parenting
Kenali Bahaya Tuberkulosis (TB) Anak, Bikin Berat Badan Susah Naik
HaiBunda
Selasa, 31 Mar 2026 20:20 WIB
Daftar Isi
Tingginya angka penderita tuberkulosis (TBC) di Indonesia membuat jadi perhatian khusus. Terutama pada anak yang terkena TBC, kondisi ini akan sangat memengaruhi kesehatannya, bahkan tak jarang membuat berat badan anak susah naik.Â
Berdasarkan data Global TB Report 2023 dari WHO, tercatat jumlah penyakit TBC yang dialami seluruh dunia mencapai 10,6 juta jiwa. Sementara itu, Indonesia menempati peringkat kedua dengan estimasi kasus baru sebanyak 1.060.000 kasus.
Selain kasus baru, angka kematian yang meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya juga menjadi perhatian. Tercatat, sekitar 134.000 kematian akibat TBC terjadi setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa TBC masih menjadi ancaman kesehatan yang serius.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan, sebab TBC tak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Sejumlah ahli dan lembaga kesehatan di Indonesia pun menekankan pentingnya menyadari gejala TBC pada anak sebelum terlambat. Oleh karena itu, simak informasi lengkapnya berikut ini, Bunda.
Mengenal penyakit TBC
Melansir dari laman Kementerian Kesehatan, TBC merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M.TB). Umumnya penyakit TBC akan menyerang paru-paru, atau yang disebut TB Paru. Namun, TBC juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti selaput otak, tulang, kulit, dan kelenjar getah bening.
TBC merupakan penyakit yang bisa ditularkan melalui udara, droplet, batuk, dan bersin, dengan tingkat penularan yang begitu tinggi. Pasalnya, bakteri tersebut dapat bertahan selama 1 sampai 2 jam di udara terbuka, serta akan bertahan lebih lama apabila berada di lingkungan yang lembab.
Banyak mitos beredar bahwa TBC merupakan penyakit kutukan atau supranatural. Padahal itu tidak benar, Bunda. Penderita TBC memang sering terlihat kurus, hal ini dikarenakan penyakit tersebut mampu menurunkan nafsu makan yang membuat berat badan penderitanya turun drastis.
Meski demikian, TBC masih dapat disembuhkan secara total dengan menjalani pengobatan antibiotik secara rutin selama enam bulan. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh juga penting untuk mempercepat proses pemulihannya, Bunda.
Gejala penyakit TBCÂ
Tingkat penularan yang tinggi serta kemampuan bakteri TBC dalam menyerang anak-anak, membuat para orang tua perlu waspada dan mengetahui gejala-gejala TBC. Berikut ini beberapa gejala umum TBC yang dikutip dari Kementerian Kesehatan.
1. Batuk terus menerus
Batuk yang sulit berhenti atau mereda merupakan gejala paling umum dari penderita TBC. Biasanya batuk tersebut akan mengeluarkan dahak atau darah yang disebabkan oleh adanya infeksi dalam saluran pernapasan.
2. Nafsu makan menurun
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, TBC dapat membuat penderitanya kehilangan nafsu makan. Ini dikarenakan batuk yang tak kunjung mereda sangat menyulitkan penderitanya menelan makanan. Selain itu efek obat juga dapat memengaruhi nafsu makan Si Kecil.
3. Penurunan berat badan
Kehilangan nafsu makan dapat membuat penderita TBC mengalami penurunan berat badan dalam waktu singkat. Terlebih, apabila asupan nutrisinya tidak tercukupi dengan baik.
4. Nyeri saat bernafas dan batuk
Infeksi bakteri yang berkembang di saluran pernapasan mampu menimbulkan peradangan yang meningkatkan produksi lendir di paru. Penumpukan lendir tersebut menyebabkan penyempitan saluran napas, sehingga udara sulit keluar masuk dan membuat dada terasa nyeri.
5. Lebih mudah kelelahan
Salah satu faktor yang memudahkan bakteri TBC masuk ke dalam tubuh adalah daya tahan tubuh yang menurun. Kondisi ini dapat membuat tubuh terasa lelah, lemah, dan kurang bertenaga secara terus-menerus.
6. Demam
Selain kelelahan, demam juga menjadi tanda bahwa daya tahan tubuh sedang melawan infeksi bakteri. Gejala ini biasanya muncul di awal dan dapat hilang timbul dalam beberapa waktu.
7. Keringat berlebih, terutama di malam hari
Salah satu gejala TBC yang sering dialami oleh penderita dewasa adalah adalah tubuh mengeluarkan keringat yang sangat banyak di malam hari, meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Selain itu, tubuh menjadi lemas dan merasa nyeri di bagian otot dan sendi.
TBC membuat berat badan anak susah naikÂ
Menurut dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Pelni Jakarta, Elang Samoedro, gejala TBC pada anak umumnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Namun, satu hal yang patut diwaspadai oleh orang tua adalah berat badan anak yang sulit naik, Bunda.
Meski TBC dapat menyebabkan nafsu makan dan berat badan menurun akibat batuk yang terus menerus, pada anak, tanda awal yang mudah dikenali justru berat badan mereka yang tidak kunjung bertambah. Tentunya jika dibiarkan dapat mempengaruhi pertumbuhannya.
“Tidak khas, misal batuk itu kan ciri TBC orang dewasa. Nah di anak tidak, tapi yang pasti kalau berat badan tidak naik atau pertumbuhannya terganggu ini sudah harus waspada, bisa jadi anak TBC," jelas Erlang, dilansir laman CNN Indonesia.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua UKK Respirologi IDAI, Rina Triasih, bahwa masalah penambahan berat badan sering ditemukan pada anak-anak yang tertular TBC. Oleh karena itu, kondisi ini menjadi salah satu gejala yang perlu diwaspadai.
"Gejala TBC pada anak biasanya berat badan tidak naik selama 2 bulan berturut-turut, walaupun sudah diberi asupan gizi yang baik," tegasnya, dikutip dari laman detikcom.
Apa yang membedakan TBC dengan batuk biasa?
Sebagai orang tua, tentu Bunda akan merasa khawatir dengan kondisi anak. Tak jarang, hal ini membuat Bunda jadi overthinking dan cemas berlebihan. Karena itu, penting untuk mengetahui perbedaan batuk biasa dan TBC agar penangannya lebih tepat
Berikut adalah perbedaannya:
- Durasi: Batuk biasa umumnya akan sembuh dalam rentang 1 sampai 2 minggu. Sementara batuk TBC, biasanya akan lebih lama, yakni di atas 3 minggu.
- Kondisi tubuh: Batuk biasa tidak membuat kondisi tubuh menurun sangat cepat. Sementara TBC, disertai dengan gejala hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, dan kelelahan.
- Gejala: Batuk biasa umumnya muncul karena peradangan di tenggorokan atau kondisi ringan lainnya. Sementara itu, pada TBC, batuk tidak selalu menjadi gejala utama pada anak, sehingga ada kemungkinan anak terinfeksi TBC meski tidak mengalami batuk.
Langkah-langkah mencegah TBCÂ
Menjaga kesehatan dan kebersihan merupakan kunci utama agar tubuh terhindar dari paparan kuman, bakteri, dan virus yang memicu penyakit berbahaya, termasuk TBC. Berikut ini beberapa cara untuk mencegah penularan TBC, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.
1. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Sederhananya PHBS merupakan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan untuk membantu seseorang, keluarga, dan masyarakat dalam menjaga kesehatan serta mencegah penyakit. Adapun perilaku hidup bersih dan sehat yang dilakukan meliputi:
- Konsumsi makanan bergizi seimbang
- Memenuhi asupan nutrisi
- Berolahraga rutin dan teratur
- Istirahat yang cukup
- Hindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
- Menerapkan etika batuk
- Menggunakan masker
- Menjaga lingkungan sekitar tetap bersih.
2. Memberikan vaksinasi BCG
Vaksinasi BCG (Bacille Calmette-Guérin) merupakan imunisasi yang bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit TBC, terutama TBC yang parah, seperti meningitis TB (di selaput otak) dan TB milier (di berbagai organ) pada anak-anak.
3. Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT)
TPT merupakan salah satu langkah untuk memutus rantai penularan TBC, terutama di lingkungan terdekat. TPT bertujuan untuk membunuh bakteri TBC yang sudah masuk ke dalam tubuh sebelum terjadi infeksi. Terapi ini diprioritaskan bagi orang yang kontak dengan penderita, ODHIV, serta anak di bawah usia 5 tahun.
4. Temukan dan Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC)
Gerakan TOSS TBC bertujuan untuk memutus rantai penularan TBC dan mencegah kematian akibat TBC dengan menerapkan prinsip 3T, yaitu Tepat Dosis, Tepat Cara, dan Tepat Waktu dalam mengonsumsi obat.
Demikian penjelasan mengenai penyakit TBC pada anak, serta gejala yang menyertainya. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
10 Ciri Gejala TBC pada Anak yang Perlu Diwaspadai, Salah Satunya Penurunan BB
Parenting
5 Tanda TBC Anak Kambuh Lagi Beserta Penyebab dan Cara Mengatasinya
Parenting
Kisah Dafa, Anak Kenek Truk Alami Kelainan Tulang hingga Jantung Berjuang Sembuh
Parenting
TBC Menyerang Ratusan Anak di Bantul, Benarkah Bisa Menular ke Anak Lewat Ciuman?
Parenting
Mengenal TBC pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya
5 Foto
Parenting
Potret Fajar Alamri Bocah 5 Tahun Jadi Peserta Termuda di Kompetisi Biliar Internasional
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Ciri-Ciri TBC pada Bayi dan Cara Penanganannya, Jangan Sepelekan Bun!
7 Ciri-ciri TB Paru pada Anak 2 Tahun, Bedanya dengan Gejala Batuk & Cara Mengatasinya
10 Ciri Gejala TBC pada Anak yang Perlu Diwaspadai, Salah Satunya Penurunan BB