PARENTING
7 Cara Sederhana Ciptakan Rutinitas Tidur untuk Anak Usia 1 Tahun ke Atas
Asri Ediyati | HaiBunda
Jumat, 02 Jan 2026 16:30 WIBBanyak orang tua merasa menjaga waktu tidur balita menjadi bagian tersulit dalam mengasuh anak sehari-hari. Anak-anak seusia ini sering menolak tidur, terutama jika mereka memiliki kakak yang masih terjaga. Apakah Bunda mengalami hal yang sama?
Beberapa anak mungkin kesulitan untuk tenang dan bersiap tidur, terutama jika mereka baru saja menjalani hari yang menyenangkan. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membantu anak bersantai setelah seharian beraktivitas.
Lucunya, balita juga cukup kreatif dalam urusan menunda waktu tidur. Begitu tiba waktu tidur, mereka senang menciptakan berbagai macam 'tugas' yang sangat 'penting' seolah harus segera dikerjakan.
Entah itu minum air, mencari mobil pemadam kebakaran, atau membacakan cerita, mereka dapat menemukan seribu alasan untuk menunda tidur. Bagi beberapa anak, mereka hanya ingin terjaga bersama orang tua selama mungkin.
Sebagai orang tua, kita perlu tegas. Tugas kita adalah memutuskan kapan waktu tidur. Rutinitas tidur yang teratur bukanlah tugas yang seharusnya kita serahkan kepada balita.
Kita sering menunggu tanda-tanda kelelahan atau bertanya kepada anak-anak apakah mereka siap tidur, tetapi ini mungkin berarti kita akhirnya menunggu terlalu lama dan pada akhirnya membuat anak yang terlalu lelah untuk tenang. Tidur mereka pun menjadi jauh lebih sulit.
Dilansir Parenting Place, hal pertama yang perlu dicoba adalah menetapkan rutinitas tidur yang konsisten. Anak-anak menyukai rasa aman dari keteraturan yang dapat diprediksi. Buatlah rencana kecil dan gunakan sebagai panduan referensi Bunda.
Cara sederhana ciptakan rutinitas tidur anak usia 1 tahun ke atas
Ada beberapa cara sederhana yang bisa menciptakan rutinitas tidur yang lebih teratur untuk anak usia 1 tahun ke atas.
1. Mulai persiapan waktu tidur lebih awal
Balita cenderung rewel ketika sudah terlalu lelah dan waktu tidurnya terlewat. Mengutip Motherly, ketika waktu tidur terlewat, kortisol meningkat dan tidur menjadi lebih sulit. Jadi, coba mulai persiapan waktu tidur lebih awal. Mulailah menenangkan diri 60 hingga 90 menit sebelum tidur.
Misalnya, redupkan lampu setelah makan malam, jaga agar permainan tetap tenang, dan usahakan transisi yang tenang. Jika waktu tidur telah terlambat, majukan 10 hingga 15 menit setiap beberapa malam hingga balita tertidur dalam waktu sekitar 20 hingga 30 menit.
Dilansir Mayo Clinic sebelum tidur, lakukan rutinitas malam, mematikan elektronik, menghindari permainan aktif menjelang waktu tidur, dan menyalakan lampu malam jika diperlukan.
2. Buat rutinitas yang singkat dan mudah diulang
Rutinitas memberi tahu tubuh bahwa aman untuk beristirahat. Buatlah rutinitas yang singkat dan mudah diulang agar tetap efektif di malam yang sibuk. Misalnya sikat gigi, baca dua buku, berdoa, dan matikan lampu. Bunda bisa membuat bagan rutinitas tidur dengan gambar yang dapat mereka tunjuk untuk membantu balita.
American Academy of Pediatrics menekankan untuk membuat rutinitas dengan urutan yang singkat dan mudah diulang sehingga balita tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dan dapat lebih mudah tenang.
3. Tawarkan pilihan sederhana agar Si Kecil mau kerja sama
Balita umumnya tidak mau diatur dan itu natural, Bunda. Pilihan yang sederhana dalam rutinitas memberi mereka kendali nyata tanpa mengganggu tidur.
Misalnya, tawarkan dua pilihan yang disetujui untuk tidur di setiap langkah, seperti “Sikat gigi di bangku atau di anak tangga?” “Baca buku truk atau buku beruang?” Batasi pilihan hingga dua dan batasi waktu. Ini membuat tetap tenang dan fokus pada saat yang sama.
4. Luangkan waktu singkat untuk ikuti arahan mereka
Cobalah 10 menit "waktu khusus" di mana Bunda mengikuti arahan mereka. Misalnya, “Ini waktu khusus kita. Kamu yang memilih permainan, nanti Bunda ikut main bersama kamu” Setelah itu, jembatani ke tidur dengan isyarat koneksi seperti pelukan, ritual selamat malam keluarga, atau doa bersama menjelang tidur.
5. Gunakan isyarat sensorik yang menenangkan sistem saraf
Lingkungan itu penting. Gelapkan ruangan dengan tirai penutup, turunkan suhu sedikit, dan gunakan white noise untuk menutupi suara di sekitar rumah. Jaga pencahayaan tetap hangat dan lembut selama rutinitas dan hindari lampu langit-langit yang terang. Beri pelukan atau boneka kesayangan, pertahankan konsistensi tersebut. Isyarat-isyarat tersebut menandakan waktunya tidur, tanpa kata-kata.
6. Beri batasan yang jelas
Balita paling baik mengatasi batasan ketika batasan tersebut dapat diprediksi dan terhubung dengan rutinitas. Gunakan hitungan mundur dan pengatur waktu untuk membatasinya. "Dua menit lagi bermain mainan, lalu kita tidur ya." Jika balita menangis, cobalah untuk memeriksa keadaan mereka secara singkat, namun tetap konsisten, dan tenang.
7. Atasi masalah tidur Si Kecil
Bunda dapat menyelesaikan masalah yang paling umum terjadi saat tidur. Jika balita bangun karena lapar, tambahkan camilan kecil protein-karbohidrat sebelum tidur seperti yogurt atau pisang dengan selai kacang 30 hingga 60 menit sebelum tidur.
Jika waktu tidur tiba-tiba tertunda setelah transisi tidur siang, beri waktu tenang di siang hari dengan membaca buku atau beristirahat agar waktu tidur tidak terlalu awal atau terlalu larut. Selain itu, penting untuk tidak lagi screen time setidaknya satu jam sebelum tidur dan beralihlah ke permainan yang lebih tenang atau cerita.
Demikian ulasan mengenai cara membuat anak tidur teratur. Bisa dicoba di rumah mulai sekarang ya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Bunda Perlu Tahu, 3 Cara Mengubah Jam Tidur Bayi yang Terbalik
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Kriteria Tempat Tidur Bayi yang Ideal, Jangan Asal Pilih Bun!
Bayi Lebih Baik Tidur di Kamar Gelap atau Terang? Ketahui Batas Usia & Fakta Menarik Lainnya
5 Cara Mengatasi Bayi Baru Lahir Begadang Setiap Malam, Kenalkan Siang & Malam
Jam Tidur Bayi Normal Usia 0-12 Bulan & Cara Mengatur agar Tak Buat Bunda Begadang
TERPOPULER
9 Tanda Bahaya saat Tubuh Kelebihan Gula, Termasuk Sering Kehausan
12 Jenis Penyakit Gatal pada Kulit yang Bisa Menyerang Anak
Fenomena Unik di Korea, Orang Kaya Ramai-ramai Mau jadi 'Miskin'
Andhara Early dan Suami Cerai Setelah 14 Th Nikah, Akui Bukan Keputusan Mudah
Mata Panda Bikin Nggak PD? Ini Kandungan Eye Cream yang Wajib Dicari
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
PROTERAL Junior, Solusi Nutrisi untuk Si Kecil yang Suka Pilih-pilih Makan
Tim HaiBundaTERBARU DARI HAIBUNDA
Andhara Early dan Suami Cerai Setelah 14 Th Nikah, Akui Bukan Keputusan Mudah
Mata Panda Bikin Nggak PD? Ini Kandungan Eye Cream yang Wajib Dicari
12 Jenis Penyakit Gatal pada Kulit yang Bisa Menyerang Anak
9 Tanda Bahaya saat Tubuh Kelebihan Gula, Termasuk Sering Kehausan
11 Skill Ibu Rumah Tangga yang Bisa Bunda Cantumkan di CV
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Kisah di Balik Kencan Berbayar dengan Idola Jepang, Identitas Bodyguard Disorot
-
Beautynesia
ITZY Umumkan World Tour 'Tunnel Vision', Indonesia Termasuk?
-
Female Daily
Siap Ketemu Kim Seon Ho dan Go Youn Jung di Jakarta? Catat Informasi Ini!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tren Fashion 2026 dari Pinterest, Minimalism Out, Gaya Dramatis Mendominasi
-
Mommies Daily
10 Taman Bermain Outdoor untuk Anak di Jabodetabek, Ada Tebet Eco Park hingga Peruri