Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Anak Tidak Mau Makan Nasi, Amankah? Kenali Penyebab & Cara Mengatasinya

Kinan   |   HaiBunda

Selasa, 07 Apr 2026 09:30 WIB

Anak Tidak Mau Makan Nasi, Normalkah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska
Daftar Isi
Jakarta -

Anak tidak mau makan nasi dan cenderung pilih-pilih makanan seringkali membuat para bunda bingung. Sebenarnya amankah jika kondisi ini terjadi pada Si Kecil?

Sampai saat ini, nasi masih dianggap sebagai makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tak heran jika anak tidak mau makan nasi pun dianggap 'membingungkan'.

Dalam 100 gram nasi putih, terdapat beberapa nutrisi seperti 129 kalori, karbohidrat 27,9 gram, protein 2,66 gram, dan lemak 0,28 gram. Selain itu, nasi juga mengandung mineral seperti kalsium, fosfor, natrium, dan zinc.

Dikutip dari Medical News Today, nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat, yang jumlahnya hampir 80 persen dari total berat keringnya.

Selain nasi, beberapa jenis sumber karbohidrat lain yang bisa menjadi asupan di antaranya roti, kentang, ubi, dan singkong.

Amankah anak tidak mau makan nasi?

Tak sedikit orang tua yang bertanya-tanya amankah jika anak tidak mau makan nasi? Terkait hal ini, dalam laman resminya Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa pilih-pilih makanan wajar terjadi khususnya pada anak usia 1 hingga 3 tahun.

Anak tergolong dalam kategori 'picky eater' jika ia mau mengonsumsi berbagai jenis makanan baik yang sudah maupun yang belum dikenalnya, tapi menolak mengonsumsi dalam jumlah yang cukup.

Selain jumlah yang tidak cukup, picky eater pun berhubungan dengan rasa dan tekstur makanan.

Walaupun suka memilih-milih makanan, anak dalam kategori ini masih mau mengonsumsi minimal satu macam makanan dari setiap kelompok karbohidrat, protein, sayur/buah dan susu. Misalnya, walaupun anak menolak makan nasi, tapi ia masih mau makan roti atau mi. 

Penyebab anak tidak mau makan nasi

Kebiasaan memilih-milih makanan bisa disebabkan oleh berbagai kombinasi penyebab. Mulai dari paparan makanan pada usia dini, tipe kepribadian anak, pengaruh lingkungan, hingga tekanan dalam proses makan.

Untuk nasi, beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya antara lain:

1. Fase memilih-milih makanan

Seperti disebutkan sebelumnya, pada usia balita, anak cenderung berada dalam fase suka memilih makanan. 

Hal ini merupakan bagian normal dari perkembangan, di mana anak mulai menunjukkan kemandirian dan keinginan menentukan apa yang ingin dimakan.

2. Selera rasa dan tekstur

Sebagian anak mungkin memiliki preferensi tersendiri terhadap rasa dan tekstur tertentu. Misalnya, nasi cenderung lembek dan sedikit lengket, sehingga dianggap kurang menarik dibandingkan makanan lain seperti mi atau kentang.

3. Jadwal makan kurang teratur

Jadwal makan yang kurang teratur, misalnya terlalu sering mengonsumsi camilan atau minum susu, akan membuat anak jadi tidak lapar.

Maka dari itu, saat disajikan nasi sebagai menu utama di jam makan berat, anak pun menolak karena sudah merasa kenyang duluan.

4. Pengalaman makan yang kurang menyenangkan

Jika sebelumnya anak pernah dipaksa makan nasi atau mengalami tekanan saat makan yang membuatnya trauma, ia bisa mengasosiasikan nasi dengan pengalaman negatif. 

Berikutnya anak pun akan menolak saat ditawari makan nasi atau bahkan sekadar melihat nasi itu sendiri.

5. Masalah sensitivitas sensorik

Dikutip dari Very Well Health, sensory processing disorder atau SPD adalah suatu kondisi yang memengaruhi bagaimana otak anak memproses informasi sensorik. 

Rangsangan tersebut dapat melibatkan salah satu dari indra, termasuk rasa, penciuman, sentuhan, penglihatan, dan pendengaran.

Anak-anak dengan SPD mungkin memiliki reaksi yang sangat kuat terhadap hal-hal yang dianggap sebagai rangsangan sensorik normal oleh orang lain. 

Misalnya, anak mungkin tersedak atau menolak makanan dengan tekstur tertentu. Termasuk pada nasi yang lengket, terasa hambar atau lembek. Mereka pun jadi memilih untuk menolak makan nasi.

Cara mengatasi anak tidak mau makan nasi

White rice in bowlIlustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita

Lalu adakah cara yang dapat dilakukan saat menghadapi anak yang tidak mau makan nasi? Berikut penjelasannya:

1. Berikan contoh kebiasaan yang baik

Kebiasaan makan orang tua akan sangat berpengaruh bagi anak. Jika Bunda jarang makan nasi, maka besar kemungkinan anak pun jadi meniru tidak mau makan nasi. 

Berikan contoh kebiasaan makan yang baik, termasuk selalu menyajikan menu makanan yang lengkap dan bergizi seimbang setiap hari.

2. Sajikan porsi kecil

Anak mungkin menolak makan nasi karena porsi yang disajikan terlalu banyak. Pada tahap awal, cobalah sajikan nasi dalam porsi kecil terlebih dahulu. Bunda juga bisa membentuk nasi menjadi bola-bola kecil agar Si Kecil lebih tertarik memakannya.

3. Kreatif mengolah menu

Cara mengatasi anak tidak mau makan nasi berikutnya yakni eksplorasi mengolah berbagai variasi menu nasi.

Tak melulu disajikan polos, Bunda juga bisa membuat menu nasi goreng atau nasi bakar. Bisa juga ditambahkan dengan lauk atau sayuran favorit Si Kecil.

4. Jangan memaksa 

Sebisa mungkin hindari panik atau marah-marah saat anak menolak makanan tertentu, termasuk nasi.

Paksaan atau tekanan saat waktu makan rentan membuat anak trauma. Efeknya ia bisa semakin enggan mencoba makan nasi di lain waktu.

Bunda bisa coba mengajak anak untuk terlibat dalam menyiapkan makanan. Kesempatan memegang kendali bisa membuat anak lebih tertarik untuk makan lho, Bunda.

5. Hindari memberikan camilan atau susu terlalu banyak

Dikutip dari Today's Parent, pemberian camilan atau susu yang terlalu banyak bisa membuat anak cepat kenyang sehingga menolak makan utama. Atur kembali jeda waktu antara makan camilan atau minum susu dengan makan utama.

Adakah terapi makan untuk mengatasi anak yang tidak mau makan nasi?

Meskipun umumnya anak akan melewati fase picky eater seiring waktu, sebagian lainnya mungkin memerlukan bantuan profesional untuk mengatasi hal ini. Salah satunya yakni dengan feeding therapy atau terapi makan, Bunda.

Dikutip dari Web MD, terapi makan adalah jenis terapi khusus yang bekerja dalam sistem individu, terutama balita dan anak-anak. 

Mereka akan dibantu untuk berlatih mengembangkan pola dan perilaku makan yang normal. Terapis okupasi atau terapis wicara dapat mengajarkan cara makan atau memperbaiki kebiasaan makan yang sudah ada.

Terapi ini secara keseluruhan dapat membuat proses makan menjadi lebih mudah bagi anak-anak, baik secara fisik maupun mental.

Merasa Si Kecil perlu terapi makan? Langkah awalnya adalah dengan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan dokter anak. Dokter akan melakukan penilaian, serta meninjau pola makan dan kurva pertumbuhan anak.

Rujukan untuk dilakukan terapi makan bisa diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing anak. 

Setelah terapis wicara atau okupasi mengidentifikasi masalah anak, mereka dapat mulai menerapkan sesi terapi melalui beberapa kegiatan berikut:

  • Mengenalkan makanan baru, terutama dari segi tekstur
  • Meningkatkan koordinasi saat menelan dan makan
  • Meningkatkan keterampilan motorik oral
  • Mencicipi makanan yang biasanya tidak akan dicoba oleh anak

Itulah penjelasan tentang serba-serbi anak tidak mau makan nasi, serta penyebab dan cara mengatasinya. Jangan ragu meminta bantuan profesional jika dirasakan benar-benar perlu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda