parenting
Gentle Parenting Disebut Bisa Bikin Anak Manja, Benarkah?
HaiBunda
Kamis, 14 May 2026 16:30 WIB
Gentle parenting atau pendekatan yang lembut untuk mengasuh anak kini sudah jadi istilah yang cukup populer di media sosial. Banyak orang tua mulai melirik pendekatan ini karena dinilai lebih tenang dalam menghadapi anak.
Di berbagai platform seperti TikTok dan Instagram, muncul banyak pandangan tentang pola asuh ini. Tak sedikit pula yang menilai gentle parenting terlihat memberi ruang pada anak, sehingga dianggap kurang tegas.
Padahal, gentle parenting sebenarnya dikenal sebagai pendekatan yang mengutamakan empati, batasan yang jelas, dan kerja sama antara orang tua dan anak. Pendekatan ini tidak berarti membiarkan anak melakukan semua hal sesuka hati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, masih ada anggapan bahwa metode yang satu ini terlalu mengikuti kemauan anak hingga disebut bikin anak manja. Lalu, bagaimana sebenarnya penjelasan para ahli soal gentle parenting ini?
Mari kita cari tahu jawaban selengkapnya berikut ini, Bunda.
Benarkah gentle parenting bisa bikin anak manja?
Dilansir dari laman Parents, kekhawatiran bahwa gentle parenting bisa membuat anak menjadi manja kerap muncul dalam berbagai percakapan di media sosial. Sebagian orang beranggapan jadi kurang tegas jika anak terlalu sering diberi penjelasan secara lembut.
Para ahli berpendapat, anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini lebih jarang mendapat penolakan atau larangan dari orang tua. Hal ini dikhawatirkan membuat anak tumbuh menjadi lebih manja dalam kesehariannya.
Namun, anggapan tersebut belum didukung oleh bukti yang kuat ya, Bunda. Terutama jika gentle parenting diterapkan sesuai tujuan awalnya, yaitu dengan memberi batasan yang jelas pada anak.
Seorang spesialis perkembangan anak dan kesehatan perilaku serta psikolog berlisensi di Amerika Serikat, Kate Norwalk, PhD, mengatakan gentle parenting sebenarnya banyak mengambil konsep dari pola asuh lain yang sudah lebih dahulu diteliti.
"Gentle parenting banyak meminjam ide dari pendekatan pengasuhan lainnya, seperti pengasuhan otoritatif, yang telah banyak diteliti karena efek positifnya pada perkembangan sosial, emosional, dan perilaku anak," jelas Norwalk.
Ia menjelaskan bahwa banyak prinsip dalam gentle parenting sebenarnya sudah lama diteliti. Hasilnya pun justru menunjukkan dampak yang positif bagi perkembangan anak.
"Jadi dalam hal itu, banyak strategi yang digunakan dalam gentle parenting sangat efektif untuk membantu anak mengelola emosi dan perilakunya, serta membangun ketahanan dan kecerdasan emosional," katanya.
Pendapat lain juga disampaikan oleh Asisten Profesor Psikiatri dan Ilmu Perilaku di Universitas Duke, Leigh Spivey-Rita, PhD. Ia menilai pendekatan ini dapat membantu anak lebih siap menghadapi kehidupannya.
Hal ini memberi mereka alat yang mereka butuhkan untuk dapat menavigasi dunia secara efektif. Ini juga membantu mereka belajar tentang diri mereka sendiri serta membantu mereka belajar tentang orang lain dan mendapatkan pemahaman tentang bagaimana dunia bekerja," katanya.
Jadi, apakah gentle parenting benar bisa membuat anak menjadi manja? Berdasarkan penjelasan dari para ahli, belum ada bukti yang memastikan hal tersebut terjadi, Bunda.
Meski begitu, psikolog Norwalk mengatakan bahwa yang paling penting adalah bagaimana cara orang tua menerapkan pendekatan ini dalam keseharian di rumah.
Para ahli ungkap kunci keberhasilan gentle parenting
Menurut psikolog Norwalk, kunci keberhasilan gentle parenting adalah dengan memvalidasi emosi anak sambil tetap menetapkan batasan dan konsekuensi atas perilaku mereka.
"Batasan membantu anak-anak merasa aman dengan membuat segala sesuatunya lebih konsisten dan dapat diprediksi," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa orang tua perlu membedakan antara emosi dan perilaku anak. Semua emosi mereka boleh saja dirasakan, tetapi tidak semua perilaku bisa dibenarkan.
"Saya mendorong orang tua untuk mengomunikasikan kepada anak-anak mereka bahwa semua emosi, tetapi tidak semua perilaku, diperbolehkan. Misalnya, 'Tidak apa-apa untuk marah, tetapi tidak boleh memukul atau melempar mainan saat marah,'" ujar Norwalk.
Sementara itu, Spivey-Rita menjelaskan bahwa anak kecil belum sepenuhnya mampu mengatur emosinya sendiri, Bunda. Karena itu, mereka masih membutuhkan bimbingan dari orang tua.
"Tidak realistis bagi orang tua untuk mengharapkan seorang anak kecil mampu menyadari emosi mereka dan kemudian mengaturnya secara efektif karena mereka belum mempelajarinya. Oleh karena itu, gentle parenting hadir dengan memberikan dukungan bertahap untuk mengembangkan keterampilan tersebut," tuturnya.
Sebagai contoh, ia mengatakan bahwa jika seorang anak tampak frustrasi, Bunda bisa mengatakan, "Bunda bisa melihat bahwa tubuhmu tidak tenang sekarang, kamu terlihat seperti sedang frustrasi".
Pada akhirnya, anak pun mulai bisa mengatur emosinya sendiri secara bertahap. Perlu diketahui, proses ini tentunya membutuhkan ruang bagi mereka untuk bisa belajar mandiri.
Lebih lanjut, Norwalk menjelaskan salah satu hal yang sering ditemui dalam praktiknya, yaitu orang tua yang berusaha menenangkan atau berinteraksi dengan anak saat sedang tantrum.
Ia mengatakan kondisi tersebut justru bisa bikin perilaku anak semakin meningkat dan mengurangi kesempatan mereka untuk belajar mengatur emosinya sendiri.
"Salah satu contoh paling umum yang saya lihat dalam praktik saya adalah ketika orang tua mencoba berinteraksi atau menenangkan anak mereka saat mereka sedang tantrum atau mengamuk," kata Norwalk.
"Hal ini tidak hanya sering menyebabkan peningkatan perilaku, tetapi juga menghilangkan kesempatan bagi anak untuk berlatih mengatur emosinya sendiri," pungkasnya.
Itulah penjelasan mengenai benar atau tidaknya anggapan bahwa gentle parenting bisa membuat anak menjadi manja. Semoga informasinya dapat membantu ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Gen Z Tinggalkan Gentle Parenting, Terapkan Pola Asuh Baru Ini
Parenting
3 Manfaat Gentle Parenting dalam Mengasuh Anak Menurut Praktisi dan Influencer Halimah
Parenting
5 Cara Mendidik Anak dengan Pola Asuh Gentle Parenting, Ketahui Batasannya Bun
Parenting
Pola Asuh Gentle Parenting Kian Populer, Ini Pro dan Kontranya Bun
Parenting
Tips Lakukan Gentle Parenting Bagi 'Induk Macan', Tetap Lembut namun Tegas
5 Foto
Parenting
Bagikan Foto Lebaran, Deretan Artis Ini Masih Rahasiakan Wajah Anak
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Gentle Parenting dan Permissive Parenting
Bukan Gentle Parenting, Ini Pola Asuh Terbaik untuk Prestasi Anak Menurut Studi
Kenapa Gen Z & Gen Alpha Lebih Peka Secara Emosional Dibanding Generasi Lain?