HaiBunda

PARENTING

Bayi Prematur Rentan Mengalami Gangguan Jantung, Kenali Tanda hingga Perawatan yang Tepat

Dr. dr. Indriwanto Sakidjan Atmosudigdo, Sp.JP(K). MARS   |   HaiBunda

Kamis, 02 Apr 2026 15:40 WIB
Bayi prematur rentan alami masalah jantung/ Foto: Getty Images/andresr
Jakarta -

Bayi yang lahir prematur sering menghadapi tantangan kesehatan karena organ tubuhnya belum berkembang sempurna. Kondisi ini yang membuat Si Kecil membutuhkan perhatian yang lebih teliti sejak awal kelahiran.

Salah satu masalah yang dapat muncul adalah gangguan pada fungsi jantung. Meski tidak selalu terlihat jelas, tanda-tandanya pun bisa muncul perlahan.
Karena itu, Bunda perlu mengenali ciri-ciri awal dan memahami langkah perawatannya supaya dapat menjaga kesehatan Si Kecil secara lebih optimal.

Mengenal kondisi bayi prematur

Secara umum, bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Pada kehamilan normal, klasifikasinya dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan usia kehamilan.


Terdapat a-term awal, a-term penuh, a-term akhir, hingga yang sudah lewat a-term. Pembagian ini mengikuti minggu kelahiran yang menjadi acuan kondisi bayi, Bunda.

Untuk bayi prematur sendiri, klasifikasinya beragam dan dibedakan menurut usia kehamilan saat lahir. Extreme pre-term adalah mereka yang lahir di bawah 28 minggu, sementara very pre-term berada pada rentang 28 hingga 32 minggu.

Sedangkan moderate pre-term mencakup usia 32 sampai 35 minggu, dan late pre-term berada di usia 35 hingga 36 minggu. Pada kelompok ini, organ-organ bayi, termasuk jantungnya, biasanya belum matang sepenuhnya, Bunda.

Risiko jantung yang lebih sering dialami bayi prematur

Patent Ductus Arteriosus atau PDA menjadi kondisi yang sering ditemukan pada bayi prematur. Ductus arteriosus sendiri merupakan saluran yang sangat diperlukan saat bayi masih berada di dalam kandungan.

Dalam kandungan, Si Kecil belum bernafas dengan paru-parunya, sehingga membutuhkan aliran dari ductus arteriosus untuk mendukung sirkulasinya. Setelah lahir pada bayi cukup bulan, saluran ini umumnya akan menutup secara alami dalam 24 hingga 96 jam.

Penutupan saluran ini diperlukan supaya bayi bisa bernafas dengan paru-paru yang kini mulai bekerja. Namun pada bayi prematur, kondisi ini banyak yang tidak menutup sehingga PDA lebih sering terjadi, Bunda.

Data menunjukkan bahwa hampir 50 persen bayi prematur akan memiliki PDA. Bahkan, pada bayi yang lahir di bawah 28 minggu, angkanya bisa mencapai 80 persen. Risiko ini akan semakin meningkat jika bayi juga memiliki penyakit penyerta seperti sindrom tertentu, salah satunya down syndrome.

Penyebab PDA yang rentan terjadi pada bayi prematur

Penyebab pasti terjadinya PDA pada bayi prematur memang sulit diketahui. Bahkan dalam berbagai literatur pun dijelaskan bahwa penyebabnya belum dapat dipastikan, meski ada teori yang menyebutkan kaitannya dengan zat tertentu.

Prinsipnya, Si Kecil yang lahir prematur memiliki organ-organ tubuh yang belum matang. Kondisi ini membuat sistem dalam tubuhnya belum berfungsi optimal. Termasuk mekanisme yang seharusnya membantu menutup saluran ductus arteriosus setelah lahir.

Ductus arteriosus sendiri memang diperlukan selama bayi masih berada dalam kandungan. Namun setelah lahir, saluran ini seharusnya menutup secara alami, tetapi pada bayi prematur proses ini kerap tidak terjadi, sehingga PDA tetap terbuka.

Tanda bayi prematur mengalami masalah jantung

Berbagai perubahan pada perilaku dan kondisi fisik bayi prematur dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada jantung. Karena itu, orang tua perlu mengenali tanda-tanda awal yang bisa muncul.

1. Napas terlihat lebih cepat dari biasanya

Bayi prematur biasanya dipantau ketat oleh dokter neonatologi, termasuk bagaimana pola napasnya. Jika napas terlihat lebih cepat atau ada tarikan di sela-sela iganya, ini dapat menjadi tanda adanya masalah pada jantung.

Kondisi ini memberikan petunjuk bahwa tubuhnya bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigen. Pola napas yang tidak normal kerap menjadi indikator awal adanya gangguan pada sistem pernapasan dan jantung Si Kecil.

2. Bayi tampak cepat lelah saat menyusu

Tanda lain yang mudah dikenali adalah bayi mulai terlihat lelah saat sedang menyusu. Aktivitas minum susu yang biasanya ringan bisa menjadi berat bagi bayi prematur yang memiliki masalah jantung.

Saat menyusu, Si Kecil bisa berhenti, tersengal, atau tampak tidak kuat melanjutkan hisapannya. Kondisi ini terjadi karena jantung dan paru-parunya belum mampu bekerja secara optimal, Bunda.

3. Ditemukannya PDA saat Evaluasi ECHO

Setelah pemeriksaan awal, bayi biasanya akan dievaluasi lebih lanjut menggunakan Echocardiography (EHO) oleh dokter jantung anak. Pemeriksaan ini membantu memastikan apakah terdapat Patent Ductus Arteriosus (PDA) atau tidak.

Pada bayi prematur, peluang ditemukannya PDA cukup tinggi, mencapai lebih dari 50-80 persen. Temuan ini menjadi salah satu tanda bahwa fungsi jantung masih memerlukan pemantauan lanjutan.

Tata laksana bayi prematur dengan masalah jantung

Penanganan bayi prematur dengan masalah jantung umumnya dilakukan oleh tim neonatologi setelah diagnosis ditegakkan, Bunda. Mereka akan menentukan langkah manajemen sesuai kondisi bayi dan memastikan semua aspek telah dievaluasi dengan tepat.

Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa terapi farmakologis, seperti Indometasin atau obat sejenisnya dapat diberikan untuk membantu menutup Patent ductus arteriosus (PDA).

Namun sebelum itu, orang tua perlu memastikan terlebih dahulu tidak ada kelainan jantung bawaan lain yang membutuhkan penanganan berbeda.

Perawatan bayi prematur dengan masalah jantung

Perawatan bayi prematur dengan gangguan jantung pada prinsipnya tetap mengikuti standar perawatan bayi prematur pada umumnya, Bunda. Namun, seluruh prosesnya dilakukan dengan pengawasan ketat dari tim neonatologi agar kondisinya tetap stabil.

Jika kondisi jantung bayi dinilai stabil, penanganan dapat menggunakan obat-obatan sesuai kebutuhan. Setelah itu, pemantauan lanjutan dilakukan oleh neonatologi untuk memastikan respons terapi berjalan dengan baik.

Pengawasan rutin ini penting karena bayi prematur memiliki organ yang belum matang sepenuhnya. Dengan pemantauan yang tepat, perubahan kecil pada kondisi Si Kecil ini dapat segera ditangani, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bayi Prematur Lahir dengan Dua Warna Mata dan Kulit Berbeda, Kisahnya Viral di Media Sosial

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Dinda Hauw Pulang ke Kampung Halaman Rey Mbayang, Jalani Hidup Sederhana di Rumah Kebun

Mom's Life Nadhifa Fitrina

9 Kebiasaan Orang yang Memiliki Sifat Pemarah Menurut Studi Psikologi

Mom's Life Natasha Ardiah

Enam Minggu Sebelum Harry Lahir, Putri Diana Sebut Ini Masa Paling Dekat dengan Raja Charles

Kehamilan Annisa Karnesyia

Dian Sastro hingga Anji, 5 Artis Indonesia dengan Anak Penyandang Autisme

Parenting Angella Delvie Mayninetha & Muhammad Prima Fadhilah

Cara Tepat Hadapi Pubertas Anak

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

11 Ciri-ciri Merkurius, Planet Terkecil di Tata Surya Terdekat dengan Matahari untuk Diajarkan ke Anak

Potret Dinda Hauw Pulang ke Kampung Halaman Rey Mbayang, Jalani Hidup Sederhana di Rumah Kebun

Cara Tepat Hadapi Pubertas Anak

5 Resep Soto Ayam Kuning Spesial, Kuahnya Segar dan Gurih

Milia pada Bayi: Penyebab, Jenis & Cara Menghilangkannya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK