parenting
6 Cara Meningkatkan Keterampilan Komunikasi pada Anak Penyandang Autisme
HaiBunda
Senin, 20 Apr 2026 12:30 WIB
Daftar Isi
Tahukah Bunda, bahwa anak penyandang autisme ternyata perlu melatih keterampilan dasar berkomunikasi sejak dini. Hal ini dilakukan agar mereka dapat membangun komunikasi dan keterampilan sosial yang baik di kemudian hari.
Seperti yang kita tahu, anak yang mengidap autisme memiliki beberapa keterlambatan di beberapa hal, termasuk soal komunikasi. Apabila hal ini tidak segera ditangani, khawatir dapat menyulitkan anak seiring pertumbuhannya, Bunda.
Namun, Bunda juga perlu mengingat satu hal, bahwa anak dengan autisme sebaiknya tidak diberikan pengajaran yang terlalu menekan dirinya. Hal ini dikarenakan tekanan yang berlebih justru dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan menghambat proses belajarnya.
Keterampilan komunikasi pada anak penyandang autisme
Sejumlah literatur medis mengatakan bahwa keterampilan komunikasi dan sosial pada anak akan muncul lebih awal secara alami. Mulai dari komunikasi non-verbal dasar, seperti menatap, menunjuk sesuatu, meniru apa yang dilakukan orang lain, hingga mengucap sepatah kata.
Nah, salah satu tanda yang dapat dikenali pada anak penyandang autisme adalah keterlambatan anak dalam melalui fase ini. Menurut psikolog klinis anak penyandang autisme, Cynthia Martin, PsyD, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap komunikasi awal antara anak yang normal dengan anak penyandang autisme.
Keterampilan ini menjadi kunci penting dalam mendukung kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada anak selama masa tumbuh kembangnya. Pada anak yang mengidap autisme, membangun keterampilan dasar komunikasi menjadi salah satu langkah efektif menurut para ahli.
Keterampilan apa yang harus dikembangkan pada anak penyandang autisme sejak usia dini
Salah satu temuan yang yang dilakukan oleh tim proyek ImPACT mengungkapkan beberapa keterampilan yang perlu dikembangkan anak-anak usia dini. Mengutip dari laman Child Mind Institute, terdapat empat keterampilan yang disinyalir menjadi fondasi anak untuk lebih unggul dalam berinteraksi sosial.
- Keterampilan keterlibatan sosial: Hal ini mengacu pada keterampilan dalam melakukan kontak mata, ekspresi wajah, gestur tubuh, dan kata-kata untuk berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang lain.
- Komunikasi: Hal ini berkaitan pada keterampilan dalam memahami dan menggunakan komunikasi verbal maupun non-verbal. Mulai dari perintah, kata-kata, vokalisasi, hingga gerakan seperti menunjuk atau meminta.
- Meniru: Meniru orang lain dapat membantu anak-anak mempelajari keterampilan baru dan menunjukkan minat pada orang lain. Selain itu, cara ini juga dapat membuat anak terhubung dengan orang lain.
- Bermain: Berinteraksi dengan menggunakan mainan atau benda-benda favoritnya membantu anak untuk mempelajari keterampilan sosial, motorik, dan memecahkan masalah. Permainan yang melibatkan interaksi juga dapat memperkuat dasar linguistiknya.
Bagaimana cara membantu anak penyandang autisme meningkatkan keterampilan komunikasi
Salah satu cara agar meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak pengidap autisme adalah dengan menggunakan terapi. Di beberapa jurnal penelitian, para ahli merekomendasikan agar orang tua menerapkan terapi Intervensi Perilaku Perkembangan Naturalistik (NDBI).
Naturalistik dalam hal ini adalah sebuah cara di mana anak akan belajar secara alami melalui berbagai aktivitas atau permainan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara pendekatan melalui perilaku, melibatkan bagaimana anak diberi contoh, penguatan, atau bantuan agar mereka lebih mudah belajar.
Terapi NDBI bertujuan untuk membantu anak mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi dengan cara yang menyenangkan, menggunakan basis permainan, dan dipimpin oleh anak sendiri. Orang tua dapat menerapkan terapi ini saat bermain di rumah, melakukan aktivitas pagi, atau saat bersantai.
Tips menjaga keterampilan komunikasi pada anak penyandang autisme
Terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan orang tua dalam mendidik anak yang mengidap autisme dalam mengembangkan keterampilan komunikasi dan sosialnya. Berikut langkah yang disarankan oleh para ahli:
1. Komunikasi sambil mengikuti minat, hobi, dan aktivitas anak
Salah satu tips untuk menjaga komunikasi pada anak adalah dengan masuk ke dalam dunianya, Bunda. Cobalah untuk melakukan aktivitas yang sedang disukai anak, seperti ikut meniru cara ia bermain atau membantu memilihkan mainannya.
Selain itu, Bunda juga bisa mencoba menggerakkan mainan atau benda yang disukainya ke arah wajah agar anak terdorong untuk melakukan kontak mata. Misalnya, saat bermain mobil-mobilan atau boneka.
2. Tunjukkan respon yang ekspresif dan sangat antusias
Bunda juga bisa menunjukkan antusiasme ketika sedang bermain bersama anak. Gunakan ekspresi wajah yang jelas, berikan artikulasi gerakan yang lebih besar, serta intonasi suara yang bervariasi.
Selain itu, Bunda juga dapat menggunakan kata-kata sederhana yang menarik perhatian, seperti “Woah!”, “Anak pintar..!”, atau seruan lainnya. Setelah itu, Bunda bisa memberi jeda sebentar untuk melihat respons anak dan kembali menanggapinya dengan meniru apa yang mereka lakukan.
3. Ajari anak untuk berkomunikasi dengan baik
Saat berbicara dengan anak, Bunda bisa menggunakan kalimat yang singkat dan jelas. Ulangi kata-kata yang penting agar anak lebih mudah memahami.
Apabila anak sudah mulai bisa berbicara, Bunda dapat membantu mengembangkan keterampilannya dengan menambahkan satu kata. Misalnya, jika anak mengatakan “mobil”, Bunda bisa menambahkan menjadi “Ini mobil adik”.
4. Berikan anak kesempatan untuk berkomunikasi
Bunda dapat memberikan kesempatan untuk anak mengungkapkan kebutuhannya. Misalnya, Bunda bisa tanyakan “Apa yang kamu inginkan?”, kemudian tunggu responnya, baik itu berupa tatapan, gerakan, atau kata-kata. Setelah itu, barulah berikan apa yang diinginkannya.
5. Gunakan cara yang lebih menyenangkan
Bunda bisa mengajari anak berkomunikasi dengan menggunakan permainan atau gerakan-gerakan. Misalnya, saat bermain mobil-mobilan, Bunda bisa membuat gestur seperti menghalangi jalan untuk mengisyaratkan berhenti.
6. Berikan sedikit ujian yang sederhana
Bunda dapat meletakkan benda-benda yang disukai anak di tempat yang tidak mudah dijangkau. Hal ini akan membuat anak terdorong untuk meminta bantuan. Misalnya, letakkan boneka kesukaannya di tempat yang tinggi agar anak berusaha berkomunikasi untuk meminta diambilkan.
Demikian penjelasan mengenai keterampilan komunikasi pada anak yang mengidap autisme. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
3 Kriteria sebelum Mendaftarkan Anak dengan Autisme ke Sekolah Inklusi, Catat Bunda!
Parenting
Richard Lee Ungkap Kondisi Anak Ketiga yang Idap Autisme, Istri: Dia Hadiah dari Tuhan
Parenting
5 Ciri Anak Mengidap Autisme, Tidak Ada Kontak Mata Salah Satunya
Parenting
Apakah Autisme Bisa Dideteksi Sejak Bayi? Begini Penjelasannya Bun
Parenting
3 Tanda Paling Umum Anak Mengidap Autisme
7 Foto
Parenting
7 Potret Cantiknya Zaenab di Usia 4 Th, Putri Young Lex yang Didiagnosis Alami Autisme
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Dian Sastro Ungkap Cara Berkomunikasi dengan Anaknya yang Autis
Tantangan Bunda Nina 22 Th Besarkan Putra dengan ASD, Bukan cuma Lingkungan & Biaya tapi...
8 Rekomendasi Sekolah untuk Anak Penyandang Autisme Terdekat di Jakarta & Cara Memilih yang Terbaik