HaiBunda

PARENTING

Serius Lindungi Anak, Negara Ini Larang Iklan Junk Food Sebelum Jam 9 Malam

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Kamis, 22 Jan 2026 20:50 WIB
Negara ini larang tayangkan iklan junkfood sebelum jam 9 malam/ Foto: Getty Images/aquaArts studio

Masalah obesitas pada anak kini semakin serius, Bunda. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah anak terpengaruh pada makanan-makanan junk food, yang merupakan salah satu sumber utama obesitas. Hal ini seperti yang dilakukan oleh pemerintah Inggris. 

Sedangkan pada saat ini, junk food merupakan salah satu makanan semakin mudah kita jumpai. Ini merupakan makanan olahan dengan nilai gizi yang rendah, tetapi nilai kalori, lemak jenuh, gula, dan garam yang terkandung begitu tinggi.

Tanpa disadari, anak-anak umumnya juga sering terpapar junk food. Penampilannya yang begitu menarik dan variasinya yang beragam, membuat tak sedikit anak-anak yang menyukainya, bahkan hingga kecanduan.


Selain karena tampilannya menarik, biasanya, cara brand mempromosikan junk food begitu kreatif dan persuasif, sehingga mudah menarik perhatian anak-anak. Itulah yang membuat Inggris kini menerapkan aturan ketat terkait tayangan iklan junk food.

Aturan baru tentang tayangan iklan junk food di Inggris

Pemerintah Inggris tengah berupaya melindungi anak-anak dari efek samping paparan iklan junk food yang kerap membuat anak terpengaruh. Dilansir laman GOV.UK, aturan ini mulai berlaku pada 5 Januari 2026, yang menegaskan bahwa tayangan iklan junk food dilarang tayang di TV sebelum pukul 9 malam.

Bukan tanpa alasan, aturan ini diharapkan dapat menekan setidaknya 20.000 kasus obesitas pada anak di Inggris. Selain itu, pemerintah berharap kebijakan ini dapat mengurangi konsumsi hingga 7,2 miliar kalori dari makanan anak-anak setiap tahunnya.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa iklan makanan dapat membawa pengaruh yang begitu besar terhadap preferensi makanan anak. Sejak usia dini, iklan dapat membentuk kebiasaan dan selera anak terhadap makanan tertentu, terutama junk food.

Oleh karena itu, larangan tayangan iklan difokuskan pada media yang paling sering digunakan anak-anak dan remaja, serta pada waktu-waktu ketika mereka paling banyak mengakses media tersebut. Dengan begitu, pengaruh iklan bisa dikurangi.

Pengaruh konsumsi junk food terhadap kesehatan anak

Dilansir Caterer License, kasus obesitas atau kelebihan berat badan pada anak-anak sekolah dasar di Inggris semakin meningkat. Persentase obesitas anak-anak di Inggris tercatat meningkat dari 22,1 persen menjadi 35,8 persen.

Selain itu, dampak kesehatan dari konsumsi junk food lainnya adalah kerusakan gigi. Diketahui, kerusakan gigi merupakan penyebab utama anak-anak kecil masuk rumah sakit. Ironisnya, kebanyakan dari mereka adalah anak yang berusia 5 sampai 9 tahun.

Pemerintah Inggris menilai kondisi ini sebagai suatu keadaan darurat kesehatan. Hal ini juga disampaikan oleh Wakil Sekretaris Negara untuk Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan Inggris, Ashley Dalton, dalam merespon berjalannya aturan tersebut.

“Dengan membatasi iklan junk food sebelum jam 9 malam dan melarang iklan berbayar online, paparan makanan tidak sehat pun dapat dikurangi, sehingga mengatur pola hidup dan makan yang sehat semakin mudah bagi orang tua dan anak-anak,” tutur Dalton.

Komitmen pemerintah Inggris terhadap kebijakan terbaru

Selain membatasi jadwal tayangan iklan junk food, pemerintah Inggris bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan kampanye kesehatan. Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk membesarkan anak-anak yang sehat dan pertumbuhan ekonomi.

Mereka pun turut memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mencegah pendirian toko makanan cepat saji di sekitar sekolah. Hal ini untuk memaksimalkan dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat bagi anak-anak.

Namun, mengatasi obesitas dan membentuk pola makan sehat pada anak bukanlah hal yang mudah, Bunda. Oleh karenanya, pemerintah turut menetapkan Standar Makanan Sehat untuk mendukung komitmen dan kebijakan tersebut berjalan dengan efektif.

Perubahan dan pembaruan ini merupakan salah satu bagian dari beberapa langkah yang diambil untuk mengangkat anak-anak dari kesulitan dan membantu mereka dalam memberikan kehidupan yang terbaik.

Demikian informasi yang disampaikan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan serta awareness bagi Bunda tentang bahayanya konsumsi junk food untuk anak-anak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Makanan Tinggi Zat Besi untuk Pertumbuhan Anak, Salah Satunya Hati Ayam

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Geng Mamayu Hadiri Lamaran Syifa Hadju & El Rumi, Kesha Ratuliu Terharu

Mom's Life Nadhifa Fitrina

6 Fakta Gaya WOT dalam Berhubungan Intim Suami Istri

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Intip Potret Diar Putri Danang DA & Istri Dokter, Usia 5 Bulan Sudah Diajak Syuting

Parenting Nadhifa Fitrina

Potret Rumah Ibunda Luna Maya di Pulau Rote, Menghadap Langsung ke Pantai

Mom's Life Pritadanes & Annisa Karnesyia

Serius Lindungi Anak, Negara Ini Larang Iklan Junk Food Sebelum Jam 9 Malam

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Geng Mamayu Hadiri Lamaran Syifa Hadju & El Rumi, Kesha Ratuliu Terharu

Intip Potret Diar Putri Danang DA & Istri Dokter, Usia 5 Bulan Sudah Diajak Syuting

6 Fakta Gaya WOT dalam Berhubungan Intim Suami Istri

Serius Lindungi Anak, Negara Ini Larang Iklan Junk Food Sebelum Jam 9 Malam

Cha Eun Woo Dituding Penggelapan Pajak Rp230 Miliar, Simak Detailnya!

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK