HaiBunda

PARENTING

Ternyata Kesulitan Anak Membaca Bisa Terlihat Sejak Usia 18 Bulan, Ini Penjelasan Studi

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Sabtu, 03 Jan 2026 17:40 WIB
Ilustrasi Anak Bisa Menunjukkan Keterampilan & Kesulitan Membaca Lebih Dini/Foto: Getty Images/cgdeaw
Jakarta -

Perkembangan membaca anak ternyata bisa terlihat lebih cepat dari yang kita kira lho, Bunda. Penelitian terbaru dari Harvard Graduate School of Education menunjukkan bahwa kemampuan ini mungkin sudah mulai terbentuk sejak bayi.

Menilik dari The Harvard Gazette, para ahli sebelumnya telah mengetahui kalau keterampilan membaca anak dapat terlihat sebelum mereka masuk taman kanak-kanak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perbedaan keterampilan antara anak yang memiliki kesulitan membaca dan yang tidak sudah mulai tampak sejak usia 18 bulan. 

Penelitian ini dilakukan di laboratorium Amerika Serikat oleh seorang profesor pendidikan, Nadine Gaab. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan kemampuan membaca anak sudah bisa terlihat lebih awal, bukan pada saat di usia 5 atau 6 tahun.


Sebagai orang tua, hasil ini penting ya karena kita bisa lebih cepat mengenali anak yang mungkin kesulitan dalam membaca. Simak selengkapnya, yuk. 

Penelitian ungkap kemampuan membaca anak mulai terlihat lebih dini

Nadine Gaab dan timnya, termasuk Ted Turesky, Elizabeth Escalante, dan Megan Loh, bekerja dengan 130 peserta penelitian. Peserta termuda baru berusia 3 bulan, dengan 80 orang dari Boston dan 50 orang dari Kanada.

Selama sepuluh tahun terakhir, para peneliti memantau perkembangan otak anak sejak bayi hingga kanak-kanak. Mereka juga mengamati hubungannya dengan kemampuan membaca menggunakan pemindaian MRI dan data dari Calgary Preschool MRI Dataset.

Menurut Ted Turesky, studi lain punya sampel yang lebih besar daripada penelitian mereka. Namun, penelitian-penelitian itu lebih menyoroti perkembangan otak anak secara biasa, bukan kemampuan membaca secara khusus.

"Studi-studi lain tersebut memiliki ukuran sampel yang lebih besar daripada yang kami lakukan, tetapi mereka jauh lebih fokus pada perkembangan otak yang tipikal," kata Turesky.

Lebih lanjut, Nadine Gaab menyampaikan bahwa membaca anak tidak hanya dimulai saat sekolah, Bunda. Beberapa kemampuan dasar untuk membaca sudah mulai muncul sejak bayi masih di dalam kandungan.

"Kebanyakan orang mengira kemampuan membaca baru dimulai saat anak masuk sekolah atau mulai belajar ABC. Padahal, kemampuan membaca kemungkinan sudah mulai berkembang sejak bayi masih dalam kandungan, karena keterampilan penting seperti pemrosesan suara dan bahasa, yang menjadi bagian dari bahasa lisan, sudah mulai terbentuk di dalam rahim," kata Gaab.

MRI dan penilaian kognitif bantu memahami perkembangan membaca anak

Penelitian ini tidak hanya menggunakan pemindaian MRI, tapi juga menilai kemampuan bahasa dan kognitif anak. Mereka juga melihat bahasa yang digunakan di rumah untuk memahami pengaruhnya pada keterampilan anak dalam membaca.

Menurut Nadine Gaab, otak anak-anak sudah menunjukkan perbedaan saat mereka memulai sekolah. Perbedaan tersebut mulai terlihat jauh sebelum masa taman kanak-kanak.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa sebagian anak memulai hari pertama sekolah dengan kondisi otak yang belum optimal untuk belajar membaca. Perbedaan ini sudah muncul jauh sebelum anak masuk taman kanak-kanak," ungkapnya.

Penelitian ini didukung oleh National Institutes of Health (NIH) dan bisa memberi informasi penting untuk pendidikan. Gaab dan tim berencana akan melacak anak-anak sampai sekolah menengah, tapi pendanaan baru-baru ini membuat rencana itu belum pasti.

Enggak cuma itu, kemampuan bahasa lisan sangat penting pada empat tahun pertama anak membaca, Bunda. Peneliti pun berencana melacak anak-anak beberapa tahun ke depan untuk mempelajari pemahaman teks baca mereka.

Jadi, kita bisa simpulkan bahwa kemampuan membaca anak bisa terlihat lebih dini. Kemudian, perbedaan antara anak yang mengalami kesulitan membaca dan yang tidak sudah tampak sejak usia 18 bulan, Bunda.

Itulah penjelasan tentang kemampuan anak yang sudah mulai terlihat dalam membaca lebih awal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Mitos atau Fakta, Jumlah Anak Laki-laki Berpengaruh ke Usia Bunda?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Wajah Dua Anak Tessa Kaunang yang Sudah Dewasa Curi Perhatian, Intip Potret Terbarunya

Mom's Life Amira Salsabila

15 Menu Ibu Menyusui agar ASI Banyak dan Bayi Cerdas

Menyusui Melly Febrida

Cerita Bunda Turun 21 Kg dalam Waktu 10 Bulan usai Melahirkan Tanpa Diet Ketat

Kehamilan Indah Ramadhani

Ketahui Pentingnya Vitamin K untuk Bayi Baru Lahir

Parenting Asri Ediyati

Treadmill 12-3-30 Diklaim Lebih Efektif Bakar Lemak Dibanding Lari, Begini Caranya

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Wajah Dua Anak Tessa Kaunang yang Sudah Dewasa Curi Perhatian, Intip Potret Terbarunya

Ketahui Pentingnya Vitamin K untuk Bayi Baru Lahir

15 Menu Ibu Menyusui agar ASI Banyak dan Bayi Cerdas

Cerita Bunda Turun 21 Kg dalam Waktu 10 Bulan usai Melahirkan Tanpa Diet Ketat

Potret Ario Bayu Liburan ke Kampung Halaman Istri di Prancis

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK