HaiBunda

PARENTING

5 Contoh Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit untuk Anak Sekolah

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Minggu, 01 Mar 2026 15:25 WIB
Ilustrasi Contoh Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit untuk Anak Sekolah/Foto: Getty Images/golfcphoto
Jakarta -

Anak biasanya akan diminta oleh guru untuk berlatih menyampaikan kultum Ramadhan di sekolah. Berlatih kultum Ramadhan dipercaya akan membuat anak tampil percaya diri dan dapat menambah wawasan agama Islam padanya.

Kultum Ramadhan juga sering disampaikan sebagai pengingat kita untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui pesan singkat yang menyentuh hati inilah, kita dapat mengajarkan anak-anak tentang kewajiban menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.

Biasanya, kultum disampaikan dalam waktu maksimal 7 menit. Namun, untuk anak sekolah, 5 menit saja sudah cukup agar penyampaiannya tetap menarik dan tidak membosankan, Bunda.


Oleh karena itu, terdapat beberapa contoh kultum Ramadhan singkat yang dapat dijadikan referensi anak sekolah dalam berlatih menyampaikan kultum. Dilansir dari berbagai sumber, inilah 5 kultum Ramadhan singkat dengan bahasa yang mudah dipahami anak.

Contoh Kultum Ramadhan singkat 5 menit untuk anak sekolah

Kultum Ramadhan memiliki beragam tema, mulai dari kemuliaan bulan Ramadhan hingga cara memaksimalkan ibadah sepanjang bulan suci. Berikut contoh kultum Ramadhan singkat untuk anak sekolah:

1. Menyambut Ramadhan

Kultum Ramadhan singkat tentang menyambut bulan suci Ramadhan ini dikutip dari buku Kumpulan Kultum Ramadhan: Berkaca Pada Jiwa 2 karya Prito Windiarto.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi robbil alamin. Wabihi nasta'inu ala umuridunya wadin. Assholatu wassalamu ala nabiyina Muhammadin SAW. Amma ba'du. 

Puji serta syukur kehadirat Allah SWT atas nikmatNya yang luar biasa. Sholawat dan salam marilah kita sampaikan kepada junjungan alam, nabi kita Muhammad SAW.

Hadirin yang dimuliakan Allah SWT. 

Ramadhan. Bulan suci ini menyapa kembali. Kemuliaan di hadapan dan kedatangannya disambut oleh berbagai macam perasaan dari orang-orang.

Pertama. Ada orang yang menyambutnya biasa-biasa saja. Ramadhan baginya tak lebih dari rutinitas tahunan. Tak ada perubahan apa-apa. Biasa saja. Hadirnya bulan kemuliaan baginya tak memberikan pengaruh sedikit pun, selain kenyataan ia harus berpuasa. Menahan lapar dahaga. Bagi orang seperti ini apa yang akan dilewatkan selama Ramadhan ini takkan membekas makna, takkan memberi pengaruh setitik pun.

Kedua. Orang yang menanggapi secara sinis. Orang ini merasa berat ketika datangnya bulan suci. Ia malas melakukan ibadah. Baginya puasa itu berat. Ramadhan itu bikin enek. Karena selama Ramadhan, ia tak lagi bisa makan-makan secara bebas dan berbuat sesuka hati. Orang menganggap datangnya Ramadhan adalah musibah. Naudzubillahimindzalika.

Ketiga. Orang yang begitu antusias menyambutnya. Ia begitu merasa istimewa di bulan berkah ini. Ia menyapa Ramadhan dengan kegembiraan. Meski begitu, nyatanya ada dua golongan atas sambutan penuh kegembiraan ini. 

Ada yang antusias menyambut, sekadar karena Ramadhan terasa ser sebab ada pesta petasan, ngabuburit, sahur bareng keluarga, berbuka dengan makanan yang enak, puasa dijadikan ajang diet, melangsingkan perut, dan lain-lain. Golongan ini menyambut antusias Ramadhan karena suasana menyenangkan. 

Golongan kedua, antusias menyambut Ramadhan karena keimanan dan keilmuan. Ia senang karena paham Ramadhan adalah bulan keberkahan, bulan kemuliaan. Saat ganjaran kebaikan dilipatgandakan. Ia menyambutnya dengan khusyuk. Bukan sekadar karena banyak "hal menarik" selama Ramadhan. 

Baginya itu hanya sebagai tambahan. Yang terutama adalah karena keinsyafan betapa berharganya bulan ini, sayang jika terlewatkan tanpa makna yang terhadirkan.

Termasuk manakah kita? Semoga termasuk yang menyambut Ramadhan dengan antusias berlandas keimanan dan keilmuan. Pada gilirannya semoga kita bisa mengisi Ramadhan ini dengan banyak kebajikan. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhiroti hasanah, waqina adzabannar.

Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Kemuliaan Ramadhan

Kultum Ramadhan singkat tentang kemuliaan bulan suci Ramadhan ini dikutip dari buku Kumpulan Pidato Praktis: Membuat Audiens Terpukau karya S. Sopian.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga kita dapat melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Allah SWT melipatgandakan pahala, membuka pintu rahmat, serta mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda: “ Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan penuh harap akan ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Inilah kesempatan emas bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita isi Ramadhan ini dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan amal kebaikan lainnya. Jangan sampai kita melewati bulan suci ini hanya dengan lapar dan dahaga tanpa mendapat ampunan dari Allah.

Hadirin sekalian, izinkan saya menyampaikan tiga pesan singkat sebagai renungan di bulan suci ini.

Pertama, jaga lisan. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari ucapan yang sia-sia, ghibah, atau menyakiti hati orang lain.

Kedua, perbanyak amal kebaikan. Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Mari kita biasakan membaca dan menghayati maknanya. Perbanyak juga sedekah, karena sekecil apapun kebaikan akan mendapat balasan yang berlipat ganda.

Ketiga, perbaiki hubungan sesama. Ramadhan mengajarkan kita untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Jangan biarkan dendam atau perselisihan merusak ibadah kita.

Hadirin yang berbahagia, Ramadhan bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri. Jadikan bulan ini sebagai titik balik untuk menjadi hamba yang lebih taat, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama.

Akhir kata, mari kita doakan semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan suci ini, mengampuni dosa-dosa kita, serta memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun yang akan datang.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3. Keutamaan Tarawih

Kultum Ramadhan singkat tentang keutamaan tarawih di bulan suci Ramadhan ini dikutip dari buku Kumpulan Kultum Ramadhan: Berkaca Pada Jiwa 2 karya Prito Windiarto.


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمْنَا بِنِعْمَةِ الإِيْمَانِ وَ الإِسْلامِ وَالصَّلاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ أَشْهَدُ أنْ لا إلهَ إلا الله رب العالمينَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ أَمَّا بَعْدُ اللَّهُ خَاتِمُ النَّبِيِّينَ

"Alhamdulillaahilladzii an'am naa bini'matiliimaani walislaami wash-sholaatu was-salaamu 'alaa muhammadin wa 'ala aalihi wa ash-haabihi ajma'in asyhadu alla ilaaha illallahu rabbul'aalamiina wa asyhadu anna muhammadarrosulullooh khootimuunnabiyyiina. Amma ba'du."

Alhamdulillah. Segenap puji syukur kita panjatkan untuk-Nya yang telah memberi kita kenikmatan Iman dan Islam. Sholawat dan salam teruntuk Nabi Muhammad SAW, pada keluarga, para sahabatnya.

Salah satu ibadah spesial di bulan Ramadhan selain puasa (shaum) adalah shalat tarawih. Shalat sunnah qiyamul lail ini hanya ada di bulan suci ini. Ibadah sunnah Muakkadah ini sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Banyak sekali keutamaan dan keistimewaan ketika kita menegakkan shalat ini. 

Pertama, shalat tarawih bisa menjadi wasilah diampuninya dosa. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah: “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pengampunan dosa dalam hadis tersebut dapat mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan hadis. Namun, pendapat lain mengatakan, yang dimaksud pengampunan dosa adalah khusus untuk dosa kecil.

Meski kita menyadari betapa banyak dosa yang telah diperbuat, semoga shalat tarawih yang kita jalani menjadi jalan bagi Allah SWT untuk menggugurkan dan membersihkan dosa-dosa kita.

Dalam riwayat dari Abdurrahman bin Auf, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan di mana Allah mewajibkan puasanya dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya (tarawih) untuk orang-orang Islam. Maka barangsiapa berpuasa Ramadhan dan Qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. (HR. Ahmad, Ibnu Majah).

Kedua, Sunnah Muakkadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Shalat tarawih adalah ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Ibnu Syihab, Urwah menyampaikan kepadanya bahwa Aisyah telah melaporkan jika Rasulullah pada suatu malam di bulan Ramadhan berangkat ke masjid dan mendirikan shalat di sana.

Kemudian, orang banyak mengikuti beliau. Keesokan harinya, orang-orang membicarakan tentang shalat Rasulullah itu sehingga jamaah yang ikut semakin banyak. Hingga pada malam keempat Ramadhan, jamaah sudah tidak tertampung lagi di masjid.

Paginya, setelah selesai shalat subuh, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Amma ba’du. Sesungguhnya aku tahu kemampuan kalian. Akan tetapi, aku ragu bila shalat tarawih itu diwajibkan atas kalian, dan kalian tidak mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Meskipun shalat tarawih adalah sunnah, kita jangan sampai melewatkan ibadah yang muakkadah (sangat dianjurkan) ini. Wallahu a’lam bishawab.

4. Keistimewaan dan Keutamaan Puasa

Kultum Ramadhan singkat tentang keistimewaan dan keutamaan puasa di bulan suci Ramadhan ini dikutip dari buku Kumpulan Kultum Ramadhan: Berkaca Pada Jiwa 2 karya Prito Windiarto.

Alhamdulillah. Segala puji syukur kita panjatkan untuk kehadiran-Nya. Penguasa alam semesta serta karunia-Nya yang tak terhingga. Sholawat dan salam teruntuk junjungan mulia, Muhammad SAW. Semoga kita dapat mengikuti sunnahnya.

Tak terasa, hari ini kita sudah berada di masa bulan kemuliaan. Bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih utama dari 1000 bulan. Inilah saat salah satu ibadah teragung, yakni puasa, yang wajib dikerjakan.

Kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Di bulan nan indah ini, kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa.

Ibadah puasa spesial karena ia benar-benar jalur langsung antara seorang hamba dengan Rabb-Nya. Ibadah ini langsung dinilai oleh Allah Sang Maha Kuasa. Rasulullah SAW. meriwayatkan firman Allah SWT. Dalam hadis Qudsi yang artinya, "Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya (puasa) itu untukKu, dan Aku yang akan membalasnya." (HR Ahmad dan Muslim).

Pada kesempatan ini izinkan saya untuk memaparkan ulang keutamaan puasa yang dihimpun dari berbagai sumber.

Pertama. Puasa sebagai penghapus dosa-dosa. Rasulullah SAW. bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, karena penuh keimanan dan mengharap ridha Allah maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, dalam hadis lain disebutkan bahwa, "Shalat wajib lima waktu, (dari) satu Jumat ke Jumat selanjutnya, (dari) Ramadhan ke Ramadhan, akan dapat menghapuskan dosa-dosa, selama dia tidak melakukan dosa besar." (HR. Muslim).

Dua hadis di atas jelas menunjukan bahwa jika kita berpuasa dengan sebenar-benarnya penuh keimanan, ikhlas demi-Nya dan mengharap ganjaran dari-Nya, maka dosa-dosa kita akan diampuni.

Kedua. Puasa adalah perisai (penghalang). Dalam hadis riwayat Imam Ahmad disebutkan, "Puasa itu perisai (penghalang), yang akan menghalangi seorang hamba dari api neraka." Hadis itu dikuatkan oleh hadis riwayat Imam Nasa'i, "Puasa itu penghalang, selagi ia tidak dirusak."

Berdasarkan hadis itu kita meyakini bahwa puasa yang kita lakukan, selagi tidak dirusak, akan menjadi penghalang (perisai) dari api neraka kelak. Adapun hal-hal yang merusak puasa diantaranya adalah dusta, menggunjing, memfitnah, dan kemaksiatan lainnya. 

Karena itu sudah selazimnya kita menjaga puasa kita agar tetap bermakna. Rasulullah mengingatkan, "Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang shalat malam, tapi tidak mendapatkan dari shalatnya kecuali hanya begadang." (HR. Ibnu Majah).

Demikianlah, dua dari banyak keutamaan puasa ini semoga menjadi motivasi bagi kita agar bisa menjalankan puasa sebaik-baiknya.

Allahumma ainna 'ala dzikrika wasykrika wahusni ibadatika. Aamiin ya robbal alamin. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

5. Cinta dan Zikir Kepada Sang Khaliq

Kultum Ramadhan singkat tentang mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW ini dikutip dari buku Kumpulan Kultum Ramadhan: Mutiara Nasihat Seribu Bulan karya Ahmad Izudin.

"Shalat, puasa, dan bersedekah akan dibawa pada hari kebangkitan dan ditempatkan pada mizan (timbangan). Tetapi ketika cinta yang dibawa, ia tidak akan bisa ditimbang dan timbangan (mizan) tak akan muat. Maka hal yang paling utama adalah CINTA." (Jalaluddin Rumi).

Dengan mengamalkan Tarekat maka janji Allah dalam al-Qur'an tentang keutamaan ibadah dan zikir akan terealisasi. Salah satu sekian janji itu, jaminan Allah akan keutamaan dzikir adalah bararıgsiapa yang berdzikir dengan khidmat, maka niscaya hatinya akan tenang dan damai. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surat al-Baqarah (2: 152) berikut ini:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

"Berdzikirlah (Ingatlah) kamu pada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula padamu."

Dzikirullah atau mengingat Allah adalah amalan yang tidak terhingga nilainya, bagi siapapun yang senantiasa mengingat-Nya di setiap waktu, niscaya amalan dan perbuatan apapun di dunia yang belum tercapai akan dengan mudah terwujud, itulah janji Sang Maha Pencipta. Setiap hembusan nafas, denyut nadi bergetar, derasnya darah mengalir sekujur tubuh, hingga untaian tutur kata yang terucap manakala kita mengingat Allah, senantiasa diilhami dan mendapat petunjuk-Nya.

Begitu juga dengan mengucapkan shalawat Nabi SAW, sebagaimana dalam sabdanya: "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah memberi rahmat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim). 

Bershalawat pun tidak hanya sekedar mengucap dengan kata-kata, tetapi harus dibarengi dengan metode yang tepat. Kalau direnungi secara dalam, untuk apa kita mendoakan Nabi, bukankah Beliau sudah mendapatkan jaminan Allah atas keselamatan dan surga baginya.

Padahal, yang belum tentu selamat itu kita sebagai makhluk biasa. Di sinilah rahasia penting yang patut kita gali secara mendalam, mengapa kita penting mengucapkan shalawat kepada Nabi. Ibarat kabel listrik, apabila arus secara langsung dialirkan kepada kita, maka akan terasa dentuman nadir dari setrum itu kepada sekujur tubuh ini. Begitu pula dengan ucapan shalawat kita kepada Nabi, bila secara istiqomah menjalankan amalan ini, niscaya akan mendapatkan syafaat kelak di akhir zaman, ketika manusia dibangkitkan kembali dari liang lahat (kubur).

Bukankah kita-sebagai manusia biasa-akan menghadap sang Maha Sempurna? Bukankah janji Allah tatkala melihat manusia-bukan dilihat dari mana asalnya, apa jabatannya, apakah manusia itu kaya atau miskin, dan lainnya-yang pertama kali dihitung adalah amalannya dengan ketaqwaan. 

Maka dari itu, taqwa tidak hanya sekedar mengucapkan dua kalimat syahadat, tapi bagaimana kita menjalankan amaliyah yang termaktub dalam rukun Islam; syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji bagi yang mampu.

Semua amaliyah yang wajib harus dijalankan oleh umat Muslim. Namun, bila kita ingin meningkatkan dan memperbanyak pahala di hadapan Allah SWT, harus bekerja ekstra keras untuk meraihnya.

Salah satu amaliyah ini adalah dengan berzikir, mengingat Allah, dan memuji Nabi kita. Maka dari itu, melalui momentum bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mari kita senantiasa ber-khalwat kepada Sang Khaliq dengan asma-Nya. Sebagaimana janji-Nya, bahwa ketika insan bermunajat kepada Allah dengan penuh cinta, dengan sendirinya akan mendapatkan pahala berlipat ganda.

Itulah beberapa contoh materi kultum Ramadhan singkat untuk anak sekolah dalam berlatih menyampaikan kultum.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Inspirasi Nama Anak di Bulan Puasa Selain Ramadhan dan Fitri

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

10 Ciri Anak Berkemauan Keras dan Cara Menghadapinya Menurut Psikolog

Parenting Nadhifa Fitrina

Ternyata, Ini 7 Kebiasaan Sehari-hari Bikin Terlihat Awet Muda

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kisah Haru Grace Davidson, Bunda Pertama di Inggris Melahirkan dengan Rahim Buatan

Kehamilan Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Sempat Viral, Hannah Neelan Pemilik Akun Ballerina Farm Umumkan Hamil Anak Ke-9

Kehamilan Amrikh Palupi

5 Resep Ayam Berkuah Bening yang Segar dan Simple Dibuat

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Anak Public Figure yang Baru Jadi Lulusan UI, dari Menteri hingga Dokter

10 Ciri Anak Berkemauan Keras dan Cara Menghadapinya Menurut Psikolog

Kisah Haru Grace Davidson, Bunda Pertama di Inggris Melahirkan dengan Rahim Buatan

Ternyata, Ini 7 Kebiasaan Sehari-hari Bikin Terlihat Awet Muda

5 Resep Ayam Berkuah Bening yang Segar dan Simple Dibuat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK