PARENTING
12 Tanda Anak Punya Otak Sangat Sensitif Menurut Pakar
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Sabtu, 14 Feb 2026 15:20 WIBSebagai orang tua, Bunda mungkin suka merasa heran melihat anak yang mudah rewel terhadap hal-hal kecil. Perilaku ini kerap membuat kita ingin tahu, apakah ada yang salah dengan cara kita mendidik?
Tak jarang, orang tua terkadang menenangkan anaknya dengan kalimat seperti 'Berhenti menangis!' atau 'Tenang saja!'. Padahal, anak sedang belajar mengenali emosi mereka sendiri, Bunda.
Dikutip dari laman CNBC Make It, dalam sebuah penelitian, para peserta diminta melihat foto orang yang tersenyum atau terlihat sedih. Hasilnya menunjukkan bahwa otak anak sensitif memiliki respons empati paling tinggi dan mereka juga mudah tergerak untuk membantu orang lain saat sedang kesulitan.
Lebih dari itu, anak yang memiliki otak sensitif biasanya lebih sadar, terbuka, dan peka terhadap sekitarnya dibandingkan dengan teman sebayanya, Bunda.
Nah, karena anak sensitif sangat dipengaruhi oleh pengalaman mereka, dukungan dan bimbingan dari orang tua tentu saja penting. Lalu, apa saja tanda anak memiliki otak yang sangat sensitif, ya?
Tanda-tanda anak punya otak sangat sensitif menurut pakar
Menurut seorang psikolog klinis, peneliti, dan penulis asal Amerika Serikat, Elaine Aron, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anak memiliki otak yang sangat sensitif, seperti dilansir dari CNBC Make It.
Berikut adalah tanda-tanda yang dapat Bunda kenali:
- Anak sangat memperhatikan hal-hal kecil di sekitarnya, misalnya seragam baru guru atau posisi barang di rumah yang berubah.
- Suasana hati orang lain bisa sangat memengaruhi mereka. Ia mudah merasakan emosi orang lain seolah itu emosi dirinya sendiri.
- Anak kesulitan melepaskan perasaan yang intens, seperti marah atau cemas.
- Sering muncul keluhan ketika ada hal yang terasa tidak nyaman, misalnya seprai kasar, label pakaian yang gatal, atau ikat pinggang yang terlalu ketat.
- Lingkungan yang ramai atau berisik bisa membuat anak cepat stres dan lelah.
- Anak cenderung tidak suka terburu-buru dan lebih nyaman melakukan sesuatu dengan hati-hati.
- Anak biasanya lebih mudah paham dan belajar jika diberi koreksi dengan cara yang lembut daripada dengan aturan yang keras.
- Anak sering memberikan komentar yang bijaksana atau terlihat dewasa untuk usianya.
- Selera humor anak juga cenderung cerdas dan tajam.
- Anak pandai membaca orang lain dan bisa menebak apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan orang lain.
- Beberapa anak menolak makanan tertentu karena bau atau teksturnya.
- Anak mudah terkejut oleh suara tiba-tiba, seperti ketika ada yang mendekat secara diam-diam.
Cara orang tua mendukung anak sensitif untuk tumbuh dengan baik
Setelah mengenali tanda-tandanya, orang tua mungkin merasa bingung bagaimana cara mendukung anak yang sensitif supaya bisa tumbuh dengan baik. Sebagai solusi untuk Bunda, berikut ini ada beberapa tips yang bisa diterapkan oleh orang tua dalam keseharian.
1. Tetapkan ekspektasi sejak awal
Anak-anak yang sangat sensitif biasanya butuh waktu untuk memahami dan memproses segala sesuatu. Ketika Bunda menetapkan harapan sejak awal, anak bisa tahu apa yang akan terjadi dan melihat konsekuensi dari tindakan mereka.
Hal ini bisa dilakukan dengan memberi penjelasan sebelum melakukan kegiatan. Contohnya, Bunda bisa mengatakan, "Hari ini kita akan makan di restoran, jadi kita harus menunggu giliran, duduk di kursi, dan menyelesaikan makanan sebelum pulang".
Dengan cara ini, anak pun merasa lebih siap dan nyaman saat menghadapi situasi. Mereka juga akan lebih mudah menyesuaikan diri, Bunda.
2. Terapkan disiplin yang lembut
Anak yang sensitif biasanya punya perasaan yang halus sehingga mereka mudah merasa sedih saat ditegur. Daripada memberikan hukuman yang keras, lebih baik Bunda menggunakan cara yang lebih tenang supaya mereka tidak merasa tersinggung.
Bunda bisa buatkan 'pojok tenang' di rumah yang berisi barang favoritnya, seperti boneka atau selimut. Tempat ini bisa menjadi area bagi Si Kecil untuk menenangkan diri dan mengatur emosinya saat merasa tidak nyaman.
Setelah keadaan mulai tenang, jangan lupa berikan pelukan dan kata-kata positif untuk mereka, ya. Hal ini penting agar anak tetap merasa disayangi meski baru saja melakukan kesalahan.
3. Menjadi pendamping emosi anak
Bunda adalah guru pertama bagi anak dalam belajar mengenali dan mengatur perasaan mereka setiap harinya. Ketika Bunda tetap tenang menghadapi tantrum anak, mereka sebenarnya sedang memperhatikan dan meniru cara kita mengelola emosi.
Semakin Bunda sengaja menunjukkan cara menenangkan diri, semakin baik pula contoh yang didapatkan oleh anak. Misalnya, Bunda bisa memperlihatkan cara menarik napas dalam-dalam saat sedang merasa lelah agar anak tahu cara mengatasi rasa tidak nyaman.
4. Berikan pujian kepada anak
Bunda bisa membantu anak dengan menjelaskan sifat sensitifnya kepada guru di sekolah sejak awal tahun ajaran. Cara ini untuk mencegah adanya salah paham atau konflik yang mungkin saja muncul di dalam kelas nantinya.
Saat anak menunjukkan kepekaannya, misalnya dengan berempati pada teman yang sedang sedih, katakan padanya bahwa Bunda sangat bangga. Pujian seperti ini bisa membuat hati mereka kuat dan membuatnya merasa lebih baik.
5. Luangkan waktu untuk berbincang dengan anak
Selanjutnya, Bunda bisa menyediakan waktu untuk mengobrol atau bermain berdua saja dengan anak. Momen seperti ini tentu berharga karena anak akan merasa benar-benar diperhatikan dan lebih nyaman membuka diri kepada Bundanya.
Cobalah untuk mengajukan pertanyaan supaya percakapan lebih mengalir dan sebaiknya tidak hanya dijawab dengan kata 'Ya' atau 'Tidak'. Misalnya, Bunda bisa bertanya, "Apa hal yang paling sulit kamu rasakan hari ini?".
Itulah penjelasan mengenai beberapa tanda anak yang memiliki otak sangat sensitif menurut para pakar. Apa Si Kecil punya tanda-tandanya?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Bukan TV atau Gim, Ini Screen Time yang Bisa Picu ADHD pada Anak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cara Mengenali Anak yang Terlalu Sensitif, Ada 2 Tanda yang Perlu Diketahui Orang Tua
7 Cara Mengenali dan Mengasuh Anak Sensitif untuk Bantu Mengelola Emosinya
Anak Terlalu Sensitif dan Mudah Menangis, Bunda Harus Bagaimana?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Deretan Anak Artis Antusias Menonton Timnas di GBK, Intip Keseruannya
Peneliti Rusia Meninggal Misterius, Hampir 200 Orang Dipantau karena Dugaan Pes
Ini Jumlah Ideal Teman agar Hidup Bahagia, Enggak Perlu Banyak-Banyak Bun
Resep Tumis Kangkung Sederhana, Enak dan Praktis untuk Menu Makan di Rumah
2 Ciri Anak Punya Sensitivitas Tinggi Menurut Psikolog
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Loose Powder untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Blush On Stick Terbaik untuk Bikin Pipi Merona Natural dan Fresh
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Perubahan Ranty Maria usai Jadi Istri, Ada Pembahasan Dewasa untuk 10 Th ke Depan
Deretan Anak Artis Antusias Menonton Timnas di GBK, Intip Keseruannya
Peneliti Rusia Meninggal Misterius, Hampir 200 Orang Dipantau karena Dugaan Pes
Ini Jumlah Ideal Teman agar Hidup Bahagia, Enggak Perlu Banyak-Banyak Bun
Resep Tumis Kangkung Sederhana, Enak dan Praktis untuk Menu Makan di Rumah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cari Outer untuk ke Kantor? Coba Padukan Knit Cape dengan 5 Cara Ini
-
Beautynesia
5 Tanda Orang Benar-Benar Percaya Diri
-
Female Daily
Lagi Cari MUA yang Bikin Makeup Flawless? Ini 5 MUA Langganan Artis Indonesia!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
7 Potret Rossa di Ultah Putranya, Tampil Kompak Bareng Mantan Suami
-
Mommies Daily
Anak Ngadu Sering Dikatain Jelek oleh Temannya: Begini Cara Bantu Anak Hadapi Komentar Menjatuhkan