PARENTING
Beda Vaksin MR dan MMR, Mana yang Lebih Penting Diberikan pada Anak untuk Cegah Campak?
Indah Ramadhani | HaiBunda
Selasa, 17 Mar 2026 07:50 WIBDalam melawan campak, anak sering kali dianjurkan untuk mendapatkan vaksin campak secara lengkap. Namun, terdapat dua jenis vaksin yang tersedia, yakni MR dan MMR. Lantas, apa beda vaksin MR dan MMR, serta mana yang harus didahulukan pemberiannya?
Penyakit campak dan rubella merupakan penyakit menular yang disebarkan lewat saluran nafas atau droplet. Penyakit campak disebabkan oleh infeksi virus campak (measles virus), sementara penyakit rubella disebabkan oleh infeksi virus rubella.
Kedua penyakit tersebut memiliki tingkat penularan yang begitu tinggi, terlebih pada anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak. Selain itu, campak dapat menyebabkan berbagai komplikasi, sementara rubella dapat mengganggu kehamilan.
Melansir dari data WHO, setidaknya terdapat 95.000 kematian akibat campak di seluruh dunia pada tahun 2024. Kematian ini sebagian besar terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun yang belum divaksinasi sama sekali atau belum divaksinasi secara lengkap.
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia bersama Kementerian Kesehatan menggencarkan pemberian imunisasi rutin kepada anak-anak, termasuk imunisasi campak, baik itu vaksin MR ataupun MMR. Untuk mengetahui perbedaanya, simak penjelasannya berikut ini, Bunda.
Mengenal vaksin MR dan MMR
Sebelum vaksin MR dan MMR digunakan, Indonesia pernah menggunakan imunisasi campak tunggal. Namun, vaksin ini tidak lagi dipakai karena pemerintah juga memprioritaskan pencegahan rubella, sehingga kini digunakan vaksin MR.
Melansir dari laman IDAI, vaksin MR (measles rubella) pada dasarnya merupakan vaksin yang berfokus mencegah penularan virus measles (campak) dan rubella. Vaksin MR dapat diberikan kepada anak sebagai bentuk perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella.
Sementara itu, vaksin MMR merupakan vaksin untuk mencegah penyakit campak, rubella, dan gondongan (mumps). Kandungan dalam vaksin tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap tiga penyakit sekaligus.
Berikut manfaat pemberian vaksin MMR pada penyakit campak, rubella, dan gondongan:
- Measles (campak): Mencegah demam tinggi, ruam, dan risiko radang paru atau pneumonia.
- Mumps (gondongan): Mencegah pembengkakan kelenjar ludah yang bisa memicu komplikasi radang testis atau ovarium.
- Rubella (campak jerman): Mencegah infeksi virus yang sangat berbahaya bagi janin jika menular ke ibu hamil.
Perbedaan vaksin MR dan MMR
Seperti yang diketahui, vaksin MR lebih sering digencarkan oleh pemerintah melalui program imunisasi massal yang dilaksanakan di berbagai fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas dan posyandu. Oleh karena itu, vaksin MR mungkin lebih familiar di telinga Bunda.
Namun, terdapat alasan mengapa pemerintah jauh mengedepankan vaksin tersebut dibandingkan vaksin MMR. Melansir dari sumber yang sama, fokus pemerintah kini adalah untuk memprioritaskan pengendalian campak dan rubella yang dinilai lebih berbahaya.
Meskipun sederhananya perbedaan vaksin MR dan MMR hanyalah pada jumlah penyakit yang dicegah, terdapat beberapa hal lain yang juga harus diperhatikan terkait perbedaan kedua vaksin tersebut.
1. Periode pemberian vaksin
Berdasarkan anjuran IDAI, vaksin MR sebaiknya diberikan saat anak berusia 9 bulan untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Sementara MMR, terdapat dua periode pemberiannya, yakni dosis primer diberikan saat anak berusia 15 bulan dan dosis booster saat anak berusia 5-7 tahun.
2. Cara memperoleh vaksin
Vaksin MR disediakan oleh pemerintah melalui berbagai fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas, posyandu, rumah sakit, dan klinik swasta. Sementara untuk vaksin MMR, aksesnya sedikit dan hanya tersedia secara mandiri di rumah sakit swasta, klinik spesialis anak, atau klinik vaksinasi khusus.
3. Harga vaksin
Karena disubsidi oleh pemerintah, vaksin MR yang tersedia di Puskesmas atau posyandu umumnya gratis. Sementara vaksin MR yang tersedia di rumah sakit atau klinik, harganya dapat bervariasi, sekitar Rp300 ribu hingga Rp900 ribu.
Sementara vaksin MMR, karena keterbatasan penyedia dan akses, harganya juga cukup lumayan berbeda dari vaksin MR. Umumnya harga vaksin MMR di Indonesia berkira Rp500 ribu hingga Rp1,3 juta per dosis dan tergantung merk.
Mana yang lebih penting antara vaksin MR dan MMR
Karena beda vaksin dan MR dan MMR lumayan, tak sedikit orang tua yang bertanya-tanya manakah yang harus diprioritaskan. Sebenarnya, untuk mengikuti target pemerintah berdasarkan situasi darurat KLB, pemberian vaksinasi MR sangat diutamakan.
Alasannya karena vaksin MR fokus untuk mencegah dua penyakit yang sangat dikhawatirkan akhir-akhir ini. Meski begitu, anak tetap dapat memperoleh vaksin MMR setelah menerima dosis lengkap vaksin MR.
Anjuran IDAI menyebutkan, pemberian vaksin MMR setelah vaksin MR paling minimal terdapat interval enam bulan, terhitung sejak pemberian vaksin MR pada usia 9 bulan. Jadi, Bunda dapat memberikan vaksin MMR saat anak berusia 15 bulan.
Begitupun sebaliknya, IDAI menganjurkan agar anak yang telah mendapatkan vaksin MMR perlu juga mendapatkan vaksin MR untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit campak dan rubella.
Demikian penjelasan mengenai beda vaksin MR dan vaksin MMR dalam langkah pencegahan penyebaran penyakit campak dan rubella. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Ramai Sepekan: Ruce Nuenda Disorot usai Keluyuran saat Campak hingga Kabar Zendaya & Tom Holland
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mengenal Campak pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kenali Campak pada Bayi, Begini Gejala & Cara Mencegahnya Bun
Roseola Infantum vs Campak, Bagaimana Membedakan Ruam yang Muncul?
Pentingnya Imunisasi Campak untuk Anak, Kapan Diberikan?
TERPOPULER
Bisa Dilihat dari Kencing, Ini 4 Tanda Ginjal Bermasalah
Harper Beckham Bakal Rilis Brand Kosmetik Terinspirasi Korea, Targetkan Gen Z dan Alfa
3 Nama anak Rigen Rakelna dan Indah Ningtyas Beserta Arti & 30 Rangkaian Namanya
Kisah Bunda Alami Preeklamsia Pasca Persalinan, Berawal dari Sering Lelah saat Hamil
Zakat Fitrah Dibayar Online, Sah atau Tidak? Simak Penjelasannya Bun
REKOMENDASI PRODUK
5 Obat Anti Mabuk Perjalanan untuk Anak agar Nyaman & Bebas Mual
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bakso Kemasan Enak dan Terjangkau, Daging Sapi Berkualitas!
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Vitamin Anak untuk Daya Tahan Tubuh Selama Libur Lebaran
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Android TV Box Terbaik & Terjangkau untuk Streaming dan Gaming 2026
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Tas Brand Lokal untuk Ibu & Mertua di Bawah Rp500 Ribu, Bagus Semua!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bisa Dilihat dari Kencing, Ini 4 Tanda Ginjal Bermasalah
Ayah Ungkap Vidi Aldiano Hibahkan Sound System ke Masjid Sehari Sebelum Berpulang
Kisah Bunda Alami Preeklamsia Pasca Persalinan, Berawal dari Sering Lelah saat Hamil
3 Nama anak Rigen Rakelna dan Indah Ningtyas Beserta Arti & 30 Rangkaian Namanya
Zakat Fitrah Dibayar Online, Sah atau Tidak? Simak Penjelasannya Bun
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Kris Dayanti Lebih Perhatian Kepada Cucu, Aurel Hermansyah Merasa Cemburu
-
Beautynesia
Hindari, Ini 5 Kesalahan Memasak Santan yang Bisa Bikin Makanan Lebaran Cepat Basi
-
Female Daily
Ini 8 Best Looks Selebriti Dunia di Oscars 2026 versi FD!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Pasangan Artis Ini Mencuri Ratusan Barang di Supermarket, Kini Ditangkap
-
Mommies Daily
Agar Makeup Lebaran Bisa Awet Fresh Sepanjang Hari, Ini Tips dan Rekomendasi Produknya