parenting
7 Materi Kultum Singkat yang Menarik dan Menginspirasi untuk Acara Ramadhan di Sekolah
HaiBunda
Rabu, 18 Feb 2026 13:00 WIB
Daftar Isi
-
Materi kultum singkat yang menarik dan menginspirasi untuk acara Ramdhan di sekolah
- 1. Materi Kultum tentang Tujuan Allah Menciptakan Manusia
- 2. Materi Kultum tentang Cerminan Takwa, Tujuan Puasa
- 3. Materi Kultum tentang Menyambut Bulan Ramadhan
- 4. Materi Kultum tentang Keistimewaan dan Keutamaan Puasa
- 5. Materi Kultum tentang Keutamaan Tarawih
- 6. Materi Kultum tentang Belajar dari Kisah Nabi Idris
- 7. Materi Kultum tentang Belajar dari Kisah Nabi Hud
Menyambut datangnya bulan Ramadhan, anak biasanya banyak mendengarkan kultum atau kuliah tujuh menit di berbagai kesempatan, terutama di sekolah. Maka itu, terdapat materi kultum singkat yang menarik dan menginspirasi.
Lewat kultum yang singkat untuk anak SD, anak bisa belajar nilai-nilai kebaikan dengan cara yang menyenangkan. Dengan durasi kultum sekitar 5 menit, penyampaiannya tidak terlalu lama sehingga anak tetap bisa fokus dan tidak cepat bosan.
Supaya suasananya lebih hidup, kita bisa memilih kultum singkat yang menarik dan disampaikan dengan bahasa sehari-hari. Tema yang diangkat pun bisa beragam, misalnya kultum tentang adab yang mengajarkan sopan santun dan sikap hormat kepada orang lain.
Selain itu, terdapat kultum singkat Islami yang bicara tentang kejujuran dan kebaikan untuk menanamkan nilai kepada anak. Dengan begitu, secara tidak langsung kultum menjadi momen belajar bagi anak, Bunda.
Materi kultum singkat yang menarik dan menginspirasi untuk acara Ramdhan di sekolah
Menilik dari beberapa sumber, berikut ini materi kultum singkat yang menarik dan menginspirasi untuk acara Ramadhan di sekolah.
1. Materi Kultum tentang Tujuan Allah Menciptakan Manusia
Materi kultum yang singkat menarik ini tentang Tujuan Allah Menciptakan Manusia yang dirangkum dari buku Kumpulan Kultum Sepanjang Masa oleh Teguh Saputra, S.Ag.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillāhilladzī an'amanā bini'matil īmān wal islām wal iḥsān. Wa nuṣallī wa nusallimu 'alā sayyidinā Muḥammadin wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma'īn.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan sebaik-baiknya kenikmatan berupa iman, Islam, dan ihsan. Selawat serta salam terlimpah selalu kepada Nabi Muhammad Saw. beserta keluarga, sahabat, tabi'innya hingga kita sebagai umatnya yang mudah-mudahan mendapatkan syafaat darinya atas ridho Allah SWT.
Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan materi yang berkaitan dengan tujuan Allah menciptakan manusia. Sebagaimana yang kita ketahui, pada umumnya suatu hal yang diciptakan pasti ada tujuannya. Begitu juga ketika Allah SWT menciptakan malaikat Jibril dengan tujuan sebagai perantara yang bertugas menyampaikan wahyu. Allah SWT. menciptakan surga yang bertujuan sebagai tempat balasan abadi bagi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT berupa kenikmatan.
Manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dengan sempurna serta terdapat keistimewaan lainnya yang tidak dimiliki makhluk lain, yaitu akal. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur'an surah At-Tin [95] ayat 4:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
Artinya:
"Sungguhnya, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik-baiknya."
Allah SWT memiliki tujuan ketika menciptakan manusia. Tujuan tersebut nantinya akan menjadi tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap manusia. Lantas, apa tujuan Allah SWT menciptakan manusia? Dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur'an, ada tiga tujuan Allah SWT menciptakan manusia, antara lain:
Pertama, tujuan utama Allah SWT menciptakan manusia adalah untuk beribadah hanya kepada-Nya, serupa yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur'an surah Adz-Dzariyat [51] ayat 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya:
"Tidaklah Aku (Allah SWT) menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."
Menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, ayat tersebut berbicara tentang tujuan Allah SWT menciptakan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya, sehingga sebagai seorang hamba, kita wajib mengakui serta tunduk kepada-Nya. Ibadah kepada Allah SWT berawal dari keimanan, yaitu rasa percaya kepada-Nya, yang dibuktikan dengan amal saleh berupa ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Lalu, bagaimana cara agar kita dapat melakukan tata cara ibadah yang terbaik? Tentunya dengan mengikuti petunjuk dari Allah SWT yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur'an serta mengikuti suri teladan terbaik umat manusia, yakni baginda Nabi Muhammad SAW, agar kita sebagai hamba Allah SWT dan umat Nabi Muhammad SAW. dapat melaksanakan perintah-Nya serta menghindari larangan-Nya dengan baik dan benar.
Kedua, tujuan utama Allah SWT menciptakan manusia adalah untuk menjadi khalifah yang berarti penguasa atau pemimpin di muka bumi.
Menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, ayat tersebut berbicara tentang tugas manusia sebagai khalifah, yaitu untuk memakmurkan bumi, menggunakan akal budi untuk menghasilkan karya inovasi yang bermanfaat, berusaha ke arah lebih baik, mempelajari dan mengevaluasi, membangun kemajuan, serta mengatur siasat negeri dan bangsa. Pada konteks manusia memikul kewajiban menjadi khalifah, Allah menakdirkan kemampuan setiap manusia tidaklah sama karena yang setengah dilebihkan dari yang lain, seperti terdapat orang yang pintar dan ada yang kurang pintar, ada yang kuat dan ada yang lemah, ada yang mulia dan ada yang hina, ada penguasa dan ada yang menjadi rakyat biasa.
Kelebihan yang Allah SWT berikan kepada sebagian orang tertentu bertujuan agar dalam kehidupan ini yang pintar membimbing yang belum pintar dan yang kuat membela yang lemah, karena di sisi Allah SWT yang paling mulia adalah orang yang bertakwa.
Ketiga, tujuan utama Allah SWT menciptakan manusia adalah untuk mencari tahu dan menyadari kekuasaan-Nya, serupa yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur'an surah At-Talaq [65] ayat 12:
اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّۗ يَتَنَزَّلُ الْاَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ەۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا ١٢
Allāhulladzī khalaqa sab'a samāwātiw wa minal-arḍi miṡlahunna, yatanazzalul-amru bainahunna lita'lamū anna Allāha 'alā kulli syai'in qadīr, wa anna Allāha qad aḥāṭa bikulli syai'in 'ilmā.
Artinya:
"Allahlah yang menciptakan tujuh langit dan (menciptakan pula) bumi seperti itu. Perintah-Nya berlaku padanya agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu."
Menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, ayat tersebut membahas bahwa ketika meningkatnya rasa penasaran, tekad, dan usaha manusia untuk menyelidiki alam semesta dengan berbagai kemajuan alat teknologi yang diperhatikan dengan tekun, cermat, dan teliti, maka hal itu akan membuat manusia yang belum beriman menjadi beriman kepada-Nya, dan yang sudah beriman akan semakin tebal keimanannya karena berhasil mengambil hikmah dari luasnya kerajaan Allah SWT di langit dan bumi yang tidak mungkin tertandingi oleh siapa pun.
Itulah tiga di antara tujuan Allah SWT menciptakan kita sebagai manusia yang intisarinya menuntun kita menjadi hamba yang bertakwa kepada-Nya, baik dengan beribadah, menjadi khalifah yang taat kepada-Nya serta mengikuti Rasul-Nya, dan merenungi kekuasaan Allah SWT di langit dan bumi yang luar biasa. Semoga kita berada di jalur yang baik dan benar untuk menunaikan apa yang seharusnya diprioritaskan serta dilaksanakan. Aamiin.
Sekian kultum yang bisa saya sampaikan. Terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangan. Akhir kata, saya ucapkan wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Materi Kultum tentang Cerminan Takwa, Tujuan Puasa
Dikutip dari buku Kumpulan Kultum Terlengkap & Terbaik Sepanjang Tahun karya A.R. Shohibul Ulum, berikut ini kultum singkat yang menginspirasi tentang Cerminan Takwa, Tujuan Puasa.
Hadirin yang berbahagia...
Perintah puasa dimaksudkan untuk membentuk pribadi yang bertakwa kepada Allah sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur'an, surah al-Baqarah ayat 183, yang artinya, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".
Dari ayat tersebut, diketahui bahwa tujuan dari dijalankannya ibadah puasa adalah agar kita, hamba- Nya menjadi orang-orang yang bertakwa. Lantas, bagaimana cerminan atau indikasi dari sifat takwa tersebut?
Jamaah yang dimuliakan Allah...
Ibadah puasa yang dijalankan dengan benar akan menghasilkan orang-orang yang setidaknya memiliki tiga kesalehan sebagai cerminan dari ketakwaan kepada Allah. Ketiga kesalehan tersebut adalah;
Pertama: Kesalehan Personal
Kesalehan personal merupakan kesalehan invidual yang berupa penghambaan pribadi kepada Allah seperti menjalankan shalat, puasa itu sendiri, zikir, iktikaf di dalam masjid, tadarus al-Quran, dan sebagainya. Kesalehan seperti ini sesungguhnya lebih mudah dicapai di bulan Ramadhan karena selama bulan ini Allah mengondisikan situasi dan kondisi sedemikian kondusif, seperti memberi reward (penghargaan) kepada siapa saja atas ibadah yang dilakukannya berupa pahala 70 kali lebih besar daripada di luar bulan Ramadhan, sekaligus memberikan punishment
hukuman) yang lebih berat bagi pelaku kemaksiatan. Selain itu, Allah juga menjanjikan pengampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan pada masa lampau.
Muslimin yang dicintai Allah ...
Kedua: Kesalehan Sosial
Kesalehan sosial adalah kesalehan seseorang terhadap orang lain dalam kerangka ibadah kepada Allah. Puasa yang dijalankan dengan benar dan dihayati sepenuhnya akan menghasilkan orang-orang yang peka terhadap persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, kebodohan, dan sebagainya. Mereka juga akan memiliki solidaritas sosial terhadap orang-orang yang membutuhkan uluran bantuan, baik berupa barang maupun jasa, karena terkena bencana, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran, tsunami, dan sebagainya.
Namun, kepekaan dan solidaritas seperti itu sulit dicapai ketika orang yang berpuasa tidak bisa menghayati makna lapar, dahaga dan kesulitan, atau kesusahan lain yang dihadapinya. Dari penghayatan seperti itu diharapkan akan tumbuh kesadaran untuk membantu meringankan penderitaan mereka. Dalam konteks seperti itulah, zakat fitrah diwajibkan bagi setiap orang Islam untuk dikeluarkan dan diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu. Zakat fitrah ini harus sudah diberikan kepada yang berhak sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan,
Diharapkan, dari zakat fitrah ini akan ada kepastian atau jaminan bahwa setidaknya pada hari Idul Fitri tidak ada orang yang kelaparan di tengah-tengah kaum Muslimin yang merayakan hari itu dengan suka cita. Syukur-syukur jika zakat fitrah yang diterima orang-orang yang tidak mampu itu jumlahnya cukup besar, sehingga dapat menjamin anak- anak mereka serta orang-orang tua yang sudah uzur dalam keluarga itu dapat makan setiap harinya.
Jamaah rahimakumullah...
Ketiga: Kesalehan Lingkungan
Kesalehan lingkungan adalah kesalehan dalam hubungannya dengan ekologi atau lingkungan dalam kerangka ibadah kepada Allah. Dalam Al-Qur'an, surah ar-Rum ayat 41, Allah berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ٤١
Dhaharal-fasâdu fil-barri wal-baḫri bimâ kasabat aidin-nâsi liyudzîqahum ba'dlalladzî 'amilû la'allahum yarji'ûn
Artinya:
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Dalam ayat di atas Allah mengingatkan kita bahwa kerusakan- kerusakan di bumi sebenarnya disebabkan ulah manusia sendiri. Misalnya, pencemaran udara dan disebabkan kita.
Terlalu banyak memproduksi sampah berupa asap sebagai efek samping dari kegiatan kita yang terlalu banyak mengonsumsi, baik melalui cerobong-cerobong pabrik, asap kendaraan bermotor, asap rokok, dan sebagainya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pencemaran udara menyebabkan jumlah orang yang menderita penyakit saluran napas, terutama asma dan bronkitis meningkat.
Secara jelas, puasa akan membentuk kesalehan lingkungan karena selama berpuasa banyak hal yang berpotensi merusak atau mencemari lingkungan dapat kita kurangi. Sebagai contoh, pada bulan Ramadhan kita dapat mengurangi kebiasaan-kebiasaan yang tidak ramah lingkungan dengan berkurangnya aktivitas-aktivitas, seperti menurunnya mobilitas dengan kendaraan bermotor karena merasa lemas pada siang hari.
Hadirin yang dimuliakan Allah ...
Ketiga kesalehan di atas, yakni kesalehan personal, kesalehan sosial, dan kesalehan lingkungan akan benar-benar menjadi kesalehan yang nyata, apabila selepas bulan Ramadhan, yakni selama 11 bulan berikutnya, kita benar-benar dapat meneruskan apa yang sudah kita capai dan raih selama Ramadhan tersebut.
Jika ketiga kesalehan itu hanya berlangsung selama bulan Ramadhan saja, puasa Ramadhan yang kita jalani belum mampu mengubah kita menjadi orang-orang istiqomah yang secara konsisten mampu meningkatkan kesalehan dari waktu ke waktu.
Semoga lewat puasa Ramadhan tahun ini kita semua dimudahkan oleh Allah dalam mencapai ketiga kesalehan tersebut secara istiqamah. Dengan harapan akhir, semoga kita lolos dari ujian dan godaan selama bulan Ramadhan, baik itu ujian dari hawa nafsu dan godaan setan yang senantiasa menyeru kepada menjauhi hal-hal kebaikan. Sehingga, kita menjadi hamba Allah yang menyandang predikat 'takwa'. Aamiin... aamiin... ya rabbal 'alami.
Selanjutnya, terdapat materi kultum singkat untuk anak SD yang dapat digunakan sebagai bahan kultum singkat lima menit di sekolah. Kultum singkat menarik ini dilansir dari buku Kumpulan Kultum Ramadhan Berkaca pada Jiwa 2 oleh Prito Windiarto, S.Pd., Gr.
3. Materi Kultum tentang Menyambut Bulan Ramadhan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Wabihi nasta'inu 'ala umurid dunya wad din. Ash-shalatu wassalamu 'ala nabiyyina Muhammadin SAW. Amma ba'du.
Puji serta syukur ke hadirat Allah SWT atas nikmat-Nya yang luar biasa. Selawat dan salam marilah kita sampaikan kepada junjungan alam, Nabi kita Muhammad SAW.
Hadirin yang dimuliakan Allah SWT.
Ramadhan, bulan suci ini kembali menyapa kita. Kemuliaan telah di hadapan. Kedatangannya disambut dengan beragam rasa oleh manusia.
Pertama, ada orang yang menyambutnya biasa-biasa saja. Ramadhan baginya tak lebih dari rutinitas tahunan. Tak ada perubahan apa-apa. Biasa saja. Hadirnya bulan kemuliaan baginya tak memberikan pengaruh sedikit pun, selain kenyataan bahwa ia harus berpuasa, menahan lapar dan dahaga. Bagi orang seperti ini, apa yang dilewatkan selama Ramadhan takkan membekas makna, takkan memberi pengaruh setitik pun.
Kedua, orang yang menanggapi secara sinis. Orang ini merasa berat ketika datangnya bulan suci. Ia malas melakukan ibadah. Baginya puasa itu berat, Ramadhan itu bikin enek. Karena selama Ramadhan ia tak lagi bisa makan secara bebas dan berbuat sesuka hati. Orang ini menganggap datangnya Ramadhan sebagai musibah. Na'udzubillahimindzalika.
Ketiga, orang yang begitu antusias menyambutnya. Ia merasa istimewa di bulan yang penuh berkah ini. Ia menyapa Ramadhan dengan kegembiraan. Meski begitu, ada dua golongan dalam sambutan penuh kegembiraan ini.
Ada yang antusias menyambut Ramadhan sekadar karena suasananya serasa seru: ada pesta petasan, ada ngabuburit, ada sahur bareng keluarga, berbuka dengan makanan yang enak, puasa dijadikan ajang diet untuk melangsingkan perut, dan lain sebagainya. Golongan ini menyambut Ramadhan karena suasananya yang menyenangkan.
Golongan kedua, antusias menyambut Ramadhan karena keimanan dan keilmuan. Ia senang karena paham bahwa Ramadhan adalah bulan keberkahan, bulan kemuliaan, saat ganjaran kebaikan dilipatgandakan. Ia menyambutnya dengan khusyuk, bukan sekadar karena banyak "hal menarik" selama Ramadhan. Baginya, itu hanya tambahan. Yang utama adalah keinsyafan betapa berharganya bulan ini, sayang jika terlewatkan tanpa makna yang terhadirkan.
Termasuk manakah kita? Semoga kita termasuk orang-orang yang menyambut Ramadhan dengan antusias berlandaskan keimanan dan keilmuan. Pada gilirannya, semoga kita bisa mengisi Ramadhan ini dengan banyak kebajikan. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Rabbana aatina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina 'adzaban nar.
Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Materi Kultum tentang Keistimewaan dan Keutamaan Puasa
Alhamdulillah. Segala puji hanya untukNya. Penguasa alam semesta. KaruniaNya tak terhingga.
Sholawat dan salam teruntuk junjungan mulia, Muhammad saw. Semoga kita dapat mengikuti sunnahnya.
Tak terasa, hari ini kita sudah berada di masa bulan kemuliaan. Bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih utama dari 1000 bulan. Inilah saat salah satu ibadah teragung, yakni puasa, wajib dikerjakan.
Kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Di bulan nan indah ini kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa.
Ibadah puasa spesial karena ia benar-benar jalur langsung antara seorang hamba dengan Rabb-Nya. Ibadah ini langsung dinilai oleh Allah Sang Maha Kuasa. Rasulullah saw.
meriwayatkan firman Allah SWT. Dalam hadis Qudsi yang artinya, "Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya (puasa) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya." (HR Ahmad dan Muslim).
Pada kesempatan ini izinkan saya untuk memaparkan ulang keutamaan puasa yang dihimpun dari berbagai sumber.
Pertama. Puasa sebagai penghapus dosa-dosa.
Rasulullah melihat. bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena penuh keimanan dan mengharap ridha Allah maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni" (HR. Bukhori dan Muslim)
Selain itu, dalam hadits lain disebutkan bahwa, "Shalat wajib lima waktu, (dari) satu Jumat ke Jumat selanjutnya, (dari) Ramadhan ke Ramadhan, akan dapat menghapuskan dosa-dosa, selama dia tidak melakukan dosa besar." (HR. Muslim)
Dua hadis di atas jelas menunjukkan bahwa jika kita berpuasa dengan sebenar-benarnya penuh keimanan, ikhlas demi-Nya dan mengharap ganjaran dari-Nya, maka dosa-dosa kita akan diampuni.
Kedua. Puasa adalah perisai (penghalang).
Dalam hadits riwayat Imam Ahmad disebutkan, "Puasa itu perisai (penghalang), yang akan menghalangi seorang hamba dari api neraka." Hadits itu dikuatkan oleh hadis riwayat Imam Nasa'i, "Puasa itu penghalang, selagi ia tidak dirusak."
Berdasarkan hadis itu kita meyakini bahwa puasa yang kita lakukan, selagi tidak dirusak, akan menjadi penghalang (perisai) dari api neraka kelak. Adapun hal-hal yang merusak puasa diantaranya adalah dusta, menggunjing, menfitnah, dan kemaksiatan lainnya. Karena itu sudah selazimnya kita menjaga puasa kita agar tetap bermakna. Rasulullah mengingatkan, "Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang shalat malam, tapi tidak mendapatkan dari salatnya kecuali hanya begadang." (HR Ibnu Majah)
Demikianlah, dua dari banyak keutamaan puasa ini semoga menjadi motivasi bagi kita agar bisa menjalankan puasa sebaik-baiknya.
Allohumma ainna 'ala dzkirika wasykrika wahusni ibadatika.
Aamiin ya robbal alamin.
Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.
5. Materi Kultum tentang Keutamaan Tarawih
Alhamdulillāhilladzī an'amnā binikmatil īmāni wal islām, waṣ-ṣalātu was-salāmu 'alā Muḥammadin wa 'alā ālihi wa aṣ-ḥābihi ajma'īn. Asyhadu allā ilāha illallāhu rabbul 'ālamīn, wa asyhadu anna Muḥammadar Rasūlullāh khātimun nabiyyīn. Amma ba'du.
Alhamdulillah, segenap puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kenikmatan iman dan Islam. Selawat dan salam teruntuk Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, dan para sahabatnya.
Salah satu ibadah spesial di bulan Ramadhan selain puasa adalah salat tarawih. Salat sunnah qiyamul lail ini hanya ada di bulan suci ini. Ibadah sunnah muakkadah ini sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Banyak sekali keutamaan dan keistimewaan ketika kita menegakkan salat ini. Berikut beberapa di antaranya.
Pertama, salat tarawih bisa menjadi wasilah diampuninya dosa.
Nabi SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
"Barang siapa melakukan qiyam Ramadhan (salat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).
Pengampunan dosa dalam hadis tersebut dapat mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadis. Namun, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa yang dimaksud pengampunan dosa adalah khusus untuk dosa kecil.
Meski begitu, mengingat banyaknya dosa yang kita lakukan, semoga salat tarawih yang kita kerjakan bisa menggugurkannya dan membersihkan dosa-dosa kita.
Dalam riwayat lain dari Abdurrahman bin Auf, Rasulullah SAW bersabda:
"Ramadhan sesungguhnya adalah bulan di mana Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya (tarawih) untuk orang-orang Islam. Maka barang siapa yang berpuasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya." (HR. Ahmad, Ibnu Majah).
Kedua, sunnah muakkadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Salat tarawih adalah ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Ibnu Syihab (az-Zuhri), Urwah menyampaikan kepadanya bahwa Aisyah melaporkan Rasulullah pada suatu malam di bulan Ramadhan berangkat ke masjid dan mendirikan salat di sana. Kemudian banyak orang mengikuti beliau. Keesokan harinya orang-orang bercerita tentang salat Rasulullah itu sehingga jamaah semakin banyak.
Keesokan harinya orang juga bercerita lagi sehingga pada malam keempat jamaah tidak lagi tertampung di masjid. Paginya, setelah selesai salat subuh, Nabi bersabda:
"Amma ba'du. Sesungguhnya aku tahu kemampuan kalian. Akan tetapi aku khawatir bila salat tarawih itu diwajibkan atas kalian dan kalian tidak mengerjakannya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Meski hukumnya sunnah, kita jangan sampai melewatkan ibadah yang muakkadah (sangat dianjurkan) ini.
Wallāhu a'lam bish-shawāb.
Selain itu, anak juga dapat mendengarkan kultum singkat tentang bersyukur dari para kisah Nabi seperti dikutip dari buku Kitab Kultum Kuliah Tujuh Menit karya A.R. Shohibul Ulum.
6. Materi Kultum tentang Belajar dari Kisah Nabi Idris
Alhamdulillāhilladzī amaranā an nuṣliḥa ma'īsyatanā linā lil-riḍā wa sa'ādati, wa naqūma bil-wājibāti fī 'ibādatihī wa taqwāhī. Asyhadu allā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan 'abduhū wa rasūluhū mā lā nabiyya ba'dah. Allāhumma ṣalli wa sallim 'alā asyrafil anbiyā'i wal mursalin wa 'alā ālihī wa ṣaḥbihī ajma'īn. Amma ba'du.
Kaum Muslimin yang berbahagia...
Setiap nabi dan rasul Allah mempunyai kisah yang sangat bermanfaat yang bisa kita ambil hikmahnya. Di samping itu, belajar dan mengambil hikmah dari para nabi Allah juga merupakan cara yang sangat dianjurkan untuk mempelajari ilmu agama. Salah satu nabi Allah yang berbagai akhlaknya perlu kita ketahui dan kita contoh adalah Nabi Idris.
Nabi Idris merupakan salah satu nabi dan rasul yang wajib diimani sebagai wujud ketakwaan yang diperintahkan Allah. Nabi Idris adalah nabi kedua yang diutus Allah untuk menyebarkan agama. Dalam sejarah Islam diketahui bahwa Nabi Idris dilahirkan dengan jarak enam generasi sebelum Nabi Muhammad. Beliau juga merupakan kakek dari Nabi Nuh.
Beberapa tafsir menjelaskan bahwa Nabi Idris adalah orang yang sangat jujur dalam tutur kata dan tindakannya. Dijelaskan pula bahwa Nabi Idris merupakan sosok manusia yang senantiasa bertasbih mengagungkan Allah. Selain itu, beliau selalu melakukan hal-hal baik seperti menulis, belajar, dan menjahit.
Hadirin yang berbahagia,
Di dalam kumpulan kisah 25 nabi, Allah mengutus Nabi Idris untuk menyebarkan agama di Babilonia (Irak Kuno). Namun akhirnya beliau hijrah ke Mesir karena masyarakat Babilonia saat itu tidak bisa menerima apa yang diajarkan Nabi Idris. Allah memberinya gelar Asadul Usud, karena beliau tidak pernah merasa putus asa dalam menunaikan perintah Allah untuk menyebarkan agama.
Nabi Idris juga dikenal sebagai tokoh yang tidak pernah merasa takut ketika menghadapi umatnya yang kafir. Karena itulah ia mendapat gelar "Singa Allah". Di dalam beberapa literatur, Nabi Idris juga dikenal sebagai sosok pemaaf yang tidak sombong.
Merujuk dari Tafsir Ilmi: Kisah Para Nabi Pra Ibrahim dalam Perspektif Al-Qur'an dan Sains yang ditulis Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Al-Qur'an hanya menyebutkan nama Nabi Idris dua kali. Memang tidak banyak, tetapi Nabi Idris konon adalah nabi pertama yang memperkenalkan ilmu pengetahuan, menulis, menjahit, dan ilmu medis (pengobatan). Bahkan dalam salah satu ayatnya, Nabi Idris digambarkan sebagai nabi yang sangat sabar.
Nabi Idris memberikan beberapa nasihat kepada umatnya yang hendaknya kita perhatikan sebagai pelajaran. Sebelum wafatnya, Nabi Idris menitipkan pesan kepada manusia agar bisa hidup lebih baik. Yang pertama, salat jenazah itu lebih bersifat penghormatan, karena yang memberi syafaat hanyalah Allah sesuai dengan amal salehnya. Ucapan syukur yang luar biasa tetap tidak akan mampu mengalahkan besarnya nikmat Tuhan yang telah diberikan. Selanjutnya, Nabi Idris juga berpesan agar umatnya ikhlas menyambut seruan Tuhan, untuk salat, puasa, dan menaati segala perintah-Nya. Nabi Idris juga berpesan agar umatnya menghindari rasa iri, yakni dengki kepada sesama yang mendapat rezeki. Menumpuk harta tidak ada manfaat bagi dirinya, dan kehidupan ini hendaknya diisi dengan hikmah kebijakan.
Menurut para ahli tafsir, Nabi Idris menerima empat mukjizat dari Allah. Pertama, dialah orang pertama yang pandai membaca dan menulis. Kedua, Allah menganugerahkan ilmu yang berlimpah. Selain literasi, Allah juga memberikan pengetahuan berupa cara merawat kuda, ilmu falak atau astronomi, hingga matematika atau ilmu berhitung. Dengan mukjizat yang diberikan Allah ini, Nabi Idris dikenal sebagai orang yang cerdas, pandai, dan bijaksana.
Ketiga, ia belajar dengan tekun, terutama dalam mengkaji dan meneliti banyak hal yang diajarkan Allah kepada Nabi Adam, baik berdasarkan ilmu yang sudah ada maupun eksplorasi melalui penelitiannya sendiri. Selain mengkaji berbagai ajaran Allah, Nabi Idris juga memiliki ketertarikan untuk mengkaji fenomena-fenomena alam yang ada di bumi. Keempat, Nabi Idris adalah orang pertama yang bisa membuat pakaian. Dahulu kala, orang-orang menggunakan kulit binatang untuk menutupi auratnya, dan Allah memberikan mukjizat kepada Nabi Idris dengan memberinya ilmu untuk membuat pakaian dengan cara menjahitnya.
Hadirin yang berbahagia,
Semoga sedikit yang saya sampaikan pada kultum kali ini menjadi pengingat kita untuk bersyukur karena dijadikan Allah hamba yang berislam dan beriman. Apabila sekiranya bisa memberi manfaat bagi yang lain, mari kita bagikan pengetahuan yang kita punya untuk kebaikan sesama. Sekecil apa pun kebaikan yang bisa kita lakukan, mari kita mulai dari sekarang. Jangan pernah bosan untuk terus belajar dan mengeksplorasi hal-hal baru yang ada di sekitar kita.
7. Materi Kultum tentang Belajar dari Kisah Nabi Hud
Alhamdulillāhilladzī anzalas sakīnata 'alā qulūbil muslimīna wal mu'minīna, wa ja'aladz dzyiyāqa 'alā qulūbil munāfiqīna wal kāfirīna. Asyhadu allā ilāha illallāhul Malikul Ḥaqqul Mubīn, wa asyhadu anna Muḥammadan 'abduhū wa rasūluhūṣ ṣādiqul wa'dil amīn. Allāhumma ṣalli wa sallim 'alā sayyidinā wa maulānā Muḥammadin mab'ūtsan raḥmatan lil 'ālamīn, wa 'alā ālihī wa ṣaḥbihī wattābi'īna. Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil 'aẓīm.
Hadirin yang berbahagia...
Al-Qur'an mengabadikan kisah para nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah kisah Nabi Hud a.s. Demikian juga dalam kisah nabi lainnya, kisah ini juga mengandung beberapa pelajaran yang sama pada semua rasul, antara lain:
Pertama, Allah menceritakan tentang umat-umat yang berdampingan dengan kita di Jazirah Arab dan sekitarnya. Al-Qur'an telah menyoroti cara paling efektif dalam memberikan pelajaran atau peringatan. Allah juga memberikan penjelasan yang jelas tentang berbagai pelajaran dengan kebenaran yang sejati.
Tentu saja, tidak diragukan bahwa di daerah-daerah yang lebih jauh dari kita, baik di timur maupun di barat, Allah telah mengutus seorang rasul kepada mereka. Meskipun tanggapan yang diterima oleh rasul-rasul tersebut bervariasi, mulai dari sambutan yang baik hingga penolakan dan pengusiran, Allah tetap mengutus rasul-rasul kepada setiap umat. Kedua, mengingat kondisi daerah di sekitar kita serta warisan dari generasi sebelumnya sangatlah bermanfaat. Melalui peninggalan mereka, kita dapat lebih memahami bahasa, kebiasaan, dan kehidupan mereka. Kita dapat membandingkan hal tersebut dengan kehidupan kita sendiri. Manfaat ini sangat besar dan lebih mudah diperoleh daripada mempelajari tentang umat yang belum pernah kita dengar, dengan bahasa yang tidak kita kenal, dan informasi tentang mereka tidak mudah diperoleh.
Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa memberikan pengingat kepada orang-orang dengan hal-hal yang lebih dekat dengan pemahaman mereka akan lebih bermanfaat dibandingkan dengan pendekatan lainnya. Jika seorang pengajar atau pendidik mengadopsi pendekatan ini dan berusaha keras untuk menyebarkan ilmu dan kebaikan dengan cara yang dikenali oleh audiensnya, mereka tidak akan menghindari pesan dakwah tersebut. Dengan menggunakan metode yang tepat untuk menegakkan tanda kepada mereka, akan memberikan manfaat yang nyata.
Ketiga, membangun bangunan besar dan megah sebagai simbol kesombongan sambil menindas hamba-hamba Allah secara sewenang-wenang adalah perilaku yang sangat tercela dan melampaui batas. Hal ini sudah dijelaskan oleh Allah dalam kisah kaum 'Aad yang menolak Nabi Hud, seperti yang diceritakan dalam surah Asy-Syu'ara ayat 128-129:
اَتَبْنُوْنَ بِكُلِّ رِيْعٍ اٰيَةً تَعْبَثُوْنَۙ ١٢٨
Atabnûna bikulli rî'in âyatan ta'batsûn
Artinya:
"Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main, dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)?".
Secara umum, bangunan-bangunan tersebut dapat dijadikan tempat tinggal karena memang diperlukan. Kebutuhan tersebut bervariasi dan berbeda-beda tingkat kepentingannya. Semua ini dianggap halal (boleh dilakukan) dan bahkan dapat menjadi sarana untuk kebaikan jika dilakukan dengan niat yang tulus. Contohnya, jika sebuah bangunan digunakan sebagai benteng pertahanan dari serangan musuh untuk menjaga keamanan suatu daerah atau memberikan manfaat lain bagi umat Islam, maka hal tersebut juga dapat dianggap sebagai bagian dari jihad di jalan Allah Ta'ala, selaras dengan perintah untuk berwaspada terhadap musuh.
Akan tetapi, apabila penggunaan bangunan-bangunan tersebut dimaksudkan untuk kepentingan kesombongan, kekejaman terhadap sesama manusia, atau pemborosan harta yang sebenarnya bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih bermanfaat, hal itu tentu saja menjadi sangat tidak disukai oleh Allah Ta'ala. Hal ini seperti yang terjadi pada bangsa 'Aad atau masyarakat lainnya yang telah melampaui batas sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.
Keempat, pelajaran yang lain adalah bahwa akal pikiran ataupun kecerdasan dan segala yang mendukung semua itu serta hasil atau pengaruh yang ditimbulkan, betapa pun besar dan luasnya, tetap tidak akan bermanfaat bagi pemiliknya kecuali bila ia imbangi dengan keimanan kepada Allah Ta'ala dan para rasul-Nya.
Sedangkan orang yang menentang ayat-ayat Allah Ta'ala dan mendustakan para rasul, akan mendapatkan akhir yang sangat buruk meskipun mendapatkan kesempatan untuk menikmati kehidupan dunia. Pendengaran, penglihatan, dan akalnya tidak akan dapat membelanya sedikit pun jika datang keputusan Allah Ta'ala.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Itulah hikmah yang bisa diambil dari kisah Nabi Hud. Dengan itu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sebanyak apa pun kekayaan atau setinggi apa pun derajat, tidak akan berguna jika tidak dibarengi kecerdasan spiritual dan kemuliaan akhlak.
Demikianlah beberapa materi kultum singkat yang menarik dan menginspirasi untuk acara Ramadhan di sekolah. Semoga bisa membantu, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Saksikan Hujan Meteor di Indonesia Malam Ini Bersama Si Kecil yuk Bun
Parenting
Tips Mengembalikan Pola Tidur Anak Setelah Bulan Ramadhan
Parenting
10 Aktivitas Anak Selama Bulan Ramadhan, Bisa Isi Waktu Sampai Berbuka Puasa
Parenting
Cara Mudah Kenalkan Agama pada Anak, Dimulai Saat Mandi & Sikat Gigi
Parenting
Cara Indah Mengajak Keluarga Ibadah Ramadhan, Anak Jangan Ditakuti Dosa Bun
7 Foto
Parenting
7 Potret Keseruan Festival Pokemon Jakarta, Atraksi Seru Buat Isi Libur Sekolah
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Pertanyaan Tersering Anak tentang Puasa Ramadhan, Ini Jawabannya Bun
Panduan Persiapan Puasa Ramadhan 2026 untuk Anak dan Keluarga
Utang Puasa Orang Tua, Apakah Boleh Digantikan oleh Anak?