PARENTING
Anak Tidak Bisa Membaca Jam Analog, Haruskah Khawatir?
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Minggu, 11 Jan 2026 14:50 WIBPerkembangan teknologi memang banyak memudahkan aktivitas keseharian. Namun di balik itu semua, ada beberapa keterampilan yang kini mulai jarang dikuasai anak, salah satunya ialah membaca jam analog.
Kondisi ini belakangan ramai dibicarakan usai pengalaman para guru di luar negeri mencuat ke publik. Dari situ, kemampuan anak membaca jam analog kembali jadi perhatian, Bunda.
Menilik dari New York Post, sejumlah guru di New York menemukan bahwa banyak anak remaja yang merasa kesulitan membaca jam analog. Temuan ini muncul setelah sekolah menerapkan larangan penggunaan gadget selama kegiatan belajar.
Dalam keseharian di kelas, para guru kerap menghadapi situasi serupa saat siswa ingin tahu tentang waktu. Padahal, jam analog terpasang jelas di ruangan kelas, Bunda.
"Pertanyaan yang selalu terdengar adalah, 'Bu, jam berapa sekarang?' Padahal jam terpasang di ruang kelas," ungkap seorang guru di sekolah menengah di Manhattan, Madi Mornhinweg.
Situasi ini kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan orang tua. Lalu Bunda sebaiknya harus bagaimana ya jika anak belum bisa membaca jam analog?
Kapan anak biasanya bisa membaca jam analog?
Bunda tidak perlu merasa khawatir ya jika anak belum bisa membaca jam analog. Keterampilan ini memang butuh proses dan waktu, meski penting untuk dipelajari.
Dikutip dari Begin Learning, anak dapat mulai dikenalkan membaca jam analog sejak taman kanak-kanak hingga awal Sekolah Dasar (SD). Di fase ini, mereka belajar memahami mengenai konsep waktu.
Nah memasuki kelas satu dan dua, pelajaran di sekolah mulai lebih detail, Bunda. Pada tahap ini, kemampuan anak membaca jam biasanya semakin berkembang hingga mereka bisa melakukannya sendiri.
Secara umum, anak belajar membaca jam analog di usia 6 hingga 8 tahun. Ketika masa taman kanak-kanak, anak biasanya baru dikenalkan pada kosakata dasar tentang jam dan belajar membaca waktu yang masih mendekati jam penuh, misalnya pukul 07.00 pagi.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan anak pun semakin matang. Di usia 7 sampai 8 tahun mereka mulai bisa membaca jam dan setengah jam, sementara usia 9 hingga 10 tahun biasanya sudah lebih mahir membaca jam analog hingga satuan menit.
Mengapa jam analog penting meski ada jam digital?
Tak bisa dipungkiri, kini anak lebih sering melihat waktu lewat gadget-nya atau jam digital. Cara ini memang praktis, tapi bisa membuat anak jadi jarang memperhatikan jam analog, Bunda.
Bicara soal ini, ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan kemampuan anak dalam membaca jam analog. Apa saja itu, Bunda?
1. Melatih kemampuan berhitung anak
Saat Si Kecil belajar membaca jam analog, mereka tidak hanya melihat angka saja, tapi juga menghitung jarak antarwaktu. Proses ini mencakup penjumlahan, pengurangan, sampai memahami pecahan.
Kemampuan berhitung ini tanpa terasa seperti saat anak sedang belajar matematika. Mereka pun jadi lebih terbiasa berpikir dalam kesehariannya, Bunda.
2. Memperkaya kosakata tentang waktu
Membaca jam analog dapat membuat anak mengenal banyak istilah tentang waktu. Mulai dari jam, menit, setengah jam, hingga seperempat jam.
Kosakata ini akan sering mereka gunakan dalam kegiatannya sehari-hari, Bunda.
3. Membantu anak memahami hubungan antara jarum dan angka jam
Saat belajar membaca jam, anak pun mulai mengenali hubungan antara jarum jam dan angka, Bunda. Mereka belajar bahwa posisi jarum itu memiliki arti yang berbeda-beda.
Pemahaman seperti ini bisa melatih kemampuan anak dalam melihat pola, baik pada angka maupun jarum jam. Hal ini tentunya penting untuk mendukung proses belajarnya di sekolah.
4. Mengajarkan pentingnya mengatur waktu
Dengan membaca jam analog, anak akan mengerti bahwa waktu memiliki batas dan aturan. Mereka pun belajar kalau setiap kegiatan memiliki waktu mulai dan selesai.
Dari sini, anak perlahan akan paham tentang pentingnya menepati waktu. Hal ini juga membantu mereka dalam membangun rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan orang lain.
5. Menumbuhkan kemandirian dan berpikir kritis
Kemampuan membaca jam analog menjadi cara awal bagi anak untuk mengikuti jadwal. Ketika anak bisa memahami waktu, mereka pun dapat dengan mudah mengambil keputusan dalam kegiatannya.
Lebih dari itu, anak juga belajar berpikir kritis saat harus menyesuaikan posisi jarum dengan waktu yang ditunjukkan, Bunda.
Cara membantu anak mempelajari jam analog
Sekarang setelah tahu pentingnya membaca jam analog, Bunda bisa mulai mengajarkannya di rumah. Tak perlu terburu-buru, yang penting anak paham terlebih dahulu dasarnya. Berikut penjelasan selengkapnya seperti dikutip berbagai sumber:
1. Mulai dari konsep waktu yang sederhana
Bunda bisa menjelaskan tentang waktu pagi, siang, dan malam terlebih dahulu, ya. Setelah itu, hubungkan dengan kegiatan anak sehari-harinya seperti bangun tidur, makan atau berangkat sekolah.
2. Gunakan jam yang mudah dilihat anak
Selanjutnya, Bunda bisa gunakan jam analog dengan angka dan jarum yang terlihat jelas supaya anak tidak bingung. Jam dengan warna cerah atau bergambar biasanya lebih mudah menarik perhatian anak.
3. Kenalkan bagian-bagian jam
Ajari anak membedakan jarum pendek dan jarum panjang secara perlahan. Bunda juga bisa menjelaskan fungsi masing-masing jarum dengan contoh yang sederhana.
4. Kenalkan jam analog dan digital
Meski fokus utama pada jam analog, anak juga perlu dikenalkan jam digital. Bunda bisa jelaskan bahwa keduanya menunjukkan waktu, hanya tampilannya saja yang berbeda.
5. Biasakan menyebut waktu saat berkegiatan
Jangan lupa ya untuk membiasakan menyebut waktu saat melakukan kegiatan harian bersama anak. Misalnya saat akan pergi ke suatu tempat atau waktu makan siang.
6. Buat jadwal harian bersama anak
Bunda bisa membuat jadwal tertulis yang berisi tentang kegiatan harian anak. Lewat cara ini, mereka jadi belajar bahwa setiap kegiatan memiliki waktunya masing-masing.
8. Buat belajar jam terasa seperti bermain
Latihan membaca jam analog akan lebih mudah jika dikemas seperti bermain, Bunda. Semakin sering anak berlatih secara langsung, hasilnya pun akan semakin baik.
Contohnya, anak bisa membuat jam sendiri dari kertas atau menggambar jarum jam. Meski membutuhkan waktu, kemampuan membaca jam akan berkembang seiring berjalannya waktu.
Itulah ulasan seputar anak yang tidak bisa membaca jam analog. Semoga pembahasan ini bisa membantu Bunda, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
3 Jalur Alternatif Bagi Orang Tua yang Terlambat Mendaftarkan Sekolah Anak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam yang Bisa Diajarkan ke Anak
Ekstrakurikuler Bisa Tingkatkan Nilai Akademik Anak? Ini Kata Ahli
3 Kriteria Memilih Tabungan Pendidikan Anak, Bunda Perlu Tahu
5 Cara Sederhana Beri Contoh Baik pada Anak
TERPOPULER
Potret Audy Item setelah Sukses Turunkan Berat Badan, dari Ukuran XXL Kini Jadi Langsing
Anak Terlihat Narsis, Apakah Karena Faktor Keturunan? Ini Kata Psikolog
Keloid Bekas SC: Cara Menghilangkan, Tanda Bahaya & Rekomendasi Obat Salep
10 Ciri-ciri Kepribadian ESTJ, Bisa Diandalkan dan Percaya Diri
Kumpulan Doa Malam Nuzulul Quran Lengkap dengan Arab, Latin & Artinya
REKOMENDASI PRODUK
Keloid Bekas SC: Cara Menghilangkan, Tanda Bahaya & Rekomendasi Obat Salep
Melly FebridaREKOMENDASI PRODUK
6 Stok Makanan Wajib Saat Ditinggal ART Mudik, Praktis dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Skincare Anak Travel Size, Wajib Dibawa saat Mudik
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Snack Diet Lezat yang Bantu Turunkan Berat Badan
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi MPASI Instan untuk Bayi 7 Bulan ke Atas, Praktis buat Mudik
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Innalillahi, Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Bulan Ramadhan
Kumpulan Resep Rendang Padang 1 Kg Terenak dan Cara Membuatnya
Kumpulan Doa Malam Nuzulul Quran Lengkap dengan Arab, Latin & Artinya
10 Ciri-ciri Kepribadian ESTJ, Bisa Diandalkan dan Percaya Diri
Anak Terlihat Narsis, Apakah Karena Faktor Keturunan? Ini Kata Psikolog
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Kisah Bocah 10 Tahun Jual Karya Lukisan demi Bisa Beli Beras
-
Beautynesia
5 Sisi Unik Kepribadian Introvert yang Jarang Diketahui
-
Female Daily
Guardian Hadirkan Inspirasi ‘Raya for Every You’ yang Personal Bagi Konsumen!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tips Kulit Tetap Glowing Saat Puasa agar Cantik di Hari Lebaran
-
Mommies Daily
10 Rekomendasi Produk Pencegah Stretch Mark untuk Ibu Hamil dan Menyusui