PARENTING
5 Pelajaran Parenting yang Bisa Dipetik dari Drama Korea 'Teach You A Lesson'
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Jumat, 19 Jun 2026 13:00 WIBMenjadi orang tua tentu tidak hanya soal melihat anak mendapatkan nilai tinggi atau mencapai prestasi tertentu. Di balik semua itu, ada kesehatan fisik dan mental yang juga perlu mendapat perhatian.
Pesan inilah yang disampaikan dalam salah satu episode drama Korea Teach You a Lesson. Lewat kisah yang dekat dengan keseharian, drama ini mengajak penonton melihat sisi lain dari pola asuh orang tua.
Belakangan ini, Teach You a Lesson memang jadi salah satu drama Korea yang banyak diperbincangkan, Bunda. Dikutip dari Soompi, drama ini diadaptasi dari webtoon dengan judul yang sama dan menghadirkan cerita yang menarik tentang dunia pendidikan.
Berbeda dari drama lainnya, cerita dalam Teach You a Lesson disajikan melalui sudut pandang Biro Perlindungan Hak Pendidikan atau Educational Rights Protection Bureau (ERPB). Lembaga ini bertugas menangani berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Dalam episode ke-8, penonton diperkenalkan dengan seorang siswa bernama Jung Hyeon-min yang berjuang memenuhi harapan besar sang ibunda. Demi mewujudkan impian masuk sekolah kedokteran, ia harus menghadapi tekanan dan tuntutan yang terus membebaninya setiap hari.
Seiring berjalannya cerita, tekanan tersebut membawa dampak bagi kondisi sang anak. Lewat kisah ini, Bunda bisa mengambil pelajaran parenting untuk diterapkan dalam keseharian bersama anak.
5 Pelajaran parenting dari drama Korea 'Teach You A Lesson'
Di balik alur ceritanya, drama Korea Teach You a Lesson menyimpan banyak pesan bermakna tentang hubungan orang tua dan anak. Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Beri ruang anak untuk menentukan cita-citanya
Dalam drama Teach You a Lesson, ibunda Hyeon-min punya harapan besar agar putranya dapat masuk sekolah kedokteran. Sayangnya, harapan tersebut berubah menjadi tekanan karena sang anak harus mengikuti jalan yang sudah ditentukan untuknya.
Sejak awal, hampir seluruh keputusan dalam hidup Hyeon-min diarahkan untuk mendukung cita-cita tersebut, Bunda. Padahal, ia tidak pernah benar-benar diberi 'ruang' untuk menyampaikan apa yang diinginkan untuk masa depannya.
Sebagai orang tua, kita perlu memberi anak kesempatan untuk mengenali minat yang mereka inginkan. Pandangan serupa juga disampaikan oleh psikolog perkembangan sekaligus profesor pendidikan di Harvard Graduate School of Education, Amerika Serikat, Howard Gardner.
"Orang tua perlu melihat apa keinginan seorang anak. Jika orang tua memaksa anak melakukan sesuatu yang mereka inginkan, maka itu bisa menjadi hal yang buruk," ujar Gardner, dikutip dari University of Nebraska-Lincoln.
2. Utamakan dukungan, bukan tuntutan yang berlebihan
Keinginan melihat anak berprestasi tentu menjadi dambaan bagi setiap orang tua. Selain melihat dari pencapaian yang membanggakan, kondisi emosional anak juga perlu mendapat perhatian.
Hal ini terlihat dalam drama Teach You a Lesson, ketika Hyeon-min harus berjuang memenuhi ekspektasi sang Bunda yang begitu besar. Bahkan, dirinya pun hampir tidak memiliki waktu untuk beristirahat karena harus terus belajar.
Tak hanya itu, kesalahan kecil yang ia lakukan pun kerap dianggap sebagai sesuatu yang besar dan mengecewakan. Menilik dari National Institutes of Health (NIH), orang tua memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental dan emosional anak.
Dukungan, kasih sayang, serta rasa aman yang diberikan dapat membantu anak tumbuh lebih kuat dan mengurangi risiko berbagai masalah emosional yang dapat mengganggu kesehariannya, Bunda.
3. Prioritaskan kesehatan mental anak
Keberhasilan di sekolah memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak maupun orang tua. Namun, pencapaian tersebut sebaiknya tidak membuat kesehatan mental anak terabaikan, Bunda.
Dalam drama Teach You a Lesson, tekanan yang terus-menerus dialami Hyeon-min perlahan memengaruhi kondisi dirinya. Ia tidak hanya merasa lelah saja, tetapi juga mulai kehilangan semangat dalam menjalani kesehariannya.
Oleh karena itu, orang tua harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Saat anak terlihat mudah marah, sulit beristirahat, atau mulai menjauh dari sekitarnya, sebaiknya luangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka.
4. Beri kesempatan anak untuk mengenal dirinya sendiri
Salah satu momen yang cukup menyentuh dalam drama ini adalah ketika Jung Hyeon-min mulai diajak mengenali hal-hal yang benar-benar ia sukai. Untuk pertama kalinya, ia bisa mengikuti keinginannya sendiri, bukan hanya memenuhi harapan orang tuanya.
Dalam hal ini, sebagian orang tua mungkin terlalu mengatur anak karena ingin melindungi mereka dari berbagai risiko. Meski didasari rasa sayang dan kekhawatiran akan masa depan, Bunda harus memberi ruang agar mereka dapat mengenali potensi yang dimilikinya.
5. Bangun komunikasi terbuka dengan anak
Melihat dari drama Teach You a Lesson, Hyeon-min lebih sering memendam apa yang ia rasakan sendiri. Ia berusaha memenuhi harapan orang tuanya, tetapi jarang sekali punya kesempatan untuk mengungkapkan isi hatinya.
Kondisi seperti ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi dalam hubungan orang tua dan anak. Ketika anak merasa didengar, mereka akan nyaman untuk bercerita tentang perasaan maupun masalah yang sedang dihadapi.
Dilansir dari Raising Children Network, komunikasi yang baik dapat membantu mendukung perkembangan emosional anak. Tidak hanya dengan berbicara saja, tetapi juga dengan mendengarkan perasaan anak.
Itulah penjelasan mengenai pelajaran parenting yang dapat diambil dari drama Korea Teach You a Lesson. Semoga dapat menjadi inspirasi dalam mendampingi tumbuh kembang anak, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Studi: Bertengkar di Depan Anak Merusak Kesehatan Otaknya
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Apa yang Sebaiknya Bunda Lakukan Saat Anak Dipukul Temannya?
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
TERPOPULER
Bosan Bilang 'Terima Kasih'? Ini 10 Kata Pengganti yang Lebih Berkesan
Stop Bilang "Kamu Bisa Melakukannya", Ini Kalimat Penggantinya untuk Membesarkan Anak Sukses
Berhubungan Intim 4 Kali Seminggu Disebut Perbesar Potensi Hamil hingga 16 Persen
Potret Nada Tarina Putri Percaya Diri Tunjukkan Bekas Jahitan Operasi Skoliosis di Punggungnya
Jangan Bilang "Bukan Masalah Saya", Ganti dengan 11 Kalimat Sopan Ini
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bosan Bilang 'Terima Kasih'? Ini 10 Kata Pengganti yang Lebih Berkesan
Stop Bilang "Kamu Bisa Melakukannya", Ini Kalimat Penggantinya untuk Membesarkan Anak Sukses
Berhubungan Intim 4 Kali Seminggu Disebut Perbesar Potensi Hamil hingga 16 Persen
Potret Nada Tarina Putri Percaya Diri Tunjukkan Bekas Jahitan Operasi Skoliosis di Punggungnya
Jangan Bilang "Bukan Masalah Saya", Ganti dengan 11 Kalimat Sopan Ini
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Leher Pegal Karena Kerja Seharian? Ini Cara Atur Posisi Monitor yang Benar
-
Beautynesia
7 Cara Mengenali Rekan Kerja dengan Kecerdasan Emosional Rendah
-
Female Daily
5 Rekomendasi Flat Shoes untuk ke Kantor, Nyaman Dipakai Seharian tapi Tetap Stylish
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 17 Oktober: Capricorn Perlu Sabar, Pisces Lebih Pengertian
-
Mommies Daily
8 Drakor dan Film Kim Yoo-jung, Terbaru Ada 100 Days of Deception