PARENTING
7 Tips Penting Mendidik Anak Keras Kepala agar Jadi Orang Sukses
Indah Ramadhani | HaiBunda
Selasa, 10 Mar 2026 20:45 WIBBagi Bunda yang memiliki anak keras kepala, mendidik dan mengasuhnya tentu menjadi tantangan tersendiri. Saat anak tidak ingin menurut, tak jarang Bunda merasa kehabisan cara untuk meluluhkan sikap keras kepalanya.
Hal tersebut memang wajar bila Bunda merasa kewalahan saat menghadapinya. Namun, perlu diingat juga bahwa sifat tersebut yang akan menjadi bibit dari kekuatan mereka saat dewasa nanti, apabila orang tua dapat membimbingnya dengan baik.
Yuk simak penjelasan selengkapnya dari para ahli mengenai tips parenting anak keras kepala agar menjadi orang sukses, Agar Bunda semakin memahami cara mendidik dan mengasuh Si Kecil dengan karakter yang kuat.
Mengenal sifat anak keras kepala
Menurut pakar pendidikan anak, Greene, dalam kutipannya menjelaskan bahwa anak keras kepala adalah anak yang memiliki kemandirian dan rasa percaya diri yang begitu kuat, Bunda. Mereka dikenal anak yang gigih, penuh tekad, dan ingin membuat keputusan sendiri.
Sebagian anak dengan sifat seperti ini bahkan sering mempertanyakan aturan karena mereka ingin tahu dan memahami alasan di balik terbentuknya aturan tersebut. Tak jarang, anak juga akan merasa aturan dapat membatasi atau menghambat langkah mereka.
Sifat keras kepala seperti ini bukanlah hal yang buruk, Bunda. Jika mampu diarahkan dengan baik, sifat ini bisa membentuk karakter yang tegas dan mandiri. Namun sebaliknya, tanpa bimbingan yang tepat, anak bisa menjadi sulit diatur, terutama di rumah atau sekolah yang memiliki banyak aturan.
Ciri-ciri anak keras kepala
Meskipun anak memiliki kepribadiannya masing-masing, anak yang keras kepala ternyata memiliki ciri khusus yang dapat dikenali, Bunda. Menurut direktur program pendidikan anak usia dini dari Universitas New York, Erin O’Connor, EdD, inilah beberapa ciri anak keras kepala:
- Tegas dan percaya diri
- Gigih dan tidak mudah menyerah
- Memiliki pendapat kuat atau cenderung mempertahankan pendapat
- Peka secara emosional
- Berani menentang aturan dan menyuarakan pendapat
Selain itu, ciri anak keras kepala juga bisa dilihat dari bagaimana perilakunya. Menurut Dr. O’Connor yang dikutip dari laman Parents, perilaku anak keras kepala yang kerap ditunjukkan adalah sebagai berikut:
- Mudah marah saat frustrasi
- Mendominasi saat bermain dengan teman sebaya
- Tidak sabar dan mood langsung berubah ketika orang lain tidak memahaminya
- Tidak ingin mendengar semua hal
- Tidak mau mengalah saat berdebat
“Tidak semua anak keras kepala memiliki ciri-ciri tersebut. Namun, sikap gigih, berani menentang aturan, dan memiliki pendapat yang kuat biasanya menjadi ciri umum anak keras kepala,” kata Dr. O’Connor.
Kelebihan dari anak keras kepala
Menurut seorang pekerja sosial berlisensi dari Waypoint Wellness Center yang bernama Jillian Amodio, LMSW, anak keras kepala memiliki beberapa kelebihan, seperti tegas dan percaya diri, berani membela yang benar, menjadi pemimpin, dan gigih dalam mencapai tujuan.
Para ahli pendidikan anak usia dini juga mengatakan bahwa jika seorang anak belajar menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri sejak kecil, ia akan memiliki mental yang lebih kuat saat tumbuh dewasa. Ia akan lebih unggul dalam memecahkan masalah serta tidak mudah dipengaruhi oleh teman sebayanya.
Selain itu, kegigihan yang mereka miliki bisa menjadi kunci dalam meraih kesuksesan. Menurut para psikolog dan ilmuwan sosial, perpaduan antara semangat, ketekunan, dan kegigihan justru dapat memperbesar peluang sukses pada anak yang memiliki sifat keras kepala, Bunda
Kapan harus berkonsultasi saat menghadapi anak keras kepala
Tidak ada salahnya jika Bunda membutuhkan bantuan ahli apabila sifat keras kepala anak sudah mengganggu kehidupan sehari-harinya. Jangan ragu untuk menghubungi dokter atau ahli kesehatan mental bila Bunda menghadapi situasi berikut:
- Perilaku anak mempengaruhi kesehatan atau keselamatannya, seperti tidak mau makan, asupan kalori tidak tercukupi, atau perilaku berisiko lainnya.
- Aktivitas harian seperti belajar dan berinteraksi dengan orang lain menjadi terganggu, termasuk anak sulit datang tepat waktu ke sekolah.
- Orang tua merasa sudah sangat kewalahan menghadapi sifat mereka hingga timbul rasa frustasi, marah, bahkan menyimpan emosi negatif yang berkepanjangan.
Sebagai langkah awal, orang tua dapat bergabung dan berbincang di komunitas kesehatan mental atau berkonsultasi langsung dengan parenting coach. Selain itu, konseling juga bisa dilakukan, baik untuk orang tua, anak, maupun keduanya.
7 Tips penting mendidik anak keras kepala agar sukses
Mendidik dan mengasuh anak yang keras kepala merupakan tantangan yang sangat berarti bagi orang tua. Seperti yang disampaikan sebelumnya, anak dengan karakter seperti ini cenderung memiliki tingkat kemandirian dan keberanian yang tinggi. Karenanya, orang tua perlu membimbingnya dengan sabar dan penuh perhatian.
Menurut para pakar anak yang dikutip dari laman Crawford International, mendidik anak yang keras kepala membutuhkan keseimbangan antara ketegasan, kedisiplinan, dan fleksibilitas. Maksudnya, Bunda diharapkan bisa memposisikan kapan waktunya tegas dan kapan waktunya fleksibel terhadap anak. Berikut beberapa tipsnya:
1. Tetapkan aturan yang jelas dan konsisten
Anak keras kepala membutuhkan batasan yang jelas agar mereka merasa aman, Bunda. Sampaikan aturan dan nasihat secara jelas dan lakukanlah secara konsisten. Terkadang, mereka akan mencoba melawan, tetapi aturan dan konsekuensi yang jelas dan konsisten membuat mereka memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
2. Buatlah mereka terlibat dalam pilihan
Anak dengan karakter seperti itu lebih menyukai memegang kendali daripada mendapatkan perintah langsung. Mereka akan lebih aktif dan merasa senang apabila diberikan kesempatan untuk memilih. Misalnya, “Kamu mau pakai jaket biru atau merah?” daripada mengatakan “Pakai jaket sekarang.”
3. Dengarkan pendapatnya
Luangkan waktu untuk mendengarkan alasan atau sudut pandangnya. Tidak setiap pendapat atau pemikirannya harus Bunda setujui, memvalidasi perasaan dan memahami apa yang sedang dirasakannya cukup untuk membuat dirinya merasa didengar.
4. Berempati dan lebih bersabar
Saat marah atau frustrasi, anak yang keras kepala cenderung meluapkan emosinya secara intens. Cobalah Bunda untuk memahami apa yang dirasakannya sebelum merespons, atau ucapkan kalimat validasi seperti, “Bunda tahu kamu kesal karena…” agar anak lebih terbuka untuk berdiskusi.
5. Melatih kemandirian anak dengan memberi tanggung jawab
Berikan kesempatan anak untuk belajar mandiri, seperti membiarkan mereka memilih pakaian sendiri atau membantu pekerjaan rumah yang ringan. Hal ini membantu anak untuk melatih kemandirian dan bertanggung jawab.
6. Orang tua perlu bersikap tenang di hadapan anak
Meskipun hal ini tidaklah mudah, Bunda juga perlu bersikap tenang saat menghadapi konflik, terlebih di hadapan mereka. Pasalnya, anak akan meniru sikap dan apa yang dilakukan orang tuanya dalam menghadapi sesuatu.
7. Berikan apresiasi terhadap sifat positifnya
Banyak anak yang memiliki sifat keras kepala tumbuh dengan rasa percaya diri dan berjiwa pemimpin. Maka dari itu, Bunda bisa memberikan apresiasi positif terhadap keberanian, kegigihan, dan kemandiriannya.
Para ahli menegaskan bahwa terlalu sering memarahi atau mendisiplinkan anak dengan keras justru bisa meredupkan potensi tersebut, Bunda. Posisikan kapan Bunda harus tegas dan kapan harus fleksibel agar kelebihan yang dimiliki mereka dapat terasah secara optimal.
Demikian informasi mengenai tips parenting pada anak keras kepala agar tumbuh menjadi orang sukses. Semoga bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Jangan Hanya Bilang "Hebat", Begini Cara Memuji Anak yang Tepat
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Tanda Bunda Punya Balita Keras Kepala dan Cara Mengatasinya Menurut Pakar
Benarkah Unyeng-Unyeng Kepala Lebih Dari Satu Tanda Anak Keras Kepala?
7 Karakteristik Anak Temperamen yang Bisa Dilihat Sejak Dini
7 Cara Menangani Anak Keras Kepala dan Suka Melawan Orang Tua
TERPOPULER
Cara Bersikap Sesuai Tipe Kepribadian agar Sukses di Tempat Kerja
Momen Anak-Anak Ayu Dewi saat Sahur Curi Perhatian Netizen, Sampai Tertidur di Meja Makan
4 Aktris Korea Ini Buka-bukaan Ungkap Kerasnya Industri Hiburan setelah Menikah dan Melahirkan
7 Tips Penting Mendidik Anak Keras Kepala agar Jadi Orang Sukses
Momen Kompak Masayu Anastasia & Lembu Wiworojati Bareng Anak Semata Wayang
REKOMENDASI PRODUK
Mau Beli Bibit Tanaman Buah? Ini 5 Toko Online dengan Rating Tinggi dan Tepercaya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Perlengkapan Rumah Tangga Praktis untuk Bersihkan Rumah dengan Cepat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Bagaimana Memilih Merek Ice Cream yang Tepat untuk Ibu Hamil?
Annisa Aulia RahimREKOMENDASI PRODUK
Keloid Bekas SC: Cara Menghilangkan, Tanda Bahaya & Rekomendasi Obat Salep
Melly FebridaREKOMENDASI PRODUK
6 Stok Makanan Wajib Saat Ditinggal ART Mudik, Praktis dan Tahan Lama
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Bersikap Sesuai Tipe Kepribadian agar Sukses di Tempat Kerja
Momen Anak-Anak Ayu Dewi saat Sahur Curi Perhatian Netizen, Sampai Tertidur di Meja Makan
Mau Beli Bibit Tanaman Buah? Ini 5 Toko Online dengan Rating Tinggi dan Tepercaya
7 Tips Penting Mendidik Anak Keras Kepala agar Jadi Orang Sukses
4 Aktris Korea Ini Buka-bukaan Ungkap Kerasnya Industri Hiburan setelah Menikah dan Melahirkan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Alarm Kesehatan! Kasus Kanker Usus Besar pada Anak Muda Terus Meningkat
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Tengkorak atau Perempuan yang Pertama Dilihat? Ungkap Keadaan Dirimu Saat Ini
-
Female Daily
Lebih Playful dan Chic, Ini Dia Koleksi Spring 2026 Terbaru dari Kate Spade New York!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Para Bintang One Piece Season 2 di Red Carpet, Pemeran Nami Seksi-Elegan
-
Mommies Daily
7 Kesalahan Keuangan saat Lebaran yang Bikin THR Cepat Habis Menurut Financial Planner