parenting
Cara Bijak Menghadapi Anak yang Mulai Jatuh Cinta Menurut Pakar
HaiBunda
Sabtu, 17 Jan 2026 15:00 WIB
Daftar Isi
Masa kanak-kanak dan remaja adalah waktu mereka mulai mengenal banyak perasaan baru, termasuk rasa suka pada orang lain. Ketika anak mulai menunjukkan ketertarikan pada teman sebayanya, ini wajar terjadi ya, Bunda.
Ketika anak mulai tertarik pada seseorang atau memiliki 'teman spesial', sikap mereka mungkin saja akan berubah, seperti jadi lebih pendiam atau sering senyum-senyum sendiri.
Menyukai 'crush' ini sebenarnya bagian dari anak untuk mengenal emosinya sendiri. Mereka sedang mencoba memahami perasaannya sekaligus orang lain di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai orang tua, kita perlu mendampingi fase ini dengan hati-hati, ya. Maka dari itu, Bunda perlu menyimak lebih jauh terkait penjelasannya berikut ini.
Kapan anak pertama kali jatuh cinta?
Dikutip dari laman Parents, para ahli menyebut bahwa anak biasanya mulai pertama kali jatuh cinta sekitar di usia 5 atau 6 tahun.
Namun, saat anak masuk taman kanak-kanak atau kelas satu Sekolah Dasar (SD), perhatian mereka mulai terbagi pada teman sekelasnya, Bunda.
"Tetapi ketika anak-anak memasuki taman kanak-kanak atau kelas satu di Sekolah Dasar (SD), mereka juga merasakan kasih sayang kepada teman sekelas mereka. Ini karena mereka menghabiskan lebih banyak waktu di sekolah," ujar asisten profesor di The Chicago School of Professional Psychology, Cynthia Langtiw, PsyD.
Cara mengenali anak yang mulai jatuh cinta sejak kecil
Anak Bunda mungkin saja ingin berbagi perasaan pertamanya dengan orang tua. Namun, menurut profesor psikologi di Universitas California, Davis, Kristin Lagattuta, PhD, mereka biasanya memilih bersikap malu-malu.
Bicara soal ini, Bunda bisa mulai menangkap beberapa tanda jika mereka sedang jatuh cinta sesuai dengan tahapan usianya. Simak, yuk.
1. Usia 6 hingga 9 tahun
Pada usia ini, Bunda mungkin saja melihat mereka ingin dekat dengan temannya dan mencoba hobi atau aktivitas yang sama. Tak jarang, nama teman yang disukainya muncul dalam percakapan sehari-hari, baik di sekolah maupun saat bermain. Nah, ini jadi cara anak mengekspresikan ketertarikan mereka, Bunda.
2. Usia 10 hingga 13 tahun
Ketika memasuki usia 10 hingga 13 tahun, anak mulai mengalami perubahan fisik dan emosional akibat pubertas. Perasaan suka terhadap teman pun mulai lebih kompleks.
Selain itu, mereka juga sering bertanya tentang hubungan, kencan, atau hal-hal baru seputar perasaan dan pertemanan.
3. Usia 13 hingga 15 Tahun
Di usia ini, anak mulai tertarik mengenai hubungan di sekitar mereka, termasuk di media sosial. Mereka biasanya lebih aktif mengekspresikan ketertarikannya dan mencoba mendekat dengan orang yang disukai.
Cara bijak menghadapi anak yang mulai jatuh cinta
Jadi, ketika Bunda mulai melihat anak punya rasa suka pada seseorang, entah di sekolah atau saat bermain, kini waktunya memikirkan cara mendampingi mereka.
Bunda bisa tunjukkan kalau kita juga ingin tahu perasaan mereka. Tanyakan apa yang bikin anak tertarik pada orang itu, tapi jangan memaksa mereka untuk bertemu, ya.
"Ketika anak berani mengungkapkan perasaannya, alih-alih bersikap defensif atau menganggapnya sekadar 'suka', tunjukkan minat dan dukungan," kata seorang terapis di Divorce Answers, Lauren Cook-McKay.
Selain itu, ada beberapa cara bijak yang bisa dilakukan untuk mendampingi anak saat mulai jatuh cinta. Berikut penjelasannya:
1. Berbincang santai bersama anak tentang orang yang disukai
Beberapa orang tua menghindari membahas orang yang disukai anak, sementara yang lain ingin tahu semua detailnya. Dalam hal ini, cara terbaik yang bisa orang tua lakukan ialah dengan mengikuti arah cerita anak.
Misalnya, jika anak mengatakan punya crush, tanyakan apa artinya bagi mereka. Jawaban dari mereka bisa beragam, Bunda, seperti 'dia sahabatku'.
Nah, satu hal yang harus Bunda pahami bahwa janganlah sesekali menertawakan atau meremehkan perasaan anak. Mengapa demikian? Hal ini karena mereka perlu merasa dihargai untuk bisa terbuka kepada orang tuanya.
"Orang tua bisa berkata, 'Bunda perhatikan kamu akhir-akhir ini sering bergaul dengan Violet. Apakah kamu merasa berbeda saat berada di dekatnya?'" jelas asisten profesor Cynthia Langtiw.
2. Temukan apakah perasaan itu saling berbalas
Kalau anak sedang menyukai teman sekelasnya, tanyakan apakah mereka berpikir bahwa perasaannya itu dibalas. Jika jawabannya tidak, Bunda bisa jelaskan pentingnya menghormati perasaan teman.
Misalnya, "Aku tahu kamu menyukai Josh, tetapi kamu tidak seharusnya mencoba membuatnya menyukaimu, karena dia mungkin merasa tidak nyaman dan bukan seperti itu cara teman sejati memperlakukan satu sama lain".
Begitu pula jika ada yang menyukai anak tetapi perasaan mereka berbeda. Bunda bisa beritahu mereka bahwa tidak apa-apa lho kalau menolak.
3. Tetapkan batasan
Meski ketertarikan anak biasanya hanya lewat bermain bersama, beberapa anak terlihat ingin berpegangan tangan, Bunda. Dalam hal ini, Bunda bisa jelaskan dengan tenang tentang batasan yang nyaman bagi anak.
4. Sembuhkan perasaan yang terluka
Perasaan suka awal biasanya cepat berlalu, Bunda. Namun, anak mungkin saja tetap sedih jika teman kelasnya menolak untuk menjadi 'pujaan hati' mereka. Sejalan dengan ini, profesor psikologi di Universitas California, Cynthia Langtiw memberikan saran yang tepat untuk Bunda.
"Orang tua bisa tanyakan kepada anak tentang bagaimana perasaan mereka mengenai hal itu," tuturnya.
Setelah itu, bantu anak menyalurkan perasaannya dengan cara yang positif. Misalnya, lewat menggambar, menulis, atau bermain bersama teman-temannya.
Bicarakan juga hal-hal menyenangkan lain yang membuat anak bahagia. Dengan begitu, mereka akan belajar bahwa perasaan sedih bisa diterima dengan baik.
Itulah penjelasan tentang cara bijak menghadapi anak yang mulai jatuh cinta menurut pakar.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
Parenting
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Parenting
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Parenting
Apa yang Sebaiknya Bunda Lakukan Saat Anak Dipukul Temannya?
Parenting
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Tren Gaya Parenting yang Perlu Ditinggalkan di 2026, Bunda Perlu Tahu
Mengenal Lighthouse Parenting, Pola Asuh yang Disebut Bikin Anak Tangguh
11 Tanda Roommate Parenting yang Bisa Membuat Anak Depresi, Tak Sadar Sering Dilakukan