PARENTING
Ketahui Daftar Imunisasi Anak 1 Tahun, Salah Satunya Vaksin Influenza Bun
Kinan | HaiBunda
Sabtu, 18 Oct 2025 13:40 WIBMemasuki usia 1 tahun ke atas, jadwal imunisasi anak tetap perlu dipenuhi secara lengkap. Tujuannya untuk membantu mengoptimalkan daya tahan tubuh Si Kecil dan mencegah penyakit berbahaya.
Jika imunisasi tak lengkap atau terlambat diberikan, ini bisa menjadi hambatan dalam upaya meningkatkan kekebalan tubuh anak.
Jadi apabila Bunda merasa ada jadwal imunisasi anak yang belum lengkap, segera konsultasi ke dokter untuk mengetahui jadwal susulan dan melengkapinya.
Bagaimana jika anak tidak imunisasi lengkap?
Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi dan anak yang mendapat imunisasi dasar lengkap akan terlindung dari beberapa penyakit berbahaya.
Dengan kata lain, imunisasi lengkap memiliki manfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak, sehingga mereka mampu melawan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut.
Apabila anak tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, maka tubuhnya tidak mempunyai kekebalan yang spesifik terhadap penyakit tersebut.
Anak yang tidak diimunisasi juga berisiko menyebarkan kuman-kuman tersebut ke teman lain di sekitarnya, sehingga dapat menimbulkan wabah.
Jadwal imunisasi anak 1 tahun
Setiap vaksin memiliki manfaat masing-masing untuk mencegah penyakit tertentu. Dari setiap jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh IDAI, beberapa di antaranya adalah vaksin penguat (booster).
Berikut ulasan tentang jadwal imunisasi anak 1 tahun yang penting Bunda ketahui:
1. Hepatitis B
Penyakit hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis, yang dapat merusak hati. Gejala hepatitis B di antaranya badan terasa sangat lemas, mual/muntah, mata dan kulit kekuningan, urine berwarna gelap (seperti air teh), dan warna tinja pucat.
Vaksin hepatitis B bermanfaat untuk mencegah penyakit ini dan diberikan dalam 4 dosis, Bunda.
Dosis pertama diberikan pada usia 0 bulan, kemudian di usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Kemudian di usia 18 bulan, vaksin hepatitis B diberikan sebagai booster.
Di usia 1 tahun, vaksin hepatitis B masih bisa dilakukan catch-up atau melengkapi jadwal yang sebelumnya masih belum lengkap.
2. Polio
Polio adalah penyakit saraf yang menyebabkan kelumpuhan, disebabkan oleh virus Polio. Gejala polio di antaranya lumpuh pada anggota gerak yang sifatnya layu (lemas), terjadi mendadak, kadang disertai demam.
Serupa seperti hepatitis B, vaksin polio diberikan dalam 4 dosis yang perlu dilengkapi sebelum anak berusia 4 bulan.
Di usia 1 tahun, vaksin polio juga untuk catch-up atau melengkapi jadwal yang sebelumnya masih belum lengkap. Berikutnya di usia 18 bulan, imunisasi polio diberikan sebagai booster.
3. DTP
Vaksin DTP ini mencegah 3 penyakit, yaitu difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan). Pemberian dosis pertama pada usia 2-4 bulan dengan jeda 1 bulan setiap dosisnya.
Booster untuk vaksin DTP dilakukan dua kali. Pertama pada usia 18 bulan, nanti berikutnya di usia 5 hingga 7 tahun. Untuk catch-up, vaksin DTP bisa juga diberikan pada saat anak berusia 1 tahun.
4. Vaksin Hib
Vaksin ini dapat melindungi tubuh anak dari infeksi bakteri Haemophilus influenzae type B (HiB) yang menyebabkan berbagai jenis penyakit.
Vaksin primer Hib diberikan dalam 3 dosis. Dosis pertama diberikan pada usia 2 bulan, kemudian di usia 3 bulan dan 4 bulan. Berikutnya dosis booster diberikan di usia 18 bulan.
5. PCV
Vaksin PCV atau Pneumococcal Conjugate Vaccine adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi bakteri pneumokokus, yaitu jenis bakteri penyebab penyakit pneumonia dan meningitis.
Vaksin primer ini diberikan pada usia 1 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Nantinya di usia 1 tahun, vaksin PCV diberikan sebagai booster.
6. Influenza
Anak dianjurkan untuk mendapatkan suntik vaksin influenza setelah berusia 6 bulan ke atas. Imunisasi booster dapat dilakukan sebanyak satu dosis untuk setiap tahunnya.
7. MR/MMR
Vaksin MR/MMR bermanfaat untuk mencegah penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan campak jerman (rubella). Ketiganya disebabkan oleh kelompok virus yang sama.
Vaksin MR diberikan pada usia 9 bulan. Di usia 1 tahun bisa diberikan sebagai catch-up jika sebelumnya terlambat atau belum lengkap. Nanti di usia 15 hingga 18 bulan, imunisasi booster MR/MMR dapat diberikan.
8. Japanese Encephalitis (JE)
Japanese Encephalitis (JE) adalah salah satu penyebab utama radang otak akibat infeksi virus. Dosis pertama vaksin JE diberikan pada usia 9 bulan, atau jika terlewat maka masih bisa catch-up di usia 1 tahun.
Vaksin booster (untuk yang tinggal di daerah endemis) diberikan 1-2 tahun kemudian untuk perlindungan jangka panjang.
9. Varisela
Vaksin varisela bermanfaat untuk mencegah penyakit cacar air yang disebabkan oleh kelompok virus varicella. Pada usia 1 hingga 12 tahun vaksin diberikan dua dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan.
10. Hepatitis A
Sesuai namanya, vaksin hepatitis A berfungsi mencegah penyakit tersebut. Imunisasi dilakukan dalam 2 dosis lewat suntikan intramuskular pada saat anak berusia 1 tahun, dengan interval 6-18 bulan.
Itulah hal tentang daftar jadwal imunisasi anak 1 tahun. Jika terlambat atau Bunda ragu apakah Si Kecil masih bisa melengkapinya, lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Ketahui Jadwal Makan MPASI yang Ideal Bayi Usia 6-12 Bulan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cara Lingkar Kepala Bayi Baru Lahir, Simak Angka Normal untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun Sesuai Rekomendasi IDAI
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
Yuk, Simak Saran Dokter Sebelum Memijat Bayi
TERPOPULER
105 Nama Bayi Elegan yang Terkesan Mewah, Klasik hingga Modern Beserta Artinya
7 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Ratusan Chat Belum Dibaca Sampai Menumpuk
11 Ciri Kepribadian Anak yang Dibesarkan oleh Orang Tua Moodyan
Singapura Larang Penggunaan HP di Sekolah, Siswa Kini Lebih Asyik Bermain
Studi Temukan Paparan Bahan Kimia Ini Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran Berulang
REKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Ide Menu Siap Saji Lebaran Hemat tapi Tetap "Wah" untuk Keluarga Besar
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Ratusan Chat Belum Dibaca Sampai Menumpuk
11 Ciri Kepribadian Anak yang Dibesarkan oleh Orang Tua Moodyan
105 Nama Bayi Elegan yang Terkesan Mewah, Klasik hingga Modern Beserta Artinya
Singapura Larang Penggunaan HP di Sekolah, Siswa Kini Lebih Asyik Bermain
Tak hanya Menutrisi, Asam Lemak ASI Juga Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Aktor Lee Sang-bo Meninggal Dunia, Polisi Masih Selidiki Penyebab
-
Beautynesia
5 Ciri Pasangan yang Terlihat Sangat Penyayang Padahal Sebenarnya Sangat Posesif dan Mengontrol
-
Female Daily
Rawan Spoiler, Ini 5 Alasan Kenapa Film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’ Layak Kamu Tonton!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Teriakan Pelaku Bisnis Mode, Mulai Khawatir Dampak Perang Iran-AS
-
Mommies Daily
Disney Adventure Berlayar di Singapura! Ini Fasilitas, Kegiatan, dan Daftar Harga Kamar