HaiBunda

PARENTING

Anak Masih Bisa Akses Medsos Meski Pembatasan Sudah Berlaku, Kok Bisa?

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Jumat, 03 Apr 2026 13:00 WIB
Ilustrasi Anak Masih Bebas Update Medsos Meski Pembatasan Sudah Berlaku/Foto: Getty Images/iStockphoto/lakshmiprasad S
Jakarta -

Anak-anak kini masih bisa update di media sosial meski sudah ada pembatasan usia, Bunda. Tak sedikit orang tua yang ingin tahu mengapa hal ini bisa terjadi.

Di Indonesia, pemerintah sudah menetapkan aturan pembatasan usia pengguna media sosial pada 28 Maret 2026. Aturan ini bertujuan supaya anak-anak tidak bebas mengakses platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube.

Meski begitu, kenyataannya beberapa anak tetap bisa masuk ke akun media sosial mereka tanpa adanya hambatan. Dikutip dari laman BBC, kasus serupa juga terjadi di Australia, di mana Komisi Keselamatan Daring di Australia, eSafety, menilai perusahaan media sosial belum cukup serius menegakkan aturan ini bagi anak-anak.


Banyak anak yang masih bisa mengakses berbagai platform meski sudah ada undang-undang yang membatasi.

Banyak anak yang masih bisa mengakses media sosial

Di Australia, pemerintah sempat menuduh perusahaan teknologi besar seperti Meta, TikTok, dan Google melanggar aturan larangan penggunaan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun.

Menteri Komunikasi Australia, Anika Wells, menegaskan bahwa semua ini sebenarnya bukan hal yang mustahil dilakukan oleh perusahaan teknologi besar. Ia menilai, perusahaan seharusnya bisa menegakkan aturan dengan lebih baik.

"Semua ini bukan hal yang mustahil. Bahkan, semua ini bukanlah hal yang sulit bagi perusahaan teknologi besar yang inovatif dan bernilai miliaran dolar. Apa yang ditunjukkan oleh pembaruan ini tidak dapat diterima," kata Wells, dilansir dari The Guardian.

"Jika perusahaan-perusahaan ini ingin berbisnis di Australia, mereka harus mematuhi hukum Australia," jelasnya.

Sebuah survei terhadap 900 orang tua di Australia menemukan bahwa sekitar 31 persen mengatakan anak-anak mereka masih memiliki satu atau lebih akun media sosial setelah larangan diberlakukan.

Dari total anak di bawah 16 tahun yang punya akun seperti Instagram, Snapchat, dan TikTok sebelum larangan, sekitar 70 persen tetap mempertahankan akses mereka.

Pemerintah mengatakan bahwa lebih dari 4,7 juta akun media sosial telah dinonaktifkan, dihapus, atau dibatasi pada hari-hari pertama setelah larangan di Australia mulai berlaku pada 10 Desember 2025. Namun, mereka tidak membeberkan terkait berapa banyak akun yang telah dihapus dari setiap platform.

Meski pemerintah Australia sempat memuji keberhasilan larangan ini, kenyataannya banyak anak yang masih online sehingga kebijakan terlihat belum sepenuhnya efektif.

Alasan anak masih bisa update media sosial meski ada pembatasan

Ilustrasi/Foto: iStock

Menilik dari BBC, sebuah sekolah di Sydney menunjukkan bahwa sebagian besar siswa yang sudah menggunakan media sosial sebelum adanya larangan tetap bisa mengakses akun mereka.

Seorang siswi menceritakan bahwa dari 180 siswi di angkatannya, ia hanya mengetahui tiga orang yang pernah diminta keluar dari akun mereka. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tetap bisa mengakses akun pribadinya.

Bicara soal ini, pemerintah di Albania menyadari tidak semua anak akan langsung dikeluarkan dari akun mereka. Dalam laporannya, eSafety menyampaikan bahwa alasan anak-anak masih memiliki akun media sosial adalah karena mereka belum diminta untuk memverifikasi usia.

"Alasan paling umum anak-anak masih memiliki akun media sosial adalah karena mereka belum diminta oleh platform tersebut untuk memverifikasi usia mereka. Lalu, menimbulkan kekhawatiran atas sejumlah 'praktik buruk' yang dituduhkan kepada platform-platform tersebut," tulis keterangan tersebut.

Selain itu, beberapa platform juga belum menyediakan cara bagi orang tua untuk melaporkan pengguna yang masih di bawah umur. Hal ini yang membuat anak-anak masih bisa update di media sosial.

eSafety menambahkan bahwa sistem perkiraan usia wajah di beberapa platform bisa saja salah, Bunda. Akibatnya, beberapa anak yang masih berusia 14 atau 15 tahun tetap bisa 'lolos' verifikasi karena dianggap sudah lebih dari 16 tahun.

Itulah informasi tentang alasan anak-anak masih bisa bebas akses media sosial meski pembatasan sudah diberlakukan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Cara Batasi Waktu Screen Time pada Anak Usia 2-12 Tahun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Studi Ungkap Golongan Darah yang Berisiko Tinggi Kena Diabetes

Mom's Life Natasha Ardiah

Kisah Remaja yang Hanya Bisa Konsumsi Makanan Serba Kuning dan Kering, Kok Bisa Bunda?

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

10 Kebiasaan Sederhana yang Sering Dilakukan Orang Tulus

Mom's Life Natasha Ardiah

Bunda Ini Ceritakan Rasanya Miliki Anak Pertama di Usia 47 Tahun

Kehamilan Amrikh Palupi

Nama Anak Kedua Annisa Pohan dan AHY, Terinspirasi dari Salah Satu Ksatria Hebat

Nama Bayi Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bolehkah Anak Bermain Video Game di TV? Ini Penjelasan Psikolog

'The Plastic Detox', Kisah para Pejuang Garis Dua Dapatkan Kehamilan dengan Hindari Produk Plastik

Studi Ungkap Golongan Darah yang Berisiko Tinggi Kena Diabetes

3 Rekomendasi Baju Anak Perempuan yang Terinspirasi dari Para Pemeran Na Willa

Heboh Kabar Raja Charles III Peluk Islam, Begini Kronologi Sebenarnya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK