Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

14 Sifat yang Menjadi Ciri Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua Saat Kecil Menurut Psikolog

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Jumat, 09 Jan 2026 09:30 WIB

7 Nilai Penting untuk Diajarkan ke Anak
Ilustrasi Sifat yang Menjadi Ciri Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua Saat Kecil/Foto: Getty Images/iStockphoto/Sunan Wongsa-nga
Daftar Isi
Jakarta -

Seperti halnya tanaman yang perlu cahaya matahari, anak ternyata juga butuh perhatian dan kasih sayang untuk tumbuh dengan sehat, lho. Ya, kurangnya kasih sayang saat mereka kecil bisa terlihat dari kebiasaan keseharian mereka, Bunda.

Kita mungkin saja melihat beberapa anak berbeda dari teman seusianya. Hal seperti ini terkadang membuat orang tua jadi ingin tahu, apakah ada yang kurang dari cara kita mendampingi mereka?

Perlu ketahui bersama bahwa pengalaman masa kecil anak bisa meninggalkan 'jejak' yang bertahan hingga lama, bahkan bertahun-tahun, Bunda. Kurangnya kasih sayang juga bisa berpengaruh pada cara anak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pastinya semua orang tua menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan bahagia, bukan? Maka dari itu, Bunda perlu kenali sifat apa saja yang menjadi ciri bahwa anak kurang kasih sayang dari orang tuanya.

14 Sifat yang menjadi ciri anak kurang kasih sayang orang tua saat kecil menurut psikolog

Dilansir dari laman Parade, psikolog klinis di Amerika Serikat dan Kanada, Thea Gallagher dan Caitlin Slavens, membagikan beberapa sifat yang menjadi tanda anak kurang kasih sayang dari orang tuanya saat kecil.

1. Anak terlihat selalu ingin berprestasi

Beberapa anak terlihat selalu berusaha menjadi yang terbaik di segala hal. Kadang, mereka mendorong diri sendiri lebih keras daripada teman seusianya.

Hal ini juga dikatakan oleh psikolog Slavens, bahwa anak yang mengalami kurang kasih sayang kerap menunjukkan perilaku ini. Mereka ingin merasa dihargai dan diakui oleh orang di sekitarnya.

"Orang-orang yang pernah mengalami hal ini mungkin menjadi 'pelaku,' dan terus berusaha membuktikan nilai diri mereka melalui prestasi. Ini adalah cara bagi mereka untuk mencari pengakuan yang tidak mereka dapatkan saat masih kecil," ungkap Slavens.

2. Selalu berusaha menyenangkan orang lain

Terkadang, ada anak yang selalu ingin orang lain senang, bahkan sebelum memikirkan dirinya sendiri. Menurut psikolog Slavens, hal ini bisa bikin mereka lebih memprioritaskan kebutuhan orang lain terlebih dahulu.

"Untuk merasa dihargai, mereka mungkin memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan mereka sendiri, bahkan ketika hal itu mengorbankan kenyamanan atau kesejahteraan mereka sendiri," jelas Slavens.

Kebiasaan seperti ini membuat mereka kerap menekan perasaan atau keinginannya sendiri, Bunda. Mereka juga rela berkorban demi orang lain tanpa meminta imbalan apa pun.

"Mereka mungkin juga melakukan ini untuk mendapatkan kasih sayang yang selama ini mereka lewatkan dan berusaha keras untuk menyenangkan orang lain," jelas psikolog Gallagher.

3. Bersikap terlalu kritis terhadap diri sendiri

Anak yang kurang mendapat kata-kata penyemangat biasanya tumbuh menjadi pribadi yang sangat keras pada dirinya sendiri. Mereka merasa bahwa kesalahan kecil adalah kegagalan 'besar' yang tak bisa dimaafkan begitu saja.

"Seseorang yang tidak banyak menerima kasih sayang selama masa kecilnya mungkin sering kali sangat keras pada diri sendiri saat dewasa, dengan suara batin negatif yang mengatakan, 'Aku tidak cukup baik' atau, 'Aku harus menjadi lebih baik' karena mereka tumbuh tanpa suara-suara yang menguatkan," ungkap Slavens.

Rasa tidak percaya diri ini terlihat karena mereka terbiasa berjuang sendirian tanpa adanya dukungan dari orang tuanya. Mereka selalu merasa harus tampil sempurna supaya bisa merasa berharga di mata orang lain.

4. Sulit menjaga emosi tetap stabil

3 Dampak Melarang Anak Menangis saat Masih KecilIlustrasi/Foto: Getty Images/yongyuan

Anak yang tumbuh tanpa bimbingan kasih sayang biasanya akan merasa bingung ketika harus menghadapi perasaan yang meluap. Mereka kerap tidak tahu bagaimana cara menyalurkan rasa sedihnya dengan cara yang lebih sehat.

Nah, kondisi seperti ini jika dibiarkan akan terbawa hingga mereka beranjak dewasa, Bunda.

"Tanpa dukungan emosional sejak dini, mereka mungkin kesulitan mengelola perasaan mereka ketika dewasa. Hal ini dapat menyebabkan mereka mengalami perubahan suasana hati atau ledakan emosi," jelas psikolog Gallagher.

5. Selalu merasa sepi meski punya banyak teman

Anak yang merasa kurang kasih sayang cenderung merasakan 'kekosongan' yang terus menerus di hatinya. Perasaan ini bisa sangat terlihat bahkan saat mereka sedang bermain atau berkumpul bersama teman-temannya.

"Meskipun dikelilingi oleh banyak orang, seseorang yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang mungkin akan merasakan kesepian dan isolasi yang terus-menerus sebagai orang dewasa," kata Gallagher.

6. Merasa bingung dengan jati dirinya sendiri

Anak yang tumbuh tanpa cukup kasih sayang suka merasa kesulitan untuk mengenal siapa dirinya yang sebenarnya. Kekosongan ini bikin mereka sulit memahami apa yang sebenarnya jadi keinginan atau tujuan hidup mereka saat beranjak dewasa nanti.

"Sebagai orang dewasa, mereka mungkin memiliki rasa identitas yang lemah atau membingungkan. Mereka juga akan merasa tidak yakin tentang siapa diri mereka atau apa yang mereka inginkan dalam hidup," tutur Gallagher.

7. Sulit mengenali dan menghargai kebutuhan sendiri

Anak-anak yang terbiasa diabaikan perasaannya cenderung tumbuh menjadi pribadi yang lupa caranya mempedulikan diri sendiri, Bunda. Mereka tak jarang merasa bingung saat menentukan apa yang sebenarnya mereka butuhkan karena terbiasa mendahulukan orang lain.

Kebiasaan ini bisa saja terbawa hingga dewasa dan membuat mereka sulit untuk berkata 'tidak' pada hal-hal yang melelahkan baginya.

"Karena kebutuhan mereka sendiri tidak diakui saat masih anak-anak, ketika mereka tumbuh dewasa, mereka mungkin tidak sepenuhnya memahami atau memprioritaskan kebutuhan dan batasan pribadi mereka," kata Slavens.

8. Merasa tidak nyaman saat menerima perhatian

Anak yang jarang mendapatkan kasih sayang di masa kecil biasanya akan merasa sangat canggung ketika diberikan perhatian oleh orang lain. Mereka suka merasa curiga saat ada seseorang yang tulus memberikan kebaikan. Bukan tanpa alasan, hal ini karena sebenarnya terasa asing bagi mereka, Bunda. 

9. Takut ditinggalkan orang terdekatnya

Bunda, anak yang kurang mendapat kasih sayang sejak kecil tak jarang tumbuh dengan rasa cemas akan ditinggal sendirian. Mereka merasa kalau dunia ini tidak aman, sehingga kerap merasa khawatir jika orang-orang yang mereka cintai tiba-tiba pergi menjauh.

"Mereka bisa memiliki ketakutan yang hebat akan ditinggalkan sendirian oleh seseorang yang dekat dengan mereka, yang dapat menyebabkan mereka berpegang teguh pada hubungan atau menjauhkan orang lain untuk menghindari potensi terluka," ujar Gallagher.

10. Sulit menaruh kepercayaan pada orang lain

9 Kesalahan Orang Tua yang Rentan Membuat Anak Introvert, Termasuk Kasih Julukan PemaluIlustrasi/Foto: Getty Images/Nuttawan Jayawan

Anak yang jarang merasakan kehadiran orang tua secara emosional biasanya akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu ada kecurigaan. Mereka merasa sulit untuk benar-benar mengandalkan orang lain karena sejak kecil tidak memiliki rasa aman dari rumahnya.

"Masalah kepercayaan adalah hal yang umum, karena mereka mungkin telah belajar sejak dini bahwa orang-orang tidak dapat diandalkan atau tidak dapat dipercaya," jelas Gallagher.

11. Terlalu mandiri hingga tidak membutuhkan siapapun

Sering kali, anak-anak yang kurang mendapat kasih sayang tumbuh dengan pribadi yang harus bisa melakukan segalanya sendiri. Cara ini membuat mereka terlihat sangat mandiri di mata orang lain.

Namun di balik semua itu, mereka juga kerap merasa kesepian, Bunda. Anak terbiasa menanggung bebannya sendiri dan sulit membuka diri untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

12. Punya harga diri rendah dan merasa tidak berharga

Anak yang kurang mendapat perhatian dari orang tuanya juga bisa tumbuh dengan perasaan yang tidak berharga. Mereka memiliki pandangan yang 'negatif' terhadap dirinya sendiri dan merasa bahwa diri mereka tidak cukup baik bagi orang lain.

Perasaan ini tentu saja merusak kepercayaan diri mereka secara perlahan, dan merasa tidak layak untuk dicintai oleh orang lain. Akibatnya, mereka suka terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.

13. Takut dan canggung saat ingin membuka diri

Anak yang jarang mendapatkan kasih sayang biasanya akan merasa berat untuk membicarakan isi hatinya kepada orang lain. Mereka memilih untuk memendam semuanya sendirian, karena merasa tidak yakin apakah perasaan mereka akan dihargai atau justru diabaikan.

"Berterus terang tentang perasaan bisa terasa menakutkan bagi orang-orang yang tidak banyak mendapatkan kasih sayang saat tumbuh dewasa, karena mereka tidak terbiasa perasaan mereka divalidasi," tutur Slavens.

14. Takut ditolak dan tidak diterima orang lain

Anak yang kurang mendapatkan kehangatan di masa kecil cenderung memiliki rasa cemas terhadap penilaian orang lain, Bunda. Mereka sering merasa bahwa jika orang tuanya saja tidak memberikan kasih sayang yang cukup, maka orang lain pun mungkin akan melakukan hal yang sama.

Perasaan seperti ini membuat mereka sering menarik diri dari lingkungannya, karena tidak siap menghadapi kemungkinan 'pahit' jika kehadirannya diabaikan. Karena itu, mereka lebih memilih untuk tidak memulai pertemanan baru agar tidak kembali terluka.

Cara membantu anak tumbuh lebih baik dan percaya diri

anak perempuan agar percaya diriIlustrasi/Foto: Getty Images/SunnyVMD

Tak bisa dimungkiri, bahwa membuat anak tumbuh lebih baik diri usai mengalami masa kecil yang kurang kasih sayang memang butuh proses. Tapi tenang, ada beberapa cara yang bisa Bunda coba.

Salah satunya ialah memberikan ruang bagi anak untuk menghadapi situasi yang sulit tanpa harus menjatuhkan harga diri mereka.

Mungkin awalnya anak akan merasa sedikit canggung karena belum terbiasa menerima perhatian atau kasih sayang. Namun, kalau Bunda melakukannya secara konsisten, perlahan-lahan hal tersebut akan terasa nyaman bagi mereka.

Cobalah juga untuk rutin meluangkan waktu saling mengobrol dalam membicarakan perasaan serta apa yang menjadi pemicu masalahnya. Lakukan ini bersama-sama dengan anak, sambil berusaha memberikan kasih sayang dan perhatian yang tulus kepadanya.

Banyak orang dewasa yang dahulu kurang mendapat kasih sayang merasa kesulitan untuk mengenali apa yang mereka rasakan, Bunda. Nah, sebagai orang tua, kita bisa membiasakan anak untuk mengenali emosinya setiap hari.

Jangan lupa juga ya untuk selalu merayakan setiap kemenangan yang berhasil diraih oleh anak. Ketika Bunda menghargai usahanya, sekecil apa pun itu, mereka akan merasa didukung sepenuhnya dalam tumbuh kembangnya.

"Tetapkan tujuan kecil dan rayakan setiap kemenangan, baik itu meluangkan waktu lima menit untuk perawatan diri atau berbagi sesuatu yang mengganggu anak Bunda," pungkas psikolog Slavens.

Itulah penjelasan terkait berbagai sifat yang menjadi ciri anak kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya saat kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda