu anak bernama Krish Arora yang ramai diperbincangkan, beberapa waktu lalu.

Prestasinya tidak hanya mengundang decak kagum, tetapi juga menyita perhatian dunia. Krish Arora baru saja mencetak skor IQ 162, angka yang bahkan melebihi IQ Albert Einstein dan Stephen Hawking.

Dilansir dari The Economic Times, Krish Arora langsung diterima sebagai anggota Mensa, organisasi bergengsi untuk orang-orang dengan IQ tertinggi di dunia.


"Aku ingin membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk semua orang," ujar Krish.

Tak berhenti di situ, Krish juga berhasil lolos ke grammar school paling prestisius di Inggris. Sekolah ini dikenal dengan standar akademiknya yang sangat tinggi.

Krish membuktikan diri sebagai anak jenius dengan bergabung ke sekolah elit di Inggris

Diterima sebagai anggota Mensa menjadi pencapaian luar biasa bagi Krish. Organisasi ini dikenal sebagai komunitas eksklusif bagi individu dengan IQ tertinggi di dunia.

Di usianya yang masih sangat muda, Krish sudah membuktikan bahwa dirinya termasuk dalam kategori tersebut. Tak hanya itu, ia juga berhasil lolos ke Queen Elizabeth's School, salah satu grammar school terbaik di Inggris.

Sekolah ini dikenal memiliki standar akademik yang sangat tinggi, dengan proses seleksi masuk yang ketat dan tidak mudah dilalui. Banyak calon siswa yang gagal karena ujian masuknya terkenal sulit dan menantang.

Namun, Krish justru merasa ujian yang menjadi syarat masuk sekolah tersebut tidak cukup menantang baginya. Ia bahkan menganggap soal-soal dalam tes itu terlalu mudah dan kurang menggugah rasa ingin tahunya.

"Ujian 11-plus terlalu mudah," kata Krish.

Hal tersebut memberikan gambaran bahwa betapa tajamnya kemampuan berpikir Krish di usianya yang masih belia. Ia pun berharap sekolah barunya bisa memberinya ruang untuk terus berkembang dan tertantang secara intelektual.

Ketidaknyamanan di sekolah dasar jadi titik awal perjalanan akademik Krish

Meskipun dikenal sebagai anak jenius, perjalanan Krish tidak selalu menyenangkan. Ia sempat merasa frustasi dan tidak betah dengan lingkungan sekolah dasarnya yang menurutnya terlalu monoton dan kurang menantang.

Pelajaran yang diberikan pun tidak mampu memicu rasa ingin tahunya yang tinggi. Krish merasa waktu di sekolah hanya dihabiskan untuk mengerjakan hal-hal yang terlalu mudah.

"Sekolah dasar membosankan, aku tidak belajar apa-apa," ujarnya.

Saat anak-anak lain seusianya masih fokus pada pelajaran dasar, Krish justru sudah tertarik mempelajari konsep matematika yang lebih kompleks seperti aljabar. Menurut Krish, tantangan dalam soal-soal yang lebih rumit membuat proses belajar jadi terasa lebih seru dan memuaskan.

Nah, Bunda, pengalaman ini bisa menjadi pelajaran penting, lho. Saat anak merasa tidak tertantang atau tidak mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan potensinya, semangat belajarnya bisa menurun drastis atau bahkan hilang sama sekali.

Di balik kecerdasannya, Krish juga seorang pianis hebat

Selain di bidang akademik, Krish juga bersinar di dunia musik, Bunda. Ia telah memenangkan berbagai kompetisi bergengsi dan menjadi bagian dari "Hall of Fame" Trinity College of Music.

Dalam waktu hanya enam bulan, Krish mampu menyelesaikan empat jenjang sekaligus. Kini, Krish sudah berada di level grade 7 dalam permainan piano.

Ia juga dikenal mampu memainkan lagu-lagu rumit hanya dengan mengandalkan ingatan. Kemampuan spesial yang dimiliki Krish ini membuat banyak orang terkagum-kagum.

Kepercayaan dirinya tumbuh seiring seringnya ia tampil di depan umum dan memenangkan banyak penghargaan. "Aku tidak gugup saat tampil di kompetisi musik," kata Krish.

Minat pada catur dan teka-teki membentuk pola pikir Krish sejak usia dini

Selain unggul di akademik dan musik, Krish juga memiliki ketertarikan besar pada catur dan permainan logika. Ia gemar menyelesaikan berbagai teka-teki dan teka silang sejak kecil, bahkan menjadikannya sebagai hobi harian yang menyenangkan.

Kini, Krish bahkan bisa mengalahkan pelatih caturnya sendiri. Orang tuanya, Mauli dan Nischa yang merupakan seorang insinyur, sejak awal sudah menyadari keistimewaan dan potensi besar yang dimiliki Krish.

Mereka pun memberikan les tambahan yang disesuaikan dengan minat dan bakat Krish. Salah satunya adalah pelatihan khusus untuk catur, agar kemampuannya semakin terasah secara optimal.

Dukungan seperti inilah yang membuat Krish berkembang pesat di berbagai bidang. Kalau minat anak dikenali dan didukung dengan tepat sejak dini, maka perkembangannya bisa jauh melebihi yang dibayangkan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Upaya yang Bisa Bunda Lakukan agar Anak jenius Sejak dalam Kandungan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Suami Maissy Akhirnya Muncul, Ungkap Sudah Pisah Tempat Tinggal

Mom's Life Amira Salsabila

Babymoon Tiba-tiba Jadi Tren di Korea Selatan, Ini Alasan di Baliknya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Momen BCL Masak Rendang 7 Kg Jelang Lebaran, Habiskan Waktu hingga 6 Jam

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bahaya Wabah Campak untuk Anak-anak, Ketahui Penyebab hingga Cara Cegah Penularannya

Parenting dr. Ari Prayoga, Sp.A

Cerita Remaja yang Hanya Bisa Makan Makanan Serba Kuning dan Kering

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Resep Bomdong Bibimbap, Makanan Viral Baru yang Geser Popularitas Dubai Chewy Cookie

Cerita Remaja yang Hanya Bisa Makan Makanan Serba Kuning dan Kering

Babymoon Tiba-tiba Jadi Tren di Korea Selatan, Ini Alasan di Baliknya

Ketahuan Tak Salat Jumat, Pria Muslim di Negara Ini Terancam Penjara 2 Tahun

Bahaya Wabah Campak untuk Anak-anak, Ketahui Penyebab hingga Cara Cegah Penularannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK