PARENTING
Dokter Ingatkan Dampak Jangka Panjang Penggunaan Antibiotik pada Bayi
Indah Ramadhani | HaiBunda
Jumat, 15 May 2026 16:20 WIBAntibiotik kerap digunakan pada bayi untuk melindungi dan mencegah mereka dari infeksi serius. Namun di balik manfaatnya, Bunda juga perlu tahu terkait dampak jangka panjang bagi kesehatan Si Kecil.
Sebuah temuan dari peneliti di Universitas Rochester Medicine menjelaskan bahwa penggunaan antibiotik dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus bayi, Bunda. Selain menyerang pencernaan, gangguan ini juga dapat berdampak ke paru-paru.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Mucosal Immunology ini menyoroti bagaimana antibiotik memengaruhi mikrobioma usus dan fungsi organ tubuh bayi. Nah, agar Bunda semakin memahami dampaknya, simak informasi lengkapnya berikut ini.
Dampak antibiotik terhadap pernafasan dan pencernaan bayi
Dalam penelitian yang dikutip dari laman Futurity, perubahan pada mikrobioma usus karena antibiotik bisa berdampak pada cara kerja sel imun di paru-paru bayi. Akibatnya, tugas sel imun yang aktif melawan infeksi justru berubah menjadi fokus memperbaiki jaringan.
Perubahan fungsi sel ini tidak bersifat sementara, Bunda. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dipercaya dapat memengaruhi kemampuan tubuh anak dalam melawan infeksi hingga meningkatkan risiko gangguan pernapasan seperti asma di kemudian hari.
Meski begitu, para penulis studi tersebut menyatakan bahwa bukan berarti antibiotik harus dihindari sepenuhnya. Hanya saja penggunaannya perlu mendapatkan perhatian khusus, sebab antibiotik masih dapat membantu berbagai keluhan pada bayi.
“Penelitian ini sama sekali tidak menyarankan dokter untuk ragu menggunakan antibiotik pada bayi jika diperlukan, karena antibiotik adalah salah satu alat terpenting dalam mencegah penyakit serius dan bahkan kematian,” kata penulis utama studi sekaligus ahli neonatologi, Hitesh Deshmukh.
Ia juga menambahkan bahwa betapa pentingnya bakteri usus pada bayi untuk menunjang kehidupan pertamanya. Pada periode tersebut, segala perubahan memiliki dampak yang besar sebab mikrobioma usus bayi masih dalam tahap perkembangan.
“Namun, kita semakin memahami bagaimana gangguan terhadap bakteri usus bayi di awal kehidupan dapat mengubah sel imun dengan cara yang bertahan lama setelah masa bayi.” tambahnya.
Selain itu, antibiotik yang diberikan pada bayi tidak hanya membunuh bakteri jahat, Bunda. Dalam pengamatannya, antibiotik dapat menyerang bakteri baik yang terdapat dalam usus Si Kecil. Apabila bakteri baik ikut terserang, maka bayi dapat lebih rentan mengalami gangguan pencernaan seperti diare, serta memiliki risiko alergi yang lebih tinggi.
Dampak antibiotik terhadap sepsis pada bayi
Penelitian terbaru dari Universitas Minnesota menemukan dampak lain akibat pemberian antibiotik terhadap kondisi sepsis pada bayi yang baru lahir. Dampak ini bahkan dipercaya meningkatkan keparahan dari penyakit sepsis itu sendiri, Bunda.
Melansir dari CIDRAP, pengobatan awal sepsis diketahui umumnya menggunakan kombinasi antibiotik seperti ampisilin dan gentamisin. Kedua antibiotik tersebut merupakan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Namun, penelitian yang dipaparkan pada ajang European Society of Clinical Microbiology and Infectious Diseases ini menunjukkan masalah besar, yakni banyak bakteri penyebab sepsis sudah kebal terhadap antibiotik tersebut. Bahkan kombinasi tersebut hanya efektif pada sekitar 25 persen kasus.
Karena tingkat resistensi antibiotik tersebut lumayan tinggi, maka pengobatan sepsis pun menjadi kurang efektif dan infeksi sulit dikendalikan. Yang paling buruk, bayi menjadi rentan mengalami kerusakan organ hingga risiko kematian meningkat berkali lipat.
Sehingga dapat dikatakan bahwa antibiotik pada bayi memang memiliki banyak manfaat. Namun, perlu diingat kembali mengenai dampak serta penggunaannya, ya. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Bayi Baru Lahir Ternyata Sudah Kenal Ritme Musik!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
4 Cara Mengatasi Kurang Tidur saat Urus Bayi Baru Lahir
Penyebab Munculnya Tanda Lahir Bayi, Apakah Bunda Perlu Khawatir?
Tentang 7 'Aturan' Menjenguk Bayi Baru Lahir yang Jadi Viral
Pakai Gorden Blackout Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
TERPOPULER
Potret Farah Labita Putri Ferdy Hasan Wisuda S2 Universitas Cambridge, Jadi Lulusan Terbaik
Rupiah Melemah, Menkeu Purbaya Minta Masyarakat Tak Panik
Kebiasaan Makan IU Jadi Sorotan, Kunyah Makanan hingga 150 Kali
Potret Syifa Putri Sambung Irish Bella Jalani Upacara Sumpah Dokter
Dokter Ingatkan Dampak Jangka Panjang Penggunaan Antibiotik pada Bayi
REKOMENDASI PRODUK
10 Wajan Penggorengan Stainless Steel Bahan Tebal & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Highlighter & Contour Stick Terbaik, Mudah Dipakai Cocok untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Buku untuk Ibu Hamil yang Berikan Banyak Tips Bermanfaat
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kipas Angin Air Cooler Terbaik untuk Cuaca Panas Terik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Susu Stainless Steel Terbaik Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Farah Labita Putri Ferdy Hasan Wisuda S2 Universitas Cambridge, Jadi Lulusan Terbaik
Dokter Ingatkan Dampak Jangka Panjang Penggunaan Antibiotik pada Bayi
Rupiah Melemah, Menkeu Purbaya Minta Masyarakat Tak Panik
Kebiasaan Makan IU Jadi Sorotan, Kunyah Makanan hingga 150 Kali
Potret Syifa Putri Sambung Irish Bella Jalani Upacara Sumpah Dokter
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Panduan Lengkap Menonton Konser ONE OK ROCK Jakarta 16 Mei: Lokasi, Akses Transportasi, dan Prediksi Setlist
-
Beautynesia
6 Ciri Kepribadian INFP yang Dikenal Sebagai Si Idealis
-
Female Daily
Ini Rekomendasi Drakor di Netflix yang Worth It Buat Binge Watch!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Marc Jacobs Lepas dari LVMH Setelah 29 Tahun, Nasib Brand Jadi Perbincangan
-
Mommies Daily
Pendaftaran Sudah Dibuka! Ini Daftar Holiday Program & Summer Camp 2026 di Jabodetabek dan Bali untuk Isi Liburan Anak