PARENTING
Jangan Sering Ucap "Karena Bunda & Ayah Bilang Begitu", Psikolog Ungkap Kalimat Penggantinya
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Sabtu, 11 Apr 2026 15:10 WIBSetiap orang tua tentu punya cara masing-masing dalam mendidik anak. Namun tak bisa dipungkiri, Bunda mungkin pernah merasa bingung bagaimana cara agar anak mau mendengarkan.
Tak jarang, kalimat yang terdengar sepele justru punya pengaruh dalam pola komunikasi dengan Si Kecil. Dalam keseharian, banyak orang tua menggunakan kalimat tegas supaya anak bisa menurut.
Sayangnya, tidak semua cara tersebut efektif jika digunakan terus-menerus. Seorang psikolog sekaligus peneliti asal Amerika Serikat, Reem Raouda, membagikan pandangannya soal hal ini.
Menurutnya, ada kalimat yang sering diucapkan orang tua tanpa disadari justru ini kurang efektif. Kalimat "Karena Bunda & Ayah bilang begitu" menjadi salah satu contoh yang sering diucapkan dalam mengasuh anak.
Raouda menjelaskan bahwa penggunaan kalimat tersebut bisa berdampak pada cara anak dalam mengenal aturan. Ia juga menilai bahwa pendekatan seperti ini tidak membuat mereka benar-benar mengerti.
"Kalimat 'Karena Bunda & Ayah bilang begitu,' menghentikan komunikasi dan membuat anak hanya menurut tanpa memahami alasannya," jelas Raoda dikutip dari laman New York Post.
Oleh karena itu, ia menyarankan orang tua untuk mulai mengubah cara berkomunikasi dengan anak. Menurutnya, ada kalimat lain yang justru dinilai lebih efektif.
Psikolog ungkap kalimat pengganti "Karena Bunda & Ayah bilang begitu" yang lebih efektif
Psikolog Raouda menyarankan orang tua untuk menggunakan kalimat yang lebih tenang dan tetap menghargai perasaan anak. Kalimat yang disarankan sebenarnya cukup sederhana, yaitu "Bunda dan Ayah tahu kamu tidak menyukai keputusan ini. Kami akan menjelaskannya, lalu kita akan melanjutkan".
Dengan cara ini, anak akan merasa didengar sekaligus mengenal batasan yang diberikan. Bunda pun tetap memegang kendali, tetapi dengan pendekatan yang lebih tenang.
Di sisi lain, ada juga kebiasaan yang sering dilakukan ketika orang tua merasa kesal. Misalnya dengan memberikan ancaman supaya anak mau menurut.
Sebagai gantinya, Raouda menyarankan Bunda dan Ayah untuk menggunakan kalimat yang lebih positif. Cara ini tetap memberikan batasan kepada anak tanpa membuat mereka merasa dipaksa.
"Kalimat seperti, 'Ketika kamu siap melakukan (perilaku spesifik), kita bisa melakukan (aktivitas yang diinginkan)' adalah cara lain yang tetap bisa membantu anak mengikuti arahan," ungkapnya.
Artinya, Bunda memberi pilihan yang jelas kepada anak. Jadi, kalau anak ingin dan siap melakukan hal yang diminta, ia pun bisa mendapatkan hal yang diinginkan.
Selain itu, penting juga untuk tidak meremehkan perasaan anak, ya. Kalimat seperti, "Hentikan, kamu akan baik-baik saja" justru bisa berdampak pada hubungan Bunda dengan Si Kecil.
Mengabaikan perasaan anak seperti ini bisa membuat mereka merasa tidak dipahami oleh orang tuanya. Hal ini juga dapat membuat anak menjadi kurang terbuka.
"Mengabaikan emosi anak mengajarkan mereka bahwa perasaan mereka salah atau terlalu sulit untuk ditangani. Ketika seorang anak merasa didengarkan, mereka akan lebih cepat tenang dan lebih mempercayai orang tua," jelas Raouda.
Gaya pengasuhan lain yang perlu dihindari orang tua
Selain menjelaskan tentang kalimat yang kurang efektif, ada juga pola pengasuhan lain yang perlu diperhatikan oleh Bunda dan Ayah. Para ahli menyebutnya sebagai "Pengasuhan ego".
Gaya pengasuhan ini terjadi ketika orang tua lebih fokus pada perasaan dan kebutuhan dirinya sendiri. Akibatnya, fokus utama dalam mendidik anak pun bisa bergeser.
"Pengasuhan ego terjadi ketika orang tua mengasuh anak berdasarkan kebutuhan mereka sendiri untuk merasa baik, benar, memegang kendali, atau divalidasi," kata seorang terapis kesehatan mental di Los Angeles, California, Cheryl Groskopf.
"Ini bukan lagi tentang mendukung pertumbuhan anak, melainkan lebih melindungi citra atau perasaan orang tua," lanjutnya.
Contoh dari pengasuhan ini bisa terlihat dalam keseharian. Misalnya, orang tua sulit mengalah saat berdebat, jarang meminta maaf, atau memaksa anak mengikuti keinginan tertentu.
Kebiasaan seperti ini ternyata bisa memengaruhi cara anak melihat dirinya sendiri. Mereka juga merasa harus 'selalu' memenuhi harapan orang tuanya. Hal ini dijelaskan langsung oleh terapis kesehatan mental di Amerika Serikat, Dr. Caroline Fenkel.
"Mereka [anak-anak] sering kali menanamkan keyakinan bahwa cinta itu bersyarat, bahwa mereka hanya berharga ketika mereka berprestasi, berperilaku, atau merasa dengan cara tertentu," kata Fenkel.
Dampaknya, anak bisa tumbuh dengan perasaan cemas dan kurang percaya diri, Bunda. Bahkan, mereka juga bisa merasa takut gagal dan cenderung perfeksionis.
Itulah penjelasan tentang pentingnya menghindari ucapan "Karena Bunda & Ayah bilang begitu" serta alternatif kalimat yang bisa digunakan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Tanda Orang Tua Narsis dan Dampaknya pada Si Kecil
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Sindrom Anak Tengah: Saat Muncul Krisis Identitas dan Cari Perhatian
Anak Terlalu Sensitif dan Mudah Menangis, Bunda Harus Bagaimana?
Bunda Perlu Tahu, Cara Tepat Mendidik Anak Agar Senang Berbagi Sejak Dini
Bunda Perlu Tahu, Cara Tepat Mendidik dan Menghadapi Anak Pemalu
TERPOPULER
Minta Adik Rekam Momen Persalinan, Bunda Ini Kaget Lihat Hasil Videonya
5 Potret Rumah ala Hotel Harris Vriza dan Haviza, dari Proses Renovasi hingga Hampir Rampung
Cara Mengenali IQ Orang yang Suka Sharing Quotes Motivasi di Medsos
5 Potret Laura Basuki hingga Tissa Biani Hadiri Red Carpet Tokyo International Film Festival 2026.
Benarkah Ada Dampak Jangka Panjang IVF Terhadap Kesehatan Perempuan?
REKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Potret Rumah ala Hotel Harris Vriza dan Haviza, dari Proses Renovasi hingga Hampir Rampung
Minta Adik Rekam Momen Persalinan, Bunda Ini Kaget Lihat Hasil Videonya
Cara Mengenali IQ Orang yang Suka Sharing Quotes Motivasi di Medsos
Doctor Doom vs Thanos, Siapa yang Lebih Kuat di Marvel Universe?
5 Potret Laura Basuki hingga Tissa Biani Hadiri Red Carpet Tokyo International Film Festival 2026.
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Parfum Mobil Bikin Mual? Ini Tips Memilih Aroma yang Lebih Nyaman
-
Beautynesia
5 Destinasi Wisata di Jepang Buat Pencinta Matcha
-
Female Daily
5 Parfum Lokal dengan Aroma Manis dan Segar untuk Dipakai Sehari-hari
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Mantan Istri Thomas Markle Pernah Kirim Surat Peringatan ke Meghan Markle
-
Mommies Daily
Memutus Hubungan dengan Orang Tua, Ini 6 Penyebab yang Sering Terjadi