PARENTING
Skin to Skin pada Bayi Prematur Disebut Dapat Meningkatkan Perkembangan Otak
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Rabu, 08 Oct 2025 21:20 WIBAktivitas skin to skin pada bayi prematur menjadi momen penting di setiap detik pertama kehidupan mereka, Bunda.
Sentuhan kulit ke kulit antara orang tua dan bayi kini kembali terbukti memberikan dampak yang luar biasa bagi bayi prematur, terutama dalam mendukung perkembangan otaknya.
Melansir dari laman Neuroscience, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology edisi 24 September 2025 menemukan bayi prematur yang sering mendapat kontak skin to skin selama dirawat di rumah sakit mengalami perkembangan otak yang lebih baik.
"Kontak skin to skin pada bayi prematur telah terbukti memberikan banyak manfaat. Penelitian sebelumnya telah mengaitkannya dengan peningkatan ikatan antara orang tua dan bayi, kualitas tidur, fungsi jantung dan paru, serta pertumbuhan, juga penurunan rasa sakit dan stres," ujar penulis studi dari Burke Neurological Institute di White Plains, New York, Dr. Katherine E. Travis, PhD.
"Temuan kami pada bayi yang lahir sangat prematur menunjukkan bahwa perawatan kulit ke kulit juga dapat berperan dalam membentuk perkembangan awal otak, menyoroti pentingnya pengalaman pengasuhan pada minggu-minggu pertama kehidupan bayi prematur," tambahnya.
Manfaat besar skin to skin bagi bayi prematur
Penelitian ini melibatkan 88 bayi prematur dengan usia kehamilan rata-rata 29 minggu dan berat sekitar 1,2 kilogram, menilik dari Neuroscience. Mereka menjalani masa perawatan di rumah sakit selama kurang lebih dua bulan sebelum akhirnya dinyatakan stabil.
Tujuan utama penelitian ini adalah menelusuri apakah pelukan skin to skin atau yang dikenal sebagai kangaroo care, berhubungan dengan perkembangan otak bayi.
Selama penelitian berlangsung, para ahli mencatat seberapa sering dan berapa lama keluarga melakukan skin to skin dengan bayi mereka. Rata-rata, keluarga mengunjungi bayinya sekali dalam sehari.
Menariknya, setiap sesi perawatan kulit ke kulit berlangsung sekitar 70 menit dan 73 persen di antaranya dilakukan oleh sang Bunda. Secara keseluruhan, waktu yang dihabiskan untuk kontak skin to skin mencapai 24 menit per hari selama masa perawatan di rumah sakit.
Aktivitas skin to skin bantu bentuk koneksi otak bayi prematur
Para peneliti kemudian membandingkan perkembangan jaringan materi putih di otak dengan durasi perawatan skin to skin yang diterima bayi setiap harinya, Bunda.
Mereka kemudian menilai baik dari lamanya waktu setiap sesi maupun total menit per hari yang dihabiskan bersama keluarga.
Hasilnya menunjukkan sesi kontak skin to skin yang lebih lama berkaitan dengan peningkatan pergerakan air di otak atau yang disebut difusivitas pada dua area penting bayi.
Selain itu, sesi yang lebih panjang juga menunjukkan adanya penurunan fraksional anisotropi, yakni ukuran seberapa besar pergerakan air dipengaruhi oleh jaringan sel yang sedang berkembang di otak.
Bukan hanya durasi per sesi, tetapi total waktu kontak skin to skin setiap harinya juga memberikan hasil yang serupa. Semakin sering bayi mendapatkan sentuhan langsung dari keluarga, semakin optimal pula perkembangan area otak bayi prematur.
"Perawatan skin to skin tidak hanya memperkuat ikatan keluarga, tetapi juga dapat membantu membentuk koneksi baru di dalam otak itu sendiri, yang pada akhirnya meningkatkan kesehatan otak bayi secara keseluruhan," kata Katherine.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Mengenal Fantastic Five, Fase Penting Perkembangan Anak Usia 5 Tahun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Menarik, Ini Alasan Kebanyakan Orang Lebih Suka Gendong Bayi dengan Tangan Kiri
Serba-Serbi Perawatan Bayi Prematur yang Bunda Perlu Tahu
Momen Ahok Skin to Skin Contact dengan Bayinya, Yosafat Abimanyu Purnama
Manfaat Skin to Skin bagi Ayah dan Bayi Seperti Chicco Jerikho
TERPOPULER
Menteri PPPA Usulkan Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah, Netizen Menolak Keras
Rumah Baru Cynthia Lamusu & Surya Saputra di Tengah Komplek, Ini 5 Potretnya
Meisya Siregar Ungkap Pengobatan Anak Setelah Idap Autoimun, Awalnya Cuma Batuk Pilek
Terjadi Lagi, Ibu Hamil Ditolak oleh 16 Rumah Sakit di Korea Selatan
ASI Eksklusif 3 Bulan Ubah Gen Bayi jadi Lebih Kuat Bertahun-tahun
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Toner Pad, Bantu Melembapkan Kulit Wajah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Laptop Sleeve Tahan Air dan Affordable
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
20 Tas Sekolah Terbaik Lengkap Anak TK, SD, SMP, dan SMA untuk Perempuan & Laki-laki
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Litter Box Kucing Terbaik Lengkap dari Murah, Tertutup hingga Otomatis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wajan Stainless Steel Terbaik Anti Lengket dan Awet
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Rumah Baru Cynthia Lamusu & Surya Saputra di Tengah Komplek, Ini 5 Potretnya
Menteri PPPA Usulkan Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah, Netizen Menolak Keras
Meisya Siregar Ungkap Pengobatan Anak Setelah Idap Autoimun, Awalnya Cuma Batuk Pilek
ASI Eksklusif 3 Bulan Ubah Gen Bayi jadi Lebih Kuat Bertahun-tahun
Terjadi Lagi, Ibu Hamil Ditolak oleh 16 Rumah Sakit di Korea Selatan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Asahi TREASURE Main ke Kota Tua Jakarta, Hasil Jepretannya Jadi Sorotan
-
Beautynesia
3 Kebiasaan yang Sering Dilakukan Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah
-
Female Daily
Laundry yang Menyita Waktu, Mesin Cuci AI Samsung Tawarkan Solusi Lebih Efisien!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto Gender Reveal Chelsea Islan Bertema Rodeo, Memukau Berbalut Dress Ruffle
-
Mommies Daily
10 Penyebab Bayi Rewel Terus, Ternyata Bukan Cuma Lapar atau Ngantuk!