PARENTING
Bolehkah Anak Bermain Video Game di TV? Ini Penjelasan Psikolog
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Jumat, 03 Apr 2026 16:50 WIBSebagai orang tua, kita pasti sudah tahu kalau bermain adalah dunianya anak-anak. Jadi, tidak heran jika mereka terlihat begitu asyik dan antusias saat sedang bermain.
Bicara soal bermain, psikolog klinis asal Jakarta, Jovita Maria Ferliana, M.Psi., Psikolog, menekankan betapa pentingnya kegiatan ini bagi perkembangan anak.
"Penting ya karena bermain itu dunia anak. Jadi, anak itu bisa belajar lewat bermain. Mereka mengenal informasi, lingkungan, wawasan, apa pun itu, dari bermain itu lebih masuk," ungkap Jovita saat berbincang dalam acara Sony Indonesia bersama Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC), Selasa (31/3/2026).
Jovita menambahkan bahwa bermain bisa membantu anak mengembangkan berbagai kemampuan. Menurutnya, semua aspek ini bisa terasah ketika anak sedang asyik bermain, Bunda.
"Misalnya, fisik membuat anak jadi lebih aktif bergerak. Kemudian sensoriknya, mencakup indera penglihatan, pendengaran, penciuman, hingga perabaan. Jadi, semuanya itu terstimulasi dengan bermain," ujarnya.
Saat ini, bermain video game sepertinya sudah menjadi kegiatan yang familier bagi banyak anak. Tak jarang, mereka begitu asyik sampai lupa waktu makan atau mengerjakan tugas sekolahnya.
Berkaitan dengan ini, Psikolog Ferliana membagikan panduan tentang boleh tidaknya anak bermain video game di TV. Mari kita simak jawaban lengkapnya berikut ini, Bunda.
Bolehkah anak bermain video game di TV?
Psikolog Jovita menyampaikan bahwa bermain video game menggunakan media seperti televisi diperbolehkan untuk anak-anak dengan usia tertentu.
"Untuk anak-anak, biasanya di bawah usia 3 tahun disarankan tidak bermain video game pakai gadget. Tapi, kalau untuk media seperti televisi, ini berbeda dengan gadget. Jadi, layarnya lebih besar," jelasnya.
"Maka, kalau untuk video game yang ada di layar televisi itu boleh saja. Misalnya kurang lebih 20 menit per hari," lanjutnya.
Layar TV yang besar dianggap lebih aman karena jarak pandangnya tidak sedekat gadget yang tepat di depan mata. Selain itu, bermain video game di TV diperbolehkan asal permainannya bersifat edukasi bagi mereka.
"Kemudian, jarak antara TV sama anak itu ada batasnya. Enggak seperti gadget itu di depan mata. Nah, kalau anak di bawah tiga tahun itu boleh bermain game di TV dan isinya berkaitan dengan edukasi tentunya," kata Jovita.
Untuk anak yang sudah berusia 6 tahun, waktu satu jam dalam sehari dianggap sudah cukup ideal. Bunda bisa memberikan jadwal yang konsisten supaya anak belajar disiplin mengenai aturan bermain.
"Jika anak di atas 6 tahun, misalnya 1 jam per hari, itu perlu disesuaikan dengan kebutuhannya. Contohnya, tidak mengganggu jam tidur, tidak mengganggu jam makan, tidak juga mengganggu kegiatan yang penting dari si anak," ujarnya.
Pentingnya peran orang tua mendampingi saat anak bermain video game
Bunda perlu menyadari bahwa video game hanyalah sebuah hiburan yang manfaatnya bergantung pada cara kita mengaturnya. Sebagai orang tua, kita perlu memastikan durasi dan jenis permainan yang dipilih tetap aman bagi anak.
"Sebenarnya peran orang tua, ataupun orang dewasa yang ada di sekitarnya, itu menjadi peran utama. Sebetulnya, video game ini fasilitas ya, tergantung bagaimana menggunakannya, apa yang digunakan, dan durasi waktunya. Nah, fungsi orang tua sebagai pendamping ini adalah memantau seberapa waktu yang memang diizinkan pada anak-anak untuk bermain," kata Jovita.
Mengatur jadwal bermain yang konsisten sangat membantu supaya anak tetap disiplin dengan waktu bermainnya. Bunda bisa membagi waktu, misalnya sebentar di sore hari dan dilanjutkan lagi setelah makan malam.
"Pada saat mereka bermain video game, misalnya di sore hari itu hanya boleh satu jam. Kemudian di malam hari, setelah jam makan malam, boleh bermain lagi selama setengah jam. Nah, seperti itu," ujar Jovita.
"Jadi, benar-benar dipantau dan kemudian di time keeper-in gitu sama orang dewasa. Berkaitan dengan apa yang ditonton dan dimainkan, itu juga penting," jelasnya.
Satu hal yang tak boleh terlewatkan, pastikan game yang dimainkan tidak mengandung unsur kekerasan ya, Bunda. Pilihlah jenis game yang memberikan stimulasi positif agar waktu bermain mereka tetap bermanfaat.
"Tidak boleh ada unsur kekerasan dan seksualitas di dalamnya. Tapi, jika yang diberikan berkaitan dengan stimulasi, itu berarti anak tetap mendapatkan edukasi yang tepat," pungkas Jovita.
Itulah seputar boleh tidaknya anak bermain video game di TV dengan penjelasan dari psikolog. Semoga informasinya bisa menambah wawasan, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Siswa Termuda di Kelas Lebih Rentan ADHD? Ini Kata Peneliti
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Penyebab Anak Jadi 'Nakal', Salah Satunya Ternyata Butuh Kegiatan Fisik
Pentingnya Investasi Hubungan Suami Istri untuk Perkembangan Anak
5 Tips Memahami Perkembangan Emosional Anak
7 Pertanyaan Sederhana yang Membuat Bunda Lebih Dekat dengan Si Kecil
TERPOPULER
Potret David Beckham Asyik Berkebun Ditemani Victoria di Rumah, Terbaru Panen Daun Bawang
9 Kebiasaan Sederhana Ini Bikin Percaya Diri & Dihargai Orang Lain, Sudah Lakukan Bun?
Arti Nama 3 Anak Ayu Dewi & Regi Datau
Antara Persalinan Caesar dan Pervaginam, Mana yang Sebenarnya Lebih Berisiko?
Jangan Asal Flush! 7 Benda Ini Bisa Bikin Toilet Mampet dan Rusak
REKOMENDASI PRODUK
10 Panci Presto Terbaik untuk Memasak Beragam Makanan Cepat & Mudah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vacuum Cleaner Wet and Dry, Sedot Debu Sekaligus Mengepel Lantai
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Wajan Penggorengan Stainless Steel Bahan Tebal & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Highlighter & Contour Stick Terbaik, Mudah Dipakai Cocok untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Buku untuk Ibu Hamil yang Berikan Banyak Tips Bermanfaat
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Sering Kesakitan Hebat Setiap Menstruasi, Chika Jessica Akhirnya Jalani Operasi Kista
9 Kebiasaan Sederhana Ini Bikin Percaya Diri & Dihargai Orang Lain, Sudah Lakukan Bun?
Arti Nama 3 Anak Ayu Dewi & Regi Datau
Jangan Asal Flush! 7 Benda Ini Bisa Bikin Toilet Mampet dan Rusak
10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan pada Bayi 2 Bulan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Insert Siang: Sarwendah Bantah Pesugihan, Sahabat Yosika soal Soimah
-
Beautynesia
5 Tanda Pria Red Flag yang Sering Disalahartikan sebagai Bentuk Romantis
-
Female Daily
Koleksi Musim Panas PEDRO Tampilkan Inspirasi Gaya Rileks yang Elevated
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Baru Satu Musim, Pemeran Ginny Weasley Mundur dari Reboot Harry Potter
-
Mommies Daily
Rekomendasi Produk Wajib untuk Ibu Menyusui yang Sering Dilupakan