PARENTING
11 Ciri Kepribadian Anak Dibesarkan Orang Tua yang Lebih Banyak Mendengar daripada Bicara
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Sabtu, 28 Mar 2026 17:10 WIBTidak sedikit orang tua yang merasa perlu terus membimbing, mengoreksi, bahkan memberi banyak arahan pada anak. Bicara soal ini, ciri kepribadian anak ternyata bisa terbentuk dari cara orang tua berinteraksi dalam keseharian.
Meski aturan itu penting, ada satu hal yang justru berdampak besar, yaitu kebiasaan mendengarkan. Saat anak merasa benar-benar didengarkan, mereka biasanya tumbuh dengan rasa percaya diri yang lebih baik.
Lebih dari itu, mereka juga jadi lebih 'peka' secara emosional dan mampu berkomunikasi dengan lebih nyaman. Berkaitan dengan ini, ada beberapa ciri kepribadian anak yang dibesarkan dari orang tua yang lebih banyak mendengar.
Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
11 ciri kepribadian anak yang dibesarkan dari orang tua yang lebih banyak mendengar daripada berbicara
Menilik dari laman Your Tango, terdapat ciri kepribadian anak yang tumbuh dari pola asuh orang tua yang lebih banyak mendengarkan dibandingkan berbicara.
1. Lebih terbuka menyampaikan isi hati
Anak yang tumbuh dengan orang tua yang mau mendengarkan biasanya merasa suaranya dihargai. Mereka jadi terbiasa berbagi pikiran tanpa takut langsung disalahkan, Bunda.
Saat orang tua menanggapinya dengan rasa ingin tahu, anak pun lebih berani bercerita. Mereka merasa aman untuk menyampaikan apa yang dirasakan maupun dipikirkan.
Seiring waktu, sikap terbuka ini bisa terbawa hingga dewasa. Mereka cenderung lebih jujur dalam berkomunikasi dibandingkan harus memendam perasaannya sendiri, Bunda.
2. Lebih peka dengan perasaan sendiri
Anak yang dibesarkan dengan orang tua yang lebih banyak mendengarkan biasanya lebih peka terhadap perasaannya. Anak terbiasa merasa bahwa emosi mereka dihargai, bukan diabaikan.
Saat Bunda dan Ayah mau memahami apa yang dirasakan anak, mereka jadi belajar mengenali emosinya sendiri. Anak pun bisa menyebutkan perasaan seperti sedih, marah, atau senangnya.
Lambat laun, mereka menjadi lebih mampu mengelola emosi dengan baik dan menghadapi situasi sulit dengan lebih tenang, Bunda.
3. Berani mengakui kesalahan
Anak yang tumbuh di lingkungan yang penuh dengan sikap mendengarkan biasanya melihat kesalahan sebagai hal yang wajar. Mereka tidak langsung merasa takut, karena tahu akan diajak bicara.
Saat merasa aman, anak menjadi lebih jujur ketika melakukan kesalahan. Mereka tidak terbiasa menutup-nutupi, karena percaya akan ada solusi bersama, Bunda.
4. Belajar menghargai pendapat orang lain
Selanjutnya, anak yang tumbuh dengan orang tua yang lebih banyak mendengarkan biasanya meniru kebiasaan tersebut. Mereka belajar bahwa mendengarkan orang lain adalah hal yang penting, Bunda.
Karena terbiasa dihargai, mereka juga memberikan sikap yang sama kepada orang lain. Anak menjadi lebih sabar saat mendengarkan sebelum memberikan pendapat.
Kebiasaan ini bisa terbawa hingga mereka dewasa, Bunda. Mulai dari menjalin pertemanan hingga menghadapi perbedaan, mereka cenderung lebih bijak dalam berkomunikasi.
5. Terbiasa memikirkan sesuatu dengan matang
Anak yang dibesarkan dengan orang tua yang mau mendengarkan biasanya suka diajak untuk berdiskusi. Hal inilah yang membuat mereka terbiasa berpikir sendiri saat menghadapi suatu masalah.
Kebiasaan ini tentu bisa membantu anak mengambil keputusan dengan lebih bijak. Saat dewasa nanti, mereka cenderung mempertimbangkan banyak hal sebelum percaya atau bertindak.
6. Lebih percaya pada diri sendiri
Anak yang terbiasa didengarkan akan merasa bahwa pikirannya memiliki nilai tersendiri. Tidak hanya itu, mereka juga menjadi lebih yakin saat mengambil keputusan.
Meski begitu, mereka tetap terbuka pada saran dari orang lain. Bedanya, mereka bisa melihat dari berbagai sudut pandang tanpa kehilangan kepercayaan pada diri sendiri, Bunda.
7. Lebih nyaman membahas hal yang sulit
Anak yang sejak kecil terbiasa diajak ngobrol biasanya tidak mudah canggung saat menghadapi topik yang serius, Bunda. Mereka sudah terbiasa membicarakan hal-hal penting tanpa harus merasa terintimidasi.
Nah karena sering berbincang, mereka menjadi lebih terbuka saat membahas hal yang sensitif. Kebiasaan seperti ini bisa terbawa hingga dewasa dan dapat membuat hubungan menjadi lebih sehat.
8. Menunjukkan sikap empati yang kuat
Anak yang dibesarkan dengan kebiasaan saling mendengarkan, biasanya lebih mudah memahami orang lain, Bunda. Mereka sering diajak melihat dari sudut pandang berbeda sejak kecil.
Ketika orang tua mengajak anak untuk memikirkan perasaan orang lain, mereka jadi terbiasa berempati. Anak pun belajar bahwa setiap tindakan itu bisa berdampak pada orang di sekitarnya.
9. Suka bertanya dan belajar hal baru
Mereka yang tumbuh di lingkungan yang diisi dengan obrolan biasanya jadi lebih terbiasa bertanya dan mencari tahu banyak hal sejak kecil, Bunda.
Karena sering diajak berdiskusi, rasa ingin tahu anak terus berkembang. Mereka tidak ragu untuk menggali informasi dan memahami sesuatu lebih jauh. Anak jadi senang belajar hal baru dan membangun percakapan yang hangat dengan orang lain, Bunda.
10. Lebih tenang saat menghadapi masalah
Anak yang tumbuh dengan pola asuh saling mendengarkan biasanya punya cara yang lebih sehat dalam menghadapi permasalahan. Mereka tidak melihat perbedaan sebagai hal yang harus dihindari, tapi sebagai kesempatan untuk saling memahami.
Mereka pun menjadi lebih sabar saat menghadapi masalah. Anak tidak langsung terpancing oleh emosi, tetapi mencoba melihat situasi dari berbagai sudut pandang.
11. Membangun hubungan berdasarkan kepercayaan
Anak yang tumbuh dengan kebiasaan didengarkan biasanya memiliki rasa percaya yang kuat dalam hubungan. Mereka belajar sejak kecil bahwa hubungan itu perlu saling menghargai, Bunda.
Nah karena merasa aman, anak menjadi lebih terbuka saat berinteraksi dengan orang lain. Mereka juga terbiasa jujur dan bisa diandalkan dalam menjaga hubungan.
Demikian penjelasan mengenai beberapa ciri kepribadian anak yang dibesarkan dari orang tua yang lebih banyak mendengar daripada berbicara. Semoga informasinya membantu, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Tanpa Disadari, Ini 7 Ciri Orang dengan Energi Positif
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Pentingnya Mengatasi Inner Child agar Tak Pengaruhi Pola Asuh Bunda pada Si Kecil
Kini Jadi Psikolog, Caca Tengker Tak Ingin Andalkan Teori dalam Mengasuh Anak
5 Dampak Buruk Karakteristik Sindrom Anak Emas, Berprestasi tapi Takut Gagal
Kunci Sukses Pola Asuh Ideal, Ini Saran Ahli
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Sweater Mock Neck Half-Zip: Cukup Hangat Buat AC Kantor?
-
Beautynesia
5 Camilan Sehat yang Mendukung Berat Badan Ideal Menurut Ahli Gizi
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Hidup Kelihatan Mewah, Viral Influencer Rela Jual Skincare demi Makan Keluarga
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif