HaiBunda

PARENTING

Mengenal Tahnik Bayi dalam Islam dan Penjelasan Medis Kedokteran

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 26 Apr 2026 11:20 WIB
Ilustrasi Mengenal Tahnik Bayi dalam Islam dan Penjelasan Medis Kedokteran/Foto: Getty Images/FatCamera
Jakarta -

Tahnik adalah salah satu tradisi dalam Islam yang dilakukan saat bayi baru lahir. Proses ini berupa pemberian kurma yang sudah dilembutkan ke dalam mulut bayi.

Dalam praktiknya, kurma dikunyah terlebih dahulu hingga halus sebelum diberikan kepada Si Kecil. Setelah itu, kurma dimasukkan perlahan ke mulut bayi sebagai bentuk doa dan harapan baik.

Saat memberikan tahnik, sebaiknya Bunda melakukannya dengan cara yang lembut dan penuh kehati-hatian. Bukan tanpa alasan, hal ini juga sebagai salah satu amalan yang dianjurkan kepada orang tua.


Selain bernilai ibadah, tahnik juga kerap dikaitkan dengan manfaat kesehatan bagi bayi. Karena itu, tradisi ini masih terus dilakukan, tetapi bagaimana sebenarnya tahnik pada bayi dilihat dari sisi medis?

Mengenal tahnik bayi dalam Islam

Dikutip dari buku Tausiyah Nabi untuk Para Bidadari karya Dar El-Irfan, berdasarkan pandangan dari ulama Ibnu Hajar al-Asqalani, dijelaskan bahwa tahnik dilakukan untuk melatih bayi menerima makanan sejak awal kehidupannya.

Sementara itu, dikutip dari buku Mukjizat Hadist Nabi oleh Dana Nur K.S, dkk, tahnik disebut sebagai salah satu bentuk imunisasi alami yang diajarkan oleh Rasulullah. Dalam praktiknya, Bunda akan meminum sari kurma dan meletakkan di atas lidah.

Sari kurma yang sudah bercampur sedikit air liur Bunda kemudian diambil dengan jari. Setelah itu, cairan tersebut dioleskan perlahan ke langit-langit mulut Si Kecil.

Pada proses tersebut, enzim dari air liur bayi akan bereaksi dan bayi biasanya akan mengisap jari. Setelah itu, bakteri yang sebelumnya berasal dari air liur Bunda dan sudah bercampur dengan sari kurma akan dikenali oleh tubuh bayi.

Dengan begitu, ketika ada bakteri dari luar, tubuh bayi diharapkan sudah lebih siap untuk melawannya.

Tips melakukan tahnik pada bayi

Dalam pelaksanaan tahnik, ada beberapa langkah yang perlu Bunda perhatikan agar bisa dilakukan dengan benar. Dikutip dari buku Aqiqah karya Ahmad ibn Mahmud ad-Dib dan Pesan dari Nabi Tentang Anak karya Eva Rianty Lubis, berikut ini urutannya:

  • Letakkan sedikit kurma yang sudah dikunyah terlebih dahulu di atas jari orang yang akan melakukan tahnik. Pastikan kurma sudah benar-benar lembut sebelum digunakan.
  • Selanjutnya, jari tersebut dimasukkan secara perlahan ke dalam mulut bayi. Lakukan dengan hati-hati supaya bayi tetap merasa nyaman.
  • Setelah itu, gerakkan jari ke kanan dan ke kiri secara perlahan dan merata. Gerakan ini dilakukan dengan lembut tanpa terburu-buru.

Manfaat tahnik untuk bayi

Menilik dari buku Kamus Tematik Nama Terbaik Pembawa Berkah karya Yazid Subakti dan Deri Rizki, bayi yang ditahnik diharapkan tumbuh dengan kebaikan serta keimanan yang terus berkembang.

Dalam buku tersebut juga dijelaskan pula bahwa pemilihan kurma memiliki makna tersendiri. Rasulullah SAW memilih kurma karena buah ini disamakan dengan orang Muslim dan memiliki rasa manis yang khas.

"Buah kurma dipilih oleh Rasullah SAW karena merupakan buah dari pohon yang disamakan oleh beliau dengan orang mukmin. Selain itu juga karena rasa manisnya," tulis dalam buku tersebut.

Tahnik disebut bisa menguatkan saraf-saraf mulut dan gerakan lisan Si Kecil. Selain itu, tahnik juga dipercaya dapat memberi stimulasi pada tenggorokan dan tulang rahang bawah dengan jilatan.

Lalu, bagaimana penjelasan tahnik pada bayi dari sisi medis? Bunda bisa menyimak penjelasan dari ahli berikut ini.

Penjelasan tahnik bayi dari medis kedokteran

Menurut Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), bayi yang baru lahir belum diperbolehkan mengonsumsi makanan selain susu, Bunda. Hal ini juga termasuk dalam praktik tahnik yang menggunakan kurma.

"Meskipun kurma sudah dikunyah sehalus-halusnya oleh orang tua, konsistensinya tentu tetaplah berupa makanan lunak, yang baru bisa dikonsumsi dan dicerna bayi pada usia 16 minggu," ungkapnya kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Selain itu, dr. Ariani menyampaikan bahwa ASI merupakan asupan terbaik yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). ASI dinilai paling sesuai dengan kebutuhan bayi sekaligus dapat mengurangi risiko tersedak.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa ASI adalah nutrisi paling ideal bagi bayi yang baru lahir. Banyak penelitian menunjukkan bahwa ASI memiliki berbagai manfaat bagi tumbuh kembang Si Kecil.

"Dari beberapa penelitian ASI memberikan banyak manfaat terhadap perkembangan bayi ke depannya. Pemberian makan harus sesuai dengan tumbuh kembang anak," jelas dr. Ariani.

Itulah penjelasan mengenai tahnik bayi dalam Islam beserta penjelasan dari sisi medis kedokteran.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Jangan Diabaikan, Ini Tanda Bayi Mengalami Overstimulasi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ungkapan Menyentuh Yulia Rachman setelah 11 Th Jalani Pernikahan Bersama Sang Suami

Mom's Life Amira Salsabila

Darah Haid Berwarna Hitam, Apakah Tanda Hamil? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kehamilan Melly Febrida

Diet Timun Ala Chef Jepang, Turun 11 Kg dalam 2 Bulan!

Mom's Life Angella Delvie & Fauzan Julian Kurnia

9 Ciri Kepribadian Orang Bermental Kuat dan Tangguh, Bunda Termasuk?

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Mengenal Tahnik Bayi dalam Islam dan Penjelasan Medis Kedokteran

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Hamil Anak Pertama, Shenina Cinnamon Tetap Setia Dukung Aktivitas Angga Yunanda

12 Kalimat Sederhana yang Bikin Anak Lebih Mudah Diajak Bicara & Mau Mendengarkan

Sunday Scaries, Rasa Cemas yang Muncul Saat Akhir Pekan Hampir Berakhir

Darah Haid Berwarna Hitam, Apakah Tanda Hamil? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ungkapan Menyentuh Yulia Rachman setelah 11 Th Jalani Pernikahan Bersama Sang Suami

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK