HaiBunda

PARENTING

Mengenal Karakteristik Strong Willed pada Anak & Cara Mendidiknya yang Tepat

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Sabtu, 11 Apr 2026 11:50 WIB
Ilustrasi Mengenal Karakteristik Strong Willed pada Anak & Cara Mendidiknya yang Tepat/Foto: Getty Images/Panadda Phiakhamen
Jakarta -

Bunda suka merasa frustasi saat Si Kecil berargumen seperti orang dewasa? Bahkan di beberapa situasi, anak terlihat sangat teguh dengan pilihannya sendiri. Hal seperti ini kerap dikaitkan dengan karakteristik strong willed pada anak.

Strong willed sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan anak dengan keinginan yang kuat, Bunda. Mereka biasanya tampak begitu yakin dengan pilihan yang diambilnya sendiri.

Di satu sisi, Bunda mungkin merasa anak terlalu keras kepala dalam menentukan sesuatu. Namun di sisi lain, mereka juga tampak tidak mau kalah ketika sedang berargumentasi dengan orang tua.


Nah, sebelum terburu-buru menyimpulkan hal yang kurang tepat, Bunda perlu menyimak lebih jauh mengenai karakteristik strong willed pada anak dan cara mendidiknya dengan tepat.

Mengenal karakteristik strong willed pada anak

Mengutip dari laman Parents, anak-anak yang berkemauan keras biasanya memiliki beberapa karakteristik tertentu. Ciri-ciri tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Memiliki sikap yang tegas
  • Menunjukkan tekad serta kegigihan yang tinggi
  • Memiliki emosi yang cukup intens atau sensitif
  • Cenderung memiliki pendirian yang kuat
  • Berani mempertanyakan atau menantang aturan

Selain itu, ada juga beberapa perilaku yang kerap muncul, seperti:

  • Mudah menunjukkan luapan emosi
  • Cenderung ingin mengatur saat berinteraksi dengan teman
  • Kurang sabar ketika merasa tidak dipahami
  • Terkadang hanya mendengarkan hal yang diinginkan
  • Sulit mengalah saat terjadi perbedaan pendapat

Cara mendidik strong willed pada anak

Perlu diketahui bahwa mendidik anak dengan karakter strong willed memang membutuhkan pendekatan yang lebih sabar, Bunda. Cara yang dipilih sebaiknya tidak hanya berfokus pada aturan saja, tapi juga membantu anak memahami batasan lewat cara yang positif.

Berikut ini beberapa cara mendidik strong willed pada anak:

1. Tetapkan batasan yang jelas

Ketika menghadapi anak dengan kemauan kuat, Bunda perlu tetap menetapkan aturan yang jelas sejak awal. Meski Si Kecil terlihat menolak atau mengeluh, sebenarnya mereka tetap membutuhkan batasan, lho.

Anak-anak akan lebih mudah berkembang ketika mereka tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Seorang pekerja sosial berlisensi dari Waypoint Wellness Center di Maryland, Jillian Amodio, sependapat mengenai hal ini.

"Untuk menghindari frustrasi dan pertengkaran dengan anak-anak yang keras kepala, pastikan Anda menetapkan batasan yang mudah dipahami dan konsisten," jelas Amodio.

"Rutinitas dan struktur akan memberi mereka rasa kendali, karena mereka tahu apa yang diharapkan," jelasnya dikutip dari laman Parents.

Nah ketika anak sudah mengenal batasannya, mereka justru bisa merasa lebih tenang dalam bertindak. Dengan begitu, mereka juga tahu sejauh mana boleh melakukan sesuatu, Bunda

2. Jelaskan konsekuensi dengan jelas

Selanjutnya, anak yang memiliki kemauan kuat tetap perlu penjelasan yang jelas tentang konsekuensi saat melanggar aturan. Jika mereka sudah bisa membaca, Bunda bisa menuliskan dan meletakkannya di tempat yang mudah terlihat supaya lebih mudah diingat.

Konsekuensi yang jelas biasanya akan lebih mudah diingat dan dipahami oleh anak. Berikut ini beberapa contohnya:

  • "Jika kamu berteriak atau meminta dengan cara memaksa saat di toko bahan makanan, Bunda tidak akan membelikan camilan yang kamu inginkan".
  • "Jika kamu keluar dari kamar di waktu tidur tanpa adanya alasan, Bunda akan menetapkan waktu tidur yang lebih awal agar kamu tetap mendapatkan cukup istirahat".
  • "Kalau kamu bertengkar dengan teman yang datang untuk bermain, Bunda tidak bisa mengundang teman itu lagi2".

3. Pilih hal yang perlu diprioritaskan

Menghadapi anak dengan kemauan kuat memang bisa bikin Bunda cepat lelah secara emosional. Apalagi jika setiap sikap menolak atau emosi anak selalu ditanggapi, hal itu justru bisa membuat energi kita terkuras.

Karena itu, tidak semua hal perlu diperdebatkan atau ditanggapi. Bunda bisa mulai memilih mana yang benar-benar penting dan mana yang masih bisa ditoleransi.

Fokus saja pada hal yang benar-benar penting dalam kegiatan sehari-hari. Dengan cara ini, anak pun tidak merasa terus-menerus dikoreksi untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.

4. Berikan anak kesempatan untuk memilih

Pada anak dengan strong willed, Bunda bisa memberikan ruang supaya mereka bisa menentukan pilihannya sendiri. Menurut penulis buku Raising Empowered Children, Alana Carvalho, anak-anak seperti ini tetap ingin didengar dan dilibatkan, Bunda.

"Meskipun hal ini dapat membuat orang tua merasa kehilangan kendali dan kita tidak ingin hal itu terjadi, yang kita inginkan adalah anak memiliki kemampuan untuk membuat keputusan," kata Carvalho.

"Anak-anak ingin tahu kalau orang tua tetap memegang kendali, tetapi mereka juga ingin merasa berdaya," tuturnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua adalah dengan memberikannya pilihan, bukan langsung memberi perintah. Misalnya, Bunda bisa berkata, "Bunda tahu kamu bisa memakai sepatumu sendiri, tapi kita sudah hampir terlambat. Apakah kamu bisa melakukannya dengan cepat, atau kamu butuh bantuan?".

5. Beri apresiasi pada perilaku positif anak

Menghadapi anak yang berkemauan kuat memang bukanlah hal yang mudah. Kalau kita terlalu keras mendisiplinkan mereka, justru hal itu bisa mengurangi semangat mereka.

Sebagai orang tua, Bunda perlu menyeimbangkan antara menetapkan aturan dan memberi pujian ketika anak melakukan hal baik. Beberapa contoh perilaku positif anak yang berkemauan kuat adalah perilaku prososial. Hal ini artinya mereka bisa peduli atau bekerja sama dengan orang lain.

Contohnya, anak bisa membela teman yang sedang dikucilkan. Tak hanya itu, anak strong willed biasanya lebih percaya diri untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan atau melindungi orang lain dari perlakuan yang tidak adil.

Itulah penjelasan tentang mengenal karakteristik anak strong willed dan cara mendidiknya dengan tepat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Terlihat Narsis, Apakah Karena Faktor Keturunan? Ini Kata Psikolog

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Rahasia Tubuh Langsing Ha Ji Won, Turun 5 Kg demi Akting di 'Climax'!

Mom's Life Arina Yulistara

Adinda Thomas Ternyata Sempat Alami Hamil Ektopik hingga Keguguran

Kehamilan Amrikh Palupi

11 Kalimat yang Sering Diucap Orang Bahagia, Salah Satunya Terima Kasih

Mom's Life Amira Salsabila

10 Kalimat Pengganti "Saya Sudah Tahu" agar Tak Terkesan Sombong & Lebih Sopan

Mom's Life Natasha Ardiah

Manfaat Deep Hydration pada Wajah, Jaga Skin Barrier dan Bikin Makeup Anti Luntur

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Lego Lunch Viral, Bekal Berbentuk Kotak-Kotak yang Bikin Orang Rajin Meal Prep

Rahasia Tubuh Langsing Ha Ji Won, Turun 5 Kg demi Akting di 'Climax'!

Adinda Thomas Ternyata Sempat Alami Hamil Ektopik hingga Keguguran

Manfaat Deep Hydration pada Wajah, Jaga Skin Barrier dan Bikin Makeup Anti Luntur

11 Kalimat yang Sering Diucap Orang Bahagia, Salah Satunya Terima Kasih

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK