parenting
Racun Tikus Ditemukan dalam Makanan Bayi Kemasan di Austria, 1000 Produk Lebih Ditarik
HaiBunda
Selasa, 21 Apr 2026 16:50 WIB
Daftar Isi
Sebagai sumber nutrisi untuk tumbuh kembang bayi, makanan bayi memiliki standar keamanan dan kandungan yang lebih tinggi dari makanan kemasan biasa. Namun, bagaimana jika terdapat zat berbahaya seperti racun tikus ditemukan di makanan bayi?
Temuan ini benar-benar menggegerkan publik, Bunda. Salah satu produk makanan bayi dengan kemasan stoples di Austria dilaporkan terkontaminasi racun tikus, setelah dilakukan penarikan lebih dari seribu stok di salah satu supermarket.
Tentu hal ini menjadi kekhawatiran bagi para orang tua. Pasalnya, produk makanan bayi tersebut menjadi salah satu yang populer dan banyak diminati karena mengandung wortel dan kentang yang dipercaya baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Temuan racun tikus di makanan bayi
Dikutip dari laman The Guardian, kepolisian Burgenland menyatakan bahwa salah satu stoples makanan bayi berisi wortel dan kentang tersebut positif mengandung racun tikus. Stoples tersebut spesifik pada ukuran 190 gram atau 70z.
Merespon laporan itu, produsen makanan bayi tersebut, HiPP, mengatakan pihaknya sudah memastikan bahwa sebelum dipasarkan stoples-stoples tersebut sudah dipastikan aman dan terjaga isinya. Mereka menduga bahwa stoples-stoples tersebut telah dirusak oleh pihak lain.
"Bukan disebabkan oleh cacat produk atau kualitas dari pihak kami, dan bahwa stoples tersebut telah meninggalkan pabriknya dalam kondisi sempurna. Situasi kritis ini melibatkan campur tangan kriminal eksternal yang memengaruhi saluran distribusi Spar Austria,” jelas HiPP yang dikutip dari laman BBC.
Tak hanya penarikan stok yang dilakukan di salah satu supermarket di Austria, di Republik Ceko dan Slovakia, makanan bayi tersebut juga telah ditarik dan diamankan. Pihak berwenang turut mengingatkan konsumen agar waspada terhadap produk makanan yang mencurigakan.
Ciri-ciri makanan bayi yang tidak layak konsumsi
Sejalan dengan peringatan yang diberikan pihak berwajib, berikut beberapa ciri produk makanan bayi yang harus diwaspadai dan patut dicurigai. Hindari mengonsumsi produk bila ditemukan kondisi sebagai berikut:
- Tutup stoples rusak, cacat, atau tidak presisi
- Segel pengaman telah terbuka sebelum sampai ke tangan konsumen
- Segel pengaman hilang
- Bau yang tidak biasa atau busuk
- Ditemukan stiker putih dengan lingkaran merah di bawah stoples sebagai penanda produk ada masalah.
Racun tikus di makanan bayi memiliki bau yang menyengat, sehingga para orang tua diminta untuk memperhatikan makanan tersebut dengan teliti sebelum diberikan kepada bayi. Polisi juga menyarankan agar segera mencuci tangan jika bersentuhan dengan stoples.
Langkah yang perlu dilakukan orang tua
Badan Kesehatan dan Keamanan Pangan Austria memperingatkan para orang tua yang bayinya mengonsumsi produk tersebut untuk berkonsultasi dengan dokter. Mereka meminta orang tua agar mewaspadai tanda-tanda pendarahan, kelelahan ekstrim, atau kulit pucat pada anak.
Para pelanggan, yang sebagian besar orang tua, juga diminta untuk tidak mengonsumsi produk tersebut yang dibeli di Eurospar, Interspar, dan Maximarkt. Dianjurkan untuk segera mengembalikannya untuk mendapatkan pengembalian dana.
Demikian informasi mengenai temuan racun tikus di makanan bayi yang patut diwaspadai. Semoga bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih? Simak Aturannya Bun
Parenting
7 Manfaat Teri Nasi Sering Disebut Harta Karun MPASI Bayi
Parenting
Bolehkah Minyak Goreng Digunakan untuk MPASI? Ini Penjelasannya Bun
Parenting
5 Rekomendasi Makanan Tinggi Serat untuk MPASI Bayi
Parenting
5 Kriteria Makanan untuk Perkembangan Bayi 6-12 Bulan
7 Foto
Parenting
7 Potret Anak Bungsu Aliya Rajasa Makan MPASI Pertama, Lahap Disuapi Ayah Ibas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Makanan Pemicu yang Bisa Sebabkan Kanker Darah pada Anak
Berapa Lama Efek Keracunan Makanan Berlangsung pada Anak?
Obat Batuk Picu Kematian 16 Anak di India, BPOM Pastikan Indonesia Aman